Pages

Selasa, 10 Februari 2015

Jakarta Tergenang

Sudah 2 hari ini Jakarta diguyur hujan yang awet banget kaya pake formalin. Dari hari Minggu sore hingga Selasa pagi, air hujan tetap setia turun. Sudah ketebak lah apa akibat dari hujan yang terus menerus? B.A.N.J.I.R jawabannya

Beberapa wilayah di Jakarta terendam air terutama di titik yang rawan banjir dan kabar terakhir adalah zona ring 1 sudah terendam air. Alhamdulilah rumah kami tidak kebanjiran hanya akses menuju ke kantor yang banjir. Kalau sudah banjir pasti jodohnya adalah kemacetan. Gak hujan aja Jakarta selalu macet, apalagi ini ditambah hujan.. Pastinya makin macet aja.

Senin pagi saya dan si ayah keluar dari rumah dan taraaaa.. langsung disambut kemacetan yang luar biasa. Padahal biasanya yang macet itu di daerah Timbul dan Warung sila, eh..kemarin pagi kemacetan sudah sampai ke dekat rumah.

Pagi itu sepanjang perjalanan kami harus bermacet macetan dan ditambah lagi lewat Jl Ampera dimana ada Pengadilan Jaksel yang sedang menggelar sidang praperadilan kasus polisi BG. Wuiiihhh...makin lengkap sudah kemacetan Senin kemarin.

Selama di kantor, hujan masih turun dan sekitar jam 1 ada kabar kalau commuter line gak jalan karena stasiun Tanabang dan Sudirman sudah terendam air. Huaaaa... Pengin nangis rasanya, mikir pulangnya naik apa? Klo naik bis pasti udah macet banget. Akhirnya saya cuma bisa pasrah.
Syukurnya jam 4 sore sudah boleh pulang dan pada detik detik terakhir menjelang pulang, dapat info kalau comline udh beroperasi lagi. Alhamdulilah banget.. Namun sampai malam hujan masih setia mengguyur Jakarta.

Hari ini berangkat kantor dengan berbasah basahan dan bermacet macetan. Lewat di Pengadilan Jaksel, ada sidang lanjutan BG lagi, macetlah berjamaah. Masuk ke daerah Kemang, macet makin parah. Ternyata banyak titik banjir di Kemang, dimulai dari BC* Kemang sampai ke Hotel Grand Kemang. Dan yang paling parah adalah depan The Mansion atau depan Tamani Cafe.
Air di jalan itu sudah hampir setinggi lutut orang dewasa. Melihat jalanan yang seolah berubah menjadi danau buatan itu membuat saya dan si ayah bingung mau lanjutin perjalanan atau putar balik. 

Akhirnya kami memutuskan lanjut dengan cara saya turun dari motor dan ayah melaju sendiri hingga ke tempat yang gak banjir. Huaaaa...kebayang doong saya harus jalan kaki menerobos banjir sepanjang kurang lebih 100 m dengan ngobok ngobok di dalam air. Subhanallah.. Bener2 perjuangan banget hari ini.

Sampai di kantor telat banget dan badan basah kuyup gak karuan. Meski demikian Alhamdulilah bisa sampai kantor dan motor gak mogok. Sebenarnya yang saya takutkan adalah mesin motor mati akibat menerobos banjir. Bencana banget kan kalau udah basah kuyup trus harus menuntun motor mogok :(

Alhamdulilah hujan hari ini gak seperti kemarin. Sekitar pukul 11 hujan berhenti dan matahari mulai bersinar. Horeee... jemuran kering, hahaha... #emakemakbanget yaaa :) Sampai sore, matahari terus muncul bahkan hingga menjelang maghrib langit tampak cerah.
Setelah tadi pagi berkutat dengan air, sore harinya bisa menikmati indahnya langit. Jadi inget kalimat ini "dibalik mendung masih ada matahari". Jadi malu sama diri sendiri karena tadi pagi udah sedikit esmosi karena harus menerobos banjir :)

Mana nikmat Tuhanmu yang mana yang engkau dustakan?

Rabu, 04 Februari 2015

Kolesterol

Dulu sekitar 2 tahun yang lalu saya mendengarkan curhatan seorang teman yang baru saja medical check up (MCU). Dari hasil MCU disebutkan kalau kolesterol teman saya itu di atas ambang batas. Wuuiiihh... Sontak saya kaget. Kenapa? Karena teman saya itu badannya langsing banget.

Trus saya bertanya, kamu kan langsing kenapa bisa kolesterol tinggi ya? Mulailah dia bercerita kalau pemicu tingginya kolesterol adalah pola makan yang kurang baik dan kurang olahraga. Saya pun mendengarkan penjelasan itu dengan manggut manggut.

Awalnya saya pikir, yang kena kolesterol itu orang yang badannya gemuk saja karena mungkin asupan makan yang berlebih. Dan satu lagi adalah orang orang yang sudah lanjut usia. Itulah analisa sotoy saya. Dan ternyata analisa saya benar2 sotoy. Orang kurus sekalipun dengan usia kepala 3 bisa mengidap kolesterol tinggi. Ckckckck...dahsyat ya penyakit jaman sekarang.

Dan 2 tahun kemudian, di akhir tahun 2014 lalu saya melakukan MCU dan hasilnya adalah..... Kolesterol tinggi, sodara sodara... LDL tinggi  serta HDL yang rendah menghasilkan total kolesterol dalam darah saya tinggi. Huaaa...pengin nangis rasanya waktu membaca hasil lab. Langsung teringat ucapan teman saya 2 tahun yang lalu. 

Memang sebelum melakukan MCU saya sering merasakan sakit kepala hebat di bagian belakang dekat telinga. Sakitnya itu sampai berhari hari, padahal sudah minum panad*l tapi gak mempan juga. Biasanya kalo pusing saya jarang minum obat tapi karena udah berhari2 tak kunjung sembuh akhirnya minum panad*l. Ternyata itu gak ngaruh juga. Sempat saya pengin melakukan city scan namun urung karena beberapa hari kemudian pusingnya sembuh.

Jujur deh, saya dan si ayah itu orang yang jarang dan paling males ke dokter. Sukanya sok sok-an jadi dokter untuk diri sendiri. Trus minum obat yang beredar di pasaran saja. Parah yaaa... Padahal berobat ditanggung asuransi kantor :)

Nah...setelah membaca hasil lab dan mendapat kenyataan kalau kolesterol tinggi, saya langsung browsing makanan apa saja yang memicu kenaikan kadar kolesterol. Ternyata..... Cumi cumi adalah salah satu makanan yang berkolesterol tinggi. Saya jadi merunut ke beberapa hari sebelum MCU dimana saya rajin sekali mengkonsumsi cumi cumi.

Hampir setiap minggu saya makan calamari karena si kecil sukaaaaa banget calamari. Dan saya setiap hari minggu pasti ke pasar untuk membeli minimal 0,5 kg cumi cumi. Hal itu rutin saya lakukan selama 1 tahun belakangan ini. Jadi saya benar benar kenyang sama makanan yang judulnya calamari. 

Setelah tahu kalau cumi cumi adalah makanan yang membawa andil paling besar dalam peningkatan kadar kolesterol, saya jadi musuhan dengan cumi cumi. Sudah 2 bulan ini gak makan calamari. Kalau untuk si kecil masih tetap makan cumi tapi porsinya dikurangi dan tidak setiap minggu makannya. 

Selain cumi yang jadi pantangan, kuning telur juga dilarang. Jadi sekarang kalau makan telur rebus atau ceplok, kuning telurnya disingkirkan. Daging berlemak, jeroan, goreng gorengan juga masuk daftar makanan yang harus dikurangi. Sebenarnya boleh aja sih makan gorengan tapi menggunakan minyak baru bukan minyak bekas (jelantah) atau sekalian aja mengganti minyak canola sebagai pengganti minyak goreng sawit. Tapi mahal yaaa minyak goreng canola :)

Oiya, sebagai pengganti cumi, saya masih boleh makan udang karena kadar kolesterol udang lebih kecil dari cumi. Tapi teteup aja saya gak mau makan udang. Rasanya sekarang kalau mau makan yang berlemak itu jadi parno, hahaha... Selain itu sekarang setiap seminggu sekali diusahakan olah raga.

Btw, ada yang punya pengalaman kolesterol tinggi? Share dooong di mari tips and trik nya :)

Selasa, 03 Februari 2015

One Pillow One Hope : Mari Berbagi Harapan

Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Pastinya semua sudah pernah mendengar kalimat ini. Yupp...berbagi. Berbagi apa saja memang sangat dianjurkan, termasuk berbagi harapan kepada anak anak penderita penyakit kronis. 

Hari Sabtu lalu (310115) saya dan beberapa emak blogger KEB datang ke acara "One Pillow One Hope "Berbagi harapan melalui bantal" yang diselenggarakan di JYSK store Mall Taman Anggrek. Acara tersebut hasil kerjasama Orang Tua Grup (OT) dan JYSK untuk Rumah Harapan Valencia. Apa sih maksudnya, kok berbagi bantal? 

Jadi, tidur yang berkualitas dipercaya bisa membantu tubuh mengembalikan sel sel yang rusak, meremajakan fungsi sel tubuh dan memperbaiki fungsi metabolisme? Setiap orang pasti membutuhkan tidur yang nyaman. Salah satu cara untuk mendapatkan tidur yang nyaman dan berkualitas adalah dengan pemilihan tempat dan perlengkapan tidur yang tepat. Selain tempat tidur tentunya, bantal sangat memegang peranan penting dalam menentukan kualitas tidur. Nah itulah salah satu alasan mengapa aksi #1Pillow1Hope diluncurkan.
Dalam acara tsb hadir 2 orang narasumber yang keduanya sudah tak asing lagi bagi saya yaitu mba Yuna Eka Kristina seorang Head of Corporate and Marketing Communication OT Grup dan mba Valencia MR atau lebih ngetop dengan sebutan mba Silly, founder dari Rumah Harapan Valencia Care Foundation. Saya mengenal kedua orang hebat ini saat bersama sama melakukan perjalanan yang memorable ke Nias pada tahun 2013.      

Mba Yuna menceritakan latar belakang dan tujuan aksi #1Pillow1Hope yaitu membantu anak anak tidak mampu yang memiliki sakit kronis untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Gimana caranya? Yaitu dengan menukarkan bantal lama ditambah Rp. 19.900 maka kita akan mendapatkan bantal baru berkualitas produk JYSK. Jadi dengan mengikuti aksi tersebut berarti kita telah mendukung anak anak yang berada di Rumah Harapan. Berpartisipasi dan membantu memberikan harapan serta semangat hidup anak anak penderita penyakit kronis. Seruuu yaa aksinya?  
Sesi berikutnya mba Silly menceritakan Rumah Harapan yaitu sebuah rumah singgah sementara untuk anak anak sakit, rujukan dari luar Jakarta dan belum mendapat kamar di RS karena kapasitas RS yang terbatas. Saat ini Rumah Harapan "A home for hope" menampung 15 anak. Ada satu cerita Mba Silly yang membuat kami merinding membayangkan kondisi anak bernama Tyas. 

Saya pernah mendengar cerita tentang Tyas dari mba Silly saat kami sekamar dulu di Nias. Tyas adalah seorang anak yang ditemukan mba Silly dan 3 Little Angel dengan kondisi tubuh yang sangat memprihatinkan. Setengah dari tubuhnya habis digerogoti kanker dan tak jarang binatang seperti tikus menghampiri karena luka di kedua kakinya. Astaghfirullah... jujur saya gak bisa membayangkan betapa berat perjuangan mba Silly dan para volunteer dalam membantu Tyas menumbuhkan semangat untuk berjuang hidup. Kabar terakhir yang mengembirakan ternyata Tyas sekarang sudah dinyatakan sembuh dari sakit kanker oleh tim dokter yang menanganinya. Alhamdulilah yaaa...

Mendengar penjelasan mba Silly sepertinya kita memang harus ikut andil dalam aksi #1Pillow1Hope demi membantu anak anak tersebut. Maka pada kesempatan kemarin saya ikut serta menukarkan beberapa bantal lama yang ada di rumah.
1 Pillow 1 Hope
Saat menukarkan bantal, kita juga bisa menulis sejarah bantal tersebut. Seperti yang saya lakukan yaitu bercerita tentang bantal kenangan ini. Mungkin akan muncul pertanyaan, trus kenapa bantalnya ditulisin? Kasian dong adik adik Rumah Harapan yang nantinya akan menggunakan bantal ini lagi? Tenang.. jadi begini yaa, bantal yang terkumpul ini nantinya tidak akan digunakan oleh anak anak tsb melainkan nilai bantal tsb akan dikonversikan ke dalam rupiah. Nah nilai rupiah yang terkumpul itu akan digunakan untuk mendapatkan barang produk JYSK seperti tempat tidur, lemari, rak buku dll. Oke banget yaaa aksinya? Namun sayang, aksi ini hanya berlangsung 3 hari yaitu tgl 30 Januari - 1 Februari 2015. 

Setelah acara selesai kami boleh berkeliling sambil belanja di dalam store JYSK. Oiya JYSK adalah toko furnitur pertama di Indonesia yang menawarkan modernitas, efisiensi, kualitas tinggi dan dikemas dalam pengalaman belanja yang mudah dan menyenangkan. Lihat saja barang barangnya :)
Awas kalaaaaappp.... :)
Dan saya pun naksir Pindstrup 4-drawers chest warna putih yang di kiri atas, hehehe... Alhamdulilah saya tidak kalap masuk ke sini. Dengan melihat koleksinya dan berangan angan bisa membeli saja sudah cukup membuat saya bahagia :) Tapi ada yang lebih bahagia lagi, yaitu si kecil. Di dalam store JYSK ada booth es krim yang bisa dinikmati oleh pengunjung dan ada trampolin yang bisa dimainkan anak anak.
Sebelum pulang, saya tak mau membuang kesempatan berfoto bareng dengan mba Silly dan mba Yuna. Iyaaa...itung itung reunian Nias :) Senang rasanya bisa bertemu kembali dengan kedua wanita inspiratif yang tidak pernah lelah membantu orang lain. 
Reunian tim Nias : saya, mba Silly, mba Yuna dan mba Adis
Satu pesan dari mba Silly yang pernah saya dengar sewaktu di Nias dan kemarin diucapkan kembali di hadapan para blogger yaitu : "Hiduplah Seperti Gema" artinya saat kita berbuat baik maka gema kebaikan akan menghampiri kita. Dan jangan pernah berhenti untuk berbagi dengan sesama, karena tangan di atas jauh lebih baik dari tangan di bawah.