Pages

Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2016

[ Day 1 ] Martapura Kota Impian Masa Kecil

Menginjakan kaki ke Borneo adalah keinginan saya sejak dulu. Karena sejak SD saya akrab dengan pulau tersebut, dimana papa pernah ditugaskan di Palangkaraya, saudara sepupu tinggal di Balikpapan dan Samarinda. Jadi telinga ini kerap mendengar Pulau Kalimantan disebut. 

Waktu terus berjalan...keinginan pergi ke Kalimantan muncul kembali saat sudah bekerja sekitar tahun 2006. Waktu itu saya dan almarhum sahabat saya berencana ngebolang ke Balikpapan. Yupp...kami sudah mengantongi tiket Jkt - Bpp - Jkt tapi karena saat itu mama saya tidak mengijinkan berangkat, akhirnya dengan sedikit rasa kecewa batal ke Bpp. Oke fine... Saya pendam lagi keinginan untuk menginjakan kaki di bumi Borneo.

Entah kenapa... Sekitar 3 minggu yang lalu muncul perbincangan dengan 2 orang teman blogger kondang untuk ngebolang bersama. Sumpah ini racun banget  hahaha... Banyak destinasi yang muncul untuk rencana ngebolang ini. Dan setelah cap cip cup kembang kuncup terpilihlah kota Banjarmasin sebagai destinasi kami. Yuppp... Saya senang sekali karena impian untuk berkunjung ke Kalimantan sebentar lagi tercapai.

Persiapan kami lakukan dan mulai menyusun itinerary. Saat bikin itinerary, saya mulai membayangkan kota Martapura dan akhirnya teringat akan satu cerita. 

Jadi yaaa... Jaman SD dulu saya pernah punya buku kenangan yang isinya biodata. Dalam buku tersebut tercantum warna favorite, kota favorite dll. And you know what? Saya menulis kota favorite adalah Martapura. Jujur...saya sudah lupa. Belasan tahun kemudian saya bertemu dengan teman SD dan berbincang kalau saat itu dia tinggal di Banjarmasin, dekat dengan Martapura. Dia masih ingat akan buku kenangan SD saya yang menuliskan Martapura sebagai kota favorite. She reminds me about Martapura. Dari situ saya flash back dan emang benar, dari dulu kesengsem banget dengan kota Martapura.

Oke..Jumat lalu (27 Mei) akhirnya kami berangkat ke Banjarmasin dengan penerbangan pertama. Sampai di Banjarbaru pukul 10.05 Wita
Let's get lost...
Dan perjalanan ngebolang pun dimulai dengan tujuan pertama yaitu Martapura. Kami sengaja sewa mobil lepas kunci karena ingin benar benar explore Banjarmasin dan sekitarnya. Hanya bermodalkan Google map dan Waze kami sampai di Martapura. Yeeaaayy... Alhamdulillah

Mampir sejenak ke rumah salah satu kerabat teman saya kemudian lanjut isi perut. Kuliner pertama yang ingin dicicipi adalah Soto Banjar Anang yang hits banget.
Soto Banjar Anang
Depot Soto Anang yang terletak di Jl. A Yani Km 39 Martapura menyediakan Soto/sop Banjar dan sate ayam. Jadi yaa...kalau di Banjar, makan soto selalu ditemani oleh sate ayam. 

Setelah perut aman terisi, rencana kami lanjut ke pendulangan intan. Yuppp.. Martapura adalah kota penghasil intan terbesar di Indonesia. Keinginan untuk melihat pendulangan intan lenyap sudah karena hari itu adalah hari Jumat dimana orang banyak menghentikan aktivitasnya di siang hari, termasuk pendulangan intan itu sendiri. Agak sedikit kecewa sih...tapi ya sudah lah, insya Allah lain waktu bisa ke sini lagi, hehehe... #ngarep

Siang itu kota Martapura suasananya seperti kota santri, orang berduyun duyun datang ke masjid Al Karomah untuk melaksanakan sholat Jumat. 
Langit di kota Martapura indah banget.. Warnanya biru bersih dengan awan yang putih. Masya Allah...cantik banget. Ditambah dengan bangunan masjid yang megah berkombinasi warna kuning biru. Ya Allah.... Saya jatuh cinta banget dan sujud syukur akhirnya bisa ke Martapura setelah puluhan tahun menjadikan kota ini sebagai kota favorite masa kecil.
Masjid Al Karomah merupakan masjid terbesar di Martapura. Interiornya bagus, kubah dalamnya mewah dengan dominasi warna biru, kuning dan hijau, terdapat beberapa kayu ulin sebagai penyangga yang warna hijau, membuat adem suasana saat memasuki masjid ini.

Ada yang unik di dalam masjid Al Karomah yaitu adanya bangunan semacam pendopo yang ditopang oleh 4 soko guru masjid. Saat itu di keempat tiang kayu ulin besar itu digantung Kembang Barenteng. Apa maksudnya kembang tersebut? Apakah itu kembang keramat? Hehe.. Monggo baca saja di sini
Pendopo di dalam masjid
Letak masjid Al Karomah di pusat kota dekat dengan Taman Cahaya Bumi Selamat dan Tugu kota Martapura.

Tugu Martapura sbg landmark kota
Jalan jalan ke Martapura gak lengkap rasanya kalau gak mengunjungi Pasar Intan Bumi Cahaya Selamat (CBS) yang merupakan pasar terbesar di Martapura. Di pasar ini banyak kios yang menawarkan Intan dan asesoris bebatuan dari harga belasan ribu hingga jutaan rupiah. Kalau pecinta batu pasti bakal senang deh melihatnya. 
Foto : Courtesy of sesenyonyah ;)
Hayooo...siapa dari keempat mamak ini yang kalap? Hahaha...yang pasti bukan saya. Setelah puas ngubek pasar Intan CBS kami melipir ke alun alun yang ada prasasti Intan. Gak afdol yaa klo udah sampai sini gak foto narsis di prasasti Intan ini.
Gak terasa waktu sudah menjelang sore, kami meluncur ke arah Banjarmasin, namun di tengah perjalanan mencicipi dulu itik panggang Swarga di jalan A Yani Km 34 Martapura. 
Itik panggang 
Rasanya? Manis dan agak sedikit keras/alot, hehe.. No problem, yang penting saya sudah merasakan itik panggang #cetek hahaha...

Yuk lanjut perjalanan ke Banjarmasin dengan menempuh waktu perjalanan sekitar 1 jam. Dan inilah travelmate saya, udah pada kenal semua kan? Blogger kondang Mak Yeye, Mak Pungky dan mak Rokhmi.
ELang (Emak petualang)
Menjelang magrib sampai di hotel Victoria River View, kami beristirahat sebentar. Malamnya cus makan malam di Lontong Orari. Ada cerita apa di sana? 

To be continue.... Saya sudah Capek ngetik di henpon 
Hehehe...

Rabu, 18 Mei 2016

Tiger Camp

Pertengahan bulan April lalu, saya dan teman teman kantor mengadakan Tiger Camp ke Jogja. Jadi yaa.. Tiger camp itu semacam employee gathering yang di dalamnya berisikan Corporate Social Responsibility (CSR), team building, pembahasan mengenai komitmen atau engagement apa yang bisa kami berikan untuk perusahaan. Dan sisanya adalah jalan jalan. Yippiee... #jogetjoget

Sejujurnya saya senang banget bisa ke Djogja lagi. Ini adalah kali ketiga saya ke Djogja dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Yang pertama saat quick getaway bareng sahabat di bulan Nov 2015. Yang kedua reuni kampus mengenang 20 tahun kebersamaan pada bulan Maret 2016 dan sekarang tiger camp dengan teman kantor. Buat saya gak pernah ada kata bosan untuk datang kembali ke kota Djogja.

Jumat malam 15 April kami berangkat dari Jakarta menuju Jogja menggunakan kereta Taksaka. Ceritanya rombongan kami yang berjumlah 52 orang menyewa lebih dari 1 gerbong kereta. Kebayang gimana hebohnya kan? Hehehe..
Sampai di stasiun Tugu jam 4.20 langsung diantar ke RM Grafika Kalasan untuk sholat subuh, mandi dan sarapan. Sekitar jam 6.45 kami menuju ke Kaliurang untuk seseruan Lava Tour/Volcano Tour

Pagi itu sinar matahari bersahabat banget. Cuaca cerah dan alam menyajikan pemandangan yang indah. 
Lereng Merapi nan indah
Ini adalah kali kedua saya mengikuti Lava tour. Yang pertama tanggal 16 April 2014 saat ada kantor ke Jogja dan secara kebetulan nih...kali ini saya ikut Lava Tour lagi dengan tanggal dan bulan yang sama persis seperti 2 tahun yang lalu. Yupp.. Hari itu adalah hari Sabtu, 16 April 2016. Masya Allah... Allah benar benar pemilik skenario yang hebat yaa.. Kok bisa pas banget gitu ya? 

Dua tahun yang lalu saat pertama kali saya kesana, kondisi lereng Merapi masih sangat gersang dan agak spooky, saya merasa kekutan mistisnya masih ada. Namun 2 tahun kemudian Alhamdulillah sudah cantik hijau royo royo dan jauh dari kesan mistik. 

Lava tour kali ini saya merasa fun banget. Mungkin karena bareng dengan teman teman kantor yaa jadi terasa banget kekompakannya. 
Setelah puas menikmati indahnya pemandangan Merapi kami menuju ke SD Umbul Harjo Kaliadem untuk CSR. Disana kami memberikan bantuan berupa alat tulis, alat kebersihan untuk sekolah dan beberapa souvenir untuk anak anak. 

Acara lanjut makan siang di West Lake resto dan pembahasan engagement dan team building divisi kami. Suasana West Lake resto oke banget buat ngeriung dengan teman dan keluarga. Lokasinya luas dan children friendly. 
Selesai team building dan pembahasan komitmen kami menuju ke daerah Pathuk. Apalagi kalau bukan wisata kuliner. Yupp..beli oleh oleh sih intinya. 

Daerah Pathuk memang terkenal sebagai sentra bakpia. Banyak berderet toko yang menjual bakpia dengan berbagai merk seperti bakpia 75, 25, 65, 72, bakpia Agung dll. Tinggal pilih sesuai selera kita aja deh.. Selain bakpia, dijual juga kue yangko, keripik ceker, paru, lanting, wingko, wajik Ny week, getuk trio dll. Aah.. Pokoknya puas deh belanja oleh oleh disana. Tapi kalo saya pribadi lebih suka bakpia kurnia sari. Juwara deh rasanya ;)
Puas belanja oleh oleh kami meluncur ke daerah Godean untuk melihat pabrik kaos tapi bukan Dagadu yaa.. Gak lama sih kami di sini karena perut sudah teriak minta diisi. 

Lanjut perjalanan ke arah jalan Parangtritis untuk makan malam di resto yang..hhmm makanannya biasa aja, hihi... Disini saya sengaja gak makan malam karena ada janji makan mie Jogja dengan teman teman kuliah.

Setelah makan malam barulah kami meluncur ke hotel Neo di kawasan Malioboro. Sampai disana, sudah ada teman kuliah saya yang nungguin, hihi.. Yang mau jemput saya udah standby duluan. Gak pake lama, saya bebenah sebentar trus cabcus ke Godean jemput teman kuliah lagi. 

Tujuan kami malam ini adalah makan mie Djogja. Karena rada picky dengan kuliner yang satu ini akhirnya pilihan saya jatuh ke Bakmi Pele yang ada di alun alun utara. Sambil ngobrol dengan teman kuliah, saya menikmati sekali makan malam itu. Slurrp..
Emang yaa.. Ngobrol dengan teman2 kuliah itu bawaannya seruuu aja. Kami bisa mengenang masa lalu yang terkadang lucu untuk dikenang. Cerita tentang dosen killer, mata kuliah yang njlimet dan harus menggulang berkali kali dan tentang kisah kasih di kampus, hehehe..
Gak terasa udah sampai tengah malam kami menghabiskan waktu bersama. Akhirnya kami berpisah dan berjanji besok akan ke tempat wisata yang lagi hits di Djogja.. Asiiikk... Can't wait till tomorrow ;)

...to be continued...

Senin, 11 April 2016

(Kuliner) Bakmi Kadin Djogja

Berkunjung ke suatu daerah gak lengkap kalau gak sekaligus wisata kuliner. Mencicipi makanan khas daerah harus selalu dimasukan ke dalam itinerary perjalanan. Rugi banget yaa kalau jalan jalan gak sekaligus icip icip makanan. 

Djogja terkenal banget dengan gudeg dan bakmi godognya. Ngomongin bakmi Djogja saya teringat 6 tahun yang lalu saat hamil, kepingin banget makan mie Djogja. Ngidamnya mie Djogja, jadi hampir tiap minggu saya hunting mie djogja, hehehe..

Saat kemarin saya ke Djogja ngumpul bareng teman teman kuliah, sengaja makan malam di Bakmi Kadin. Katanya sih.. bakmi ini adalah bakmi yang paling hits di Djogja. Kedainya terletak di jalan Bintaran Kulon. 
Begitu masuk ke dalam kedai bakmi Kadin Djogja sudah disambut live music yang dibawakan oleh seniman lokal. 
Saat kami duduk dan memesan, pelayannya bilang begini : "untuk pemesanan kurang lebih 1 jam ya? Gimana? Mau atau tidak?" kata pelayanan.
Huaaa?? Sadis ya? Hhmm... Kalau kata saya sih gak ya? Justru malah membeberkan kenyatan dan gak bikin PHP, hehe... Hanya saja kalimat itu membuat kami bengong dan saling berpandangan. Hehehe... Okelah gak papa menunggu lama demi mencicipi bakmi yang hits di Djogja. 

Sambil menunggu pesanan datang saya melihat di sekeliling kedai tersebut. Terlihat ada 6 gerobak mie yang masing masing sibuk meracik pesanan. 
Saya heran, kenapa udah banyak tukang Masaknya tapi tetep harus menunggu selama 1 jam ya? Hehe.. Emang sih pembuatannya dilakukan satu persatu dan saat itu pengunjung ramai banget. Jadi yaa wajar lah..

Selang 50 menit kemudian pesanan datang. Malam itu saya memesan mie godog dan minumnya tape hangat.
Mari kita cicipi mie godognya. Saat nyeruput kuahnya, saya langsung bisa menebak kalau mie ini menggunakan penyedap rasa yang banyak. Rasanya menurut rasa terlalu gurih. Bukan gurih dari kaldu melainkan dari bumbu penyedap rasa. Mienya sendiri enak dan suwiran ayamnya juga lumayan banyak tapi yang menggangu menurut saya adalah rasa yang dominan penyedap rasa itu loh, hehe... 

Nah kalau ini adalah pesanan teman saya yaitu mie goreng. 
Penampakan mie gorengnya kece, warna coklatnya pas banget. Saat icipan pertama terasa manis sekali. Dominan rasa kecap. Mungkin karena Djogja terkenal dengan masakan bercita rasa manis kali yaa.. Jadi mie gorengnya terasa manis sekali di lidah saya, hehehe...

Untuk minuman yang saya pesan yaitu tape hangat, rasanya enak, perpaduan asam manisnya pas. Dan saya sempet icip bajigurnya juga enak. Jahe dan santannya pas banget.
Tape hangat dan bajigur
Harga yang ditawarkan di sana cukup murah, untuk makanan yaitu kisaran IDR 13K - 17K sedangkan minuman dari IDR 5K - 10K. 

Tips dari saya untuk makan di Bakmi Kadin Djogja jangan memaksa makan disana kalau perut sudah lapar banget, bakal emosi nunggunya, hehehe.. Kemudian siapkan cemilan sebelum pesanan datang. Emang sih disana tersedia aneka kerupuk tapi kurang "nendang" yaa.. Ada juga sih di depan pintu masuk kedai, penjual kue putu yang stand by. 

Overall.. Kalau boleh saya kasih point untuk bakmi Kadin Djogja ini adalah 7. 
Maaf.. Saya rada picky kalau soal bakmi Djogja, hehehe...Karena 2 bakmi godog yang pernah saya coba di Djogja yaitu Bakmi Mbah Hadi, dan Bakmi Pele rasanya lebih oke dari yang ini. Tapi..kembali lagi yaaa ini semua tergantung selera, hihihi...


Rabu, 16 Desember 2015

Es Krim Pot

Sila diintip gambar di samping ini. Bukan...itu bukan tanah yang dimasukan ke dalam pot kecil yang di atasnya diberi strawberry, daun dan cacing. Melainkan itu adalah es krim pot yaitu es krim yang ditempatkan dalam sebuah pot. Dessert yang satu ini emang rada unik yaa..


Jaman sekarang banyak sekali ragam makanan yang dikreasikan semaksimal mungkin oleh para produsen guna menarik perhatian konsumen. Alih alih untuk memikat hati konsumen tapi terkadang kesannya rada maksa yaa? Hehehe...

Untuk saya pribadi begitu melihat es krim pot yang lagi happening ini kok kesannya agak gimanaaa gitu ya? Jujur aja...kalau mengadopsi bahasanya film inside out, feeling disgusting saya yang paling dominan, hehehe...

Saat kami jalan jalan di salah satu mall besar di Bandung, saya ditawari siayah untuk beli es krim pot, langsung saya menolak, hhhmm... mending siayah nawarin tas aja deh pasti dijamin gak bakal saya tolak, hahaha.. #lirikKayyn

Karena emang siayah itu penggila es krim, akhirnya dibeli lah es krim pot tersebut. Dengan dibandrol harga IDR 25K siayah keluar dari booth Dot Bravo. Saya memperhatikan isi dari es krim ternyata di lapisan paling bawah adalah roti kemudian es krim dan ditutup oleh oreo yang sudah dihancurin. Sebagai pelengkap yaitu diberi cacing yang terbuat dari jelly warna coklat. Lengkap dengan strawberry dan daun mint. 

Sekilas kalau dilihat dari kejauhan es krim nya benar benar menyerupai tanaman. Untuk mencicipi dessert tersebut butuh keberanian untuk mengusir rasa disgusting dan akhirnya saya beneran tidak mencicipi, hahaha... Samara pun gak mau mencicipi karena mungkin feelingnya sama seperti saya. 

Nah...satu yang menarik perhatian saya yaitu apakah wadah/pot yang digunakan sudah food grade? Karena itu penting banget yaa... Jangan karena ingin mengikuti trend lantas produsen mengabaikan hal ini. Karena tahu doong bahaya makan makanan yang berwadah plastik non food grade? Banyak senyawa yang terkandung dalam plastik yang akan berdampak buruk pada tubuh. Gak banget kan..kalau maunya ikutan happening tapi membahayakan diri sendiri?

Nah..waktu saya bertanya pada siayah tentang hal itu, ternyata ayah sudah bertanya lebih dahulu pada si penjual dan dijawab wadah yang digunakan sudah food grade. Alhamdulillah yaa...jadi aman untuk dikonsumsi.

Tapiiii...meski aman dikonsumsi, saya enggan untuk mencicipi, hahaha.... Btw, ada yang punya pengalaman seperti saya? 

Kamis, 12 November 2015

Agrowisata Kebun Durian Warso

Siapa yang suka jalan jalan ke Bogor? Iyaa.. Buat orang orang yang tinggal di Jakarta, kota Bogor adalah salah satu tujuan untuk menghabiskan waktu liburan. Dengan kondisi tak jauh dari Jakarta dan banyak spot asyik yang bisa dikunjungi. Terutama sih...banyak kuliner enak bertebaran di Bogor , hehehe....

Untuk menuju Bogor terkadang saya mengandalkan transportasi publik seperti Commuter Line. Emang sih...beberapa kali naik mobil ke Bogor karena aksesnya sangat mudah, tinggal masuk tol Jagorawi aja beres seperti saat kami bermain ke Kuntum FarmField dan berwisata di Ah Pong

Beberapa waktu lalu saya dan teman2 sengaja ke Bogor demi makan durian. Tujuan kami apalagi kalau bukan agro wisata durian Warso Farm. Saya yang penggila durian jelas gak menolak saat diajak ke Warso Farm. Berangkat dari rumah menggunakan Comline bersama si kecil. Sampai di stasiun Bogor teman saya sudah siap menunggu. 

Tujuan pertama kami adalah Warso Farm yang terletak di desa Cihideung, Cijeruk Bogor. Begitu sampai, kami disuguhi oleh patung durian dan buah naga yang besar banget.
Ternyata selain durian, ada buah naga juga yang dibudidayakan di Warso Farm.
Sekarang saatnya masuk ke dalam perkebunan kedua buah tersebut. Untuk masuk ke area perkebunan, kami tidak dipungut biaya apapun. Tinggal naik anak tangga yang lumayan bikin ngos ngosan, kami sampai di kebun durian.
Pose di pohon durian
Kami melintasi jalan setapak yang panjang dengan pemandangan di kanan kirinya adalah pohon durian. Saat itu beberapa pohon durian sedang berbunga dan ada yg sudah berbuah tapi kecil kecil sekali. 

Samara yang kebetulan sama dengan saya pecinta durian, sangat senang sekali bisa melihat pohon durian. Melihat bunga bakal buah durian membuat si kecil tertawa senang. Lucu katanya, hehehe....
Setelah capek keliling dan matahari juga mulai panas, kami istirahat sambil makan durian. Di sini pengunjung bisa memilih buah durian dengan berbagai ukuran dari yang sedang hingga besar. Harga perkilonya Rp. 70.000. Hhmmm.... Lumayan mahal juga yaa. Kami memilih durian dengan ukuran timbangan 3,5 kg dan seperti ini hasil nya.... Yummy
Daging buahnya tebal dan rasanya manis. Makyus tenan deh... Yang kami makan ini adalah durian montong. Kalau saya lihat di perkebunan tadi, memang varian yang paling banyak ditanam adalah durian montong. 

Puas makan durian, sebelum pulang si kecil bermain dulu di playground hingga puas. Karena saat kami kesana pas sepi...jadi gak banyak anak yg bermain di playground.

Selain playground ada juga kolam ikan yang dipenuhi berbagai ikan ukuran besar dan angsa putih. Lagi lagi si kecil suka banget melihat angsa putih berenang. Sesekali dia memberi makan ikan ikan itu. 
Sedikit tips untuk datang ke Warso Farm : pakai baju yang nyaman dan menyerap keringat karena pasti berkeringat naik turun tangga, kemudian no high heels yaa. Ini kenapa saya tulis disini karena kemarin saya lihat ada yg pake high heels dan berakhir dengan rempong sendiri. Trus lagi kalau emang mau beli durian untuk dimakan langsung, pilih yg benar2 oke karena bakal rugi kalo gak manis. Mending beli di supermarket. Harganya sama aja kok..malah kalau lagi discount jatuhnya lebih murah di supermarket, hehehe...

Trus kira kira bakal balik wisata agro Warso farm lagi gak? Hhhhm...kalau saya pribadi mungkin gak yaa... Cukup sekali aja dan itupun dalam rangka memperkenalkan si kecil pohon buah kesukaannya. Mendingan kalau ke Bogor lagi, kami wiskul aja deh hahahaha....

Rabu, 22 Oktober 2014

Nikmatnya Mie Aceh Buzz

Mie Aceh nan yummy
Siapa yang tak kenal dengan makanan khas Aceh ini? yupp...ini adalah mie Aceh yang kaya rempah, spicy dan menggugah selera. Selain mie, di beberapa kedai mie aceh biasanya menjual nasi goreng, martabak, roti canai dilengkapi dengan teh tarik.

Ah....ngomongin makanan khas Serambi Mekah ini saya jadi teringat hari minggu lalu, saya kopdar dengan para blogger Kwek Kwek yaitu Yeye, Desi, Pungky, Dani, Indah Mumut namun kopdar kali ini minus Etty yang sedang gak enak badan. Meski kurang lengkap personel Kwek Kwek, tapi kopdar tetap seru karena hadir juga Ayu, Mia dan  neng Orin. 

Berlokasi di Foodwalk Mega Bekasi Hypermall lantai 3 kami berkumpul di Mie Aceh Buzz. Karena saat itu waktunya makan siang maka begitu sampai sana kami langsung mencicipi martabak Aceh yang rasanya makyus banget.
martabak dan kuah kari yang gurih
Sambil menunggu teman teman yang lain datang, mulut saya tak berhenti mengunyah martabak. Meski martabaknya tipis tapi tak mengurangi cita rasanya. Ditambah dengan kuah kari dan acar, makin menambah yummy martabaknya. Sssttt... Samara sampai habis 3 potong loh, hehehe...
Dan Samara pun larut dalam kenikmatan martabak aceh :)
Setelah mencicipi martabak saatnya lidah ini dimanjakan dengan yang manis manis yaitu roti canai. Di Mie Aceh Buzz ini ada 3 macam roti canai yaitu roti canai biasa/polos, roti canai gulung dan canai tisu.
Saya mencicipi canai gulung dengan topping susu, cokelat, keju. Ahh.. enak banget rasanya, tekstur rotinya tidak alot dan topping nya itu loh yang gak tahan, hihihi.. *dapatsalamdaritimbangan* :D

Sambil menikmati makanan tak lupa kami ngobrol seru dan kebetulan si pemilik kedai Mie Aceh Buzz, mas Baskoro ikut hadir jadi kita bisa tanya tentang seluk beluk panganan khas Aceh ini. Jadi menurut Bas, dia sudah mengawali usaha Mie Aceh Buzz sejak tahun 2012 dan hingga saat ini sudah 3 cabang tersebar di Bekasi yaitu :
  • Foodwalk Mega Bekasi Hypermall Lantai 3
  • Foodcourt Besqi Bekasi Square Lantai 2
  • Cyberfood Bekasi Cyber Park Lantai 2
Bahan dan bumbu yang digunakan dalam masakannya semua diracik oleh koki yang sudah berpengalaman. Selain itu juga tanpa bahan pengawet karena adonan mie dan roti canai nya dibuat sendiri. Wah..jadi gak khawatir yaa makannya :)

Bicara mengenai harga, tenang...semua makanan disini dijamin gak akan bikin dompet bolong karena harganya berkisar antara Rp 20.000 hingga paling mahal Rp. 38.500. Harga yang dibandrol tergantung dari topping makanannya. Cukup reasonable kan? Dan gak bakal menyesal karena rasanya enak dan bebas pengawet.

Saat kami asyik ngobrol dengan Bas siempunya kedai tetiba hadir mie goreng yang disusul dengan nasi goreng. Ahhh... saatnya kita mencicipi keduanya.
Nasi goreng Aceh
Mie dan nasi gorengnya kaya akan rempah namun tidak membuat eneg karena menurut Bas, resep mie dan nasi gorengnya sudah disesuaikan dengan lidah pecinta kuliner. Topping yang tersedia cukup beragam yaitu ada seafood, daging, ayam dan sosis. Tak lupa mentimun, tomat dan emping sebagai pelengkapnya.

Untuk minuman tersedia teh tarik yang tak kalah enak dengan teh tarik singapore. Seperti biasa pembuatan teh tarik sangat menyita perhatian saya. Suka takjub aja dengan ketrampilan para peracik teh tarik.

Nasi goreng dan teh tarik merupakan perpaduan yang sangat pas. Saat lidah kita selesai menimati nasi goreng yang gurih dan spicy, saatnya meneguk teh tarik yang manis. Ahh...kebayang kan nikmatnya :)

Tak terasa hari sudah menjelang sore, kami puas sekali kopdar sambil menikmati sajian khas Aceh ditambah dengan suasana kekeluargaan dan chit chat dengan teman teman. Hmmm..rasanya gak afdol yaaa kalo kopdar tanpa foto :)
Buat yang penasaran mau mencicipi mie Aceh Buzz, silakan saja langsung meluncur ke salah satu dari 3 outlet yang ada di Bekasi. Semoga dalam waktu dekat mie Aceh Buzz melebarkan sayapnya ke Depok yaaa...jadi saya bisa sering sering mampir :)

Senin, 07 April 2014

Berwisata Ke Ah Poong dan Eco Art Park

Masih cerita tentang long wiken kemarin. Setelah seseruan di FamGath LE di long wiken day 1 pada hari Minggu kami jalan jalan ke Sentul. Rencananya sih long wiken day 2 penginnya ngajak Samara berenang tapi pas abis sholat shubuh iseng browsing ehhh.. nemu tempat yang asyik buat jalan jalan. Namanya Ah Poong (baca : Apung), lokasinya dekat pula dari Jakarta. Ya sut, cabcus lah kita sana.

Jam 8.30 kami meluncur ke arah Sentul. Lalu lintas di jalan tol Jagorawi lumayan pamer (padat merayap) mungkin karena long wiken jadi banyak yang jalan ke Puncak. Untuk menuju Ah Poong caranya gampang banget, yaitu keluar tol Jagorawi melalui exit Sentul Selatan pada KM 37. Selepas gerbang tiket bakal ketemu Bellanova Country Mall dan Kantor Pemasaran Sentul City. Lokasi Ah Poong ada di belakangnya.

Setelah melewati Bellanova ada bundaran trus belok ke kanan nanti ketemu Masjid Andalusia dan STIE Tazkia. Nah...di depannya itu udah terlihat pemandangan sungai Cikeas yang mengalir dan jejeran restoran. Sekitar jam 09.10 kami sampai disana.

Jadi.. Apa sih sebenarnya Ah Poong itu? Adalah sebuah restoran dengan konsep terbuka yang menggabungkan pemandangan sungai Cikeas dan beragam menu lezat yang tergabung dari jaringan Food Court Eat & Eat.

Untuk memasuki lokasi kita harus melewati jembatan biru terlebih dahulu.
Begitu masuk, sasaran pertama kami adalah naik perahu gratis. Mumpung masih pagi, matahari belum begitu cetar bersinar. Ayooo... Samara kita merasakan sensasinya naik perahu.
Samara yang tegang tapi berusaha utk enjoy...
Sekitar 15 menit keliling naik perahu, Samara terlihat tegang. Maklum aja sih ini adalah
pertama kalinya Samara naik perahu jadi agak takut takut gitu deh. Oiya meski gak dipungut bayaran tapi gak ada salahnya loh kita memberi tip kepada sang pendayung perahu.

Setelah naik perahu kami jalan jalan ke Eco Art Park yang letaknya bersebalahan dengan Ah Poong. Di Eco Art Park ada Taman Ilmu Pengetahuan (Science Garden) dan Taman Patung (Sculpture Garden). Kami menuju Eco Art Park dengan tujuan ingin bermain tapiiii apa daya beberapa permainan sudah rusak dan gak bisa dipergunakan. Padahal bagus banget loh konsepnya tapi sayang gak dirawat, jadi yaa... banyak yang rusak.
Pic taken from here
Padahal nih.. di setiap permainan ada petunjuk cara kerjanya, seperti ini contohnya.
Pic taken from here
Berhubung mainannya sudah banyak yang rusak maka kita cuma lihat lihat saja dan Samara lari larian di taman.
Run Samara...run
Good view...
Capek lari lari kami istirahat sambil ngadem trus foto foto aja deh... Samara yang sedang senang berekspresi langsung bergaya begitu lihat kamera di tangan emaknya :)
Love you...
Setelah capek begaya, si kecil kelaparan minta makan. Yuk...mari kita ke food court Eat & Eat untuk mengisi perut. Di food court tersebut banyak pilihan makanan khas Indonesia dari mulai bakso malang, siomay batagor, sate padang, nasi campur bali, pempek, mie jowo, nasi timbel, gudeg, soto mie dan kudapan lainnya. Silakan bingung deh memilih makanan yang enak enak... :)

Saya dan ayah memilih menyerup teh tareek dan nyemil cakwe karena perut masih kenyang. Kalo Samara sih makan spagetti dengan lahapnya. Setelah itu mencicipi snow ice Singapore yang ngehits itu.

Tepat pukul 12 kami meninggalkan Ah Poong karena cuaca makin panas. Senang rasanya mengajak Samara bermain di sana, merasakan sensasi naik perahu dan menikmati makanan ditemani aliran sungai Cikeas. 

Buat kami Ah Poong lumayan juga bisa menjadi alternatif tempat liburan yang dekat dari Jakarta sekaligus berwisata kuliner. Insya Allah next time jalan jalan ke Sentul lagi, pengin bermain di Jungle Land. Sabar ya, nak.... :)