Pages

Selasa, 25 November 2014

TTM

TTM? wuiiih serem amat ya judulnya? Macam lagu Duo Maia aja nih... Bukan, saya bukan mau ngebahas teman tapi mesra melainkan tiga kata sakti yang sering digunakan dalam kehidupan sehari hari yaitu Terima kasih, Tolong dan Maaf. 

Dulu ketika saya kecil selalu diingatkan oleh kedua orangtua untuk 3 hal penting yaitu mengucapkan terima kasih, meminta bantuan kepada orang lain dengan mengucapkan kata tolong dan meminta maaf. Nah, sekarang saya sedang menerapkan ketiganya kepada si kecil.

Dalam penerapan itu saya dan ayah harus bekerja sama untuk memberi contoh terlebih dahulu dan menerapkan pada kehidupan sehari hari. Untuk kalimat Terima Kasih sepertinya sudah sangat paham dan dimengerti oleh si kecil. Hanya saja terkadang si kecil malu malu kucing untuk mengucapkannya.

Contohnya saja ketika si kecil diberi hadiah baju princess oleh neneknya, saking senangnya sampai lupa mengucapkan terima kasih. Kemudian saya mengingatkan dan langsung si kecil tersenyum malu. Hmmm...Saya pikir itu saat itu si kecil bukannya tidak mau berterima kasih tetapi saking excitednya, jadi lupa dan terlambat untuk mengucapkan terima kasih, maka saat diingatkan jadilah malu malu kucing ^__^

Meski malu Alhamdulilah si kecil mau mengucapkan terima kasih kepada neneknya. Malah sebagai bonus, nenek dipeluk oleh si kecil :)

Hal penting yang kedua yaitu meminta tolong, si kecil juga sudah paham dan sudah menerapkan pada aktivitas sehari hari. Apapun yang dia inginkan tetapi tidak bisa dilakukan, dia akan meminta tolong. 

Pernah suatu hari si kecil meminta saya untuk membelikan spidol, eh...dia berkata : "bunda tolong belikan aku spidol karena aku mau menggambar. Please bunda yaa.. please". Hehehe...sepertinya kata tolong itu udah beralih fungsi menjadi rayuan :)

Nah...untuk hal penting yang ketiga yaitu Meminta Maaf, masih susah sekali diucapkan. Ketika si kecil melakukan kesalahan, dia enggan mengucapkan kata maaf. Memang meminta maaf bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan oleh semua orang. Jangankan anak kecil, orang dewasa pun kadang sulit sekali untuk meminta maaf. Tul gak? Hayooo ngaku... ^___^

Pernah suatu hari si kecil berbuat salah kepada mbaknya, saya mengingatkannya untuk meminta maaf. Subhanallah....saya butuh waktu panjang dan kesabaran yang ekstra untuk membujuk si kecil agar mau meminta maaf. Saya jelaskan mengapa dia harus meminta maaf? Tentunya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.

Lamaaa....sekali saya memberi pengertian kepada si kecil. Menurut saya, bukannya si kecil tidak mau mengucapkan kata maaf tetapi lebih kepada malu dan gengsi. Huff... gak nyangka kalo anak sekecil itu sudah punya gengsi. Akhirnya setelah lebih dari 20 menit si kecil mau meminta maaf kepada mbaknya dengan mengulurkan tangan kanannya. Tapiiiii....mukanya tidak mau melihat ke depan alias si kecil menyembunyikan muka ke belakang. Tampaknya memang benar si kecil malu atas perbuatan salahnya.

Ah...rasanya PR banget untuk kami menerapkan kata maaf. Padahal nih..kalau saya dan ayah melakukan kesalahan sekecil apapun pada si kecil, kami selalu meminta maaf. Contoh saat sedang bercanda tetiba mukanya terbentur tembok dan memar di bagian depan. Si kecil langsung menangis dan saya pun ikut menangis karena melihat memar yang sangat hebat di samping matanya. Untung persediaan trombopop masih ada, jadi langsung dioleskan saja.

Yaa Allah...saat itu saya merasa bersalah sekali. Saya peluk erat erat badan mungilnya sambil berkali kali meminta maaf. Mata kami sama sama sembab dan menjelang bobo saya mengucapkan kata maaf lagi, si kecil dengan bijaknya menjawab : "udah bunda, aku maafin kok...aku udah gak papa". Hiksss...pengin nangis lagi rasanya. 

Tak bosan bosannya kami selalu mencontohkan dan menerapkan kata maaf. Siapapun itu yang salah maka hukumnya wajib untuk meminta maaf. Bahkan saya juga pernah meminta maaf kepada si mbak karena saya emosi lantas memarahinya. Saat emosi sudah reda, saya meminta maaf dan si kecil melihat adegan minta maaf saya. Sengaja saya lakukan di depan si kecil agar dia tahu kalau kita sudah berbuat salah harus minta maaf.
Gambar diambil dari sini
Apapun itu kebiasaan mengucapkan terima kasih, meminta maaf dan meminta tolong harus diterapkan sejak dini. Itu merupakan modal/pondasi untuk attitude anak. Meski di sekolah anak diajarkan attitude tapi orang tua adalah pemeran utama dalam mengajarkan dan menerapkan attitude karena semua orangtua ingin anaknya beretika baik.

Jadi buat saya PR terbesar yaitu terus mengajarkan si kecil untuk meminta maaf. Bagaimana dengan teman blogger, adakah yang mempunyai pengalaman sama? Share yukkk :)

Jumat, 21 November 2014

Berkebun Di Hari Ayah Nasional

Hari Sabtu tanggal 15 November lalu sekolah si kecil memperingati Hari Ayah Nasional dengan mengadakan kegiatan "Menanam Pohon Bersama Ayah". Dalam acara ini tiap anak diwajibkan datang bersama ayahnya sehingga untuk sementara waktu para emak selonjoran dulu di rumah, hehehe... Kebetulan sekali hari Sabtu lalu saya harus lembur ke kantor. Jadi yaaa...si kecil berangkat dengan Ayah.

Apa saja kegiatan Menanam pohon bersama ayah? Hari itu setiap anak harus membawa 1 bibit pohon yang dimasukkan ke dalam polibag untuk dikumpulkan di sekolah dan selanjutnya dibagikan ke penduduk sekitar.

Sebelum acara bagi bagi bibit pohon, para ayah dan anak yang datang berkumpul dulu sambil melakukan senam pagi bersama. Seru yaa melihat ayah dan anak kompak senam :)
Senam Pinguin yang lucu banget...
Setelah ice breaking senam bersama, lanjut acara menanam pohon. Semua bahan dan peralatan berkebun sudah disediakan oleh pihak sekolah. Lihat betapa kompaknya anak dan ayah dalam berkebun.
Yupp..begitulah keseruan ayah dan anak. Dan akhirnya setiap anak berhasil menanam satu pohon kecil. Ini dia pohon si kecil....
Ini pohon aku.... :)
Dalam acara ini, polibag yang digunakan yaitu memanfaatkan kantong bekas detergent. Dimana beberapa hari sebelumnya anak anak disuruh untuk mengumpulkan kantong bekas deterjen terlebih dahulu.

Setelah menanam pohon selesai, anak dan ayah beristirahat dengan ngemil bubur kacang hijau yang tersedia. Sluurrrppp.... enak banget ya?

Setelah istirahat, sekarang saatnya anak dan ayah berjalan keliling perkampungan sambil berbagi bibit tanaman kepada penduduk setempat.

Kembali lagi ke sekolah kemudian foto bersama sesuai dengan kelasnya. Beginilah gaya para ayah dan anak kelas Jerapah. Seruuu yaaaa... :)
Yeaaayyy....semua anak dan ayah gembira karena hari itu benar benar Ayah mendedikasikan waktunya khusus untuk acara ini. Sungguh saya terharu melihat kekompakan mereka. Dan yang pasti kegiatan ini akan mempererat bonding ayah dan anak.

Terima kasih ayah...telah meluangkan waktu bersama si kecil. Ayah akan selalu ada di hati si kecil. We love you Ayah...

Note : semua foto ini adalah kiriman dari guru kelasnya si kecil. Luar biasa sekali bu gurunya dapat bekerjasama untuk mengirimkan foto kegiatan ini kepada ibu ibu yang tidak bisa datang ke sekolah. Thank a bunch miss... :)

Minggu, 16 November 2014

56 months

11 Maret 2010 - 11 Maret 2014

Alhamdulilah bulan ini si kecil menginjak usia 56 bulan atau 4 tahun 8 bulan. Time so fast... tak terasa 4 bulan lagi Insya Allah si kecil lulus menjadi balita dan akan memasuki gerbang anak anak. Tentunya tugas dan tanggung jawab kami sebagai orangtua akan semakin berat. Sebelum beranjak meninggalkan masa balita, mari kita rekap perkembangan si kecil bulan ini :
  • Mulai awal bulan November si kecil mengikuti belajar mengaji di salah satu tetangga yang membuka Taman Pendidikan Al Quran (TPA). Rasanya telat banget baru memulai belajar iqro, dimana teman sebayanya ada yang sudah sampai iqro 4. Tapi tak mengapa karena bulan bulan lalu, si kecil saya ajari menghafal surat surat pendek. Better late than never ya nak... :)
  • Hafal beberapa hadist dan doa sehari hari. Bicara tentang hadist, ada kejadian lucu, saat itu saya sedang minum sambil berdiri tetiba si kecil menujuk ke arah saya sambil berujar : "Layas robbana ahadukum qoiman, janganlah kamu makan dan minum sambil berdiri". Huaaa... langsung saat itu juga saya duduk dengan menahan malu. Anak anak memang sangat jujur yaa dan saya bersyukur telah diingatkan oleh si kecil.
  • Hafalan Asmaul Husna sudah 25 dan hampir setiap malam nyanyian Asmaul Husna mengiringi tidurnya. Insya Allah lama lama hafal semua. Amin...
  • Suka banget menggambar dan mewarnai. Sudah berlembar lembar kertas yang dihabiskan untuk menggambar dan mewarnai. Bahkan tembok pun menjadi sasaran empuk untuk meluapkan kreativitasnya. Pernah suatu hari Opung datang ke Jakarta kemudian melihat tembok yang penuh warna crayon maka Opung berinisiatif untuk mengecat tembok. Selang beberapa minggu kemudian tangan si kecil rasanya gatal melihat tembok yang bersih itu. Secara diam diam dia mencoret tembok dan ketika saya pulang kantor kaget melihat kondisi tembok yang sudah tergores crayon. Saat ditanya mengapa mencoret tembok lagi, si kecil dengan enteng menjawab : "kan nanti ada Opung yang ngecat tembok lagi.." Gubraakkk... *speechless* 
  • Sudah bisa menulis namanya sendiri, meski masih belum begitu rapi tapi Alhamdulilah sudah bisa.
  • Pengenalan huruf/abjad sudah makin bertambah. Kalau pergi pergi dan melihat tulisan besar, si kecil akan berusaha menyebut huruf yang terpampang. Seperti kemarin saat makan di salah satu resto siap saji, si kecil bilang : "itu tulisannya KFC ya Bun?". Oke nak...Insya Allah lama lama kamu akan bisa mengeja huruf huruf. Tapi lagi lagi bunda tidak mengharuskan atau sampai memasukkan kamu ke kursus calistung. Biarkan semua mengalir apa adanya.
  • Di usia ini tinggi badan mencapai 105 cm namun berat badannya masih belum mengalami kenaikan yang signifikan. Padahal makannya lahap tapi BB tak kunjung naik. Rapopo wis... yang penting sehat ya nak :)
Hobi menggambar dan mewarnai
Yeaayy...aku bisa menulis namaku sendiri.. :)
Selamat ulang bulan anakku...semoga makin pintar, sehat selalu, sholehah dan berhati lembut.. Amin.
We love you much and much :)