Waktu menulis ini, tangan saya masih gemetaran.
Ini benar benar terjadi. Sekitar 30 menit yang lalu teman sebelah meja saya mendapat telpon dari ART-nya kalo katanya anak teman saya bernama Tika jatuh di sekolah. Kontan saja si ibu panik bukan kepalang. Si art memberikan no telp gurunya dan teman saya langsung menelpon nomer yang diberikan.
Dalam keadaan panik teman saya mendapat info bahwa Tika jatuh terpeleset di kamar mandi dan terjadi pendaharahan di kepalanya. Ibu gurunya menangis kemudian memberikan telpnya ke Pak Dokter Hendra. Keterangan dari dr Hendra katanya Tika mengalami pendaharan dan membutuhkan alat untuk menyambung hidupnya.
Dr Hendra bilang kalo alatnya gak tersedia di RS, harus dibeli di Apotik Kimia Farma kemudian dr Hendra memberi no telp H Amrulloh sebagai pemilik apotik Kimia Farma. Karena teman saya badannya sudah gemeteran banget, shaking tingkat dewa akhirnya dia minta tolong saya untuk menelpon pak haji tsb.
Melihat kepanikan teman tersebut, saya langsung menelpon pak Haji dan diinformasikan bahwa dr Hendra sudah sangat menanti alat tersebut tapi pak haji tidak bisa mengirim alatnya karena harganya mahal yaitu Rp. 12.750.000. Menurutnya pihak apotek tidak akan melepas alat tersebut kalo belum ada pembayaran.
Pak haji yang ngomongnya terburu buru seperti dikejar anjing itu bilang bagaimana ini bu? Apakah ibu bisa transfer uangnya? Deggggg...saya langsung gak enak nih perasaannya, saya speaker HP saya biar teman saya dengar penjelasannya. Eh tiba2 telpnya ditutup oleh pak haji.
Atas permintaan teman saya, saya nelpon lagi untuk minta kepastian karena pak haji itu bilang bahwa Tika sudah sangat membutuhkan alat tersebut. Pak haji memberikan nomor rekening bank Mandiri dan meminta saya untuk transfer secepatnya, ditunggu sampai 5 menit ke depan.
Sambil saya bicara dg pak Haji, teman saya menelpon suaminya dan menelpon pihak sekolah. Kepanikan pun terjadi di ruangan saya. Ada yang berusaha menenangkan teman saya yang shaking itu sampai heboh nelponin ke sekolah Tika.
Selang 5 menit kemudian dr Hendra menelpon teman untuk menanyakan mana alatnya? kok belum datang juga? Bagaimana dengan nasib Tika?
Teman saya yang sudah menelpon pihak sekolah dan mendapat kabar kalo Tika baik2 saja langsung menjawab telp dr Hendro dengan bilang : kalo memang ada Tika disamping anda, mana...saya mau bicara dengan Tika? Ehhhh langsung ditutup tuh telpnya.
Di saat yang bersamaan saya menerima sms dari pak haji menanyakan apakah saya sudah transfer? Saya cuekin saja sms nya, eh gak lama kemudian pak haji menelpon HP saya. Lagi lagi saya cuekin telponnya. Ketika dia menelpon lagi, teman saya yang menjawab : alat apa ya yang bapak maksud? Anak saya Tika baik baik aja kok. Langsung ditutup telpnya.
Huuffff....beneran loh kejadian itu bikin shock terapi di pagi hari. Saya ikutan gemeteran sampai pegang bolpen aja gak bisa. Itu gak terjadi dengan saya, saya cuma membantu teman saja eehhhh...saya ikutan shaking, ikutan panik. Siapa sih yang gak panik kalo denger berita anak yang kita sayang mengalami kecelakaan?
Seorang teman menyindir saya dengan mengatakan : "anak siapa yang jatuh, siapa yang gemeteran?" Hehehe....aseli seandainya teman saya itu seorang diri menghadapi penipuan dokter Hendra gadungan dan pak haji gadungan itu sudah pasti teman saya tertipu dengan mentransfer uang Rp 12.750.000 ke rekening gadungan itu. Besar banget loh nominalnya...
Alhamdulilah Allah telah melindungi kami semua. Terima kasih ya Allah....
Pelajaran pertama atas kejadian ini adalah DON'T BE PANIC.
Jujur aja saya ikutan panik melihat teman saya yang shaking itu ditambah mukanya yang pucat.
Pelajaran yang kedua selalu mendoakan anak setiap saat. Mohon kepada-Nya agar Allah selalu menjaga anak kita dimanapun berada. Karena hanya Allah yang dapat menjaga anak kita. Jadi inget minggu lalu jari Samara terjepit di pintu gerbang sekolah tapi Alhamdulilah gak papa dan miss nya langsung memberi trombopop.
PLEASE BEWARE....Kejahatan ada dimana mana, Jendral.....
Selasa, 26 Februari 2013
Jumat, 22 Februari 2013
Men Beside Her
Setelah sekian lama postingan ini duduk manis di draft, akhirnya tergerak juga hati ini untuk melanjutkannya.
Saya paling suka mengabadikan moment kebersamaan keluarga kecil kami, karena menurut saya waktu gak akan terulang lagi. Jadi daripada nyesel mendingan kita bernarsis ria yaaa :)
Foto canded adalah yang paling saya suka, makanya sering banget motoin Samara lagi pas jalan, nunggu jemputan sekolah atau ketika hanya duduk di depan tivi.
Beruntung sekali kita hidup di era digital dimana semua serba digital, ada kamera digital, ada handphone yang dilengkapi dengan fasilitas kamera dengan resolusi yang besar. Terakhir saya tahu ada smartphone dengan kamera belakang 13 MP dan kamera depan 2 MP. Canggih euy...
Kalo udah ada smartphone begitu kayanya kemana mana gak perlu tenteng2 kamera poket lagi kali yaaa? Eit, ini murni pendapat saya lohkarena punya kamera poket yang berakhir tragis alias rusak. Tapi gak nolak banget kok kalo ada yang mau beliin kamera DSLR hehehe...
Nah foto ini saya ambil pada hari Minggu pagi di Senayan ketika ada acara peringatan Hari Kesehatan Nasional bulan November 2012 yang lalu. Hanya berbekal kamera henpun Nokia C5 hasil fotonya cukup bagus. Mungkin karena pencahayaan outdoor nya juga bagus.
Saya suka foto ini karena sangat natural dimana Ayah dan Samara benar benar menikmati jalan bersama sambil bercerita, terpancar dari wajahnya senyum yang bahagia. Dan sepoi angin pun menyapu rambut Samara.
Kalo yang ini foto Samara dengan papa saya dimana Opung sedang mengajari cucunya menggambar. Saya selalu terharu dengan foto ini, melihat bagaimana Opung menyoretkan pensil di atas kertas diselingi dengan pertanyaan Samara yaitu "Opung bikin gambar apa?" Dan dijawab gambar gajah, kemudian muncul lagi pertanyaan dari mulut kecil sang cucu dan lagi lagi Opung menjawab dengan sabarnya. Ahhhh....moment sederhana tapi sangat menyentuh di hati saya.
Foto ini diambil ketika kami liburan di Bandung dan dijepret dari kamera handphone Nokia E71
Lain lagi kalo foto yang ini.
Ini adalah seorang kakek yang tinggal di depan rumah ibu mertua saya. Sang kakek yang kami panggil dengan sebutan Gaek (Kakek dalam bahasa Padang) sudah menganggap Samara sebagai cucunya sendiri.
Karena cucu cucu beliau sudah besar dan beliau hanya tinggal seorang diri di rumah itu, makanya setiap Samara berkunjung ke rumah Nenek pasti mampir juga ke rumah Gaek.
Samara senang jika Gaek mengajak jalan jalan keliling kompleks. Inilah moment jalan pagi ala Samara dan Gaek. Ahhhh....indahnya, meski bukan kakek kandung tapi beliau sangat sayang kepada Samara.
Foto ini diambil di hari Minggu pagi dengan menggunakan kamera handphone Nokia C5
Semua moment yang terbingkai dalam 3 foto ini saya persembahkan untuk Ibu Fauzan, Mama Olive, Papanya Cintya-Agas
Saya paling suka mengabadikan moment kebersamaan keluarga kecil kami, karena menurut saya waktu gak akan terulang lagi. Jadi daripada nyesel mendingan kita bernarsis ria yaaa :)
Foto canded adalah yang paling saya suka, makanya sering banget motoin Samara lagi pas jalan, nunggu jemputan sekolah atau ketika hanya duduk di depan tivi.
Beruntung sekali kita hidup di era digital dimana semua serba digital, ada kamera digital, ada handphone yang dilengkapi dengan fasilitas kamera dengan resolusi yang besar. Terakhir saya tahu ada smartphone dengan kamera belakang 13 MP dan kamera depan 2 MP. Canggih euy...
Kalo udah ada smartphone begitu kayanya kemana mana gak perlu tenteng2 kamera poket lagi kali yaaa? Eit, ini murni pendapat saya loh
Nah foto ini saya ambil pada hari Minggu pagi di Senayan ketika ada acara peringatan Hari Kesehatan Nasional bulan November 2012 yang lalu. Hanya berbekal kamera henpun Nokia C5 hasil fotonya cukup bagus. Mungkin karena pencahayaan outdoor nya juga bagus.
Saya suka foto ini karena sangat natural dimana Ayah dan Samara benar benar menikmati jalan bersama sambil bercerita, terpancar dari wajahnya senyum yang bahagia. Dan sepoi angin pun menyapu rambut Samara.
![]() |
| Sambil berjalan Ayah menjawab pertanyaan Samara |
Foto ini diambil ketika kami liburan di Bandung dan dijepret dari kamera handphone Nokia E71
![]() |
| Opung gambar apa sih? Tanya Samara... |
Lain lagi kalo foto yang ini.
Ini adalah seorang kakek yang tinggal di depan rumah ibu mertua saya. Sang kakek yang kami panggil dengan sebutan Gaek (Kakek dalam bahasa Padang) sudah menganggap Samara sebagai cucunya sendiri.
Karena cucu cucu beliau sudah besar dan beliau hanya tinggal seorang diri di rumah itu, makanya setiap Samara berkunjung ke rumah Nenek pasti mampir juga ke rumah Gaek.
Samara senang jika Gaek mengajak jalan jalan keliling kompleks. Inilah moment jalan pagi ala Samara dan Gaek. Ahhhh....indahnya, meski bukan kakek kandung tapi beliau sangat sayang kepada Samara.
Foto ini diambil di hari Minggu pagi dengan menggunakan kamera handphone Nokia C5
![]() |
| Senangnya berjalan di pagi hari... |
Senin, 18 Februari 2013
Indonesia Fashion Week
Lagi lagi saya bilang kalo saya bukan pengamat mode, apalagi fashion blogger. Saya cuma senang aja lihat pameran seperti waktu lihat Jakarta Fashion Week yang kebetulan lokasinya disamping kantor.
Bertempat di JCC, Indonesia Fashion Week digelar pada tanggal 14-17 Februari 2013. Karena loksi dekat kantor, Jumat malam saya datang untuk melihatnya. Dengan membayar Rp. 20.000 saya masuk dan langsung disambut dengan gaun gaun yang indah.
Ada booth untuk mengenang Muara Bagja dan Ramli. Disitu dipamerkan karya karya mendiang kedua designer kondang tersebut. Kok saya jadi terharu yaa..membaca narasinya. Mereka adalah orang orang hebat dengan karya karya besarnya.
Saya suka banget dengan booth Green Point ini, segeeerrrr bener deh lihat warna hijaunya. Ya iyalah...namanya aja green point :)
Bukan pameran fashion kalo gak ada fashion show-nya. Jumat malam kemarin ada pagelaran fashion tapi saya lupa siapa designernya? :)
Banyak sekali booth yang berpartisipasi disana, mulai dari designer TOP macam Anne Avantie hingga kosmetik.
Yang menariknya disana produk yang dipamerkan atau dijual adalah produk aseli Indonesia, ada batik dari berbagai daerah di Indonesia, tas homemade trus setiap propinsi juga menampilkan hasil kerajinan daerahnya.
Buat saya booth yang paling menarik adalah PT POS Indonesia yang disana dipamerkan Gaun Perangko yaitu ada sebanyak 6427 perangko tertempel di gaun tersebut dari atas hingga bawah.
Konon katanya gaun tersebut dibuat oleh Karyawan PT POS untuk memperingati Hari Bakti Pos dan Telekomunikasi. Unik banget yaa...
Selain gaun perangko, disini pengunjung juga bisa membuat perangko dengan foto diri sendiri. Dengan membayar Rp 35.000 pengunjung bisa mendapatkan perangko bergambar dirinya sebanyak 12 biji. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat juga relatif cepat yaitu sekitar 10-15 menit saja.
Ini dia contohnya..
Perangko ini juga berlaku jika kita tempelkan di surat yang akan kita kirim. Kewreeeen bangat idenya, buat yang suka narsis tentunya :)
Kalo capek keliling berkesempatan pengunjung bisa masuk ke booth massage yang disponsori oleh Sari Ayu.
Untuk para hijaber bakal puas deh dengan koleksi koleksi seperti Dian Pelangi, Jenehara Nasution, Kamiidea, Elzatta, Zoya, Zafira dan banyak lagi.
Di booth anak anak saya bertemu dengan seorang sahabat yang ternyata menggelar dagangannya di sana bernama Kenes Jogja. Bajunya lucu lucu, batik pacthwork gitu deh.
Pastinya kalo kita beli baju patchwork disini gak bakal ada yang nyamain :)
Mau tahu banyak tentang batik Kenes dan koleksinya yang aseli lucu lucu banget dan bikin kalap itu?
Bisa kok diintip di mari
Trus apa dong hasilnya muter muter gempor di IFW? Ada deh...
Ini dia hasilnya, batik patchwork untuk Samara.
Sangat cute dan si bocah pun senang ^__^
Bertempat di JCC, Indonesia Fashion Week digelar pada tanggal 14-17 Februari 2013. Karena loksi dekat kantor, Jumat malam saya datang untuk melihatnya. Dengan membayar Rp. 20.000 saya masuk dan langsung disambut dengan gaun gaun yang indah.
![]() |
| Susah banget mau foto ini karena banyak orang yang foto disini. Abaikan kepala anak kecil itu yaaa... |
![]() |
| Starting Point |
![]() |
| Keren keren gaunnya |
Ada booth untuk mengenang Muara Bagja dan Ramli. Disitu dipamerkan karya karya mendiang kedua designer kondang tersebut. Kok saya jadi terharu yaa..membaca narasinya. Mereka adalah orang orang hebat dengan karya karya besarnya.
![]() |
| In memorial Ramli |
Saya suka banget dengan booth Green Point ini, segeeerrrr bener deh lihat warna hijaunya. Ya iyalah...namanya aja green point :)
![]() |
| Fresh Green |
![]() |
| Fashion Show |
Banyak sekali booth yang berpartisipasi disana, mulai dari designer TOP macam Anne Avantie hingga kosmetik.
Yang menariknya disana produk yang dipamerkan atau dijual adalah produk aseli Indonesia, ada batik dari berbagai daerah di Indonesia, tas homemade trus setiap propinsi juga menampilkan hasil kerajinan daerahnya.
![]() |
| Anne Avantie dg konsep Chinese New Year, serba merah... |
Konon katanya gaun tersebut dibuat oleh Karyawan PT POS untuk memperingati Hari Bakti Pos dan Telekomunikasi. Unik banget yaa...
![]() |
| Gaun Perangko |
Ini dia contohnya..
Perangko ini juga berlaku jika kita tempelkan di surat yang akan kita kirim. Kewreeeen bangat idenya, buat yang suka narsis tentunya :)
![]() |
| Vina Panduwinata si Burung Camar pun membuat perangko diri sendiri... |
Kalo capek keliling berkesempatan pengunjung bisa masuk ke booth massage yang disponsori oleh Sari Ayu.
![]() |
| Mari massage... |
Di booth anak anak saya bertemu dengan seorang sahabat yang ternyata menggelar dagangannya di sana bernama Kenes Jogja. Bajunya lucu lucu, batik pacthwork gitu deh.
Pastinya kalo kita beli baju patchwork disini gak bakal ada yang nyamain :)
Mau tahu banyak tentang batik Kenes dan koleksinya yang aseli lucu lucu banget dan bikin kalap itu?
Bisa kok diintip di mari
![]() |
| Butik kenes |
Ini dia hasilnya, batik patchwork untuk Samara.
![]() |
| Say chesseeeee.... |
Langganan:
Postingan (Atom)















