Pages

Kamis, 25 April 2013

Kartini's Day

Ini adalah acara pertama Samara di sekolah sejak dia bersekolah. Hari Sabtu kemarin diadakan Kartini's Day. Acaranya berlangsung di pelataran sekolah dimulai pukul 08.00. Dengan menggunakan baju batik dan bawahan jeans (sesuai dress code siswa PG A) kami antar Samara ke sekolah.

Sebelum jam 8 saya, Ayah dan Samara sudah tiba di sekolah. Bertemulah saya dengan miss dan uncle pengajar di kelas Samara. Disela  sela kesibukan para miss dan unlce saya sempat curi waktu untuk bertanya perkembangan Samara.

Yup...Samara baru 3 bulan bersekolah dan selama itu Alhamdulilah Samara sudah bisa mengikuti semua kegiatan dengan baik. Hanya saja Samara belum berinisiatif untuk bermain sendiri, masih suka ikut ikutan temannya. Kalo temannya main balok, Samara ikutan..kalo nanti temannya berlari atau lompat2 Samara juga ikutan. 

Kayanya PR buat kami nih...bagaimana caranya Samara mempunyai inisiatif sendiri dan gak selalu ikut ikutan temannya atau menjadi follower. Pertanyaan besar dalam hati, apakah anak seumuran Samara memang sedang berlaku seperti itu atau memang Samara yang belum punya inisiatif sendiri? Tolong kalo ada yang tahu jawabannya, bisa share di mari :)

Back to topic, sebelum acara Kartini's Day dimulai anak anak bermain dulu..

Samara dengan bandana pink-nya
selesai nyusun balok, lihatin teman yang masih asik nyusun balok
Pukul 8.30 kami berkumpul di depan panggung dan acara dimulai. Setelah doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama dan ice breaking, acara pertama yaitu Karya tanah Liat. Disini tiap anak diberi segumpal tanah liat dan kertas karton tebal untuk alas tanah liatnya. Kreasi tanah liat ini anak dibantu oleh orangtua untuk membuat suatu bentuk.

Saya dan Samara berkolaborasi membuat keranjang buah lengkap dengan buah buahnya dan sebuah teko lengkap dengan cangkirnya. Saya yang bertugas membuat keranjang dan Samara membuat buahnya seperti pisang, jeruk, anggur, apel. Hasilnya? yaaa belum sempurna lah, namapun anak umur 3 tahun ya? :)

kita bikin keranjang buah aja yuk...
Menurut saya, tujuan dari kreasi tanah liat adalah membangun kerjasama/kekompakan antara anak dan orangtua. Disamping itu juga agar anak merasakan sensasinya tanah liat. Kalo selama ini Samara bermain clay dengan play doh sekarang dia harus berkotor kotor ria dengan tanah liat. Jaman sekarang udah jarang banget kan bermain tanah liat? :) 
Saya jadi ingat salah satu tagline salah satu deterjen yaitu Berani kotor itu baik, hihihi...


Setelah selesai kreasi tanah liat, inilah acara yang paling ditunggu para orangtua yaitu perform anak anak. Dimulai dari penampilan anak Kindy A yaitu bersholawat, bernyanyi lagu 25 Nabi dan 99 Asmaul Husna. Hebat euyyy... anak umur 5 tahun sudah hapal Asmaul Husna. Kalo saya ditanya hafal gak Asmaul Husna? Jawabannya hanya menggeleng kepala :)

Setelah Kindy A, saatnya anak anak PG A tampil. Yeayyy....ini kelasnya Samara. Saya sudah siap merekam penampilan meraka. Dengan digandeng miss-nya Samara anak PG A yang naik panggung pertama. Hihihi...berani ya

Lihat Bun...aku naik panggung :)
Waktu Samara naik panggung, kok saya jadi terharu yaa... *emakcengeng* :)

Setelah temannya naik panggung semua, eh gak semua kok..soalnya ada beberapa anak yang menangis dan gak mau naik panggung. Trus ada juga yang naik panggung didampingin ibunya dan si anak duduk di pangkuan ibunya. Mulailah Samara dan kawan2 menyanyi lagu Dakocan. Hihihi...lucu deh melihat gaya meraka.
Inilah anak PG A yang mau tampil nyanyi
Setelah PG A kelar menyelesaikan tugasnya, giliran anak PG B menari payung. Cukup riweuh juga melihat anak anak membawa payung kecil :)

Terakhir penampilan Kindy B yang menari Tari Saman. Kebayang yaaa anak krucil duduk berderet dengan gerakan tari Saman yang makin lama makin cepat. Untung gak ada yang beradu kepala, hehehe...

Kelar perform Kindy B, ada spesial perform dari salah satu siswa laki laki dari Kindy A yang dengan hafalnya melantunkan Surat Al Mulk. Huaaa...ini yang bikin saya takjub, merinding dan terharu banget, anak usia 5 tahun hafal 30 ayat Surat Al Mulk. Subhanallah banget yaaa...

Lagi lagi kalo saya ditanya, hapal gak? Udah pasti jawabannya gak :(
Si ibu anak tersebut yang mendampingi saja harus membawa Al Quran untuk mengecek hafalan si anak.

Acara perform anak anak itu selesai jam 10.30. Oiya selain perform ada juga bazaar yang menjual berbagai barang dari mulai buku, baju sampai makanan.

Di acara bazaar itu tentu saja saya sebagai emak yang tangannya gatal pengin beli akhirnya mengadopsi berbagai macam makanan :)

Jam 11 akhirnya kami memutuskan untuk pulang karena cuaca lumayan panas saat itu. Senang rasanya bisa melihat Samara perform meski belum maksimal yang penting sudah ada keberanian naik panggung dan bernyanyi bersama.

Semoga di acara berikutnya Samara tampil lebih baik lagi. Apapun itu yang pasti Ayah dan Bunda bangga sama kamu, Nak...:)

Minggu, 21 April 2013

Menjadi Kamus Pertama Bagi Anak

Menjadi seorang ibu berkerja adalah pilihan. Menjadi ibu rumah tangga juga merupakan pilihan. Keduanya sama sama pekerjaan yang mulia dan mempunyai tujuan yang sama yaitu melakukan yang terbaik untuk keluarga dan mengharap Ridho-Nya.

Sejak awal menikah, saya dan suami telah berkomitmen bahwa saya akan tetap bekerja. Pun ketika saya "menandatangani kontrak" dengan Allah untuk menjadi seorang ibu, setelah cuti melahirkan saya melanjutkan untuk bekerja kembali.

Awalnya gak mudah bagi saya untuk membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga, tetapi seiring berjalannya waktu semua bisa teratasi. Meski bekerja Alhamdulilah saya bisa memberikan asi exclusive pada Samara dan melanjutkan memberi Asi hingga 2 tahun sesuai yang diperintahkan oleh-Nya.

Karena dari hari Senin hingga Jumat waktu saya habis di kantor maka hari Sabtu dan Minggu adalah waktu yang betul betul saya dedikasikan untuk keluarga. Tak heran saat wiken kami habiskan dengan bermain bersama. 

Saya sangat setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa Ibu adalah kamus pertama bagi anak. Dan saya bertekad untuk menerapkan kalimat tersebut. Meski saya bekerja tapi saya harus menjadi orang pertama bagi Samara untuk mengenal segala hal. Contoh sederhana adalah pengenalan binatang, saya mengajaknya bermain ke Ragunan.

Samara sangat senang sekali melihat hewan hewan dan saya juga senang bisa memberikan yang terbaik meski sangat sederhana.



Saya ingin menjadi kamus pertama bagi Samara :)
Dan jika pada suatu weekend saya harus bekerja maka saya akan membawa Samara ke kantor karena hari Sabtu Minggu adalah harinya Samara :)

 

Foto ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: Sehari Menjadi Srikandi

Untuk semua perempuan Indonesia, Selamat Hari Kartini... semoga kita bisa mengambil tauladan yang telah beliau ajarkan.

Selasa, 16 April 2013

Samara 3y1m

Gak terasa sudah di pertengahan bulan yaa... Lagi lagi Bunda terlambat posting perkembangan Samara.

Alhamdulilah tanggal 11 kemarin Samara bertambah lagi nikmat umur dan sudah makin besar. Selain nambah umur, di usia ini Samara :

1. Sering bertanya tentang kepemilikan. Pernah bertanya : "Bunda, bulan itu punya siapa?" Trus lanjut nanya : "kalo lantai punya siapa?" Kalo pertanyaannya masih begitu bisa dijawab dan belum perlu buka wikipedia :)

2. Ritual baru sebelum tidur malam yaitu selain bed time story adalah mengajak semua bonekanya berkumpul kemudian sembari memegang mikrophone Samara mewawancarai semua bonekanya. Satu persatu bonekanya ditanya : "hai Hello Kitty kamu mau nyanyi apa?" Saya yang pura pura jadi Helkit menjawab : "aku mau nyanyi Twinkle Twinkle Little Star". Trus Samara sambil pegang Helkit nyanyi lagu itu. Disini saya cuma kebagian jawab pertanyaan aja. Yang nyanyi teteup Samara. Emang beneran nih...bakat nyanyi Samara udah kelihatan banget :)

nyanyi bersama yukkk...*_*

3. Bisa menimpali suatu pernyataan. Contohnya ketika Samara nyanyi lagu Soleram, di syair yang berbunyi Soleram anak yang manis. Ehh tiba tiba Samara bilang : "anak manis itu aku ya Bun?"
Hehehe... Trus di syair terakhir lagu Soleram yaitu Kalo dicium merah lah pipinya. Eh Samara bilang : "pake liptip (baca : lipstik) ya Bun?" Hahaha...pintar banget sih kamu nak. Tapi bener juga sih kalo pipinya dicium sama orang yang pake lipstik nanti lipstiknya nempel di pipi :)

4. Selalu bercerita aktifitasnya di sekolah dari mulai datang sampai pulang dan itu lengkap benget ceritanya. Kadang nih saya harus melawan rasa kantuk demi mendengarkan cerita Samara. Lucu banget deh lihat mimiknya bercerita :)

5. Sudah mengenal beberapa huruf. Ini karena mainan puzzle huruf ABC jadi mau gak mau mengenal huruf. Dan huruf yang paling cepat dihapal dan disukai adalah S. Mungkin tau kalo S itu huruf pertama namanya :)

6. Sudah mengerti konsep lawan kata. Ini berawal dari mainan jungkat jungkit di sekolah. Pernah Samara cerita kalo dia main jungkat jungkit bersama Ifah temannya. Trus saya pancing kalo jungkat jungkit, Samara di atas trus Ifah dimana? Di bawah. Trus kalo Samara di bawah, Ifah dimana? Di atas. Nah sejak itu saya mulai sedikit sedikit memancing dengan pertanyaan : Kalo pensil ini pendek, lawannya apa? Eh dijawab panjang. Trus saya padamkan lampu, saya tanya ini gelap atau terang? Dijawab gelap. Lalu saya nyalakan lagi lampunya eh Samara teriak : "ini terang".

7. Bisa Sholawatan dan hafal 25 Nabi. Keduanya dirangkai dalam satu lagu yang sering dinyanyikan di sekolahnya. Jadi emang bener yaaa pembelajaran yang terbaik di usia ini adalah bermain sambil belajar. Bermainnya bisa dengan lagu dan gerak. Dan dasarnya Samara hobi nyanyi, jadi yaaa...lagu apapun yang diajarin pasti langsung dinyanyiin terus dan cepat hafal.

8.  Beberapa kali masih terjadi drama di pagi hari yaitu menangis sambil bilang : "Bunda jangan ke kantor...Bunda di rumah aja". Sama seperti yang pernah saya tulis di postingan sebelumnya.

Overall semua perkembangan Samara di bulan ini sangat menakjubkan.

Selamat Ulang Bulan ya Nak...Semoga selalu menjadi yang terbaik untuk Ayah dan Bunda.

We love you much and much....:)