Pages

Rabu, 09 Januari 2013

Kegemukan

Seharusnya saya posting melanjutkan cerita liburan ke Djogja kemarin, etapi kenapa masih nongkrong aja di draft belum ada kemajuan samsek. Kemana ide, kemanah???
Ya sudah saya cerita tentang badan ini yang makin melar sajah :(

Beneran terkejut deh ketika saya membaca hasil medical check up (mcu) tahun 2012. Iya, ini adalah kali kedua saya melakukan mcu setelah pertama kalinya pada bulan November 2011.

Di kantor saya memang ada jatah mcu bagi karyawan yang usianya di atas 30 tahun *upsss...ketahuan deh umurnya*.
Nah, mumpung dibayarin kantor makanya saya gak mau kehilangan jatah tahunan dong hehehe...*emak ogi*

Mcu kedua masih dilakukan di Kyoai Healthcare yang berlokasi di Wisma KEIAI. Untuk tesnya sendiri kurang lebih sama seperti tahun lalu hanya ada tambahan periksa mata dan gigi. Secara keseluruhan hasil mcu kedua ini bagus. Yang gak bagus adalah hasil pemeriksaan berat badan dan Lipid. BB tahun 2011 hanya 41,9 kg setahun kemudian menjadi......*drumroll* 48,5 kg sodara sodara. Huaaaa...itu artinya ada lonjakan 6,6 kg :(

Sedangkan untuk pemeriksaan Lipid, LDL-nya naik sedangkan HDL turun, T.Cholesterol juga naik dari 179 menjadi 215. Hiksss...hikss...meski masih dalam ambang batas normal tapi kayaknya musti bener bener jaga makanan nih judulnya. Trus untuk pemeriksaan mata ternyata mata kiri saya minus 0,75. Kok gak berasa ya? Apa karena masih tergolong kecil ya? *entahlah*

Dan kenaikan BB ini dipicu salah satunya karena sekarang saya sudah tidak menyusui *ngeles padahal sih doyan makan malam dengan lauk full* Kalo dulu makan malam jarang banget dan entah kenapa sekarang ini perut rasanya laperrrr mulu. Dan beberapa waktu lalu si Ayah mengusulkan untuk mengganti nasi putih menjadi nasi merah. Butuh penyesuaian yaa..makan nasi merah.
Trus...trus...disamping itu cemilan di laci kantor saya lumayan banyak, hahaha...macam groseri aja yak :p

Hayuuk ah...mulai sekarang kita kurangi ngemil.

Hmmm...ngomong ngomong ada gak ya..teman teman yang senaseb dengan saya? *golekkonco* hahahaha.....

Minggu, 06 Januari 2013

Djogja Day 2

Merupakan cerita lanjutan yang ini dan akan menjadi postingan yang lumayan panjang. 
Jangan bosen bacanya ya :)

Setelah beristirahat dengan nyenyak di rumah abang Ucok, pagi harinya bangun dengan kondisi badan yang segar. Samara yang malamnya belum ketemu dengan sepupunya, sekarang saatnya mereka bertemu dan bermain bareng.

Diajarin mba Karin main keyboard, lagunya Twinkle Twinkle
Setelah sarapan mie goreng yang enduess kami pamit pada tuan rumah untuk jalan jalan. Hari ini acara pertama adalah main air di Parangtritis (Paris). Berangkat dari rumah jam 07.00 dan ternyata udah kesiangan banget berangkat jam segitu. Menempuh perjalanan sekitar 45 menit, tibalah kami di Paris,wow...rame banget euy, banyak anak sekolah yang study tour kesana.

Untungnya gak susah cari parkiran, walau sempet nyasar nyasar dikit. Oiya, selama di Djogja saya dipercaya untuk jadi tour guide-nya. Saya hanya mengandalkan ingatan semasa kuliah dulu, meski Djogja sekarang sudah banyak perubahan. Ah, bikin puyeng...

Back to Paris, kami sampai di pantai sekitar pukul 7.45 matahari pagi itu sudah cukup panas sehingga ketika kami menginjakan kaki di pasir pun sudah terasa menyengat. Berbekal topi dan sunglasses kami bermain main di bibir pantai.

Begitu lihat ada andong, Samara langsung minta naik kuda. Akhirnya saya, Samara dan Eyang naik kuda keliling pantai dengan membayar Rp. 20.000. Oiya untuk tarif ini sudah harga mati, gak bisa ditawar karena daftar harga sudah ditempel di andongnya. Untuk biaya keliling pantai sampai ke karang harus membayar Rp. 60.000. Saya memilih keliling pantai saja, gak perlu sampai ke karang karena lumayan jauh dan pastinya butuh waktu lama sedangkan kami harus mengunjungi tempat wisata yang lain.
Bukan Opung loh yang jadi pak kusir nya :)
Setelah keliling naik andong kami bermain air.
sensasi pasirnya membuat Samara senang bermain

say kejuuuu *_*
Saat itu matahari bersinar dengan cerahnya, Subhanallah pemandangannya cantik banget.
Birunya langit menyatu dengan biru air laut.
cantik yaaa...
Main air sebentar dan tiba tiba datang ombak besar. Subhanallah saya kaget langsung memegang Samara yang ketakutan kerena kaget. Padahal nih kami gak berada di tengah pantai. Yaiyalah mana saya berani ngajak main Samara ke tengah. Trus ketika ombak kembali normal lagi tiba tiba saya disamperin sama simbah putri dengan mengingatkan : "ati2 nduk, segoro iki galak lan wis suwe ora entuk korban"  Artinya : Hati hati nak, laut ini galak dan sudah lama gak dapat korban. Whuaaa...langsung kami minggir teratur. Karena sudah banyak yang tahu kan bagaimana cerita pantai selatan ini. Upsss...maaf saya tidak bermaksud menakut nakuti yaa.

Saya pilih mundur teratur karena Opung Samara yang melihat kepanikan kami akan datangnya ombak besar itu langsung turun tangan dan menggendong Samara. Ya sudah kami mengakhiri main airnya karena memang sudah basah kuyup. Setengah dari badan saya sudah basah, padahal saya gak prepare baju ganti sebab saya pikir gak akan sebasah ini :)

Setelah bilas air tawar kami istirahat sambil minum es kelapa muda. Slurrrppp seger bener dah :)
nyeruput kelapa muda

Setelah Paris, kami lanjut perjalanan menuju Keraton kurang lebih memakan waktu 1 jam. Sekitar pukul 10.30 sampai di Keraton, wedeww...itu cuacanya udah panas banget. Untung kami bawa stroller jadi untuk mengelilingi Keraton, Samara gak perlu capek jalan.

Tujuan pertama adalah Pegelaran Keraton yaitu hall depan Keraton yang sering digunakan untuk upacara seperti pelantikan Sultan HB X menjadi Gubernur DIY.

Dengan membayar tiket Rp. 3.000/orang kami masuk ke dalamnya.
Entrance...panas euy
Disini hanya ada museum yang isinya patung patung menggambarkan upacara adat Keraton seperti acara pernikahan dan khitanan. Disini juga ada ruang terbuka semacam tenda yang bisa bergema. Aneh yaaa...ruangnya terbuka tapi kok bergema? Entah lah... menurut saya amazing aja sih :)
Di depan museum patung
Selain itu ada seperangkat gamelan
sayang gamelannya gak ada yang menabuh

Si ayah gak mau ketinggalan berpose dengan patung
gantengan siapa nih? ^__^
Setelah Pagelaran kami berjalan kaki ke museum Kereta Kencana. HTM Rp 3.000/orang, untuk anak di bawah 3 tahun gratis. 

 
Kereta yang terdiri dari 2 kategori yaitu kereta kencana dengan lapis emas dan kereta jenazah ini umurnya sudah 100-200 tahunan, tapi masih bagus banget dan kereta itu masih digunakan untuk kirab acara adat seperti pernikahan atau pemakaman.

Ada yang bikin saya trenyuh yaitu saat penjaga kereta itu bercerita kalo gaji tiap bulannya hanya Rp 27.000, helowww...apakah cukup gaji segitu untuk menghidupi istri dan 2 orang anaknya? Secara logika pasti gak cukup ya...tapi si bapak itu tetap mengabdi pada kerajaan karena beliau ingin melestarikan sejarah dan mengabdi pada Raja yang merupakan penguasa tertinggi. Jadi meski penghasilannya sangat tidak mencukupi beliau tetap bekerja. Menurutnya buanyaaak teman teman yang memilih mundur dan mencari pekerjaan lain yang gajinya lebih baik.

Hebat sekali yaa...si bapak itu, menurut beliau bekerja menjadi abdi dalem Keraton adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli. Priceless...

Setelah museum kereta kencana kami melangkah ke Keraton. Nah...inilah the real Keraton. Banyak orang yang mengira Pagelaran adalah Keraton padahal bukan. Keraton yang sebenarnya adalah disini. Letaknya memang agak masuk dan dari museum kereta berjarak kira kira 300 meter.

Begitu masuk ke pelataran kami disuguhi pagelaran wayang kulit

Disini Eyang dan Opung memilih duduk beristirahat sambil melihat wayang kulit.
HTM domestik Rp. 5.000/orang sedangkan untuk wisatawan asing Rp. 21.000/orang, lumayan juga ya perbedaannya. Masuk ke areal Keraton tidak boleh membawa stroller, jadi strollernya harus diparkir dulu.
Di depan logo Keraton

Masuk ke dalam Keraton, luas banget deh halamannya



Masuk lebih dalam lagi banyak ruangan2 yang menyajikan koleksi barang2 antik yang masih bagus banget dan terawat rapi seperti peralatan makan para Raja yang usianya udah ratusan tahun.
Peralatan makan dan igloo termos antik
Yang paling menarik buat saya adalah museum Hamengku Buwono IX yang menceritakan perjalanan hidup beliau dan semua pernak pernik milik HB IX termasuk lencana kehormatannya.
Museum Sultan HB IX
Puas keliling Keraton yang luas dan bikin kaki gempor kami menyudahi perjalanan karena perut sudah lapar. Keluar Keraton menuju parkiran di alun alun lor (utara) kami naik becak Rp. 10.000. Sebenarnya harga itu mahal karena jaraknya gak begitu jauh dibanding jarak Taman Pintar dengan rumah Pakdhe. Kemarin saja kami naik becak cuma Rp. 5.000, tapi ya sudah lah...daripada panas panas jalan kaki, kasihan Samara, Eyang dan Opung.

Dari Keraton cari makanan, eh...si Opung pengin makan masakan Padang, ya sud kami meluncur ke Jl. Suryotomo ketemu RM Padang yang murmer tapi untuk soal rasa ya lumayan aja sih.
Pas maksi, Samara udah kecapekan dan tidur dengan suksesnya. 

Perut udah kenyang tapi Samara masih bobo pulas, mau jalan ke Malioboro kasian si bocah ya..Trus gimana dong? Muter aja di Maliobro, tiba tiba Eyang bilang kalo pengin makan rujak es krim. 

Oke, kami meluncur ke Pakualaman, tapi saya khawatir jangan2 udah habis nih rujaknya...Emang masih berjodoh yaa, alhamdulilah kami masih dapat menikmati rujak yang atasnya dikasih es krim dengan harga yang super duper murah yaitu Rp. 3.000/porsi.

Rujak es krim, hhmmm...
Rasanya maknyuss...ada pedas, asam, manis dan sensasi dingin dari es krim nyampur jadi satu, slurrrppp abwessh :) Di Pakualaman ini banyak juga yang jual makanan ala Djogja.

Dari Pakualaman menuju Kotagede ke rumah budhe lagi ambil titipan oleh oleh trus berencana mau ke Coklat Monggo tapi gak jadi karena gak tahu jalannya, lagian kita ngejar mau ke Mirota Batik dan DAGADU.

Balik lagi ke arah Malioboro, susah juga nyari tempat parkir di Sabtu sore itu, banyak sekali pengunjung Malioboro. wajar aja sih...pan long wiken.

Sampai Mirota Batik, ampuuun deh itu rame banget euy...riweh pisan. Pilih pilih batik, eh nemu yang unyu untuk Samara dan bunda tentunya, si Eyang seperti biasa borong daster :) 

Pokoknya nih kalo ke mirota batik rasanya kalap banget deh, pengin dibeli semua baik pernak pernik khas Jawa, mainan anak2 tradisional, jamu, minuman macam wedang jahe, bandrek  maupun batiknya. Semuanya sangat menggoda iman dan taqwa

Seperti biasa di mirota batik selalu ada seorang ibu yang membatik secara live :)

Pas di Mirota batik, mas Pras sepupu saya datang memberi Samara kaos Dagadu. Woww...seneng dong alhasil kami gak jadi ke Dagadu karena udah dapat kaos gretongan dan waktu sudah menjelang magrib. Eyang dan Opung sudah sangat kelelahan jadi memutuskan untuk kembali ke rumah bang Ucok.

Inilah suasana Malioboro yang selalu ngangenin

Sepanjang Malioboro
Di tengah jalan kami sudah kelaparan, cari makan di daerah Wirobrajan membuat saya kebingungan karena jujur gak begitu hapal daerah ini. Bisa dikatakan Wirobrajan bukan daerah jajahan saya waktu kuliah :)

Melipir ke Jl. Kapt Tendean eh...nemu Omah Lodhong dengan makanan yang murah meriah dan enak. Emang yaa Djogja itu surganya makanan murah dan enak. Bayangkan kami ber 6 makan hanya merogoh kocek Rp. 75.000 sajah. Itu udah bikin perut kita kenyang serasa mau meledak

Kelar urusan perut kami ke Nitiprayan eternyata di rumah abang Ucok sepi gak ada orang, semua pergi ke RS karena anak sulungnya yang memang sedang sakit itu harus diopname di Panti Rapih karena positif terkena DB :(

Ya sudah kami belok ke rumah sepupu saya (dari pihak Mama) ngumpul disana sampai malam. Karena Samara rewel, saya memutuskan keliling Malioboro lagi untuk meninabobokan Samara di mobil. Beeuuuhh...malam minggu Malioboro macet parah :(

Setelah Samara udah bobo kami balik ke Nitiprayan, ngobrol bentar sama bang Ucok menanyakan keadaan anaknya kemudian istirahat. Huufff...panjang juga perjalanan kami hari kedua. Mari siapkan energi untuk esok hari.

To be continued...

Cerita berikutnya bisa diintip dimari

Selasa, 01 Januari 2013

Welcoming 2013

Alhamdulilahirobbil alamin hari ini tepat tanggal 1 Januari 2013 memasuki tahun yang baru, tepat pula hari ulang tahun saya yang ke 3X *isilah X dengan angka setelah angka 3* :)

Buanyaaakkk sekali nikmat Allah yang sudah saya peroleh selama ini tapi gak afdol rasanya kalo di hari ini saya gak make a wish. Berharap di usia ini saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, bermanfaat bagi orang lain terutama untuk keluarga dan orang orang terdekat serta dimudahkan segala urusan oleh-Nya. Amin...

Sedikit bercerita malam pergantian tahun ini yang berakhir dengan kejutan manis. Jadi ceritanya tanggal 31 Des 2012 Ayah tetap masuk kantor, saya sudah berkali kali mengingatkan untuk secepatnya pulang jika perkerjaan sudah kelar karena takutnya kejebak macet apalagi jalan Thamrin-Sudirman sudah ditutup mulai jam 18.00 untuk acara car free night.

Malam itu saya gelisah banget karena sampai jam 19.30 Ayah belum pulang, waduh...jangan jangan beneran udah kena macet nih, mana ditelponin susah lagi. Hufft...makin panik dong. Akhirnya pukul 20.00 berhasil tahu keberadaan ayah yang katanya sudah di Ampera. Oke, sedikit lega berarti sebentar lagi sampai rumah. 

Ditunggu tunggu 1 jam kemudian kok belum nonggol juga? Haduuhhh kenapa lagi sih ini? Padahal sebenarnya malam itu ada undangan acara BBQ di salah satu rumah sepupu saya tapi berhubung si ayah belum pulang akhirnya  saya gagal datang ke acara bakar bakaran tersebut.

Menjelang pukul 22.00 Ayah pulang, Alhamdulilah akhirnya sampai juga di rumah, lega rasanya. Setelah makan malam saya dan ayah makan durian yang sengaja kami beli untuk new year eve. Kalo yang lain ber-BBQ ria, kami cukup makan durian sajah :)

Detik detik menjelang pergantian tahun baru, kami berdua sambil berpegangan tangan duduk di depan tv untuk melihat keramaian kota. Romantis??? Entahlah...yang pasti saya bahagia karena bisa menikmati kebersamaan ini *__*

Ketika pak Jokowi memukul gong tanda masuknya tahun 2013 Ayah langsung mengucapkan selamat ulang tahun dan memanjatkan serangkaian doa untuk saya. Kemudian ayah memberi kejutan berupa Red Velvet Cake yang bikin ngiler itu. Wowww...saya kaget dong, kapan ayah belinya? Perasaan tadi waktu pulang gak bawa tentengan apa2. Ternyata kue tersebut masih nangkring di motor, ketika saya asyik nonton tv si ayah bekerjasama dangan si mbaknya Samara membawa masuk kuenya.

Yang lebih mengagetkan lagi, ternyata birthday cake itu bukan dari Ayah melainkan dari sahabat saya, Ida yang tinggal di Bali. Subhanallah...saya terharu dan langsung menitikan air mata. Betapa Ida, sahabatku begitu perhatian dan teramat sangat baik. 

Yuppp...Ida adalah sahabat saya yang pernah jalan jalan bareng ke Spore, meski kami berbeda kota tapi persahabatan kami sudah cukup kental bahkan sudah seperti saudara. Ida adalah salah satu orang yang sangat berperan waktu masa2 Ayah pdkt dengan saya :) 

Setelah tiup lilin saya dikejutkan lagi oleh Ayah yang tiba tiba memberi kado dan setelah dibuka isinya.....tas merah yang sudah saya incer. Huaaaa, senang banget rasanya. Sejujurnya saya gak ngarep kado apa apa dari Ayah karena 10 hari sebelumnya ayah sudah memberikan early bird gift gadget idaman. Alhamdulilah banget rasanya 

Saat ayah memberikan kado itu mengalirlah cerita bahwa Ayah sudah keliling beberapa mall demi mendapatkan tas merah itu. Dimulai dari M*tro PS, Sog* PS, Deb*nhems Sency, Mat*hari Blok M, M*tro PIM sampai akhirnya ketemu di Sog* PIM. 

Oallaaahh jadi itu to yang bikin ayah pulang larut malam? Hikss... mau nangis rasanya mendengar cerita perjuangannya. Terima kasih ya Ayah.... :)

Red surprise ^__^
Pagi harinya Eyang dan Opung menelpon mengucapkan selamat dan mendoakan segala kebaikan untuk saya. Terima kasih mama papa...

Samara begitu bangun tidur langsung membuka kulkas, dilihatnya ada seloyang kue ulang tahun senangnya bukan main. Sampai nongkrongin di depan kulkas sambil colek colek kue :)

gak sabar pengin makan kue
Setelah semuanya beres, saya tiup lilin lagi. 


lanjut potong kuenya
 

Kelar potong kue kami meluncur ke rumah nenek Samara tapi sebelumnya mampir dulu di rumah sepupu yang semalam ngadain bbq untuk meminta maaf semalam tak hadir di acaranya

Tiba di rumah nenek Samara, saya juga dikejutkan dengan hadiah ulang tahun dari nenek Samara berupa tas cantik warna magenta. Huaaaa....double deh tas barunya. Terima kasih Ibu...Alhamdulilah ya Rabb...

Siangnya kami diundang lunch acara farewell party kakak sepupu saya yang akan pindah ditugaskan ke Genewa. Acara makan makan keluarga ini diadakan di resto Ikan Bakar Cianjur di daerah Cipete. 


Wedew...rame banget ya?


Para krucil
Samara dan para sepupu, lagi kelilipan mata Samara ^_^
Pulang dari acara tersebut rencananya pengin jalan jalan etapi kok cuaca gak mendukung ya, akhirnya pulang ke rumah saja. Leyeh leyeh di rumah. Malamnya kami ke rumah sepupu saya lagi untuk melakukan doa bersama sebelum berangkat ke bandara.

Samara pake kerudung merah ikut doa bersama
Alhamdulilah senang rasanya melewati hari ini bersama orang orang tersayang dan mendapat serangkaian doa yang mereka panjatkan untuk saya.

Terima kasih untuk keluarga, saudara dan teman teman yang sudah mendoakan baik lewat fb maupun twitter. Semoga doa doanya dijabah Allah. Amin

Yuk.. kita sambut tahun baru ini dengan melangkah lebih optimis dengan spirit yang baru.

Happy New Year, may 2013 bring tremendous happiness and success for all of us *__*