Jumat, 23 Maret 2012

Merlion... Here We Come

*tarik nafas dulu dan mulailah merangkai kata kata*
Beberapa bulan yang lalu saya pernah bercerita tentang promo big sale maskapai penerbangan udara asia dan berhasil mendapatkan tiket Jakarta-Singapura PP seharga 1,3 jt untuk jadwal keberangkatan 13-16 Maret 2012. Persiapan demi persiapan telah saya lakukan jauh jauh hari, maklum lah ini adalah liburan pertama keluarga kami ke luar negeri. Hampir setiap hari saya mencari informasi ttg travelling with toddler, objek wisata mana saja yang must be visit, transportasi apa yang harus digunakan untuk mencapai lokasi tujuan kami, berapa lama perjalanan menuju lokasi, berapa biaya/ongkos yang harus kami keluarkan untuk naik bis/MRT  hingga hotel murmer yang berlokasi dekat MRT station. Semua sudah saya persiapkan dengan matang. Saya pun rajin blogwalking para emak emak yang udah duluan jalan jalan ke Singapore bersama anaknya dan tak sungkan saya ngubek ngubek thread ini dengan sesekali bertanya pada ibu admin yang memang tinggal di Singapore. Saya akui info dari TUM memang yahud pisan euy :)
Selain persiapan itin *istilah ngetop itinerary yg sering digunakan para agan agan kaskus* yang sudah matang, kamipun melakukan persiapan dokumen pribadi  diantaranya adalah pembuatan paspor Ayah dan Samara. Seperti yang sudah diceritakan proses pembuatan paspor yang cukup ribet dan hasil jadinya disini maka kamipun optimis untuk geret koper berangkat liburan.  Ternyata oh ternyata… satu minggu menjelang hari H muncul satu masalah yang membuyarkan impian liburan kami. Iya benaaarrrr, tiba tiba ayah mengabarkan berita buruk kalo cutinya tidak disetujui oleh pak bos. Saya mengharap keajaiban yang datang siapa tahu saja last minute ayah mendapat lampu hijau dari pak bos. Ternyata 4 hari sebelum hari H keadaan tetap tidak berubah, saya pun bimbang apakah akan tetep jalan atau merelakan tiket itu hangus begitu saja?
Sebenarnya liburan kali ini saya ditemani oleh keluarga sahabat yang terbang dari Denpasar. Jadi seandainya ayah gak bisa ikut, saya dan Samara masih ada teman untuk jalan jalan disana. Tapi kok kayanya kurang sreg yaaa kalo gak ada ayah. Setelah melewati masa perenungan 7 hari 7 malam dengan sesajen kembang 7 rupa saya memutuskan untuk tetap berangkat. *ini nekat atau ogah rugi ya?* hehehe... Entah apalah itu judulnya yang pasti saya mantap dan yakin bisa berlibur dan berangkat hanya dengan Samara, toh juga sampai di Changi keluarga Ida sudah menanti disana :) *menghibur diri*
Sejujurnya nih…saya sedikit tenang karena ayah memberi full support hingga saya mantap untuk berangkat. Ayah bilang begini : “kalo emang bunda yakin bisa dan sanggup, ayah memberikan ijin tapi kalo bunda gak yakin bisa, ayah gak akan memberi ijin”. Wah..wah… ini merupakan tantangan besar buat saya :) Selain ayah yang memberikan support, beberapa teman juga mensupport dengan mengatakan you’re the great mom jadi pasti lu bisa berangkat, jadiin omongan temen2 lu itu kamus selama disana, jangan jadi patah semangat dan pasti Samara bisa koorporatif selama dalam perjalanan. That’s right, selain teman yang mendukung saya, ada pula teman yang tidak mendukung, mereka dengan tegas bilang batalin saja karena khawatir saya tidak sanggup, mengingat  saya harus naik turun MRT dengan mendorong stroller kemana mana, belum lagi kalo Samara lari larian udah pasti saya harus mengejarnya.
Tapi berbekal dari keyakinan itu semua, saya mulai menata hati dan mempersiapkan mental baja, hingga tiba saatnya hari H.
Jreng...jreng... Pagi itu kami berangkat dari rumah jam 07.15 menuju blok M, di tengah perjalanan sempat balik lagi ke rumah karena HP ayah ketinggalan, untung saja belum jauh dari rumah. Sampai di blok M naik bis damri dengan keberangkatan pukul 09.00. Perjalanan menuju SHIA (Soekarno Hatta International Aiport) terbilang lancar hingga kami pun sampai di terminal 3 pukul 09.50 WIB. Masuk ke terminal 3, check in, membayar airport tax Rp. 150.000/orang dan memasukkan barang ke bagasi. Disini ayah masih bisa masuk untuk mengantar saya dan Samara, tapi pas mau boarding dan masuk imigrasi barulah ayah tak bisa ikut serta. Meskipun gak berangkat tapi teteup yaaa ayah foto foto dulu :)
@SHIA terminal 3 before departure

Ayah cuma bisa nganter sampai sini...

Pada saat cek imigrasi saya lewat jalur khusus dengan meminta petugas untuk didahulukan karena waktu keberangkatan sudah mepet. Sebenernya sih mungkin gak boleh yaaa tapi karena saya sendirian membawa anak yang di duduk di stroller akhirnya petugas tsb sepertinya iba melihat saya :) Oiya untuk keberangkatan ini saya sengaja hanya membawa 1 travel bag, stroller Samara dan 1 sling bag yang isinya dompet, HP, peralatan lenong make up, tissue pocket, tissue basah, instant hand sanitizer, baju ganti Samara, dispo, snack dan minuman Samara. Wis pokoke "tas doraemon" ini isine macem macem :)
Untuk stroller tidak masuk dalam bagasi melainkan dititipkan pada crew sesaat sebelum kami masuk ke pesawat. Petugas tsb menginformasikan jika sudah sampai tujuan maka bisa dipastikan stroller telah tersedia dan siap untuk digunakan. Syukurlah... jadi agak sedikit membantu saya biar gak pegel gendong Samara.

Jadwal keberangkatan pesawat yang kami tumpangi adalah pukul 11.20 dan alhamdulilah tepat waktu. Begitu pesawat berjalan perlahan Samara mulai rewel minta nenen karena sudah ngantuk berat. Jadilah saya menyusuinya dan ketika take off Samara sudah terlelap dalam dekapan. Saya berusaha tenang dan berdoa dalam hati agar selamat dalam perjalanan ini. Tapi sejujurnya… saya ketakutan sekali ketika take off dan seumur umur *beberapa kali naik pesawat* baru kali ini saya merasakan takut yang luar biasa. Entah karena hanya saya dan Samara saja yang pergi atau parno terjadi hal2 buruk menimpa kami? Tapi memang 10 menit setelah take off pesawat agak goyang dan itu membuat saya makin takut. Tak henti hentinya mulut ini beristighfar, Alhamdulilah setelah itu semuanya baik baik saja dan sayapun mulai tenang.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam 40 menit kami sampai di Changi jam 14.00 waktu setempat (antara Jakarta dan Singapore selisih 1 jam lebih cepat Singapore). Urusan imigrasi dan bagasi kelar, tak lupa mengambil peta Singapore lantas saya melangkah keluar terminal 1, disitu sudah ada Ida dan keluarga yang terdiri dari mas Budi #suaminya#, Alya #anaknya# dan Ibu mertuanya yang menanti kedatangan kami, mereka sudah terlebih dahulu tiba di Changi jam 12.30 jadilah mereka menunggu sekitar 1,5 jam. Tapi waktu menunggu itu mereka pergunakan dengan lunch dulu di Burger King, soo...saya gak feel guilty banget lah hehehe...


Keluarlah kami menuju antrian taxi, ketika akan naik taxi muncul permasalahan yaitu pak sopir tidak mau membawa kami ke hotel karena overload, menurut dia peraturannya adalah dalam satu taxi berisi penumpang 4 orang dewasa dan 1 anak, berhubung kami ada 4 orang dewasa dan 2 anak maka si sopir tak mau "narik", dia menyarankan untuk menggunakan 2 taxi. Waksss? kalo 2 taxi trus gimana kalo saya & Samara dalam 1 taxi trus nyasar pula di negara orang? Hiiii...serem saya membayangkannya :(

Kita tetep gak mau sewa 2 taxi, pokoke kita kekeuh mau 1 taxi dan tetap bertahan di antrian taxi *gak tau malu banget ya? hehehe*  Alhamdulilah ada seorang supir taxi baik hati yang mungkin iba melihat muka kita bersedia membawa  kami ke hotel :)

Kami menginap di hotel 81Bencoolen, lokasi hotel di Bencoolen Street dekat dengan Orchard. Cukup mudah mencari hotel tsb dan kami harus membayar ongkos taxi SGD 20. Saat check in kami perlihatkan confirmation letter dari agoda dan setelah cek paspor kami menerima kunci dengan nomor kamar 1009 dan 1011. Sedikit review hotelnya, kamar bersih walaupun ukurannya kecil tapi ada jendela karena banyak loh hotel di Singapore yang gak ada jendelanya. Kalo saya pribadi sih merasa agak pengap kalo kamar tanpa jendela. Next posting saya akan coba review hotel tsb *mudah mudahan aja gak malas*

Setelah istirahat sejenak saya membuka peta dan mencocokan itin yang telah saya buat sebelumnya. 
Yupp...agenda jalan jalan pertama kami adalah mengunjungi merlion park yang tersohor dengan patung singanya. Setelah dirasa cukup istirahat dan anak anak sudah mandi, pukul 4 pm keluar dari hotel. Menurut primbon gothere.sg dari hotel kami jalan menuju bus stop di depan hotel Rendezvous (Bras Basah Rd) dan naik bis 167. Tak perlu menunggu lama bis pun datang, kami naik dan membayar ongkos dengan uang koin SGD. Saat itu kami belum sempet membeli EZlink card untuk mempermudah perjalanan. Sekitar 12 menit di dalam bis turun di Opposite Sing Cricket Club, Connaugh Drive yaitu 3 stop later dan berjalan lah ke Merlion Park. Tiba tiba saja gerimis kecil datang dan makin lama makin besar alias hujan deres. Kamipun buru buru melintas jembatan dan cari tempat aman untuk berteduh. Padahal sebenarnya saya pengin banget foto di atas jembatan tapi ada daya....:(

Kira kira 15 menit berteduh, hujan mulai reda dan kami melanjutkan jalan kaki sambil dorong stroller Samara menuju merlion park. Agenda utama disana adalah foto foto *ndeso*, karena habis hujan alhasil pemandangannya kurang begitu cerah. Tak apalah yang penting masih bisa menikmati indahnya taman tersebut.

just the two of us
Oiya pas disini Samara betul betul gak mau diajak foto. Susah sekali untuk membuatnya tersenyum, maunya manyun aja...mungkin Samara sedih karena ayah gak ikutan :(

aku sedih karena ayah gak ikut
 tapi akhirnya setelah dibujuk bujuk, Samara bisa sedikit tersenyum :)

keep smile baby...

Dari melion park terlihatlah Art Science Museum dan Sky Park yang mirip "kapal nyangsang" di atas hotel :)

marina bay
Setelah puas berkeliling merlion park kami melanjutkan perjalanan menuju Orchard Road. Dari situ berjalan kaki ke MRT Raffles, tapi sebelum meninggalkan merlion park Samara rewel karena lapar akhirnya saya membeli croissant SGD 3,9 di starbucks yang ada di dekat situ. Oiya seumur umur umur nih....saya gak pernah ke starbucks eh..sekalinya ke starbucks malah di negara orang :) #inpoh gak penting#   

Kami berjalan mencari MRT Raffles dan sempet nyasar gak karuan tapi dengan nyasarnya itu, ketemulah kami dengan bapak tua penjual es potong. Emang udah niat dari Jakarta saya pengin mencicipi es potong murmer seharga SGD 1 yang katanya yummy. Ternyata emang enak loh..dan untuk "wadah" esnya ada beberapa pilihan yaitu menggunakan roti tawar, wafer atau contong es krim biasa. Saya memilih roti tawar sebagai wadahnya.
Sambil makan es potong saya menikmati indahnya bangunan The Fullerton Hotel

bagus ya bangunannya....
Setelah berjalan kaki lumayan jauh ketemulah MRT station yang berada di Raffles Place, hhmmm....tapi kok saya gak nemu patung Sir Stamfort Raffles nya ya? Masuk station langsung membeli EZlink card yang akan kami pergunakan selama naik angkot di Singapore. Harga EZlink Card Adult yaitu SGD 12 dengan perincian SGD 5 untuk harga kartunya dan SGD 7 untuk "pulsa"nya, saya langsung itung itungan kayaknya saldo SGD 7 kurang banget untuk jalan jalan selama 4 hari akhirnya saya memutuskan untuk langsung top up SGD 10. Dari MRT Raffles hanya melewati 2 station yaitu Dhoby Ghaut dan Sommerset. Turun di station Orchard keluar exit C menuju ION dan Wisma Atria. Sejujurnya kami gak tau mau kemana, wis pokoke jalan jalan aja di Orchad tapi setelah kaki melangkah di Wisma Atria eh...ketemu Cotton on Kids nan tersohor itu. Girang sekali tentunya saya dan yang lebih menyenangkan lagi disana sedang ada diskon. Saya dan Ida langsung ngubek barang yang diskon tapi saya cuma dapat 1 kaos aja untuk Samara. Kalo Ida? hohoho...banyak lah, lebih dari 2 tentunya :)

Saat saya sedang asyik milih baju di Cotton On Kids, Samara lari larian seolah main petak umpet dengan saya, sampai akhirnya saya kehilangan Samara yang ternyata lari keluar dari Cotton On dan masuk ke toko sebelah. Waktu itu saya sudah berdiri di depan kasir, setelah mengetahui Samara lari keluar toko saya lempar uang yang ada ditangan dan langsung mengejar Samara. Huffff...untung saja saya langsung lari kencang karena kalo tidak, Samara hampir saja turun eskalator yang berada di dekat toko sebelah itu. Ya Allah....kaki saya langsung lemas seketika...untung saja saya bisa menangkap Samara yang hendak turun tangga. Haddooohh...saya gak tau apa jadinya jika terlambat beberapa detik saja mungkin Samara sudah turun eskalator. Alhamdulilah ya Rabb... Engkau telah menyelamatkan dan menjaga Samara. Sejak saat itu saya extra ketat menjaga Samara. Hiksss...jadi sedih, kalo seandainya ada Ayah pasti gak akan ada kejadian seperti ini *upsss...gak boleh ngeluh, kan udah jadi resiko kalo jalan berdua ajah* 

Waktu sudah menunjukan pukul 8.30 pm, para krucil sudah kecapekan dan saatnya kami kembali ke hotel menggunakan MRT lagi turun di Dhoby Ghaut. Dari station Dhoby Ghaut berjalan kaki sekitar 15 menit. Sampai hotel bebersih dulu trus Samara langsung bobo. Oiya dalam 1 bed kami tidur berempat yaitu saya, Samara, Ida dan Alya. Sedangkan di kamar sebelah ada mas Budi dan Ibu. 
Tapi ya booookk... meski para krucil udah tidur, para emak masih aja ngerumpi. Maklum lah kami jarang ketemu. Alhasil saya tidur jam 1 am. Sebelum tidur sempet melongok ke jendela, hujan mulai turun sodara sodara...dan saya berdoa semoga besok tidak hujan karena sesuai itin, agenda acara kami bakal lebih seru dari hari ini. Yuppp.....Petualangan akan segera dimulai besok :)  
   



3 komentar:

  1. Saluuutt dikau bisa pergi berduaan sama anak aja ke sana. Kalo aku paling banter pergi bareng Raja pas aku dinas yang mana itu masih di dalam negeri aja, dan itupun pake ngajak pengasuh, hehe...Iyalah, soalnya kalo aku kerja trus siapa yang jagain Raja di hotel? Sekalinya dinas ke spore, aku tetep boyong si papa plus pengasuhnya juga...hahaha

    Iya, Samara keliatan sedih ya? Mungkin benar karena gak ada ayahnya. Ah, moga di petualangan selanjutnya, Samara udah hepi lagi yaaa

    BalasHapus
  2. Iya jeng...aku kuatkan hati untuk pergi berdua aja dg Samara. Kalo musti boyong pengasuhnya malah ribet musti bikinin paspornya hehehe...
    Semoga next trip si Ayah bisa ikut serta :)

    BalasHapus
  3. Wow, baru baca postingan ini hehehehe... Gw lbh tertarik liat ispot ungu nya samara hihihihi *self toyor*

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomentar :)