Jumat, 27 April 2012

Bed Time Story

Saya bersyukur, takdir telah membawa saya mengenal komunitas 1001buku seperti yang sudah saya ceritakan di postingan ini. Rasa syukur yang pertama yaitu di komunitas ini saya bertemu dengan seorang pria bernama Daris Qudsy yang sekarang menjadi pendamping hidup saya dan menjadi ayah bagi anak kami. Rasa syukur yang kedua adalah saya jadi tertular virus cinta buku dan yang ketiga adalah mulai cintanya saya pada mendongeng.  

Dulu...sebelum saya berkenalan dengan komunitas 1001buku saya tidak pernah berfikir kalo dongeng itu bermanfaat banget untuk anak. Karena sejujurnya sejak kecil saya jarang sekali mendengarkan dongeng dari kedua orang tua. Lantas saya berfikir mengapa dulu kedua orang tua saya tidak mendongeng ya? IMO mungkin karena kurangnya informasi tentang dunia perdongengan yang dimiliki oleh orang tua saya sehingga mereka jarang mendongeng untuk anaknya. Saya lebih sering mendengarkan kedua orang tua saya menyanyikan dan mengajarkan lagu lagu anak ketimbang mendongeng, makanya dari dulu saya demen nyanyi :) Tak apalah...walau tanpa dongeng tetapi saya bersyukur karena masa kecil saya membahagiakan :)

Nah...sejak saya tahu dahsyatnya manfaat dongeng untuk anak, saya bertekad jika suatu saat saya hamil saya akan membacakan dongeng setiap malam. Karena meski dalam kandungan, si jabang bayi tetap bisa mendengar dongeng yang dibacakan oleh ibunya. Dan bergantian lah saya dengan pak suami membacakan dongeng setiap malam untuk dede kecil di dalam perut saya. Terkadang saya juga menyanyikan lagu anak anak sambil seolah mengajak si jabang bayi menyanyi bersama. Dan si jabang bayi pun bereaksi dengan menendang perut saya *ahh...jadi kangen hamil lagi nih* hehehe... Begitulah kira kira rutinitas mendongeng saya ketika hamil.

Ketika dede kecil dalam perut saya lahir dan kami namakan si kecil itu dengan nama Samara, tibalah saatnya saya mendongeng langsung kepada si kecil. Saat mendongeng, terjadi eye contact antara saya dan Samara yang membuat bonding kami semakin dekat dan membangun rasa kebersamaan diantara kami. Selain itu banyak nilai positif lain yang diperoleh dari mendongeng diantaranya adalah pesan moral yang terkandung di dalam cerita dongeng yang bisa jadi pembelajaran bagi anak. Sebenernya kegiatan mendongeng juga dapat membangun karakter anak menjadi lebih baik karena banyak hal positif terekam dalam memori si anak.

Berbekal dari itu semua saya yang gak bisa mendongeng jadi mau gak mau belajar mendongeng. Untungnya beberapa waktu lalu komunitas 1001 buku mengadakan workshop mendongeng dengan pengajarnya yaitu Ariyo Farid Zidni, sahabat Ayah kala duduk di bangku SMA. Masih inget sekali waktu awal kehamilan saya, Ariyo atau yang lebih akrab kami panggil Aio selalu berpesan pada saya : "Yani & Daris, jangan lupa mendongeng untuk si kecil" :) Kiprah kaka Aio di dunia perdongengan ini sudah dibilang sudah cukup oke banget, salah satunya jadi pendongengan di eagle award 2010 dan pernah jadi tamu di acara Kick Andi. Upsss...kok jadi melantur kemana mana yak? Etapi ini bukan promosi terselebungnya Aio loh...saya cuma beruntung saja kenal dan berteman dengan seorang pendongeng handal macam dia *uhuk..uhuk..*

Singkat cerita hampir tiap malam sebelum Samara bobo, saya mendongeng dan bernyanyi untuknya. Semua saya lakukan dengan senang hati. Sejak Samara sudah bisa berkomunikasi dengan cukup lancar, kegiatan mendongeng kamipun jadi lebih seru dan menyenangkan. Kalo dulu Samara hanya jadi pendengar setia saya saja, sekarang Samara sudah pandai mendongeng atau lebih tepatnya Samara sudah bisa menceritakan kembali isi cerita dari buku bacaan seri Halo Balita yang pernah saya ceritakan. Wow...itu hal yang sangat amazing buat saya. Pertama kali mendengarnya saya langsung diam tertegun seolah tak percaya Samara bisa bercerita tentang isi bukunya kepada saya. Dan yang lebih mengagumkan lagi dia bercerita dengan suara yang beda beda tergantung karakter tokoh yang sedang dia ceritakan. Wah...saya senang luar biasa, anak usia 2 tahun sudah bisa menceritakan kembali isi cerita dari cerita yang dia dengar. Gak sia sia selama hamil sampai sekarang saya membacakan cerita sebelum bobo dan gak sia sia pula saya membelikan paket buku Halo Balita yang cihuy dan lumayan mahal *teteup makirit* :)
Ternyata memang dahsyat banget manfaat mendongeng bagi anak...Dan Alhamdulilah saya pun bersyukur atas itu semua.

Gaya Samara lagi baca buku :)


Nah...Dalam kesempatan ini *gubrak...bahasanya udah kaya pidato di depan mimbar aja neh :) * saya mengajak para ayah bunda, mama papa, bapak ibu, om tante untuk meluangkan sedikit waktunya dan membiasakan diri mendongeng untuk anak. Mungkin bagi beberapa orang berpendapat bahwa mendongeng adalah hal sepele tapi dibalik itu semua banyak manfaat yang diperoleh dari situ.

Yuk...Mari Mendongeng Untuk Anak....^_^          

Jumat, 20 April 2012

Mari Tegal-kan Indonesia

Hari Jumat adalah hari yang sangat dinanti oleh saya. Tanya kenapa? *kaya iklan rokok aja* Udah pasti karena besoknya saya dikasih libur 2 hari oleh kantor hari Sabtu dan Minggu, selain itu ada lagi yang dinanti kehadirannya di hari Jumat malam yaitu penayangan acara Indonesian Idol yang disiarkan di stasiun tipi swasta tertua di Indonesia.

Apa sih menariknya Indonesian Idol? Pada dasarnya saya yang suaranya pas pasan dan demen nyanyi itu seneng lihat orang menyanyi dengan suara yang merdu. Nah di ajang Indonesian Idol itu banyak loh anak anak muda berbakat yang dikarunia suara bagus. Contohnya saja Febri Yoga Sapta, kontestan asal Tegal. Menurut saya jenis suara Febri itu bagus kalo menyanyikan lagu bertempo lambat, dia bakal menghayati banget dengan lagunya seperti ketika dia menyanyikan lagu Masih Cinta-nya Kotak. Keren banget.... 
Minggu sebelumnya waktu pemilihan 12 besar Febri menyanyikan lagu I'm Yours-nya Jazon Mraz, wow...bagus banget sampai di halaman ini  menyebutkan kalo Febri adalah Jazon Mraz-nya Tegal, wkwkwkwk....

Terlepas dari itu semua saya pribadi ikutan senang karena ada wong Tegal yang berprestasi hingga menembus panggung spektakuler Indonesia Idol. Kalo di beberapa Indonesian Idol sebelumnya banyak kontestan yang berasal dari kota kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Manado. Tapi Indonesian Idol 2012 kali ini ada Febri yang berasal dari kota kecil Tegal, Yoda dari Kebumen, Dion dari Purwokerto.

Ngomong ngomong tentang Tegal yang jadi kota kelahiran saya dan tempat saya pulang kampung mengunjungi kedua orang tua, selama ini Tegal identik dengan warteg dan penjual martabak telor-nya. Tak bisa dipungkiri banyak sekali warga Tegal yang mengadu nasib di ibukota yang kejam ini dengan membuka usaha warteg. Mereka berjualan nasi dengan harga yang murah meriah tapi penghasilan mereka sangat lumayan karena terbukti beberapa pengusaha warteg di Jakarta mempunyai rumah gedongan di desanya. Ini pernah saya lihat di sebuah desa di kecamatan Dukuhturi ada beberapa rumah mewah yang bikin saya berdecak kagum. Wow...rumahnya besar, mewah, bertingkat dengan pilar pilar besar yang menyangga tapi sayang agak kusam karena kurangnya perawatan. Sayapun bertanya kepada sepupu saya dan dijawablah bahwa itu adalah rumah para pengusaha warteg yang sukses di Jakarta. Siapa coba yang tak kenal warteg Warmo di bilangan Tebet? Warteg legendaris yang buka 24 jam dan sering dikunjungi para pejabat hingga kaum selebritis itu beromzet jutaan rupiah tiap harinya. Jadi tak heran kalo mereka punya rumah gedongan di kampung halamannya. Ah...sudah lah sekian dulu cerita tentang Tegal dan wartegnya.

Sebenarnya selain warteg ada banyak hal yang bisa diexplore di Tegal, dari mulai objek wisata Guci sampai wisata kuliner yang slurrrpp abis, diantaranya sate kambing balibul (bawah lima bulan), soto Tegal yang dicampur dengan tauco, nasi ponggol setan, tahu aci, kupat glabet dan sederetan makanan yang bikin ngiler dot com J Ah...dari pada lama lama saya ngiler beneran mending selengkapnya bisa dilihat di sini.

Untuk tempat wisatanya saya bisa bilang kalo Guci yang merupakan objek wisata pemandian air panas ini cukup terkenal. Terletak di kaki Gunung Slamet di Kecamatan Bumijawa yaitu sekitar 30 km ke arah selatan Kecamatan Slawi (ibukota Kab Tegal). Guci memiliki pemandangan alam yang indah dan suhu udara yang sejuk, yang menjadikan tempat ini menarik untuk dikunjungi. Di sana terdapat air terjun atau curug Jedor dengan air yang sangat jernih dan ketinggiannya sekitar 15 meter. Kalo Lebaran, Tahun Baru dan hari libur yang lain, lokasi ini padat dikunjungi. Oiya kalo mau menuju ke Guci pasti kita melewati hamparan kebun strawberry dan disana kita dapat memetik strawberry sendiri untuk nantinya dibawa pulang, eh...dibayar dulu pastinya J

ini bukan Hollywood loh... ^_^

kebun strawberry


Cukup sudah cerita tentang ngalor ngidul tentang Tegal, sekarang back to topic...Jadi nih inti dari postingan saya kali ini adalah saya bangga menjadi warga Tegal yang banyak menyimpan sejuta potensi. Oiya sekalian saya mau promosi terselubung tolong dukung Febri Idol yaa...yang nanti malam akan tampil di panggung spektakuler dengan lagunya Nidji. Katanya sih Febri pengin tampil semaksimal mungkin, malah kalo bisa biar lebih baik dari Giring penyanyi aslinya. Doakan saja lah...

Dan semoga nanti di tahun 2028 my little singer Samara bisa naik panggung spektakuler Indonesian Idol seperti Febri J 

Akhirul kata, saya teringat kata kata Febri waktu pemilihan 12 besar, dia bilang : Mari TEGAL-kan Indonesia...
Yuks...mareeeee mas ^_^

Rabu, 18 April 2012

Another Hijab Chiffon Shawl

Masih dari lapak jualannya jeng Iti, saya numpang narsis bentar yaaa...#edisi narsis kedua# J
Kalo kemarin saya narsis dengan gaya kuncir kuda alias ponytail sekarang dengan chiffon shawl.
Awalnya saya bingung gimana cara pakenya karena bahan yang "jatuh" banget jadi kayaknya agak susah untuk "melekat" di kepala. Sayapun mulai ngintip video tutorial chiffon shawl di youtube tapi kok ribet semua yak L
Akhirnya saya kreasikan sendiri chiffon shawl-nya, sret..sret..sret..trus tancepin korsase. Beginilah jadinya...


tampak kiri
Kalo yang ini dari samping kanan, bunganya ngumpet malu malu J




Hohoho...beginilah gaya saya ke kantor hari ini. Santai kaya di pantai banget yak...
Yoiii...walaupun saya kerja di dunia perbankan tapi saya ada di belakang layar alias bukan front liner yang harus pake seragam. IMO kalo pake seragam kan ada aturan mainnya, artinya kalo pake kerudung gak boleh yang bergaya macam macam. Tapi berhubung ada di belakang layar maka lumayan lah....bisa explore pake kerudung dengan berbagai gaya J
kok disini saya kelihatan kurus banget yak?

Oiya di foto itu saya kelihatan kurus banget, padahal nih...saya sudah makan banyak karena pas mudik long wiken kemarin papa saya protes karena saya terlalu kurus. Padahal sejak melahirkan Samara saya gak pake acara diet dietan, semua berjalan apa adanya. Tapi emang kali yeee udah makan banyak tetep aja kurus. Bersyukur juga sih dengan badan kurus seperti ini, coba kalo saya gemuk? Gimana ceritanya udah tubuh imut mungil gemuk pula.. Hahahaha...kok jadi ngelantur gini yak J


Jumat, 13 April 2012

Ponytail

Kulo nuwun...nderek langkung
Hayooo...yang bukan orang Jawa pasti gak tahu artinya? *ya iyalah*
Kalimat di atas itu artinya "permisi Gan...numpang lewat" J

Yupp...kali ini saya mau numpang narsis atas kekhilafan virus racun jualannya Jeng Iti di sini. Awalnya saya lagi BW ternyata Jeng iti barusan posting jilbab terbarunya. Sejujurnya saya penasaran dengan hijab jenis ponytail yang katanya gampang dipake dan praktis. Setelah cap cip cup kembang kuncup *sambil kekepin dompet* akhir saya memberanikan diri untuk isi form pemesanan dengan memesan hijab ponytail warna creme choco dan chiffon shawl.

Beginilah hasil kreasi saya *yang nyontek video tutorialnya jeng Iti* dengan hijab ponytail-nya


tampak samping kiri
Trus kenapa ya disebut ponytail? Asumsi saya sih...karena ada aksen "kuncir kuda" yang menjulur ke samping. Basically, oke juga sih pake hijab ponytail, gampang dan praktis. Kalo di tutorialnya Jeng Iti gak pake inner, kali ini saya pake inner karena lobang muka yang besar jadi kalo gak pake inner bakal kedodoran dan yang ada rambut saya kelihatan L

tampak samping kanan
Mohon ignore jerawat saya yang lagi ranum ranumnya J

Berhubung hari Jumat maka saya ngantor dengan kostum bebas alias gak resmi.



tampak seluruh badan

Sekalian aja deh...TO friday

T-shirt : USS
Pants   : Arnessio
Bag    : elle

Oiya untuk yang chiffon shawl-nya masih dalam pengiriman, nanti kalo udah datang dan diuji coba, tunggu saja postingan hijab selanjutnya #edisi narsis# J


Kamis, 12 April 2012

Dependence

Pagi ini saya jadi pendengar yang baik atas percakapan ibu ibu teman kantor saya yang mengeluh anaknya sakit karena tidak bisa minum susu formula yang biasa diminum. 
Ada apa gerangan si anak tidak mau minum susu? Ternyata jawabannya adalah karena sang ibu sudah menghentikan botol susu dot-nya. Tujuan si ibu baik yaitu ingin menghentikan kebiasaan ngedot anaknya yang sekarang sudah memasuki kelas 4 SD. Omigod...saya sempet ternganga, udah kelas 4 SD kok masih ngedot? Lantas saya berfikir siapa nih yang salah?

Pertanyaan itu saya cerna dalam otak, kenapa hal itu bisa terjadi? Apakah si anak kecaduan banget dengan dot atau si ibu yang tidak berusaha mengentikannya ketika anak masih berusia dini yaitu sekitar 2 tahunan? Usut punya usut sebenernya si ibu ingin menghentikan kebiasaan ngedot dari dulu tapi pernah diuji coba ternyata si anak tidak mau minum susu, akhirnya si ibu pun mengalah dengan dalih daripada anak saya tidak minum susu mending saya ijinkan anak tetap ngedot. Malah yang lebih parahnya lagi si ibu berprinsip gak makan gak papa yang penting minum susu. Wah...saya geleng geleng kepala mendengarnya. Kok bisa bisanya susu dijadikan makanan pengganti? Padahal nih...sepengetahuan saya, ketika anak tidak mau minum susu di usia 1 tahun atau lebih, gak masalah loh...karena nutrisi susu bisa diperoleh dari sumber lainnya, misalnya dari makan makanan yang sehat, bergizi dan seimbang maka akan tercover kebutuhan nutrisi anak. 

Saya pernah membaca suatu artikel yang diliris di satu milis yang saya ikuti. Berikut artikelnya :

Berapa Banyak Susu yang dibutuhkan?

Masih banyak banget wanita (terutama ibu baru) yang kemakan omongan “ASI-nya kurang ya, kok bayinya nangis terus?” atau “ASI-nya sedikit, jadi nggak bisa stok, deh”, dan banyak lagi komentar mengenai jumlah susu yang harus dikonsumsi oleh bayi.
Nah, kalau tahun lalu kita membahas tentang perlu atau tidaknya minum susu maka dalam rangka Hari Susu Sedunia yang jatuh pada hari ini, kita bahas tentang berapa, sih, jumlah ASI ataupun susu yang dibutuhkan mulai dari newborn hingga toddler.
  • Untuk bayi ASI eksklusif, “hitungannya” ternyata mudah sekali. Bagi 25 oz (sekitar 750 ml) dengan perkiraan berapa kali si kecil menyusu dalam sehari. Misalnya, waktu Langit masih ASIX, saya perkirakan dia menyusu sekitar 10 kali dalam sehari. Berdasarkan kalkulator yang tersedia di kellymom.com, Langit meminum ASI rata-rata 75 ml per sesi menyusui.
  • Untuk bayi yang baru berumur sehari, mereka hanya membutuhkan 5-7 ml alias setengah sendok teh sekali minum ASI! Makanya kalau mommies yang baru melahirkan mengeluh soal betapa sedikitnya ASI yang keluar … ya memang sekian jumlah yang dibutuhkan si kecil. Jadi tak perlu khawatir, moms.
  • Bayi berusia 3 hari, membutuhkan 22-27 ml sekali minum. Pelajaran lagi, nih, moms, saat masih di rumah sakit sekali mompa ASI saya cuma dapet 15-20 ml. Sempat diremehkan, sih, mana cukup segitu? Tapi memang ternyata itu yang dibutuhkannya. Bayi usia 3 hari kan kecil, ya, kebayang kan lambungnya sebesar apa?
  • Bayi berusia seminggu diperkirakan membutuhkan ASI sebanyak 45-60 ml dalam satu kali sesi menyusu. Di usia ini, kebutuhan bayi meningkat, selamat datang di growth spurt pertama dalam hidup si kecil, ya, moms!
  • Bayi usia sebulan kebutuhannya sekitar 80-150 ml. Nah, di usia ini, biasanya baik ibu ataupun anak sudah tidak canggung lagi untuk menyusu. Bagi ibu bekerja, ini adalah yang tepat untuk mulai latihan memerah ASI, mencari metode yang tepat, dan mulai menyimpan ASI perah (ASIP) untuk nanti ditinggal bekerja.
  • Setelah anak mengenal makanan pendamping ASI (MPASI), yang perlu diingat oleh mommies adalah anak masih tetap butuh ASI. Judulnya saja “makanan pendamping”  artinya ya bukan pengganti :). Di usia 7 bulan, kebutuhan ASI anak biasanya mencapai 800 ml atau sekitar 93 persen dari total kebutuhan asupan gizi anak. Sementara usia 11 bulan keatas, kebutuhan ASI-nya menurun. Hanya sekitar 550 ml saja.
  • Untuk toddler atau balita, sebaiknya tidak mengonsumsi susu lebih dari 600-700 ml per hari. Konsumsi susu berlebih bisa mengakibatkan konstipasi atau bahkan anemia akibat kekurangan zat besi. Ini karena sifat susu yang menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh.
Nah, mudah-mudahan membantu, ya, moms! Sementara untuk yang anaknya sudah balita atau lebih tapi tidak suka minum susu, hal ini bukan menjadi masalah. Nutrisi susu bisa diperoleh dari sumber lainnya :).

Nah...dari situ sudah jelas kalo susu bukanlah sesuatu yang harus didewakan sebagai pengisi perut. Seandainya saya bisa berbagi ilmu dengan ibu ibu di kantor saya yang notabene sudah mempunyai anak usia SD dan mereka lebih berpengalaman, saya akan nimbrung masuk dalam percakapan mereka tapi....saya enggan masuk ke percakapan itu karena pernah ada yang mengganggap saya ibu baru yang sok tau. Ya sudah sejak saat itu saya cuma bisa diam saja. Memang susah mendobrak paradigma lama yang sudah melekat kuat di masyarakat. Sama seperti penggunaan antibiotik, saya juga dianggap ibu yang tega karena setiap Samara sakit batpil saya hanya melakukan home treatment tidak membawanya ke dokter kecuali jika sudah 3 hari berturut turut demam gak turun seperti halnya ketika Samara terserang virus Roseola Infantum. Jika Samara sakit common cold saya tidak pernah memberikannya antibiotik karena memang tidak diperlukan. Tidak seperti ibu ibu disini yang menganggap antibiotik adalah obat dewa yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Wah..wah..kok malah ngelantur ke antibiotik segala...:)

Back to ketergantungan dot, kasus seperti teman saya ini gak cuma dia aja yang mengalami. Ada teman saya yang lain juga baru bisa menghentikan kebiasaan ngedot anaknya ketika si anak duduk di kelas 3 SD. Saya pun bertanya dan si ibu lagi lagi menjawab sama yaitu daripada anaknya gak minum jadi biarkan saja dia ngedot. Ya sudah lah biarkan saja...makanya untuk beberapa percakapan saya labih suka menjadi pendengar setia saja.

Saya bersyukur bisa bergabung di banyak milis parenting yang menyajikan informasi seputar ASI, MPASI, kesehatan anak dan tumbuh kembang anak. Dan saya juga beruntung memberikan susu UHT yang membuat Samara berhenti ngedot di usia kurang dari 2 tahun dan berganti sedotan. Sehingga saya gak perlu capek capek untuk menghentikan kebiasaan ngedot yang berakhir dengan menyakiti perasaan si anak. Karena teman saya itu akhirnya anaknya sakit karena sakaw dengan dot. Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik untuk teman saya dan anaknya. Amin...

Tulisan ini saya buat tanpa tendensi apa apa cuma sekedar curhat semata, bukan pula bertujuan untuk menge-judge seseorang. Demi Allah bukan itu maksud saya. Karena saya yakin semua orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya dengan caranya tersendiri. Semoga saya selalu bisa memberikan yang terbaik untuk Samara. Amin...  

Rabu, 11 April 2012

25 months

Hari ini tepat usia Samara 25 bulan...
Alhamdulilah anak wedok bunda sudah besar dan makin pintar tapi sayangnya dari kemarin Samara lagi sakit common cold. Setelah mudik long wiken ke rumah eyang di Tegal pulang ke Jakarta malah sakit L
Mulai demam hari Senin siang lanjut malamnya gak bisa tidur maunya nenen mulu, alhasil paginya bunda ijin cuti 1 hari buat jagain Samara yang suhu tubuhnya saat itu mencapai 39,5 dercel. Alhamdulilah Samara tetap doyan makan dan perilakunya biasa saja tidak seperti orang sakit, masih main sepeda, lempar lempar bola. Itu yang menguatkan bunda kalau Insya Allah Samara cuma terserang virus common cold

Karena panas yang cukup tinggi hari Selasa pagi bunda kasih Sanmol drop dosis 1,2 ml eh ternyata pas bunda tanya di forum FB kalo Sanmol drop itu untuk anak dibawah 2 tahun, kalo udah 2 tahun pake Sanmol syrup, akhirnya bunda pun melangkah ke apotik untuk membeli yang syrup. Selama kemarin bunda cuti di rumah, Samara bener bener maunya nempel mulu dengan bunda dan nenen tiada henti. Salah satu home treatment untuk meredakan demam adalah skin to skin. Wah...rasanya nikmat sekali bunda bisa merasakan panas badan Samara sehingga panasnya bisa berpindah ke badan bunda dan kamipun terasa sangat dekat. Malamnya demam masih menyelimuti tubuh Samara tapi Alhamdulilah menjelang subuh demamnya turun.

Dan bunda hari ini bisa berangkat ke kantor, etapi Ayah yang gantian cuti untuk jagain Samara. Kata Ayah hari ini Samara sudah gak demam cuma batuk aja yang sekarang menyerang. Semoga si batuk gak bertengger lama di tubuhmu ya Nak...

Oke sekarang bunda mau menuliskan kepintaran Samara di usia 25 bulan ini.
  • Komunikasi sudah makin nyambung, rangkaian kata katanya teratur dan bisa menggunakan kalimat yang panjang. 
  • Suka meniru omongan orang lain, makanya ayah bunda musti hati hati kalo ngomong. Pernah tuh suatu waktu bunda keceplosan ngomong : "ih ni orang b*go banget sih"...eh Samara langsung ngikutin. Hadooohh sejak saat itu bunda harus menyaring dulu kata kata yang akan dilontarkan.
  • Kalo di usia 20 bulan Samara bisa menghitung 1 sampai 10 dalam bahasa Indonesia sekarang bisa menghitung angka 1 sampai 10 dengan menggunakan bahasa Londo. 
  • Deretan lagu yang bisa dinyanyikan makin panjang, seneng deh rasanya Samara bisa menyanyi dengan suara yang gak fals dan bisa mengikuti iramanya. Semoga my little singer bisa menjadi The Next Indonesian Idol J Malah nih...karena demam, dari kemarin malam sampai tadi malam bobonya kebangun terus, eh...pas bangun tiba tiba Samara nyanyi Elmo's song, lagu Mari mari -nya Jalan Sesama, naik kereta api dan lain lain. Sampai bunda capek ngeladeninnya J
  • Toilet Traning belum lulus 100%, kalo siang sih udah free diaper. Lumayan lah bisa irit diaper J Kalo mau pipis dan pup udah bisa bilang ke pengasuhnya tapi ada kalanya terlambat bilang dan akhirnya ngompol di sofa L Kalo malam masih pake diaper *ini kayaknya bunda yang malas bangun tengah malam buat tatur* tapi kadang kalo bangun tidur diapernya masih kering kerontang jadi kemungkinan bakal cepat free diaper di malam hari.
  • Makin susah disapih...Huaaaa ini yang bikin bunda kewalahan, tiap nenen lamaaaa banget bisa hampir setengah jam *tepok jidat* entah gimana nih nantinya? Teori weaning with love sih udah tahu tapi prakteknya kok susah ya? L
Semoga Samara selalu sehat, pintar dan menjadi anak sholehah.
Amin...

Kamis, 05 April 2012

Mendadak Ragunan

Long weekend libur hari raya Nyepi kemarin kami tidak merencanakan pergi kemanapun. Emang sengaja maunya istirahat di rumah buat memulihkan tenaga paska liburan kemarin. Sebenernya eyang sudah meminta kami untuk pulang kampung ke Tegal karena eyang dan opung sudah kangen berat dengan Samara. Tapi berbagai alasan saya lontarkan demi menjaga stamina Samara akhirnya mereka mengalah, toh juga Insya Allah long wiken besok kami akan mudik.

Jumat pagi setelah sholat shubuh saya malas malasan di depan tivi sambil ngikuti acara siraman rohani yang banyak ditayangkan di berbagai stasiun tipi. Tiba tiba terlintas dalam benak saya, gimana kalo pagi ini kita jalan jalan ke Ragunan? Seru kali yaaa... Samara bisa melihat berbagai hewan sambil berlarian, apalagi waktu liburan kemarin kami gagal mengunjungi SG Zoo maka sebagai gantinya saya berfikir untuk mengajaknya ke Ragunan.

Setelah Ayah setuju dan sambil menunggu Samara bangun kami mempersiapkan bekal yang akan dibawa. Jam 7 Samara bangun langsung mandi, sarapan dan bersiap berangkat ke Ragunan. Rencananya kami akan berangkat berempat (termasuk mba Nike pengasuhnya Samara) tapi tiba tiba Nike menolak ikutan dengan alasan mau beberes rumah aja. Yo wis lah...kita berangkat bertiga ajah.

Jam 8 kami meluncur ke Ragunan mengendarain Revo tercintah, gak sampai 30 menit kami tiba di Ragunan *ya iyalah...kan Ragunan dekat dari rumah*  Saat itu mentari pagi sudah bersinar terang dan panas mentari mulai terasa menggigit kulit. Emang yaaa beberapa hari kemarin panasnya bukan main. Jam 8 pagi aja panasnya udah kaya jam 11 siang. Apakah ini yang dinamakan global warning? Entahlah...

Sampai Ragunan membeli tiket seharga Rp 4000 untuk dewasa, Rp 3000 untuk anak anak di atas 3 tahun dan motor Rp 2000 jadi total kami membayar Rp. 13.000
Pas saya lihat tiketnya ternyata seharusnya Samara masih gratis karena usianya di bawah 3 tahun. Wah..jadi rugi deh saya, hahaha...#kidding#

Masuk melalui pintu timur kami langsung melihat singa, beruang, harimau dan Samara pun berfoto tapi sayangnya beberapa foto itu terhapus secara tidak sengaja oleh Samara. Huhuhu...jadi inilah sisa foto yang ada :(


gajahnya becal ya bun? kata Samara...


Kalo yang ini foto di kandang kangguru, hayooo mana kangguru nya? 

mana kanggurunya bun?

Ini di habitat singa, tapi gak kelihatan juga singa nya ^_^




klo yang itu jelapah...kata Samara ^_^

Sebelum memutuskan istirahat, saya dan Samara naik kreta monorail yang ada di palyground dengan membayar Rp. 6000/orang. Jadi karena saya mendampingi Samara naik monorail maka diharuskan membayar total Rp12.000. Sayangnya ketika kami naik monorail ayah gak sempet memfoto karena sibuk menerima telp dari eyang.

Capek putar putar kami istirahat dulu makan bekal dari rumah sambil menggelar tikar. Banyak sekali orang orang yang melakukan hal yang sama.
Beginilah suasananya...

piknin murmer ala Ragunan
 
Setelah dirasa cukup istirahat kami melanjutkan jalan jalan lagi, eh...ketemu papan petunjuk yang bertuliskan Taman Satwa Anak atau Children Zoo, ya sudah tanpa babibu lagi kami masuk dengan membeli tiket terlebih dulu tentunya. Untuk masuk sini harus membayar Rp 2500/orang, ketika membayar ayah bilang kalo Samara belum 3 tahun jadi hanya membeli 2 tiket sajah *ogahrugi* hehehe...Trus ada apa aja di Children Zoo?



Ada ikan yang besar sekali


Ada kangguru juga....


Ada berbagai burung dan yang yang paling cihuy adalah ada playground nya...
Jadilah Samara senang main main disana
Ayooo dorong bun

main prosotan dulu dengan Ayah..


prosotan yuk....
Dan Ayah pun tak mau ketinggalan beraksi ^_^


Naik terus yah....
Samara betah banget ayunan disini...


ayunan lagi dong bun....
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11.00, saatnya pulang nih... karena ayah harus sholat Jumat. Padahal Samara masih betah main ayunan tapi karena harus pulang akhirnya dia mau juga. Kapan kapan kita ke Ragunan lagi ya nak...

Ketika menuju pintu timur kami melintas di kandang burung, enak deh melintas disini..yang pasti adem gak kepanasan trus bisa mendengar kicau burung bersahut sahutan. Damai rasanya ^_^


Akhirnya kamipun pulang, senang rasanya bisa mengajak Samara jalan jalan ke kebun binatang.
Oiya untuk total biaya bermain main di ragunan yaitu kurang dari Rp.50.000, wisata murah meriah bukan? 
Insya Allah kami akan berkunjung lagi ke ragunan...sekalian menggalakan weekend tanpa ke mall ^_^


Selasa, 03 April 2012

Kring...kring...

Kring kring kring ada sepeda, sepedaku roda dua
kudapat dari Eyang karena ku ulang tahun

Inilah sepenggal lagu anak yang judulnya kalo gak salah Kring Kring Ada Sepeda yang liriknya diubah sedikit oleh saya...:)
Alhamdulilah Samara dapat rejeki berupa sepeda baru sebagai hadiah ulang tahun dari Eyang.
Sebenernya nih...sudah lama sekali Eyang pengin beliin sepeda, eyang penginnya beli sepeda roda tiga yang seperti ini tapi saya kurang sreg karena sepeda roda tiga seperti itu "umur" nya cuma sebentar dan gak bisa buat melatih keseimbangan dalam bersepeda.

Saya lebih suka sepeda roda dua yang diberi roda bantu kanan kiri karena ketika Samara bertambah besar pasti sepeda itu masih bisa dipakai dan dengan sepeda tsb bisa berlatih keseimbangan mengendarainya. Kalo udah mulai lancar tinggal ditinggikan saja satu roda bantunya, menyusul roda bantu yang lain, lama lama dilepas deh kedua roda bantunya. Nah...jadi kan Samara bisa cepat gowes sepeda, begitulah kira kira pertimbangan saya

Hari minggu pagi saya dan pak suami *Samara tidak ikut serta* meluncur ke daerah Jatinegara karena berdasarkan inpoh tepercaya harga sepeda di Jatinegara jauh lebih murah dibanding tempat lain apalagi kalo dibandingkan dengan harga di mall, wah selisihnya bisa 100-150 ribu sendiri cyiiinnn...Makanya demi selisih yang lumayan besar itu kami bela belain rela pergi kesana.

Dari rumah sengaja berangkat pagi biar gak macet, sampai Jatinegara jam 8.30. Oiya sebelum ke toko sepeda kami mampir ke stasiun Jatinegara dulu untuk menukar tiket mudik kakak saya a.k.a pakdenya Samara. Dari situ langsung menyeberang dan berjejerlah banyak toko sepeda. Beberapa toko ada yang belum buka dan kami masuk ke toko yang lumayan besar, disana kami disodorkan beberapa pilihan sepeda dengan berbagai merk. Setelah mendapat informasi tipe sepeda dan merk apa maka terjadilah tawar menawar, etapi tawaran saya tidak berhasil. Akhirnya kami melipir keluar toko tsb dan masuk ke toko lain.

Setelah toko kedua kami masuki ternyata sepeda yang kami maksud sedang tidak ada stoknya padahal harga sudah masuk budget. Ya wis lah kami cari ke toko lain dan ternyata di toko yang ketiga malah dapat harga lebih murah dari toko pertama dan kedua, stok barangnya juga banyak. Alhamdulilah...emang ini udah jadi rejekinya Samara kali yaaa... Maka dirakitlah sebuah sepeda merk Wimcycle tipe Strawberry Shortcake ukuran 12 inchi. 

Kelar urusan bayar membayar dan rakit merakit, bergegas kami pulang membawa sepeda itu untuk segera bertemu dengan pemiliknya. Sampai di rumah, ehhh...sang pemilik sepeda girang bukan kepalang. Langsung dicobain sepedanya dan yang membuat saya amazed kok Samara langsung bisa menaiki sepeda trus menggowesnya. Wah...betul betul amazing kami dibuatnya.

Dan beginilah gaya Samara mengendarai sepeda pertamanya :)

ayoo gowes terus nak...

begaya dulu ah...pan mau difoto bunda ^_^

Semangat banget belokin stangnya

yah...nabrak pagar deh ^_^

Untuk sementara ini bermain sepedanya cuma di halaman rumah saja nanti kalo udah lancar jaya saya bakal ngasih ijin untuk keluar rumah.

Terima kasih Eyang, sudah membelikan sepeda baru untuk Samara.

So girl....please have fun with your new bicycle :)

Senin, 02 April 2012

Last Day in Merlion

Tak terasa sudah tiga hari di Singapore. Hari ini saatnya kami harus kembali ke Jekardah. Tak banyak cerita di hari ini karena kami flight pagi hari sehingga sangat tidak mungkin lagi untuk jalan jalan. Sedih juga sih kenapa saya ambil flight pagi. Next time mendingan ambil flight sore atau malam sekalian biar paginya bisa jalan jalan di seputaran hotel. Awalnya jadwal flight kami jam 12pm tapi oleh si "udara asia" diajukan menjadi jam 10.20am. Ya sutralah pasrah aja, dari pada gak pulang J


Oiya hari ini kami pulang ke Jakarta tapi Ida n fam masih stay 1 hari lagi di Singapore. Katanya hari terakhir mau jalan ke Orchard sekalian ketemuan dengan temen kuliahnya neng Ida. Ngomong ngomong tentang Orchard, walau kami menginap di Bencoolen street yang dekat dengan Orchard tapi saya memang tidak explore daerah ini karena keterbatasan waktu *sok sibuk*. Ke Orchard cuma mampir ke Singapore Plaza dan Wisma Atria untuk menyambangi outlet Cotton On Kids. Gak ke Takashimaya, ION, H&M atau Lucky Plaza. Semoga next trip bisa lebih menjelajah Orchard lebih dalam lagi *ngarep* J


Setelah malam packing dengan keadaan ngantuk berat, paginya sudah santai tinggal sholat, mandi dan beberes sedikit. Untuk sarapan sengaja saya memilih sarapan di erpot aja biar gak rempong. Jam 7am saya bangunin Samara dan Samara sukses nangis kejer karena diusik bobonya. Maafin bunda ya nak...tapi kita harus pulang. Berbagai bujuk rayu saya lontarkan tapi gak mempan juga. Samara tetep nangis, sedih deh rasanya L


Gak pake mandi, cukup dilap aja Samara bersiap siap, jam 8am kami berangkat ke Changi naik taxi. Sedikit cerita tentang taxi, katanya nih...gak gampang untuk dapatin taxi di Singapore, kebanyakan taxi disana by order. Gak kayak di Jekardah yang bisa menghentikan taxi kapan aja dan dimana aja. Dari info tersebut saya berniat memesan taxi lewat bantuan resepsionis hotel tapi ketika diinfokan saya bakal kena SGD 8 maka saya mundur teratur alias gak jadi pesan *emakirit*


Berbekal doa Bismillah saya keluar hotel diantar oleh neng Ida. Untuk kepulangan ini saya membawa 1 travel bag, 1 baby stoller, 1 sling bag yang nyantol di pundak saya dan 1 tas yang beranak yang isinya oleh oleh. Cukup rempong bukan? Benar sekali pemirsa...makanya neng Ida iba melihat saya dengan berondong petong nya J Tapi Insya Allah saya bisa...


Kaluar hotel jalan menuju hotel Rendezvous Hotel, kenapa kami menuju kesana? Karena banyak taxi sliweran disana maklumlah Rendezvous merupakan hotel yang cukup besar dan dengan bantuan security saya mendapatkan taxi. Begitu masuk taxi Samara langsung bobo, eaalah ternyata anakku masih ngantuk berat. Dari hotel menuju Changi terminal 1 hanya memakan waktu 15 menit saja dan membayar SGD 18.


Sampai erpot Samara masih bobo pulas, alhamdulilah pak sopir mau membantu saya mengambil tas di bagasi, mengambil trolley dan meletakkan 2 tas saya di trolley. Untuk stroller saya langsung buka dan memindahkan Samara ke stroller biar bobonya enak. Ehhh...si neng Samara malah bangun. Ya wis, akhirnya tangan kanan saya mendorong trolley dan tangan kiri mendorong stroller. Atau kalo susah ya saya mendorong stroller dulu baru mendorong trolley. Kebayang dong gimana repotnya? hehehe...no problemo lah yang penting seruuuu J


Langsung menuju counter untuk check in biar gak ribet dorong trolley lagi. Kelar check in saya hanya mendorong stroller Samara dan langsung cari sarapan. Hhmmm berhubung dari kemarin Samara pengin makan telur akhirnya saya ke KFC *again* dan memesan menu breakfast wafel with screamble egg seharga SGD 5 etapi...lagi lagi Samara susah makan, maunya makan roti isi sosis yang kami bawa buat bekal. Ya sutralah yang penting ada yang dimakan.



breakfast yang sukses memuat perut saya penuh
 Kelar sarapan kami menuju gate C22, di tengah perjalanan mampir ke Relay T1ce bookstore dan So Chocolate yaitu toko yang menjual berbagai coklat. Tujuan mampir ke So Chocolate adalah menghabiskan sisa SGD yang ada membeli coklat spesial untuk ayah sang choco lover.

Masuk ke pemeriksaan imigrasi dan emang ya..agak ketat imigrasi di sana. Pas ngecek paspor Samara, si petugas sampai bungkuk bungkuk mau lihat muka Samara yang saat itu duduk di stroller. Kelar pemeriksaan imigrasi langsung melangkah ke gate C 22. Sampai disana pas banget pesawat udah datang dan kami udah bisa masuk ke dalam pesawat.




Daripada capek dorong mending lewat ini aja ah..


Maunya melangkah sendiri ke dalam pesawat ^_^


Duduk manis di pesawat ^_^
Pesawat tepat berangkat jam 10.20 am, saat take off Samara masih belum ngantuk jadi saya kasih biscuit untuk dimakan agar tidak terjadi Oklusi Tuba atau sumbatan pada saluran tuba yang berada di telinga. Karena hal itu akan menyebabkan sakit telingga. Untuk penjelasan mengenai oklusi tuba bisa dilihat di sini   
Alhamdulilah pesawat take off dengan baik dan gak bikin saya deg degan, tidak seperti waktu berangkat kemarin yang sukses bikin saya ketakutan luar biasa. Di tengah perjalanan Samara bobo, ketika pramugari membagikan form kedatangan yang harus diisi untuk diserahkan ke petugas imigrasi saya gak tidak bisa mengisi form tsb karena Samara bobo pulas di pelukan saya. Akhirnya saya meminta tolong pramugari yang cantik itu untuk mengisi formnya. Saya tinggal memberikan pasport saya dan semua beres...Alhamdulilah pramugarinya helpfull ngeliat emak rempong dengan anak yang lagi bobo J   


Penerbangan menuju Jekardah memakan waktu 1 jam 40 menit, sampai SHIA tepat jam 11.00 Samara masih bobo dan saya mengeluarkan jarik/selendang sutra sakti untuk menggedong Samara. Keluar dari pesawat stroller udah siap, kami diharuskan untuk naik shuttlebus untuk menuju terminal. Dan sayapun menggotong stroller sambil menggendong Samara. Untungnya ada seorang ibu yang membantu saya membawakan stroller. Dan tahu tidak pemirsa....si ibu itu adalah warga Singapore yang sedang tugas ke Jakarta. Dari mana saya tahu kalo si ibu bukan WNI? Karena baju yang dikenakan si ibu itu seragam dengan beberapa temannya. Wah emang yaaa...orang bule justru lebih care dengan emak emak yang membawa anak seperti saya. Kejadian yang sama juga saya alami ketika naik MRT atau SMRT, waktu saya masuk sambil menggendong Samara pasti langsung dikasih tempat duduk. Justru nih...kemarin ada 3 orang wanita dengan dandanan yang mirip wong bule dan saya yakin banget kalo mereka orang Indonesia, tapiiii...mereka justru tidak membantu saya malah bisik bisik dan saya sekilas mendengar kata kata TKW sambil melihat ke arah saya. Wakkkksss....semoga mereka tidak sedang membicarakan saya *postif thinking*  Ahhhh...sudah lah yang penting saya dibantu oleh ibu bule yang baik hati.. Thanks madam....J


Sampai di terminal 3 ayah sudah menjemput, wah...Samara senang sekali bertemu dengan ayahnya *jujur saya jadi terharu melihat pertemuan mereka* kamipun melangkah keluar ehh...tiba tiba muncul sosok yang sangat saya kenal yaitu mbak Nike pengasuh Samara ikutan jemput juga. Wah..makin seneng deh Samara J

Perjalanan ke rumah seperti biasa macet, oiya kami bertiga naik taxi karena ayah harus kembali ke kantor ada meeting yang bisa ditinggalkan. Padahal maunya si ayah main main dan melepas kangen dengan Samara. Sampai rumah jam 2 langsung tepar....sampai sampai Samara gak sempat makan siang langsung bobo pulas dan dibangunin jam 5 tapi masih ogah ogahan bangun. Kasian kamu nak...pasti capek banget 

But anyway...tunai sudah janji saya untuk memberikan special gift ulang tahun Samara yang ke 2 walau dengan penuh perjuangan.
Terima kasih anakku Samara, walau kau pernah membuat jantung bunda serasa mau copot, makannya juga agak susah tapi basically kau sangat koorporatif.

Next time Insya Allah kita bisa liburan bersama ayah yaaa J