Rabu, 28 Maret 2012

Merlion Day 2

Ini adalah hari kedua kami di Singapore. 

Setelah kemarin jalan jalan ke patung singa sesuai dengan itin, sekarang saatnya kami mengunjungi Singapore Zoo. Sedikit cerita tentang penetapan itin hari kedua ini, awalnya saya bingung harus memilih antara Singapore Zoo atau Jurong Birdpark? Setelah saya timbang timbang lebih baik ke zoo karena hewan yang ada disana lebih beragam ketimbang birdpark yang isinya mostly burung. Di usia Samara sekarang ini sedang belajar mengenal berbagai hewan, makanya saya memasukan Singapore Zoo sebagai tujuan wisata kami hari ini.

Pagi itu cuaca sangat tidak mendukung dan memang sejak tadi malam Merlion City diguyur hujan, sebelum tidur saya sudah make a wish semoga besok tidak hujan. Tapi olala....sampai pagi ternyata hujan tak kunjung reda. Bangun tidur saya bergegas sholat dan mumpung Samara masih bobo saya langsung mandi. Beberes segala printilan yang akan saya bawa dan menyiapakan sarapan untuk Samara sambil sesekali melongok ke jendela siapa tau hujan reda.

Jam 8 am Samara bangun *tumben bangun siang biasanya jam 6 udah bangun, kali ini saya gak berani membangunkan takut merusak moodnya* langsung mandi dan sarapan oat instant yang sengaja saya bawa dari Jekardah. Sekitar jam 9 semua kelar, sesuai rencana kami berangkat dari hotel jam 9 untuk menghindari peak hour, tapi berhubung di luar masih hujan kamipun mengurungkan niat untuk keluar. Sambil menanti hujan reda dan menunggu keluarga Ida bersiap siap, saya main main dulu dengan Samara sambil bernyanyi bersama. Maklum sepertinya Samara hobi menyanyi hingga hafal beberapa lagu anak.

Jam 10 am hujan belum berhenti juga, haddooohhh....piye iki? Saya pesimis tidak bisa ke Singapore Zoo karena tidak mau mengambil resiko jalan jalan ke outdoor dengan cuaca seperti ini membawa balita pula :( Setelah ditunggu hingga jam 11 am, hujan juga masih turun kami memutuskan untuk keluar saja tapi tujuannya tidak ke zoo melainkan IKEA Alexandra. Sebenernya shopping mengunjungi IKEA adalah agenda kedua hari ini setelah zoo, tapi berhubung cuaca tidak mendukung maka plan B pun dijalankan. Sebelum cabcus dari hotel saya menunggu Ida membeli payung dan raincoat ala kadarnya di 7 eleven yang deket banget dari hotel. Sambil menunggu saya dan Samara berfoto narsis dulu di depan hotel

sambil nunggu hujan reda, narsis dulu boleh dong ^_^

Sesuai primbon gothere.sg untuk menuju Alexandra Rd kami harus naik bis no 14. Dari hotel berjalan kaki ke halte yang berada di YMCA Orchard Road kurang lebih 10 menit. Sebenernya sih 5 menit aja cukup tapi berhubung salah jalan masuk ke SMU (Singapore Management University) akhirnya dapat bonus 5 menit untuk tiba di bus stop. Gak perlu lama menunggu, bis tingkat no 14 itu datang dan kami bergegas naik ke lt 2. Sengaja memilih di atas biar sensasinya beda. Upsss...jadi teringat waktu ngetrip ala backpacker ke Thailand yang ngotot pengin naik double decker bus dari Bangkok ke Phuket. Iiih...jadi inget postingan saya yang ini ^_^

seandainya di jakarta ada bis sekeren ini

Back to Singapore, dalam bis bertingkat itu kami melewati Orchard Rd dan harus turun di Bukit Merah Opposite Blk 2 (17 stops later) lanjut berjalan kaki menuju Alexandra Rd. Mulailah saya menghitung halte demi halte tapi karena saat itu Samara rewel minta nenen akhirnya saya salah menghitung. Yuppp, kami kebablasan 2 halte dan turun di Normanton Park. Dari situ harus menyeberang jembatan penyeberangan yang panjang dan menunggu bis lagi. Untungnya nih...di semua halte Singapore dipasang peta/rute bis yang melewati jalan tsb sehingga kami yang awan gak perlu nanya lagi karena tinggal lihat papan rute tsb. Dari situ menemukan titik terang kalo harus naik bis no 33 yang bisa turun langsung di depan Anchor Point (seberang IKEA) Waktu menunjukan pukul 12.15 pm dan hujan masih rintik rintik. Agak lama juga kami menunggu bisnya, sampai sampai Samara agak bete trus jalan jalan gak jelas sambil seolah olah baca papan di halte tsb. Sabar ya Nak....

Bunda...aku bete, kok bisnya lama amat sih?


Sekitar 20 menit kami menunggu datanglah bis no 33 kami naik dan harus turun setelah 2 halte saja *hayooo jangan salah itung ntar kebablasan lagi*  Gak sampai 10 menit di dalam bis kami turun pas di depan Anchor Point. Terlihatlah bangunan bercat biru kuning dengan tulisan IKEA, alhamdulilah akhirnya sampai juga kami disini. Dann....ternyata sedang berlangsung SALE hingga tgl 25 Maret, sodara sodara...^_^ 
Oiya kata Ayah, tahun ini IKEA bakal hadir di Indonesia loh...wah seneng deh mendengar berita baik itu...

sempet sempetnya foto di atas jembatan penyeberangan ^_^

Langkah pertama yang saya lakukan di IKEA adalah menitipkan stroller dan tas doraemon saya di loker dengan menyewa SGD 1 sajah. Jadi selama window shopping *wakss...jauh jauh ke sini pake nyasar pulak cuma mau window shopping? :) * saya gak perlu dorong stroller cukup dorong trolly dan Samara duduk manis di trolly. Tapi kenyataannya Samara gak mau duduk di trolly maunya malah mendorong trolly nya, hadoohhh.... *tepok jidat*

mau blanja apa nak?

Karena disini sedang sale maka saya harus berjuang keras perang batin untuk tidak kalap karena mengingat alasan pertama adalah bugdet yang pas pasan dan yang kedua kalo beli banyak ntar siapa yang bawain? Wong saya cuma berdua aja dengan Samara...*ngeles padahal sih faktor budget yg paling dominan* hahaha... Akhirnya terpilihlah 10 item saja *yang kebanyakan beli untuk Samara* yang harus perpindah tangan. Sebelum membayar saya melihat resto dengan salah satu menunya steak salmon. Wah...yummy nih kelihatannya, mampirlah saya ke resto tsb. Setelah ikutan antri pas saya mau order makanan, si petugas bilang kalo makanan di resto ini tidak halal dan saya langsung keluar dari antrian sambil tak lupa mengucapkan thank you Sir...for your information. Alhamdulilah saya bersyukur dengan hijab ini bisa menjadi identitas diri sehingga saya tak perlu bertanya lagi apakah makanan tsb halal atau tidak? Dan alhamdulilah juga si petugas fair enough menginformasikannya. 

Akhirnya kami cuma numpang duduk saja dengan membeli air mineral dan minuman kaleng. Dibukalah bekal yang kami bawa dari hotel yaitu nasi putih, rendang, abon dan teri medan. Yuppp...kami memang sudah mempersiapkan diri dengan membawa rice cooker kecil, beras dan lauk yang simpel. Tapi...itu semua bukan saya yang membawa melainkan Ida yang bawaannya udah kaya orang mau transmigrasi :) Saya hanya membawa lauk ala kadarnya saja. Jadi selama di Singapore kami tak perlu repot mencari nasi. Thanks to Ida and fam... :)
Sebenernya tujuan kami numpang duduk disini agar Samara dan Alya makan karena sudah jam 2 pm tapi Samara malah gak mau makan maunya ngemil corn flakes, kalo Alya justru lahap makannya. Trus para orang tua ngapain? Ngemil juga dong kue kue yang dibawa dari Bali...

Selesai anak anak makan langsung menuju Anchor Point dan mencari KFC karena para orang tua juga kelaparan, artinya ngemil kue doang gak cukup, hehehe...Di sini Samara mau makan french fries dan sedikit ayam. Agak susah juga Samara makan selama travelling ini, tapi gak papa lah yang penting perutnya keisi makanan walau gak banyak. Setelah makan kami jalan jalan dan pandangan saya tertumbuk pada outlet yang bertuliskan Cotton On, tapi dimana Cotton On Kids-nya? Oh...ternyata ada disebelahnya. Yupppp...sejujurnya emang saya mau ngubek ngubek Cotton On Kids karena semalam kurang puas ngubek di Wisma Atria *dasar emak modis alias modal diskon* 

Disini Samara beruntung mendapatkan rok tutu warna pink dan kaos lengan 3/4 berwarna baby pink dengan gambar anak kecil lagi nari balet. Hehehe...ini sih judulnya obsesi emaknya yang pengin Samara bisa balet. Sambil nunggu Ida yang masih ngubek, saya mengunjungi toko sepatu dan tas yang kalo di Indonesia toko tsb lagi diskon langsung diserbu kaum hawa. Etapi disini walau ada tulisan segede gaban diskon up to 70% kok adem ayem aja yak? Sayapun penasaran dan masuk ke outlet ini, awalnya biasa ajah karena lagi lagi saya harus mendekap erat dompet biar isinya gak berpindah tangan. Tapi kenapa di ujung sana ada sebuah dompet cantik berwarna coklat seolah olah memanggil saya? Hahaha...saya mendekati, melihat, meraba dan tiba tiba mbak cantik sang pramuniaga bilang kalo itu diskon 50%. Twink...twink...langsung berbinar mata saya. Kali ini saya bener2 harus berjuang melawan nafsu antara mau beli atau tidak? Emang sih dompet "tebak?" yang sekarang ini udah menemaniku sekitar 4 tahun, kayanya dompet ini teriak minta pensiun deh... *lagi lagi ngeles dan pembelaan diri* . Akhirnya setelah timbang menimbang meluncurlah saya ke kasir dengan membawa dompet cantik itu. Hahahaha...beli juga akhirnya, setelah selesai urusan di kasir, Ida datang menghampiriku dan mulailah racun kusebar padanya untuk sama sama membeli dompet tsb. Awalnya sih ogah ogahan tapi lama kelamaan eh...keracunan juga *hidup racun* Horeee kembaran deh dompet kita #inpoh gak penting#

Tak terasa sudah jam 4 pm, saatnya balik ke ikea untuk membayar belanjaan kami. Hanya saya, Samara dan Ida saja yang balik ke ikea. Alya, papanya dan ibu nunggu di halte depan Anchor Point. Selesai bayar kami boyong semua belanjaan plus barang yang dititipin di loker. Jadilah kami seperti transmigran kesasar :)

Neng Ida dengan hasil perburuan nya ^_^

Dari Anchor Point kami menuju halte di Bukit Merah Rd sambil nunggu bis 14. Enaknya di Singapore itu kalo nunggu bis gak pake lama, kami langsung naik dan leyeh leyeh di bus. Hufff...capek juga shopping kita hari ini. Sampai di hotel sekitar jam 5.30 pm langsung mandi, sholat dan makan malam.

Jam 7.30 pm cabcus ke Mustafa Centre yang buka 24 jam. Dari hotel jalan kaki menuju station MRT Bras Basah (Circle Line) cukup 3 menit sajah trus antri di platform B menuju Dhoby Ghaut Interchange lanjut cari yang ke jurusan Punggol (North East Line) nanti dari situ cuma melewati 1 station saja yaitu Little India setelah itu di Farrer Park turun. Keluar station Farrer Park *lupa exit-nya* langsung ketemu Mustafa Centre. Kalau menurut saya agak crowded bin riweh juga ya daerah ini *untung gak jadi nginep di seputaran lokasi ini* mungkin karena ada pusat perbelanjaan yang buka sepanjang hari inilah yang bikin suasana jadi riweh. Tujuan utama kesini adalah cari oleh oleh coklat buat temen kantor apalagi salah satu teman saya ada yang sampai mengirimkan foto coklat yang recommended hehehe...tapi malah kebetulan jadi saya gak usah lama mencari dan menduga duga enak gak ya coklat ini?    

Jam 10 pm kami sudah kecapekan dan anak anak juga udah ngantuk. Sebenernya pengin juga mencicipi makanan khas India yang banyak dijual disana tapi kok rasanya badan ini sudah teriak minta istirahat. Saatnya kami pulang ke hotel, berhubung jam segitu sudah gak bisa naik MRT akhirnya kami naik taxi. Cukup membayar SGD 5 saja sampai hotel beberes sebentar trus zzz...zzz... Di malam kedua ini saya hanya tidur dengan Samara karena Alya maunya bobo sama papanya. Soo...malam ini gak ada sesi rumpi para emak ^_^

Kelar sudah petualangan kami hari ini walau ada yang kurang karena batal ke zoo tapi mungkin ini yang terbaik buat kami. Ketika saya cerita ke si Ayah, dia berkata kalo cuma mau lihat hewan di Ragunan jauh lebih banyak dan beragam hewannya serta lebih luas daripada Singapore zoo. Saya menjawab tapi kan pastinya lebih bersih dan lebih tertata Singapore zoo daripada Ragunan? Hahaha...dari pada debat gak jelas mendingan kita sudahi saja cerita ini....^_^

Sampai ketemu di cerita Merlion day 3...  







 
   

2 komentar:

  1. Tetep yah gegara bundanya seneng sama ungu, anaknya juga selalu all in purple...hihihi..

    Ceritanya seruu! Puas banget ya belanjanya :D

    BalasHapus
  2. Hehehe...kalo Samara udah tahu protes, mungkin dia akan protes pada saya, kok semuanya ungu sih bun? ^_^

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomentar :)