Selasa, 29 Desember 2015

Jakarta City Tour

Long weekend telah usai... Sekarang saatnya kembali beraktifitas. Welcome weekdays yang minggu ini ngantor 4 hari sajah kemudian libur 3 hari lagi alias long weekend lagi. Asik..Hahaha..

Jadi yaa..long weekend kemarin libur 4 hari kami tidak kemana mana. Ada satu alasan yang membuat kami harus stay di Jakarta dan semoga apa yg sedang kita perjuangkan mendapatkan hasil yang terbaik untuk masa depan si kecil.

Long weekend dimulai dari hari Kamis dan pada hari itu kami mengikuti jadwal si kecil. Begitu juga dengan hari Jumat, acara diisi dengan sit in sekolah. Tibalah hari Sabtu, saya mengajak si kecil dengan beberapa teman sekolahnya untuk city tour Jakarta. 

Pagi itu kami berangkat dari stasiun Lenteng Agung pukul 07.30 naik commuter line menuju stasiun Juanda. Sampai disana kami bertemu dengan teman teman yang lain. Dari stasiun Juanda menyeberang ke halte bus Masjid Istiqlal. Di situ lah kami menunggu double decker bus yang akan membawa kami keliling kota Jakarta.
Credit 
Kami menunggu bus mulai pukul 09.00. Saat itu antrian calon penumpang sangat luar biasa padat. Halte bus Masjid Istiqlal seolah berubah fungsi menjadi sebuah taman kanak kanak karena buanyaaaak sekali anak yang akan mengikuti city tour. Ya kali musim liburan ditambah long weekend pula, hhhmm... Kebayang kan ramenya.

Makin siang antrian makin panjang dan pastinya makin crowded. Ditambah lagi bus yang datang itu hanya mengangkut sekitar 8-10 penumpang saja. Jadi untuk masuk ke dalam bus dibutuhkan tenaga ekstra karena harus berebutan dengan calon penumpang yang lain. Duh...PR banget deh, apalagi seperti kami yang membawa anak kecil.

Jadwal bus yang diinformasikan oleh petugas akan datang setiap 15 menit sekali, ternyata tidak. Pada kenyataannya jarak antara 1 bus dengan bus berikutnya mencapai hampir 30 menit. Butuh kesabaran extra untuk menunggunya. 

Setelah menunggu sekitar 1,5 jam, sempet hopeless dengan berdesak desakan antri seperti di terminal bus kampung Rambutan, akhirnya pada pukul 10.30 kami berhasil naik ke dalam bus. Hufft.. Hamdalah deh.. Langsung aja duduk di samping driver. Hasrat hati pengin duduk di lantai atas tapi apa daya? Lah wong bisa masuk aja sudah syukur Alhamdulillah, hihihi..
Finally... Lihat itu antriannya bikin mules :)
Kami naik bus dengan rute Bunderan HI - Pasar Baru. Melewati Istana Negara menuju ke Bundaran HI. Halte pemberhentian pertama yaitu halte Balai Kota. Nah di halte ini petugas mengumumkan bagi penumpang yang mau pindah duduk di atas, dipersilakan. Aseeikkk...yuk kita naik, nak.. Mulailah melihat dengan jelas segala landmark kota Jakarta.
Patung di depan gedung Sapta Pesona
Bus melintas melewati depan Monumen Nasional aka Monas. Dan si kecil suka banget melihat monas yang katanya mirip pencil, hihihi..
Salah satu landmark Indonesia
Memasuki jalan MH Thamrin, double decker bus berhenti di halte Sarinah lanjut mengelilingi bundaran HI. 
Landmark ibukota
Entah kenapa saya selalu suka jika melewati bundaran HI. Dulu saat kantor masih di Thamrin, setiap hari pulang-pergi ngantor saya selalu melirik ke air mancur dan itu gak membuat bosan. Gak tau kenapa yaa? Hehe.. Tapi paling gak suka kalo ada demo di bundaran HI kemudian massa merusak tanaman dan properti lainnya serta mengotori dengan sampah. Arrgghh...kesel bgt.

Bus melaju menuju jalan Medan Merdeka kemudian berhenti di halte Museum Nasional atau orang lebih familiar dengan sebutan museum Gajah.
Museum Nasional
Lanjut perjalanan menuju Pasar Baru melewati halte masjid Istiqlal.
Masjid Istiqlal
Saat itu kami tidak turun di halte tersebut melainkan lanjut perjalanan turun di halte Sarinah. Alhamdulillah city tour Jakarta telah selesai dan memakan waktu kurang lebih 1,5 jam. Sssstt...itu diluar jam ngantri ya? Hahaha

Sebelum lanjut ke destinasi kedua yaitu Perpustakaan Daerah, kami istirahat dulu di sarinah sambil maksi. Hhhmm.. Sebenernya si kecil sudah pernah ke mengunjungi Perpusda saat liburan bulan Juni lalu tapi gak papa kalau ramai ramai ke sana lagi, toh si kecil gak bosan kok, hihihi...
She loves book very much..
Alhamdulillah.. perjalanan keliling ibukota sudah terlaksana. Banyak pelajaran yang bisa diambil yaitu mengenalkan pada anak beberapa landmark kota Jakarta, merasakan sensasi naik bus yang mana selama ini si kecil jarang naik bus. Dan yang pasti mengisi liburan dengan bermain dan belajar. 

Makasih buat buibu komite yang udah merealisasi city tour dan bermain di Perpusda #ciyumsatusatu hahaha...
Say cheese... ^_^
Insya Allah next destination adalah masuk ke Monas karena kemarin si kecil bilang ingin naik ke atas monas dan melihat kota pakai teropong. Eitsss..tau dari mana ya si bocah ini? Padahal saya belum pernah memberi tahu ada teropong di dalam monas. Oke nak...insya Allah bulan depan kita ke Monas yaa... ^_^

Selasa, 22 Desember 2015

Hari Ibu 2015

Hari ini tepat tanggal 22 December yang diperingati sebagai hari Ibu Nasional. Bicara tentang kasih sayang Ibu memang gak pernah ada habisnya yaa... Makanya bener banget kalau kasih ibu itu tak terhingga sepanjang masa. Tinggal kita saja sebagai anak berusaha semaksimal mungkin untuk membalas semua kasih sayang Ibu, meski sebenernya balasan kita tak kan pernah sebanding dengan dengan apa yang telah beliau berikan. I Love You, mom.... ;)

Sedikit cerita tentang peringatan hari ibu di sekolah si kecil. Setiap tahun sekolah mengadakan acara mother's day. Tahun lalu anak anak perform dengan penampilan yang mengekpresikan kasih sayang kepada bundanya. Dan itu bikin saya mewek, hehe.. #TeamMewek

Untuk tahun ini temanya berbeda dengan tahun lalu. Sekarang untuk kelas Kindy B dilakukan piknik bersama bunda di taman. Tema yang diangkat adalah "Mom, Bersamamu Aku Bahagia". Huaaaaa... Makjleb banget yaa. Hanya sayang.. acaranya dilaksanakan pada weekday, jadi...emak emak bekerja harus ambil cuti demi melihat apresiasi anak. 

Hari itu anak anak berangkat seperti biasa ke sekolah. Mereka berangkat ke taman bersama sama. Dan para ibu sudah siap menanti di taman Tabebuya dengan balutan kostum warna pink. Pas anak anak datang, wajah sumringah nampak sekali, saat melihat ibunya berada di sana. Mereka berlari menghampiri ibu masing masing dan memeluknya. Moment yang sederhana tapi buat saya "dalam" banget.

Acara pembukaan dan permainan dimulai. Game pertama, anak mencari pasangan sepatu milik ibunya, begitu juga dengan si ibu, harus mencari pasangan sepatu anaknya. Maka berhampuran lah anak dan ibu mencari pasangan sepatu. Seruuu banget waktu kami berhasil menemukan sepatu. Dan ini ekspresi saya saat nemu sepatu si bocah, hahaha...
Canded photo by miss kepsek :)
Kemudian lanjut game kedua yaitu anak melempar bola dan ibu yang menangkapnya. Di games ini saya dan si kecil masuk final, tapiii karena lawannya anak2 cowok yang lemparannya lebih cepat dan akhirnya team kami kalah, haha.. Gak papa ya nak...yang penting tetap fun.
Catch the balls, mom...
Alhamdulillah cuaca hari itu cerah. Setelah capek bermain, kami istirahat sambil menikmati cemilan hasil potluck buibu. Seru aja sih makan rame rame begitu, sambil membicarakan tentang rencana persiapan perpisahan akhir tahun ajaran. 

Puncak dari acara mother's day kemarin adalah persembahan lagu "Bunda" dari anak anak sambil mereka membawa bunga kertas hasil kreasi di sekolah yang dimasukan ke dalam vas dari botol bekas minuman. Waktu melihat anak anak bernyanyi, hati saya langsung makyus terharu banget. Satu persatu anak anak menghampiri ibunya dan memberikan bunga sambil memeluk ibunya. Aaahh....mewek lagi deh saya, huhuhu.. 
The best flower ever..
Moment inilah yang membuat saya rela cuti sehari demi melihat apresiasi anak. Karena ada anak yang saat itu tidak didampingi oleh ibunya, membuat hati si anak menciut. Ah, saya gak tega melihat raut wajah anak itu..

Sebelum pulang anak anak bertukar kado dahulu dan mereka antusias memilih kadonya. Malah sempet terjadi tragedi menangis juga, hihihi...ah, anak anak.. kalian emang lucu dan lugu.
Yeay.... I got it 
And it's wrap...semua berkumpul and say cheers.... :)
We're family
" Selamat Hari Ibu untuk semua Ibu di tanah air...."

Rabu, 16 Desember 2015

Es Krim Pot

Sila diintip gambar di samping ini. Bukan...itu bukan tanah yang dimasukan ke dalam pot kecil yang di atasnya diberi strawberry, daun dan cacing. Melainkan itu adalah es krim pot yaitu es krim yang ditempatkan dalam sebuah pot. Dessert yang satu ini emang rada unik yaa..


Jaman sekarang banyak sekali ragam makanan yang dikreasikan semaksimal mungkin oleh para produsen guna menarik perhatian konsumen. Alih alih untuk memikat hati konsumen tapi terkadang kesannya rada maksa yaa? Hehehe...

Untuk saya pribadi begitu melihat es krim pot yang lagi happening ini kok kesannya agak gimanaaa gitu ya? Jujur aja...kalau mengadopsi bahasanya film inside out, feeling disgusting saya yang paling dominan, hehehe...

Saat kami jalan jalan di salah satu mall besar di Bandung, saya ditawari siayah untuk beli es krim pot, langsung saya menolak, hhhmm... mending siayah nawarin tas aja deh pasti dijamin gak bakal saya tolak, hahaha.. #lirikKayyn

Karena emang siayah itu penggila es krim, akhirnya dibeli lah es krim pot tersebut. Dengan dibandrol harga IDR 25K siayah keluar dari booth Dot Bravo. Saya memperhatikan isi dari es krim ternyata di lapisan paling bawah adalah roti kemudian es krim dan ditutup oleh oreo yang sudah dihancurin. Sebagai pelengkap yaitu diberi cacing yang terbuat dari jelly warna coklat. Lengkap dengan strawberry dan daun mint. 

Sekilas kalau dilihat dari kejauhan es krim nya benar benar menyerupai tanaman. Untuk mencicipi dessert tersebut butuh keberanian untuk mengusir rasa disgusting dan akhirnya saya beneran tidak mencicipi, hahaha... Samara pun gak mau mencicipi karena mungkin feelingnya sama seperti saya. 

Nah...satu yang menarik perhatian saya yaitu apakah wadah/pot yang digunakan sudah food grade? Karena itu penting banget yaa... Jangan karena ingin mengikuti trend lantas produsen mengabaikan hal ini. Karena tahu doong bahaya makan makanan yang berwadah plastik non food grade? Banyak senyawa yang terkandung dalam plastik yang akan berdampak buruk pada tubuh. Gak banget kan..kalau maunya ikutan happening tapi membahayakan diri sendiri?

Nah..waktu saya bertanya pada siayah tentang hal itu, ternyata ayah sudah bertanya lebih dahulu pada si penjual dan dijawab wadah yang digunakan sudah food grade. Alhamdulillah yaa...jadi aman untuk dikonsumsi.

Tapiiii...meski aman dikonsumsi, saya enggan untuk mencicipi, hahaha.... Btw, ada yang punya pengalaman seperti saya? 

Jumat, 11 Desember 2015

Belajar Jualan

Jadi yaa... Dari dulu saya itu pengin banget belajar berjualan tapi gak tau jualan apa? Cita cita sih ingin punya usaha sampingan yang bisa dikerjakan setelah jam pulang kantor dan di kala wiken. Sahabat saya di Bali dulu pernah menawarkan untuk jadi salah satu agent produk Bali R*tih tapi saya kok maju mundur gak karuan, sampai akhirnya belum terealisasi juga :(

Nah..beberapa waktu lalu sekolah Samara mengadakan acara Assembly dimana ada bazaar makanan yang bisa diisi oleh orang tua murid. Karena saya bergabung dalam pengurus Komite Orang tua dan Wali murid akhirnya kami memutuskan untuk membuka stand makanan. Saat ngumpul pengurus Komite, beberapa ibu2 menyarankan saya untuk jualan brownies. Woow... Beneran kaget waktu ditawarin itu?
Brownies untuk kalangan sendiri :)
Kenapa? Karena selama ini saya membuat brownies hanya untuk kalangan sendiri. Emang sih kalau ada acara kumpul Komite tiap bulan saya selalu bawa brownies untuk potluck tapi rasanya kalau jualan brownies kok belum PD ya? Takut gak laku, Hahaha...cemen banget yaa *tutupmuka*. Karena didorong oleh buibu yanag lain akhirnya saya beranikan diri menerima tantangan itu. 

Sejak mutusin mau berjualan brownies di bazaar, eh...tetiba ada ide dari salah satu ibu komite yang minta open PO brownies. Huaaaaa...kelabakan doong saya. Dengan lemas akhirnya saya terima aja. Sudah terlanjur basah, cyiiin....hihihi 

Setelah dibuka PO ternyata ada 10 loyang pesanan brownies. Doweeeeng..... Sempet pusing pala berbi saya.. Gimana cara bikinnya nih? Apa musti cuti hari Jumat untuk ngebut bikin pesanan? Pas mau ngajuin cuti hari Jumat, ndilalah ada teman yang udah duluan ngajuin cuti. Oke deh... Bubar semua, hahaha..

Akhirnya putar otak gimana caranya bikin 10 loyang brownies dengan otang (oven tangkring) dan loyang serta waktu yang terbatas. Jumat pagi selepas sholat subuh saya langsung eksekusi buat 2 loyang sekaligus. Kemudian saya berangkat kantor dan di kantor menjelang sore, saya minta tolong Mba di rumah bikin 2 loyang. Alhamdulillah si mbak udah sering lihat saya bikin brownies akhirnya berani juga bikin sendiri. Hasil nya? Sama persis dengan bikinan saya. Good job Mba... :)
Pulang kantor, saatnya beraksi membuat 6 lagi. Mulai baking jam 19.30 sampai menjelang subuh, hahaha...saya jadi kaya Pangeran Bandung Bondowoso yang lembur bikin candi Prambanan buat Roro Jonggrang, hihihi.... 
Jumat malam bagai seorang Bandung Bondowoso :)
Akhirnya saya tidur hanya sekitar 1 jam sajah karena abis subuh saya baking 2 loyang lagi untuk spare jualan. Kata siayah, bikin spare aja siapa tau nanti laris manis. Hahaha...PD banget yaa siayah. Oke sipp... Total saya bikin 12 loyang dengan 10 loyang PO dan 2 loyang dipotong kecil kecil jualan di bazaar.
Brownies oreo ala mamak Samara
Alhamdulillah semua brownies laris manis. Bahkan brownies cadangan yang menurut saya gak akan laku, eehh...malah diborong orang Hahaha... Katanya buat kue hidangan arisan di rumahnya. Alhamdulillah semoga berkah yaa..

Nah sejak kejadian itu saya dan siayah jadi mikir, apa kita seriusin aja yaa usaha sampingan ini? Bakal laku gak ya? Pastinya masih kalah sama usaha milik tetangga M*llie cakery yang udah hits itu *sungkemsamabundaYeye* hahaha....

Jumat, 04 Desember 2015

(Review) Hotel 101 Jogja

Sudah pada tahu yaa...kalau Jogja itu selain kota pelajar juga menjadi sasaran wisata baik untuk turis lokal maupun mancanegara. Sekarang ini banyak sekali bertebaran hotel di Jogja. Beda dengan 15 tahun yang lalu saat saya kuliah di sana. Ya iya lah... It's a long time ago, hihihi... Menurut sepupu saya dalam kurun waktu 2-3 tahun terakhir sudah ada 200 hotel baru. Warbiyasak sekali yaaa...

Nah saking banyaknya hotel maka saat saya memutuskan untuk ke Jogja bersama teman, kami bingung memilih hotel yang masuk dalam kriteria. Jujur aja sih...untuk masalah hotel, sepenuhnya saja diserahkan pada Mery -my travelmate-. Setelah pusing pala berbi dan ber-cap cip cup kembang kuncup akhirnya terpilihlah The 101 Hotel dengan pemesanan melalui situs booking.com

Yuk kita review... The 101 Hotel termasuk dalam hotel berbintang 4 yang terletak di pusat kota Jalan Mangkubumi 103 Jogjakarta. Lokasi hotel tak jauh dari icon kota Jogja yaitu tugu Jogja dan dekat dengan stasiun besar Jogja. Udah tau doong..kalo dekat stasiun Jogja pasti nya dekat pula dengan jalanan paling hits yaitu Malioboro. Kita tinggal jalan kaki saja untuk menuju ke Malioboro.
In front of...
Bangunan hotel kurang lebih ada 8 lantai dengan arsitektur modern.
Credit
Kami memesan deluxe room with breakfast untuk 2 malam. Dan ketika check in, kamar kami di upgrade menjadi superior room with balcony tanpa tambahan biaya sepeser pun. Alhamdulillah yaaa rejeki anak sholehah, hehehe... 
The room
Dari info yang saya dapat, kamar di hotel 101 sempit dan ternyata emang agak sempit kamarnya untuk ukuran hotel berbintang 4. Namun seandainya kita bawa koper besar pun masih bisa di buka lah dan masih ada space yang longgar untuk sholat. 
Desain interior kamarnya terbilang simple dengan banyak kaca di dalamnya yang membuat kesan kamar menjadi semakin luas. Seperti yang sudah saya bilang tadi, arsitek bangunannya modern sehingga interiornya juga tidak tersentuh nuansa Jawa sedikitpun.

Untuk bathroom menggunakan shower dan dilengkapi dengan shampoo, body shop and hand shop. Hair dryer juga tersedia di sana.
Bathroom
Sedangkan fasilitas lain yang tersedia kurang lebih sama yaa..

Ada yang saya suka dari kamar ini yaitu balcon yang nyaman banget. Rasanya betah kalau harus berlama lama duduk di kursi putih itu sambil leyeh leyeh cantik ditemani secangkir kopi hangat hihihi....
Balcony
Dan pemandangan yang terlihat dari balkon adalah swimming pool. Asyik yaa... Rasanya pengin nyebur ke kolam renang.
Swimming pool
Lanjut ngomongin breakfast, pilihannya cukup Banyak dari mulai buffet makanan berat, gudeg, roti rotian (saya suka blueberry croissant nya), bubur ayam, aneka sereal, cemilan macam bubur kacang hijau dan ketan hitam dan breakfast ala western dengan wedges potatoes, scramble egg and sausages.
Breakfast with pool view
Untuk minumannya tersedia teh, kopi, juice, infused water dan jamu. Sayang banget kali ini saya gak mencicipi jamunya, malah asyik ngopi, hihihi.. Gak lupa untuk buah juga banyak pilihan di sana.
Breakfast
Nah... Kemarin itu pas malam Sabtu, di hotel ada semacam live concert dengan lagu lagu Top 40. Lumayan menghibur juga sih...walaupun saya gak lihat langsung tapi terdengar sayup sayup dari kamar.

Oiya kalau ada yang mau refleksi atau pijat pijat pegel, hotel juga menyediakan fasilitas Atma Spa, tapi untuk yang satu ini musti bayar loh yaa...hehehe..
Satu kekurangan dari hotel ini adalah kedap suaranya kurang tebal jadi masih terdengar suara di koridor. Ya emang beberapa hotel juga kayanya begitu yaa...

So far... I enjoyed stay there... Menikmati istirahat yang cukup setelah lelah beraktivitas keliling Djogja hingga larut malam hanya untuk sekedar makan ceker di lesehan Malioboro, hihihi....

Jogja.... I'll be back soon #lophe lophe ....

Kamis, 26 November 2015

Bio Oil Untuk Keseharianku

Siapa yang gak pengin terlihat cantik? Kalau ditanya seperti itu kayanya gak bakal ada yang menjawab deh.. Hehe.. Semua wanita pasti ingin tampil cantik di segala suasana. Karena wanita dan kecantikan adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Keduanya bagaikan 2 sisi mata uang yang selalu berdampingan. Untuk itu perlu banget perawatan kecantikan dan kesehatan kulit demi menunjang itu semua.

Sudah menjadi rahasia umum jika semakin bertambahnya usia maka elastisitas kulit akan berkurang. Contohnya saja kulit wajah, semakin hari akan semakin bertambah kerutan/wrinkle yang muncul. Jika tidak diatasi sedini mungkin maka akan akan menjadi suatu permasalahan besar bagi seorang wanita.

Jadi yaaa... Memang butuh banget perawatan kulit wajah dimulai dari penggunaan berbagai produk kecantikan hingga makanan bernutrisi yang dikonsumsi untuk tubuh. Jangan pernah abaikan segala sesuatu yang kita makan karena ternyata ada beberapa makanan justru tidak berguna bagi tubuh (junk food) bahkan bisa mendegradasi kesehatan. 

Pola hidup sehat harus selalu dijalankan. Buat saya pribadi sebisa mungkin mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari. Kalau lagi rajin nih...pagi pagi sebelum ngantor bikin juice dulu buat sarapan.
Ada 8 makanan yang diperlukan untuk membuat kulit sehat berseri, cerah, lebih halus dan awet muda. Diantaranya adalah alpukat, berries, mangga, yogurt, almond (kacang kacangan), keju, kentang dan paprika (sumber dari sini). Jadi mulai sekarang gak ada salahnya untuk lebih sering mengkonsumsi makanan tersebut.

Selain nutrisi yang terkandung di dalam makanan, olah raga juga penting banget untuk menjaga kecantikan. Selain menyehatkan organ tubuh, olah raga juga mampu membuang racun yang ada di dalam tubuh. Sehingga tubuh akan terdetoksasi dengan baik. Buat saya berlatih yoga minggu sekali rasanya memang belum cukup, tapi itu lebih baik daripada tidak melakukan olah raga sama sekali, hehehe...
Setelah capek berolah raga harus diimbangi dengan minum air putih yang banyak. Hal sepele namun penting yang tidak boleh diremehkan adalah minum air putih. Karena dengan minum air putih kulit menjadi sehat dan membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. 

Kalau kita sudah melakukan hal hal di atas namun dirasa kurang cukup, gak ada salahnya jika menggunakan produk kecantikan sebagai salah satu penunjang. Saya mempunyai tipe kulit yang cenderung kering. Kulit akan makin kering karena aktivitas saya yang kebanyakan di dalam ruang berAC. Nah..biar gak makin kering biasanya selalu mengoleskan Bio Oil di sela sela aktivitas kantor. Kadang hanya untuk melembabkan kulit tangan yang kering dan cium cium aroma wanginya, hihihi...

Sedikit pengalaman menggunakan produk Bio oil yaitu Bio Oil mampu memperbaiki kulit tumit saya yang kering dan pecah pecah. Awalnya saya menggunakan Bio Oil untuk wajah dan Alhamdulillah terbukti wajah jadi tidak kering dan halus. Nah...untuk tumit kaki yang kering, jujur saja... saya memang awalnya coba coba mengolesi tumit dengan Bio Oil setiap malam dan ternyata.....berhasil loh.. Tumit saya udah gak kering, gak pecah pecah lagi dan halus, hehehe....
Maap...tumitku narsis dulu :)
Selain tumit, kemarin ceritanya tangan saya digigit nyamuk dan bentol hingga sedikit luka. Dasarnya saya ini orang yang ingin coba coba, akhirnya iseng lagi deh..saya oleskan Bio Oil ke tangan. Eh...gak berapa lama jadi halus lagi dan bekas luka jadi menipis, hehehe...
Dan tangan pun ikutan narsis :p
Pas saya lihat kotak kemasan Bio Oil ternyata disebutkan salah satu manfaatnya memang untuk mengobati bekas luka seperti luka tangan saya akibat gigitan nyamuk.
Jadi yaaa... Sekarang ini sebotol kecil Bio Oil ukuran 60 ml selalu menjadi penghuni tetap di cosmetic pouch saya. Biar kalau iseng saya kambuh bisa oles oles Bio oil lagi, hehehe.... Karena Bio Oil itu cepat banget meresap ke dalam kulit. Meski namanya oil, tapi saat dioles gak oily banget dan gak lengket.
Jadi beneran yaa Bio oil itu bikin my happy skin, happier life.

Senin, 23 November 2015

Jogja Quick Getaway

Jogja iku ngangeni (bikin kangen).....
Jogja iku mbetahi (bikin betah)....
Jogja iku ngademi ati (membuat hati tenang)...
Jogja iku ngelaras ati (menyejukan hati)...
Jogja iku istimewa....

Inilah beberapa ungkapan saya tentang Jogja. Kota dimana saya pernah tinggal disana sekitar 4,5 tahun dalam kurun waktu tahun 1996-2001. Menuntut ilmu di kota pelajar adalah keinginan saya sejak SMA dan Alhamdulillah bisa terwujud. Meski tidak duduk di universitas negeri terbaik di Jogja tapi saya sangat menikmati hari hari selama tinggal di sana.

Bertandang ke Jogja adalah satu kesenangan tersendiri buat saya dimana saya bisa napak tilas disana. Dan gak pernah ada kata bosan untuk mengunjungi kota gudeg ini, meski hanya berjalan menyusuri malioboro, jalan kusumanegara, makan di angkringan serta berdesak desakan di pasar Bringharjo. Semuanya itu bikin kangen....

Nah..saking kangennya dengan Jogja, minggu lalu saya bersama seorang teman -yang dulu jadi travelmate keliling Jatim- mengulang lagi menikmati jalan jalan. Dan kali ini tujuan kami adalah Jogja. Demi sebuah perjalanan yang bakal menyenangkan, kami berdua memilih cuti di hari Jumat lalu. Pagi pagi saya meluncur ke bandara dengan diwarnai tragedi macet yang bikin mules sakit perut, takut telat sampai bandara Hahaha...

Perjalanan ke Jogja memakan waktu 55 menit saja dan kami berdua menikmatinya dengan obrolan seru selama penerbangan. Sampai di bandara Adi Soetjipto kami dijemput oleh kakak saya yang kebetulan bertugas di Jogja.
Langsung menuju hotel, check in, ngaso dulu sebentar and the journey began. Tujuan pertama adalah memanjakan lidah dan perut yang udah teriak minta diisi. Yuk cabcus ke daerah Klebengan UGM. Udah bisa ketebak kalau di daerah sini pasti tujuannya adalah SGPC.
Yupp....siapa coba yang gak kenal pecel SGPC Bu Wiryo yang legendaris? Pecel ini rasanya dari tahun ke tahun gak berubah. Emang sih dulu waktu kuliah saya jarang makan di sini karena harga yang jadi kendala. Maklum aja dulu dapat uang bulanan dari orang tua hanya pas pasan, jadi untuk makan di SGPC itu merupakan hal sangat mewah untuk ukuran kocek saya 17 tahun yang lalu.
Alhamdulillah perut terisi dan wajah pun sumringah. Gimana gak sumringah wong kami makan siang jam 14.30 hahaha... Udah bener bener late lunch.

Oiya, saat itu kami gak cuma berdua tetapi ada seorang teman yang rela mengajak kami keliling Jogja, dia tak lain adalah sahabat dari teman saya. Untuk menyambung tali siraturahim kami berkunjung ke rumahnya dan bertemu dengan keluarganya. 

Udara di Jogja sore itu sangat gerah dan kami butuh sesuatu yang menyegarkan tenggorokan. Melangkah lah kaki kami ke kedai es krim legendaris di Jogja namanya Tip Top. Jujur...saya baru tau kalau ada es krim jadul khas Jogja. Yang saya tahu hanya es krim legendaris Oen di Malang dan es krim Ragusa di Jakarta. Eternyata di Jogja juga punya es krim jadul yang enak.
Kedai es krim yang sekarang diberi nama Oldish terletak di Jalan Colombo no 8A Caturtunggal, Depok Sleman. Next....saya akan posting terpisah mengenai es krim Tip Top ini, tentang rasa, lokasi dan ambience dari kedai es krim Tip top Oldish.
Oldish
Tak terasa hari sudah menjelang malam dan kami kembali menyusuri kota Jogja yang ujung ujungnya berakhir pada wisata kuliner, hehehe... Malam itu tujuan kuliner kami adalah Mie godog. Sekarang ini buanyaaakk sekali bertebaran warung mie godog di Jogja. Kalau dulu yang top adalah bakmi Kadin dan mie godog Pak Pele sekarang ada lagi yang hits yaitu warung bakmi Djawa mbah H Hadi, terletak di dalam pom bensin Terban. 
Dan akhirnya mie godog pun menjadi penutup kuliner kami malam itu.. Baru 8 jam di Jogja, perut dan lidah kami sudah dimanjakan oleh makanan enak dan harga terjangkau. Aah...senangnya hehehe...

Keesokan harinya tujuan kami adalah jalan jalan cantik saja. Trip kali ini kami memang sengaja tidak membuat itinerary yang baku. Semua mengalir begitu saja. Awalnya kami membuat plan A untuk itinerary tapi pada saat menjelang keberangkatan kami membatalkan semua plan A dan berubah menjadi plan B. Namun pada kenyataannya plan B pun tak terlaksana, hehehe... Jadi lah kami menghabiskan waktu di Jogja sesuka hati.

Hari Sabtu selepas breakfast kami menunggu seorang teman yang akan datang. Alhamdulillah saya bisa meet up dengan dia setelah hampir 10 tahun gak bertemu. Senang? Udah pasti lah...gak usah ditanya lagi deh..perasaan kegembiraan saya bertemu teman lama. Menyusuri jalan Kusumanegara dan melewati kampus dimana kami pernah belajar, priceless banget rasanya bisa napak tilas meski cuma sebentar hehehe...

Next tujuan kami adalah gerai Dagadu Djogja yang disebut Yogyatourium. Terletak di jalan Gedong Kuning Selatan no 128 Jogja yang ternyata dekat dengan kampus saya dulu. 
Saat masuk ke gerai tersebut rasanya seperti terlempar ke masa belasan tahun yang lalu dimana kami pernah belanja disana. Saat itu lokasi gerainya masih di Pakuningratan dan tempatnya belum seluas ini. Koleksi produk dagadu saat ini juga makin beragam. Oke next post cerita tentang Dagadu yang unik ah...hehehe #banyakhutangcerita nih :p
Setelah kangen kangenan dengan Dagadu dan ambience-nya kami lanjutkan perjalanan lagi dan kali ini menuju tempat makan, hahaha... Teman saya mengajak mencicipi es di Bowl Ling Fruit Bar di seputaran Gejayan. 
Es buah yang disiram kuah taro dan yogurt strawberry ini rasanya segar banget. Memang sih untuk kuah strawberry nya cenderung asam. Jadi kalau yang gak suka Asam mending pesan kuah taro aja deh... Cemilan yang menemani kami yaitu pizza ala ala Jogja dengan roti yang tipis dan topping sosis bertabur keju mozzarella. Harga makanan disini sangat bersahabat apalagi untuk kalangan mahasiswa. Gak heran kalau kedai Bowl Ling ini dipenuhi oleh mahasiswa. Huaaaaa...jadi inget masa kuliah hihihi. 

Urusan perut kelar, saatnya berjalan lagi keliling Jogja dan berhenti di Godean. Ada apa di Godean? 
Credit
Pada akhirnya kami pun menjejak di outlet Dowa. Meski pake acara nyasar #toyormyself Alhamdulillah ketemu juga outlet yg bikin hati saya berbunga bunga, hihihi....

Begitu masuk bangunan unik yang dominasi bata merah dan ukiran kayu ini membuat mata saya berubah warna menjadi hijau, hahaha... Kenapa? Karena melihat deretan tas cantik warna warni kayak pelangi. 
Kalap? Insya Allah gak yaa...hahaha... Kemudian #lirikgrupKewkKwek dan #sungkemsamtetangga yang #penggilatas hingga akhirnya #ditendangdarigrup hahaha.. Ampun... Saya insyaf kok....insyaf wkwkwk..

Gak terasa udah menjelang sore, kami kembali ke hotel untuk sekedar leyeh leyeh karena malamnya berencana menyusuri jalan Malioboro dan makan di lesehan sebelum keesokan harinya kembali ke Jakarta.

Ahh... Senang banget rasanya bisa menjejakan kaki kembali di kota Jogja. Menelusuri jejak langkah dan senyum yang pernah tercipta di sana. 

Terima kasih teman, terima kasih Jogja... Tunggu kedatanganku kembali tahun depan bersama dengan teman teman mengenang masa kuliah. Insya Allah akan lebih seru lagi ceritanya. Jogja.. I'll be back soon... 

Kamis, 12 November 2015

Agrowisata Kebun Durian Warso

Siapa yang suka jalan jalan ke Bogor? Iyaa.. Buat orang orang yang tinggal di Jakarta, kota Bogor adalah salah satu tujuan untuk menghabiskan waktu liburan. Dengan kondisi tak jauh dari Jakarta dan banyak spot asyik yang bisa dikunjungi. Terutama sih...banyak kuliner enak bertebaran di Bogor , hehehe....

Untuk menuju Bogor terkadang saya mengandalkan transportasi publik seperti Commuter Line. Emang sih...beberapa kali naik mobil ke Bogor karena aksesnya sangat mudah, tinggal masuk tol Jagorawi aja beres seperti saat kami bermain ke Kuntum FarmField dan berwisata di Ah Pong

Beberapa waktu lalu saya dan teman2 sengaja ke Bogor demi makan durian. Tujuan kami apalagi kalau bukan agro wisata durian Warso Farm. Saya yang penggila durian jelas gak menolak saat diajak ke Warso Farm. Berangkat dari rumah menggunakan Comline bersama si kecil. Sampai di stasiun Bogor teman saya sudah siap menunggu. 

Tujuan pertama kami adalah Warso Farm yang terletak di desa Cihideung, Cijeruk Bogor. Begitu sampai, kami disuguhi oleh patung durian dan buah naga yang besar banget.
Ternyata selain durian, ada buah naga juga yang dibudidayakan di Warso Farm.
Sekarang saatnya masuk ke dalam perkebunan kedua buah tersebut. Untuk masuk ke area perkebunan, kami tidak dipungut biaya apapun. Tinggal naik anak tangga yang lumayan bikin ngos ngosan, kami sampai di kebun durian.
Pose di pohon durian
Kami melintasi jalan setapak yang panjang dengan pemandangan di kanan kirinya adalah pohon durian. Saat itu beberapa pohon durian sedang berbunga dan ada yg sudah berbuah tapi kecil kecil sekali. 

Samara yang kebetulan sama dengan saya pecinta durian, sangat senang sekali bisa melihat pohon durian. Melihat bunga bakal buah durian membuat si kecil tertawa senang. Lucu katanya, hehehe....
Setelah capek keliling dan matahari juga mulai panas, kami istirahat sambil makan durian. Di sini pengunjung bisa memilih buah durian dengan berbagai ukuran dari yang sedang hingga besar. Harga perkilonya Rp. 70.000. Hhmmm.... Lumayan mahal juga yaa. Kami memilih durian dengan ukuran timbangan 3,5 kg dan seperti ini hasil nya.... Yummy
Daging buahnya tebal dan rasanya manis. Makyus tenan deh... Yang kami makan ini adalah durian montong. Kalau saya lihat di perkebunan tadi, memang varian yang paling banyak ditanam adalah durian montong. 

Puas makan durian, sebelum pulang si kecil bermain dulu di playground hingga puas. Karena saat kami kesana pas sepi...jadi gak banyak anak yg bermain di playground.

Selain playground ada juga kolam ikan yang dipenuhi berbagai ikan ukuran besar dan angsa putih. Lagi lagi si kecil suka banget melihat angsa putih berenang. Sesekali dia memberi makan ikan ikan itu. 
Sedikit tips untuk datang ke Warso Farm : pakai baju yang nyaman dan menyerap keringat karena pasti berkeringat naik turun tangga, kemudian no high heels yaa. Ini kenapa saya tulis disini karena kemarin saya lihat ada yg pake high heels dan berakhir dengan rempong sendiri. Trus lagi kalau emang mau beli durian untuk dimakan langsung, pilih yg benar2 oke karena bakal rugi kalo gak manis. Mending beli di supermarket. Harganya sama aja kok..malah kalau lagi discount jatuhnya lebih murah di supermarket, hehehe...

Trus kira kira bakal balik wisata agro Warso farm lagi gak? Hhhhm...kalau saya pribadi mungkin gak yaa... Cukup sekali aja dan itupun dalam rangka memperkenalkan si kecil pohon buah kesukaannya. Mendingan kalau ke Bogor lagi, kami wiskul aja deh hahahaha....