Senin, 28 Januari 2013

6 Jam Yang Mengesankan

Pernah mendengar kata Pinisi? Apa yang terlintas dalam benak ketika mendengar kata pinisi? Pasti sepakat menjawab kapal. Bener banget Pinisi adalah kapal layar tradisional khas asal Indonesia, yang berasal dari Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan tepatnya dari desa Bira kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. Pinisi sebenarnya merupakan nama layar. (sumber : Wikipedia

Trus kalo Pinisi Edutainment Park apa dong? Adalah wahana bermain sambil belajar yang mengedepankan seni dan budaya Indonesia. Pinisi Edutainment Park (PEP) ini berloksi di Pasaraya Blok M Jakarta Selatan lantai 9 dan 10.

Pada hari sabtu kemarin saya bersyukur banget mendapat undangan dari PEP untuk mengikuti Pinisi Family Gathering. Ada apa di family gathering itu? Selain mengajak anak bermain sambil belajar dengan permainan yang atraktif dan edukatif, saya juga mendapat kesempatan belajar dalam workshop blogger. 

Acara diselenggarakan pada pukul 10.00, kami datang pukul 09.45 dengan mengenakan baju batik sesuai dengan dress code nya yaitu "touch of batik". Begitu masuk ke Pinisi mata saya langsung disuguhi pemandangan kapal yang besar. 
Kapal pinisi
Kami langsung masuk untuk registrasi dan mendapatkan goodiebag. Beberapa saat saya celingukan mencari teman2 blogger yang sudah saya kenal di dunia maya hingga akhirnya bertemu dengan Bunda Kanaya. Sementara saya asyik mengobrol dan berkenalan dengan emak emak blogger yang lain, Samara didampingi Ayah sudah langsung lari ke wahana permainan. 

horee...sliding
main kuda kudaan
Tampaknya Samara sangat menikmati permainannya sampai ketika ditawari naik Cho cho train Samara bilang "naik kletanya sendiri aja". Wow...kaget dong mendengarnya tapi begitu saya bertanya keseriusannya untuk naik kereta sendiri, dengan mantap Samara menjawab : "Samala sendiri aja". Oke nak...ayoo tunjukan pada bunda keberanianmu.

naik kereta api tut tut tut...
Jujur, saya dan Ayah sempat khawatir Samara menagis ketakutan di tengah perjalanan naik kereta, tetapi setelah saya lihat ternyata si bocah tenang tenang aja tuh. Pelajaran 1 yang didapat di PEP : di saat anak anak lain ditemani oleh orangtuanya, Samara berani naik cho cho train sendiri. Saking keasyikan naik kereta, Samara sampai gak mau turun dan ikut mutar lagi :)

Jam sudah menunjukan pukul 11.00 saatnya saya dan teman2 blogger masuk ke ruang Teater Pinisi untuk mengikuti workshop dengan pembicara Asteria Elanda dari majalah GoodHousekeeping. Acara dibuka dengan sambutan dari mba Ari Kartika yang merupakan Direktur PEP. Mba Ari yang cantik dan murah senyum ini menceritakan sejarah PEP yang baru dibuka pada bulan November 2012 dan progressnya dimana diharapkan nantinya PEP ini bisa menjadi science center dengan tidak menghilangkan unsur seni dan budaya Indonesia. Menurutnya PEP dirancang untuk memenuhi kebutuhan anak bermain sekaligus belajar, sebagai one stop destination education and entertainment.

Banyak permainan yang digelar di PEP dari mulai Carousel, wall climbing, flying fox hingga 4D simulator. 

Bukan edutainment park namanya kalo gak ada kelas belajarnya. Disini ada beberapa kelas yang bisa diikuti oleh anak anak usia 4-16 tahun diantaranya kelas vokal, angklung, batik, tari, pedalangan dan gamelan. Kalo saya masih berstatus anak anak, kelas pertama yang dimasuki adalah kelas tari karena saya suka menari Jawa :)

the class...
Mba Ari juga mengungkapkan setiap anak yang beraktivitas di Pinisi, sepulang bermain akan mendapatkan hasil analisa kecerdasan dan minatnya (multiple intelegent) karena Pinisi bekerjasama dengan Kak Seto Centre.

Pojok kak Seto

Setelah keterangan tentang Pinisi diulas blak blakan oleh mba Ari, tibalah saatnya Mba Asteria berbagi ilmu dan pengalamannya dalam menulis. Mba Aster yang merupakan Editor in Chief GH magazine bertutur bahwa menulis itu bukanlah bakat bawaan lahir seseorang melainkan suatu keahlian yang harus diasah dan terus diasah. Amunisi dalam menulis adalah membaca dan terus menulis. Jadi intinya jam terbang menentukan kualitas menulis. Hoho...kayanya posisi saya jauh banget dari daftar orang2 yang disebut sebagai penulis :)

Dalam menulis itu ternyata punya resep juga loh...Apa coba resepnya? Yaitu 5W1H (what, when, who, where, why dan how) Haduuuhhh...makin jauh lagi deh posisi saya terdampar ke belakang :) Jujur aja nih ketika mba Aster bilang begitu, hati saya langsung ciut karena selama ini saya nulis blog ini sak karep karepku dhewe alias sesuka hatiku sendiri tanpa memperhatikan resep 5w1h. Tetapi mba Aster mencontohkan tulisan sederhana yang ternyata tanpa disadari oleh si penulis itu sudah mengandung 5w1h. Wahh...agak sedikit lega nih, berarti tulisan saya selama ini gak salah salah banget dong *menghiburdiri* :) 

Selain resep di atas ada lagi hal hal yang perlu diperhatikan dalam menulis etapi kok jadi panjang yaa ulasan saya? Kayanya mending di-skip aja dulu untuk postingan selanjutnya yaa...(kalo gak lupa) hehehe...

Dalam workshop ini mba Aster mengajak peserta untuk menulis Sharing and Blessing yang tertuang dalam beberapa paragraf dengan waktu hanya 15 menit. Wakkksss...hendak menulis apakah saya? Entahlah...blank banget, yang saya inget adalah cerita liburan kemarin tentang seorang abdi dalem yang telah setia mengabdi pada Keraton meski hanya digaji Rp. 27.000/bulan.

Bisa dibayangkan sodara sodara dalam waktu 15 menit harus menulis 3-5 paragraf, buat saya itu susah. Dan bener kata mba Aster kalo menulis 3 paragraf jauh lebih susah daripada menulis 3 halaman, hehehe...u're right. Entah apalah jadinya tulisan, yang penting selesai 1 halaman dan dikumpulin.

Setelah sesi menulis selesai kami istirahat makan siang di kedai Pinisi. Masing masing mendapat voucher lunch berupa bakso dan air mineral. Suasana kafe siang itu sangat riweh dan sepertinya para crew kedai belum siap menerima pesanan makanan segitu banyak. Voucher yang dikumpulkan ke petugas kedai dan diberi nama nantinya nama kita akan dipanggil begitu makanan datang, etapiiiiii sudah sekitar 20 menit kok belum dipanggil juga ya? Akhirnya antrian pun mengular panjang.


Ketika makan, saya satu meja dengan Yeye dan Desi. Sambil menunggu makanan datang, anak anak udah pada kelaparan. Saya teringat kalo membawa bekal nasi goreng untuk Samara, jadilah Samara yang sudah kelaparan banget makan duluan. Untungnya saya bawa coco crunch, jadi Radit dan Millie bisa ngemil ngemil dulu. Ahhh save by the bell nih :)

Ada yang menarik dari kedai Pinisi yaitu dindingnya bergambar para pejuang nasional Indonesia dan untuk menu makananya pun unik. Salah satu menu yang saya ingat adalah Lumpia Ibu Pertiwi dan Roti Pipih Tanah Bira (maksudnya pizza). Hhhmmm...Indonesia sekali ya.

Ada lagi nuansa Indonesia yang diangkat di Pinisi yaitu lagu lagu yang diputar adalah lagu daerah seperti lagu Jawa Cublak Cublak Suweng. Trus yang bikin saya tertarik adalah ketika theme song Pinisi diputar maka secara otomatis para awak Pinisi menari bersama. Keren ya...

hiasan dinding kedai
Kelar makan sekitar jam 13.30 kami masuk ke dalam teater lagi untuk melihat pertunjukan Lutung Kasarung. Sebelum pertunjukan dimulai ada pengumuman 3 penulis terbaik yang dimenangkan oleh Mba Depe bosnya Mamaku Koki Handal, mba Myra dan satu lagi maaf saya lupa namanya :)


Pertunjukan cerita rakyat Lutung Kasarung pun dimulai, cerita ini dikemas cukup bagus ada unsur pendidikan dan tak lupa diselingi lucu lucuan, jadi gak bikin penonton bete yaa.. Pertunjukan ini dimainkan oleh para karyawan Pinisi dan anak anak yang datang berkunjung di sana, jadi kalo ada yang mau gabung silakan saja. Di awal pertunjukan Samara agak ketakutan karena mungkin kaget suasana jadi gelap dan inilah kali pertama Samara nonton teater. Tapi lama kelamaan Samara mulai enjoy meski tetep cool gak ketawa juga pas ada adegan yang lucu :)

Lutung Kasarung

 
Selesai pertunjukan Lutung Kasarung maka selesai pula acara Pinisi family gathering. Sebelum pulang gak afdol rasanya kalo gak foto foto karena bisa dikatakan *menurut saya* ini adalah kopdar akbar para blogger. Dan demi memuaskan rasa narsis para emak bloger pun berpose :)

Para emak blogger

Lidya (mama CalVin), Yeye, saya dan Rina (Bunda Kanaya)

Dan akhirnya worksop, kopdar dan playdate pun usai. Ketika beberapa orang beranjak meninggalkan Pinisi, Samara malah gak mau diajak pulang. Rupanya anak ini betah banget di Pinisi padahal semua mainan sudah dicobanya. Bahkan flying fox pun Samara sudah naik. Ayah bercerita kalo Samara berani naik flying fox dan disodorilah foto fotonya. Kata Ayah biar gak dikata hoax :)

Persiapan akan terbang

my little girl is flying
Bisa dilihat betapa beraninya bocah kecil berusia 2 tahun 10 bulan melayang di ketinggian kira kira 4 meter. Saya saja sebagai emaknya terkagum kagum loh. Andai saya bisa melihat langsung kejadian ini mungkin saya akan meneteskan air mata. Terharu akan keberaniannya *emakcengeng* Pelajaran ke 2 di PEP : Samara berani main flying fox. Buat saya itu suatu prestasi banget mengingat Samara dulu anaknya agak kurang berani. Alhamdulilah...muncul keberanian disini.

Karena ogah diajak pulang akhirnya kami mengijinkan Samara untuk naik Carousel sebagai permainan perpisahan. Hikss...sedih juga melihat Samara yang sebenernya gak mau pulang, tapi kan Samara main di Pinisi udah 6 jam yaitu dimulai dari jam 10.00 hingga jam 16.00. Buat Samara waktu 6 jam mungkin terasa singkat yaa dan pastinya sangat mengesankan.

Terima kasih Pinisi Indonesia atas undangan berbagi ilmunya dan yang telah memberi kesempatan Samara bermain sampai gak mau diajak pulang :) Semoga kedepannya Pinisi bisa menjadi lebih baik (terutama untuk urusan kedai itu) dan kalo boleh saran mohon dibuatkan ruang untuk sholat mengingat jatah waktu bermain disini kan 6 jam, jadi kami sebagai orangtua tetap bisa mengawasi anak2 bermain dan gak perlu jauh jauh untuk mencari mushola :)

Meski Pinisi Indonesia usianya masih seumur jagung tapi buat saya pribadi recomended dan kemungkinan saya akan kembali mengajak Samara bermain disini. Masih penasaran dengan kelas kelasnya :)

Rabu, 23 Januari 2013

Best Moment Jar

Terinspirasi dari tulisan mba Winda saya jadi ngubek ngubek lemari untuk nyari toples. Buat apaan sih toplesnya? Buat masukin catatan best moment. Rencananya sih tiap hari saya akan masukin 1 catatan kecil yang berisi best moment hari itu.

Trus pada akhir tahun 2013 toples ini akan dibuka dan baca satu persatu kertasnya. Sebenarnya itu macam diary sih..tapi ada di dalam toples, hihihi... kreatip banget ya.
Karena keunikan itulah saya pengin ikutan, bukannya latah yaa...tapi emang beneran unik sih.

This is it...my best moment jar 2013 :)

Sebetulnya untuk beberapa best moment sudah saya ceritakan di blog ini tapi pastinya ada cerita yang off the records. Ada cerita yang harus di share, ada juga yang harus disimpan di memori. Nah, berhubung saya orangnya pelupa maka gak ada salahnya ngikutin jejak pake sistem ini :)

Beberapa kertas kecil sudah saya masukin ke dalam toples ungu *teteup ya ungu* itu yang isinya beberapa moment seperti ultah saya, dapat kado ultah sepatu, mukena ungu, pashmina ungu dari sahabat sahabat tercinta, tentang Jakarta banjir yang bikin susah ke kantormenang GA dan kopdar, Commuter Line yang bermasalah dll. Hmmm...jadi berpikir hal hal kaya gitu dijadiin best moment kira kira tepat gak ya? Hehehe..Entah lah, yang pasti itu toples isinya macam macam

Memang agak terlambat juga sih saya mulai nyemplungin kertas kertas ini, tapi gak papa lah, better late than never yaa...kan masih ada 11 bulan lagi :)

Oiya toples ini harus saya letakkan di tempat yang aman dan gak terjangkau oleh Samara, karena apa??? Takut nanti dia buka toplesnya dan kertas yang ada di dalamnya dibuang buang, hahahaha....bisa kacau deh semuanya.

Berharap semoga toples ungu ini berisi momen momen cantik dan penuh hikmah yaa...

Adakah teman teman yang mau ikutan? Hayuk ikutan.. trus nanti akhir tahun kita buka sama sama ya *__*

Senin, 21 Januari 2013

Giveaway dan Kopdar

Masih inget dengan giveaway yang diadakan oleh Yeye? Di GA tersebut emaknya Millie minta tips and trick travelling dengan anak. Hohoho...dengan penuh semangat 45 saya langsung ikutan dengan menorehkan jejak di kolom komen.

Saya cukup mengingat hal hal apa saja yang pernah saya lakukan ketika jalan jalan ke negeri tetangga hanya berdua dengan Samara. Ternyata komen saya berhasil membuat hati si penyelenggara GA kepincut dan saya berhasil memenangkan hadiah pertama, hehehe... Terima kasih ya mak Yeye :)

Hadiah berupa pernah pernik Hello Kitty sudah saya terima langsung dari Yeye hari Sabtu kemarin dimana pada hari itu juga kami kopdar dengan beberapa teman lainnya.

Dan inilah gaya Samara dengan hadiahnya
sumringah bener dapat HelKit *__*
Oiya ketika saya tahu kalo saya yang menang GA ini, kok ya bisa bisanya jadi langsung kesengsem dengan si Hello Kitty. Dari dulu gak pernah merhatiin si HelKit, eternyata Hello Kitty itu lucu ya? *kemana aja ya gw* hehehe...

Sebelum hadiah GA saya terima, saya pernah ke supermarket dengan Samara trus melewati mainan anak2, wow...banyak HelKit nya. Samara mengadopsi 1 celengan, ketika lewat di rak tissue saya juga nemu tissue bergambar HelKit. Dibeli dong....abis lucu sih :)


Nah kalo yang ini sih balon HelKit yang udah dimiliki sejak tahun baru. Hebat yaa...gak kempes kempes balonnya :)

kenapa mulutnya manyun gitu sih nak? :)


Udah dulu ah cerita HelKit nya...Sekarang mari kita cerita kopdar :)
Sabtu kemarin saya, Yeye, Desi dan Pungky kopdaran di rumah Novi di daerah Cikeas. Saya cabcus bareng Yeye dan Desi. Sampai rumah Novi kami langsung disuguhi makan siang, oke mari kita makan dulu, sementara si krucil Samara dan Radit asyik main lari larian dan main air.

gaya Chibi Samara dan Radit *__*

Oiya ini adalah kostum kedua Samara setelah kostum pertama basah karena main air. Untung bawa baju ganti.

Ketika anak anak main, para emak asyik ngobrol. Oiya disini Yeye juga menyerahkan hadiah pada Novi sebagai pemenang ke 3 GAnya. Selain baju, Novi juga dapat puding coklat dari Yeye. Hmmm...itu puding nya enak banget. Aseli saya gak bohong apalagi lebay, coklatnya berasa banget trus ditambah fla susunya jadi makin mantafff...Sluurrpp abis deh *nyari tisuue*


Setelah kami ngobrol ngobrol datang lah Pungky dan Hanif. Tambah seru dong emak emak ini ngobrolnya dan anak2 juga tambah rame karena Hanif si ketua kelas udah datang..:)

Oiya sejak kopdar pertama di rumah Yeye, Hanif kami nobatkan sebagai ketua kelas para krucil karena dialah yang usianya paling tua.

say cheese...
 Dan para emak pun naris :)

Emak dan anak
Eh Desi berasa punya anak 2 nih, hehehe...

Emang ya kalo udah ngobrol pasti lupa waktu. Gak terasa sudah jam 15.30 kami pamit pada tuan rumah trus cabcus pulang. Eh sebeleum pulang foto lagi dong :)

 
full team, eh tapi Katy mana Katy?
Oke Novi, terima kasih ya sudah mengundang kami dan bersedia diacak acak rumahnya :)

Sampai ketemu di next kopdar...


Jumat, 18 Januari 2013

Jakarta Banjir Jakarta Crowded

Kemarin adalah Hari Crowded Indonesia.
Setidaknya itu menurut saya dan si Ayah yaa...:) Diawali pagi pagi buta sekitar jam 04.00 hujan besar, gledeknya jedar jeder, mati lampu pulak. Saya keluar kamar dan apa yang terjadi? Air merembes di dinding ruang makan sampai dapur. Alhasil subuh itu saya dan ayah kerja bakti sibuk nyari lap dan ngepel sana sini.

Untung saja hujan besar itu cepat reda, jam sudah menunjukan pukul 05.00 pengin rasanya tarik selimut lagi tapi kok ya nanggung banget. Akhirnya beberes sambil lihat berita pagi nyari info banjir. Oiya untungnya lagi listrik udah nyala jadi gak mati gaya. Ngomong ngomong tentang listrik, penyebabnya adalah gardu listrik Cawang ada yang meledak, so terjadilah pemadaman listrik secara bergilir di Jaktim dan Jaksel.

Pagi itu mama saya sempat bertanya keadaan kami karena melihat di tipi banjir ada di mana mana. Alhamdulilah kami baik baik saja. Jam 06.45 hendak berangkat kantor eternyata masih gerimis kecil, hayuk...ayah kita terobos saja gerimisnya. Keluar jalan Kahfi II hujan sudah mulai deras, kami minggir dulu untuk pake jas hujan dan kondisi jalan masih lancar. Masuk jalan Kahfi I huaaaa...itu jalanan gak bergerak samsek, muacett parah. Saya dan si ayah masih santai, biarin telat sampe kantor gak papa wong kondisinya hujan pasti maklum dong kalo telat dikit.

Begitu melewati Cilandak mall, trakindo eh...jalan yang mau ke arah Ampera ditutup sodara sodara. Disitulah mulai terjadi keriwehan, banyak motor yang nekad menerobos jalanan yang ditutup, tapi kami lebih memilih belok kiri ke Jl. Simatupang putar balik lewat depan Citos. Beberapa genangan air mulai meninggi seperti di depan pom bensin, toko buah All Fresh Simatupang. Hujan mulai deras, kami masuk ke jalan Antasari eh...makin banyak genangan air dan udah lumayan tinggi.

Bagi yang sering lewat Antasari pasti paham kalo gak hujan aja disini macet, apalagi hujan dan air meluap lewat selokan, jadinya jalan raya itu tergenang air yang tingginya kurang lebih 20 cm. Keriwehan makin menjadi, banyak pengguna jalan yang gak sabaran maunya menang sendiri, motor mobil udah gak karuan jalannya. Beberapa kali saya mengingatkan Ayah untuk tetap sabar dan tidak terpengaruh keadaan. Sudah pukul 08.00 saya mulai hopeless untuk melanjutkan perjalanan karena saya mikir berangkat aja sudah crowded begini, gimana nanti pulangnya? Commuter Line (CL) jalan gak ya? Wong hari Rabu kemarin sudah ada CL yang gak jalan gegara relnya terendam banjir. Aseli perang batin banget tuh..

Akhirnya dengan doa dan keyakinan saya memutuskan tetap melanjutkan perjalanan. Sampai di perempatan pasar Cipete kami naik ke jalan layang non tol yang sedang diuji coba. Sebenernya sih motor gak boleh lewat jalan itu tapi karena kondisi makin kacau dan pak polisi juga sudah capek ngatur akhirnya banyak motor yang naik ke jalan layang termasuk kami *maaf ya pak polis kami agak bandel nih* :)

Gak sampai 15 menit di jalan layang kami turun di depan Kantor Walikota Jakarta Selatan dan oalah...muacet cet cet. Alhamdulilah gak pake lama macet pun terurai, kami langsung tancap gas menuju kantor saya di kawasan Senayan. Lewat di jalan Patimura belakang Al Azhar pusat genangan air banyak dan lagi lagi kami terobos saja.

Sampai di traffic light bunderan Senayan motor kesayangan si Revo merah mulai ngebul. Hoaaa...panik dong tapi alhamdulilah baik2 saja karena banyak motor yang ngebul juga. Kalo udah begini keinginan punya mobil makin besar, pengin rasanya meng-up grade Revo merah menjadi March merah. Ayooo temans mohon diamini doa saya sacara berjamaah yaaa :)

Begitu sampai kantor saya didrop dan Ayah kembali melanjutkan perjuangannya menuju kantor di kawasan Gunung Sahari. 


Baju saya sudah basah kuyup padahal udah pake jaket dan jas hujan tapi masih gobyos juga. Sampai kantor jam 08.45 hanya ada sedikit teman yang sudah datang, kalo gak salah saya orang ke 10 dari 45 orang. Acara pertama sampai kantor adalah mengeringkan baju pake hand dryer di toilet dan itu pake acara ngantri loh...ckckck ruaarrr biasa deh pokoknya. 

Hampir jam 09.30 kok teman2 di bagian saya belum muncul juga ya? Waduh gimana nih nanti transaksinya? Bisa bisa diamuk massa nih kalo hari ini kita gak transaksi? 4 orang teman dipastikan tidak bisa datang ke kantor karena kejebak banjir dan memilih pulang. Ibu bos akhirnya turun tangan membantu kami yang hanya bertiga saja. Kebayang dong betapa riwehnya kami belum lagi harus menjawab komplain dari cabang. Pokoknya saya bener bener pengin jadi gurita yang punya banyak tangan agar bisa handle kerjaan teman2 yang gak masuk. Bisa dikatakan kami bertiga babak belur gak karuan, ya iyalah biasanya kerjaan dihandle 7 orang kali ini hanya 3 orang. Aseli ini jauh dari lebay...

Trus gimana dengan Ayah? Apakah sudah sampai kantor dengan selamat? Oternyata tidak sodara sodara, ayah kejebak banjir di bunderan HI trus cari jalan lewat Kebon Kacang dan stag di depan Sarinah. Lihat saja bunderan HI udah kaya sungai 


gambar diambil dari sini
Setelah bersemedi telp teman teman dan bosnya, akhirnya diputuskan kantor Ayah diliburkan karena semua orang gak bisa datang ke kantor. Di jalan Gunung Sahari juga air sudah meninggi hingga setengah bodi mobil. 

Ayah mencari jalan pulang dan itu gak gampang loh katanya karena air makin melebar. Alhamdulilah Ayah bisa keluar dari kawasan Thamrin menuju Sudirman dan sampai rumah jam 12 siang. 

Meski sedang gedebag gedebug di kantor kami tetep memantau banjir lewat siaran radio karena ini berhubungan dengan naseb kepulangan kami dari kantor. Untungnya para bos mengijinkan kami pulang cepat, siapa saja yang udah kelar kerjaan boleh pulang.

Akhirnya kami benar benar kerja cepat sampai lupa makan siang saking ngejar waktu. Jam 14.30 Alhamdulilah kerjaan saya semua kelar dan saya pulang dengan nebeng ibu bos. Eh beneran loh...kali ini saya kerja bener bener ditongkrongin ibu bos dan beliau pulang menunggu saya selesai kerja sampai sampai saya diabsenin pulang oleh beliau. 

Kenapa sampai begitu si bos? Itu karena saya diharuskan dengan sedikit memaksa ikut pulang bareng beliau yang rumahnya di Lebak Bulus sebab menurutnya gak ada angkutan umum yang jalan. Oalah ibu...baik bener dikau, ah jadi terharu saya. Dan bener juga loh...sepanjang nebeng mobilnya itu gak ada angkot ke arah pulang.

Saya pun turun di perempatan RS Fatmawati dan jalan ke arah Citos karena janjian dengan Ayah untuk dijemput disana. Ketemu ayah, pacaran jalan jalan bentar trus pulang. Alhamdulilah semua bisa teratasi meski crowded dan gedebak gedebuk kerjaan.

Trus bagaimana dengan hari ini? Just wait and see aja deh... semoga banjir sudah surut.

Kalo teman teman sendiri gimana harimu kemarin? Ngantor kah? Atau putar balik pulang ke rumah? Atau memilih gak keluar rumah? Semoga gak ada yang rumahnya kebanjiran yaaa...



Rabu, 16 Januari 2013

Mall Favorite

Mungkin saya tergolong orangtua yang gak kreatif mengajak anaknya menghabiskan weekend di tempat yang asyik dan menarik. Padahal sepertinya banyak sekali tempat hiburan anak yang menarik etapi kenapa yaa..kalo wiken itu ujung ujungnya nge-mall lagi nge-mall lagi.

Memang gak banyak mall yang pernah kita kunjungi. Mall mall itu hanya berada di kawasan Jakarta Selatan sampai Depok. Paling banter mall yang terjauh adalah Grand Indonesia, itupun penuh perjuangan banget untuk sampai disana *lap keringet*

Dari sekian banyak mall yang paling oke menurut saya adalah PIM. Kenapa? Yang pertama dan paling utama adalah ada playground gratisnya. Hahahaha...ini kesukaan Samara. Kalo beberapa minggu gak ke PIM pasti si bocah bakalan nagih deh.

Sebelum saya menikah pun PIM udah jadi mall favorite, tempat nge-date saya dan si Ayah *tutupmuka*, tempat ngumpul sama temen2 sambil ber-haha hihi, ngerayain ultah teman sambil diundang makan gretong. Kalo Ramadhan juga sering ngadain bukber disana. Pokoknya buat kami PIM adalah mall favorite deh.

Nah sekarang setelah udah punya anak, sebagai orangtua yang pengin nyenengin anaknya udah pasti dengan senang hati mengabulkan permintaannya, itung itung sekalian window shopping :)

Tapi tak jarang juga kami bela belain ke PIM cuma untuk ngajak main main Samara, termasuk pernah juga playdate dengan Millie. Kalo udah di PIM kayanya lupa waktu banget deh...

Kalo dulu ketika kami masih tinggal di rumah nenek Samara, untuk ke PIM cuma butuh waktu max 15 menit saja dan kalo naik taksi bayarnya gak lebih dari Rp. 25.000. Deket banget kan? Tapi setelah pindah ke rumah sendiri memakan waktu paling tidak 45 menit. Lumayan jauh sih sebenernya tapi demi Samara dan demi memuaskan napsu belanja saya rela datengin PIM.

Hayo tebak umur berapa Samara diajak nge-PIM? Yess...umur 3 bulan tepatnya bulan Juni 2010 salah satu andung *sebutan nenek dalam bahasa Minang* si Ayah berulang tahun yang ke 75 dan kami diundang untuk makan siang. Lihat saja Samara mungil yang udah nge-mall :)

Samara ngantuk sementara emanknya ngobrol


Kalo yang ini acara kumpul bocah teman teman milis CC


Ayah juga gak mau ketinggalan


Itu foto2 di kala Samara belum bisa berjalan dan berlari. Dan sekarang setelah udah bisa jalan, huaaa...gak bisa diem, maunya jalaaaaan mulu. Prostoan, ayunan udah jadi mainan favoritenya

Abis main gak lupa pake kaos kaki sendiri


Nah kalo yang ini super heboh mainnya, kejar kejaran sama anak kecil yang baru ketemu di playground. 

Nyeker pun oke loh...:)

serasa main di rumah euy...*_*
Setelah capek kejar kejaran main ayunan.

swing...swing...
Seperti yang udah saya bilang di atas, PIM juga buat tempat favorite kita kalo bukber. Lagi lagi gak kreatif yaa hehehe...

Ini foto bukber keluarga inti si Ayah bulan Ramadhan 2012, kami hanya ber 7 yaitu saya, ayah, Samara, nenek Samara, 2 orang adik ayah dan mbaknya Samara. Kalo pas bukber susah banget cari tempat makan disini, etapi bukannya semua mall kalo bukber pasti penuh ya? hehehe...

bukber 2013
 Eh ada Yuppie land, yuk kita mejeng dulu *narsis tingkat dewa* hahaha

Yuppie land @ pim


Oke temans, kalo menurutmu mall apa yang jadi favorite? :)
Share yuk di mari... 


Senin, 14 Januari 2013

2y10m

Alhamdulilah tanggal 11 Januari lalu Samara bertambah usia menjadi genap 2 tahun 10 bulan. Yipiiieee, bentar lagi Insya Allah tiup yang ke-3 nih. Amin...semoga Samara diberi umur panjang dan kesehatan yang baik.

Kira kira tingkah laku lucu apa saja di usia 34 bulan ini :
  • Suka memanggil saya dengan sebutan "mama". Kalo saya bertanya : "mama siapa, nak?" eh dijawab : "mama dede Alya" sambil senyam senyum gitu. Oiya Alya adalah anak sahabat saya, Ida yang telah memberikan kejutan bday cake di hari ultah sayaMemang saya banyak bercerita tentang mama dede Alya itu orangnya baik, bla bla bla...jadi kayaknya terekam banget di memori otak Samara sampai memanggil saya mama :)
  • Suka menyanyi dengan bahasanya sendiri (menurut Samara itu adalah bahasa Ingris). Pernah suatu pagi, bangun tidur Samara bilang : "bunda, Samala punya lagu sendiri." dan menyanyilah Samara dengan bahasanya sendiri. Wah, mau jadi pencipta lagu sekaligus penyanyi cilik ya Nak? Oiya bagi yang belum pernah lihat Samara nanyi bisa ngintip dimari *__*
  • Membeo nya makin jadi. Semua gerak gerik dan omongan saya selalu diikuti. Pernah suatu hari kami berkunjung ke rumah sepupu, bermain lah Samara dengan kakak Carol. Sepupu saya yang menikah dengan orang asing secara otomatis conversation sehari hari menggunakan bahasa Inggris. Nah...semua yang diucapkan Carol selalu diikuti Samara. Lucu deh mendengar Samara ber-cas cis cus gak jelas. Trus segala gerakan Carol dicopy Samara sampai Carol marah marah. Alhasil Carol kesel trus nangis sambil bilang ke emaknya: "mami, i don't want Samara copy me". Samara yang belum paham omongan itu teteup aja membeo, hahaha...
  • Lagi hobi koprol di kasur. Wedew...bikin jantungan deh, tiba tiba naik ke tempat tidur trus langsung koprol. Ini imbas dari tayangan Barney yang nyanyi nyanyi sambil koprol tapi gak sambil bilang WOW yaaa
  • Celotehnya yang bikin saya ngakak yaitu ketika ada tukang jual balon gas, trus Samara berteriak : "Samala boleh pinjam balonnya gak?" hahaha itu bukan untuk dipinjam nak tapi untuk dibeli. Alhamdulilah Samara bukan tipe anak yang latah dikit dikit nangis minta dibelikan mainan. Semoga begitu seterusnya ya, Nak  ^_^
  • Suka berpura pura nelpon seseorang. Geli deh kalo saya lihat lagaknya yang kesel trus pura pura ngetok ngetok hape karena mungkin menurutnya itu hape gak ada suaranya. Oalah nak...bisa aja gayamu.
  • Masih hobi corat coret tembok. Selalu ada cerita dari mbaknya kalo Samara menambah coretannya di tembok dan dengan bangganya Samara menunjukan hasil kresinya pada saya *tepokjidat*
  • Sudah lulus WWL dengan sukses. Alhamdulilah targetnya tercapai karena max sebelum tiup lilin yang ke 3 Samara sudah lulus WWL
  • Story bed time masih jadi hal yang selalu dinantikan Samara. Biar kata udah malam jam 9 belum bobo, teteup maunya dibacain cerita.
  • Masih belum lulus toilet training. Sama seperti wwl, sepertinya toilet training juga butuh perjuangan dan kesabaran yang panjang.
  • Selalu minta maaf kalo sudah melakukan kesalahan. Minta maafnya sambil pasang muka memelas dan itu aseli bikin hati saya meleleh.
pura pura nelpon
Selamat Ulang Bulan Samara, semoga selalu menjadi anak yang sholehah, sehat dan pintar. Amin

We love u much... 

    Jumat, 11 Januari 2013

    Djogja Day 3

    Setelah kemarin puas ngiderin Djogja seharian, hari ketiga ini saatnya kami pulang ke Tegal, tapi masih ada objek wisata yang menanti yaitu Borobudur. Horeee...
    Yuk maree kita mulai bercerita :)

    Pagi pagi bangun trus beberes packing semua bawaan, huaaa...travelbag jadi beranak euy. Setelah semua beres kami keliling workshop milik bang Ucok yang berada di belakang rumahnya.

    Jam 8 pagi pamit pulang dan sebelum menuju Magelang kami akan menengok keponakan saya *anak sulung bang Ucok* di RS Panti Rapih. Keluar dari Nitiprayan cabcus ke Wijilan untuk membeli gudeg Yu Djum yang bikin ketagihan *kalo kata saya sih* untuk dibawa pulang dan bekal nasi untuk dimakan di jalan. Kebetulan pakde kenal dengan yang punya warung gudeg jadi dikasih bonus lumayan, hehehe. Kata pakde saya, gudeg Yu Djum ini sekarang dikelola oleh anak anaknya karena Yu Djum nya sendiri sudah sepuh. Ealah...kok jadi ngomongin gudeg ya? :D

    Karena kemarin gak sempet fotoin, saya pinjam foto dari efbe nya Gudeg Yu Djum saja :)


    foto diambil dari sini
    Setelah urusan pergudegan selesai kami meluncur ke arah UGM tujuannya adalah sarapan pagi di SGPC Bu Wiryo yang berlokasi di Klebengan dekat Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Masuk daerah Klebengan saya sudah tak asing lagi karena disitulah dulu mas Adhy *kakak semata wayang saya* ngekost. Sebelumnya saya janjian dulu dengan mas Pras *sepupu saya yang memberi kaos Dagadu untuk Samara* di bunderan UGM. Wow...kompleks UGM sudah cantik banget. Banyak bangunan baru bermunculan, eh maksudnya bangunan lama yang direnov dengan gaya minimalis.

    Back to SGPC, menu yang ditawarkan disini hanya ada 2 yaitu sego pecel dan sop daging. Untuk pemesanan, si pembeli harus datangin langsung ke meja penyajian. Tidak seperti tempat makan yang lain, kita datang, pesan menu kemudian makanan datang. Disini kita harus nyamperin sendiri, kalo nunggu dilayanin sih...gak makan makan karena emang suasana warung rame, apalagi di hari minggu pagi itu.


    Sego pecel yang endeuuss
    Harga disini cukup mahal untuk ukuran kota pelajar, nasi pecel tanpa lauk dipatok harga Rp. 9.000, ini jauh lebih mahal dari warung pecel di Djogja lainnya. Lauk yang tersedia di sini bermacam dari mulai pelbagai gorengan, telur ceplok, sate usus, sate telur puyuh. Sedangkan harga sop daging juga sekitar Rp. 12.000 lumayan mahal kan?

    Sambil makan, para pengunjung dihibur dengan lagu lagu yang menurut saya cukup membuat kemrungsung, maksudnya disini adalah suasana warung yang super riweh banyak orang lalu lalang ditambah dengan suara orang yang ngobrol ditambah lagi alunan lagu *entah itu lagu apa* jadi makin kurang nyaman untuk menikmati pecelnya. Ini menurut saya loh...dan dibenarkan juga oleh mama.

    Untung saja pecelnya enak maka semua yang bikin gak nyaman jadi ketutup dengan rasa makanan yang porsinya cukup nampol di perut


    say chesee...
    Setelah perut kenyang kami menuju RS Panti Rapih untuk menjenguk keponakan saya. Sudah pasti saya dan Samara gak ikutan masuk RS hanya main Angry bird saja di mobil. Etapi tiba tiba si bocah pengin pup, ya sudah mau gak mau masuk ke dalam RS :)

    Pukul 10.30 keluar RS langung cabcus ke Magelang. Perjalanan siang itu cukup lancar dan sukses membuat kami tertidur, eh tahu tahu sudah masuk ke kawasan Borobudur. Sampai Borobudur jam 12.30 disambut dengan cuaca yang mendung. haduuuh musti buru buru naik nih, jangan sampai kehujanan. Samara yang masih bobo pulas kami bangunin tapi ogah ogahan. Kasian juga sih...

    Di musim liburan seperti kemarin untuk mencari parkiran gak gampang yaa, meski lahan parkir cukup luas teteup aja susah nyarinya.

    Kami hanya bertiga saja yang masuk ke Borobudur, Eyang dan Opung memilih nunggu di bawah sekalian lihat lihat souvenir yang banyak dijajakan di sana.

    Dengan membeli tiket Rp. 30.000/orang kami masuk ke areal candi. Hhhmmm utk HTM nya lumayan mahal ya? Sempat takjub melihat harganya karena dari sekian objek wisata yang kami datangi liburan kali ini hanya disinilah yang paling mahal. Anak usia dibawah 3 tahun bayarnya Rp 12.000 saja. Total kerusakan beli tiket Rp 72.000

    Oiya Eyang udah wanti wanti sebelumnya, berhubung perjalanan dari pintu masuk ke candi cukup jauh maka disarankan menggunakan kereta saja. Disamping irit tenaga, memburu waktu juga biar gak kahujanan. Oke, kami cari loket keretanya dan membayar Rp. 5.000 untuk 1 kali perjalanan. Dengan membayar Rp. 5.000 kami mendapat air mineral



    Menurut saya ini bukan air mineral biasa karena di labelnya tertera : Terima Kasih Anda Telah Ikut Berpartisipasi Mendukung Borobudur Sebagai Warisan Budaya Dunia. Okelah gak rugi kok membayar Rp 5.000.

    Benar juga kata mamaku kalo jalan menuju candi itu jauh banget, bisa gempor kalo jalan kaki. Sambil duduk di atas kereta terbuka kami menikmati hijaunya pemandangan




     Tak lama kemudian candi mulai terlihat



    Semakin mendekat semakin terlihat jelas candi Borobudur yang pernah masuk nominasi 7 wonders of the world.


    cantik yaaa...
    Sampai di depan pintu masuk candi terlihat banyak orang, ramai sekali. Sebelum naik ke atas candi kami diharuskan memakai kain yang dipinjamkan secara cuma cuma oleh pihak pengelola. Tidak semua orang dipinjami kain batik bermotif borobudur, hanya yang berusia di atas 16 tahun. 


    Di pelataran candi
    Kalo menurut saya sih peminjaman kain batik itu bertujuan agar semua pengunjung yang datang terutama wisatawan asing dapat mengenal batik lebih jauh. Kemudian untuk menghormati candi Borobudur sebagai peninggalan bersejarah.

    Karena tak sedikit pengunjung yang menggunakan celana pendek (pakaian kurang santun), maka dengan memakai kain batik akan menutupi bagian tubuh yang terlalu terbuka. Selain itu tentu saja ingin menunjukkan bahwa batik adalah salah satu hasil seni yang berasal dari Indonesia. Setuju??? :)

    Tapi emang ya orang Indonesia itu agak susah diatur, banyak juga loh yang ambil kain batik itu tapi gak dipake cuma diselempangkan di bahu. Dooohhhh, emang gak bangga ya pake batik? 
    Kalo saya sendiri sih malah suka loh dan bangga mengikatkan batik borobodur di pinggang.

    Naik ke atas candi, Samara gak mau digendong sama sekali. Oke lah ayoo bunda tuntun naik ke atas, nak...



    Tuh kan banyak yang gak pake kain batik? *gedek*

    Di tengah perjalanan, saya menawarkan Samara untuk digendong tapi si bocah malah menolak.
    Dan ini gambar di pertengahan candi. Sambil istirahat Samara begaya dulu :)


    yeayy..aku bisa naik ke atas candi *__*
    Naik ke atas lagi, saya sudah agak kelelahan, si Ayah kembali menawari Samara untuk digendong ehh tetep kekeuh gak mau. Ya sudah, lanjut lagi...

    Hampir mendekati puncak kita istirahat lagi dan Samara takjub melihat stupa yang paling besar di puncak candi, sampai kepalanya mendongak begitu, hehehe 


    Horeee bentar lagi aku sampai puncak
    Setelah menaiki beberapa anak tangga lagi kami sampai di puncak. Hufff...berasa banget deh ini kaki. Kami gak berlama lama di atas, karena langit mulai gelap. Kami buru buru turun takut kehujanan di tengah jalan.
    Samara masih saja amazed dengan candi Borobudur, lihat saja mukanya :)
    
    Candinya besar sekali ya Bun...
    Hanya sebentar berada di puncak candi, kami langsung turun. Pas turun kembali saya tawarin Samara untuk digendong dan lagi lagi si bocah menolak. Ya sudah kami pelan pelan saja turunnya karena anak tangganya lumayan tinggi. Biarin lah agak antri dan sedikit lama, yang penting selamat.

    aku bisa turun sendiri Bun...
    Alhamdulilah kami sampai di bawah candi meski dengan nafas terengah engah dan hebatnya Samara gak merasakan kelelahan sama sekali. Salut juga saya dengan kondisi Samara, dia bisa naik dan turun sendiri tanpa digendong sekalipun. Sejujurnya saya khawatir banget Samara bakal kecapekan.

    Lesson learned : Jangan pernah meremehkan kekuatan fisik anak yaaa :)

    Oiya di tengah perjalanan turun saya melihat ada sebuah pohon yang saya gak tahu namanya tapi ketika mendengar orang bercakap cakap barulah tahu kalo itu pohon buah Maja.

    Ingat cerita Majapahit kan? Nah...itu lah buah Maja yang konon katanya pahit banget. Bentuk buahnya seperti jeruk bali tetapi permukaannya kulitnya mulus tidak seperti kulit jeruk. Beginilah gambarnya :
    
    Siapa berani makan buah ini? ^__^
    Kami pun sampai di tempat pengembalian batik kemudian lanjut keluar pelataran candi menuju parkiran. Saya mencari kereta yang tadi membawa kami ke candi ternyata gak ada bokkk...ya sudah lah terpaksa kami jalan kaki. 
    Ampun deh itu jalannya jauhhhhh banget, disini Samara minta gendong, baru berasa capek kali yaa...:)
    Kami harus melewati arena tunggang kuda, taman bermain dan jejeran penjual souvenir. Karena kelelahan dan langit makin gelap, saya tak melirik sedikitpun ke dagangan yang digelar para penjual.

    Gak gampang ya menemukan mobil kami karena parkiran sangat penuh, setelah agak nyasar dikit kami sampai di mobil. Pas udah sampai mobil langsung gerimis. Untunglah kami tadi bergerak cepat dan Alhamdulilah gak kehujanan.

    Etapi...kemana si Opung? Ternyata Opung menjemput kami sambil menenteng payung karena khawatir cucunya kehujanan. Oalah Opung...Alhasil malah cari carian :)

    Pulang dari Borobudur dengan keadaan hujan lebat di Magelang, pak sopir gak berani melaju kencang. Melewati kota Magelang yang ternyata sudah sangat maju dan ramai kemudian lanjut ke Semarang lewat Secang.

    Sampai Semarang kami istirahat sambil makan malam dulu. Senangnya melintas Semarang di malam hari karena bisa menikmati kilauan lampu dari Semarang atas (daerah Tembalang). Subhanallah cantik banget loh..

    Setelah makan kami lanjut perjalanan ke Tegal lewat Batang, Pekalongan dan Pemalang. Alhamdulilah sampai rumah Eyang jam 23.00, beberes trus zzz...zzz

    Senangnya kami bisa berlibur dengan Eyang dan Opung, melihat mereka tersenyum, tertawa gembira sambil bersenda gurau dengan Samara selama dalam perjalanan, rasanya PRICELESS banget

    Insya Allah kapan kapan bisa mengajak Eyang dan Opung jalan jalan lagi. Semoga kami diberi rejeki yaaa... Amin *__*