Senin, 28 Januari 2013

6 Jam Yang Mengesankan

Pernah mendengar kata Pinisi? Apa yang terlintas dalam benak ketika mendengar kata pinisi? Pasti sepakat menjawab kapal. Bener banget Pinisi adalah kapal layar tradisional khas asal Indonesia, yang berasal dari Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan tepatnya dari desa Bira kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. Pinisi sebenarnya merupakan nama layar. (sumber : Wikipedia

Trus kalo Pinisi Edutainment Park apa dong? Adalah wahana bermain sambil belajar yang mengedepankan seni dan budaya Indonesia. Pinisi Edutainment Park (PEP) ini berloksi di Pasaraya Blok M Jakarta Selatan lantai 9 dan 10.

Pada hari sabtu kemarin saya bersyukur banget mendapat undangan dari PEP untuk mengikuti Pinisi Family Gathering. Ada apa di family gathering itu? Selain mengajak anak bermain sambil belajar dengan permainan yang atraktif dan edukatif, saya juga mendapat kesempatan belajar dalam workshop blogger. 

Acara diselenggarakan pada pukul 10.00, kami datang pukul 09.45 dengan mengenakan baju batik sesuai dengan dress code nya yaitu "touch of batik". Begitu masuk ke Pinisi mata saya langsung disuguhi pemandangan kapal yang besar. 
Kapal pinisi
Kami langsung masuk untuk registrasi dan mendapatkan goodiebag. Beberapa saat saya celingukan mencari teman2 blogger yang sudah saya kenal di dunia maya hingga akhirnya bertemu dengan Bunda Kanaya. Sementara saya asyik mengobrol dan berkenalan dengan emak emak blogger yang lain, Samara didampingi Ayah sudah langsung lari ke wahana permainan. 

horee...sliding
main kuda kudaan
Tampaknya Samara sangat menikmati permainannya sampai ketika ditawari naik Cho cho train Samara bilang "naik kletanya sendiri aja". Wow...kaget dong mendengarnya tapi begitu saya bertanya keseriusannya untuk naik kereta sendiri, dengan mantap Samara menjawab : "Samala sendiri aja". Oke nak...ayoo tunjukan pada bunda keberanianmu.

naik kereta api tut tut tut...
Jujur, saya dan Ayah sempat khawatir Samara menagis ketakutan di tengah perjalanan naik kereta, tetapi setelah saya lihat ternyata si bocah tenang tenang aja tuh. Pelajaran 1 yang didapat di PEP : di saat anak anak lain ditemani oleh orangtuanya, Samara berani naik cho cho train sendiri. Saking keasyikan naik kereta, Samara sampai gak mau turun dan ikut mutar lagi :)

Jam sudah menunjukan pukul 11.00 saatnya saya dan teman2 blogger masuk ke ruang Teater Pinisi untuk mengikuti workshop dengan pembicara Asteria Elanda dari majalah GoodHousekeeping. Acara dibuka dengan sambutan dari mba Ari Kartika yang merupakan Direktur PEP. Mba Ari yang cantik dan murah senyum ini menceritakan sejarah PEP yang baru dibuka pada bulan November 2012 dan progressnya dimana diharapkan nantinya PEP ini bisa menjadi science center dengan tidak menghilangkan unsur seni dan budaya Indonesia. Menurutnya PEP dirancang untuk memenuhi kebutuhan anak bermain sekaligus belajar, sebagai one stop destination education and entertainment.

Banyak permainan yang digelar di PEP dari mulai Carousel, wall climbing, flying fox hingga 4D simulator. 

Bukan edutainment park namanya kalo gak ada kelas belajarnya. Disini ada beberapa kelas yang bisa diikuti oleh anak anak usia 4-16 tahun diantaranya kelas vokal, angklung, batik, tari, pedalangan dan gamelan. Kalo saya masih berstatus anak anak, kelas pertama yang dimasuki adalah kelas tari karena saya suka menari Jawa :)

the class...
Mba Ari juga mengungkapkan setiap anak yang beraktivitas di Pinisi, sepulang bermain akan mendapatkan hasil analisa kecerdasan dan minatnya (multiple intelegent) karena Pinisi bekerjasama dengan Kak Seto Centre.

Pojok kak Seto

Setelah keterangan tentang Pinisi diulas blak blakan oleh mba Ari, tibalah saatnya Mba Asteria berbagi ilmu dan pengalamannya dalam menulis. Mba Aster yang merupakan Editor in Chief GH magazine bertutur bahwa menulis itu bukanlah bakat bawaan lahir seseorang melainkan suatu keahlian yang harus diasah dan terus diasah. Amunisi dalam menulis adalah membaca dan terus menulis. Jadi intinya jam terbang menentukan kualitas menulis. Hoho...kayanya posisi saya jauh banget dari daftar orang2 yang disebut sebagai penulis :)

Dalam menulis itu ternyata punya resep juga loh...Apa coba resepnya? Yaitu 5W1H (what, when, who, where, why dan how) Haduuuhhh...makin jauh lagi deh posisi saya terdampar ke belakang :) Jujur aja nih ketika mba Aster bilang begitu, hati saya langsung ciut karena selama ini saya nulis blog ini sak karep karepku dhewe alias sesuka hatiku sendiri tanpa memperhatikan resep 5w1h. Tetapi mba Aster mencontohkan tulisan sederhana yang ternyata tanpa disadari oleh si penulis itu sudah mengandung 5w1h. Wahh...agak sedikit lega nih, berarti tulisan saya selama ini gak salah salah banget dong *menghiburdiri* :) 

Selain resep di atas ada lagi hal hal yang perlu diperhatikan dalam menulis etapi kok jadi panjang yaa ulasan saya? Kayanya mending di-skip aja dulu untuk postingan selanjutnya yaa...(kalo gak lupa) hehehe...

Dalam workshop ini mba Aster mengajak peserta untuk menulis Sharing and Blessing yang tertuang dalam beberapa paragraf dengan waktu hanya 15 menit. Wakkksss...hendak menulis apakah saya? Entahlah...blank banget, yang saya inget adalah cerita liburan kemarin tentang seorang abdi dalem yang telah setia mengabdi pada Keraton meski hanya digaji Rp. 27.000/bulan.

Bisa dibayangkan sodara sodara dalam waktu 15 menit harus menulis 3-5 paragraf, buat saya itu susah. Dan bener kata mba Aster kalo menulis 3 paragraf jauh lebih susah daripada menulis 3 halaman, hehehe...u're right. Entah apalah jadinya tulisan, yang penting selesai 1 halaman dan dikumpulin.

Setelah sesi menulis selesai kami istirahat makan siang di kedai Pinisi. Masing masing mendapat voucher lunch berupa bakso dan air mineral. Suasana kafe siang itu sangat riweh dan sepertinya para crew kedai belum siap menerima pesanan makanan segitu banyak. Voucher yang dikumpulkan ke petugas kedai dan diberi nama nantinya nama kita akan dipanggil begitu makanan datang, etapiiiiii sudah sekitar 20 menit kok belum dipanggil juga ya? Akhirnya antrian pun mengular panjang.


Ketika makan, saya satu meja dengan Yeye dan Desi. Sambil menunggu makanan datang, anak anak udah pada kelaparan. Saya teringat kalo membawa bekal nasi goreng untuk Samara, jadilah Samara yang sudah kelaparan banget makan duluan. Untungnya saya bawa coco crunch, jadi Radit dan Millie bisa ngemil ngemil dulu. Ahhh save by the bell nih :)

Ada yang menarik dari kedai Pinisi yaitu dindingnya bergambar para pejuang nasional Indonesia dan untuk menu makananya pun unik. Salah satu menu yang saya ingat adalah Lumpia Ibu Pertiwi dan Roti Pipih Tanah Bira (maksudnya pizza). Hhhmmm...Indonesia sekali ya.

Ada lagi nuansa Indonesia yang diangkat di Pinisi yaitu lagu lagu yang diputar adalah lagu daerah seperti lagu Jawa Cublak Cublak Suweng. Trus yang bikin saya tertarik adalah ketika theme song Pinisi diputar maka secara otomatis para awak Pinisi menari bersama. Keren ya...

hiasan dinding kedai
Kelar makan sekitar jam 13.30 kami masuk ke dalam teater lagi untuk melihat pertunjukan Lutung Kasarung. Sebelum pertunjukan dimulai ada pengumuman 3 penulis terbaik yang dimenangkan oleh Mba Depe bosnya Mamaku Koki Handal, mba Myra dan satu lagi maaf saya lupa namanya :)


Pertunjukan cerita rakyat Lutung Kasarung pun dimulai, cerita ini dikemas cukup bagus ada unsur pendidikan dan tak lupa diselingi lucu lucuan, jadi gak bikin penonton bete yaa.. Pertunjukan ini dimainkan oleh para karyawan Pinisi dan anak anak yang datang berkunjung di sana, jadi kalo ada yang mau gabung silakan saja. Di awal pertunjukan Samara agak ketakutan karena mungkin kaget suasana jadi gelap dan inilah kali pertama Samara nonton teater. Tapi lama kelamaan Samara mulai enjoy meski tetep cool gak ketawa juga pas ada adegan yang lucu :)

Lutung Kasarung

 
Selesai pertunjukan Lutung Kasarung maka selesai pula acara Pinisi family gathering. Sebelum pulang gak afdol rasanya kalo gak foto foto karena bisa dikatakan *menurut saya* ini adalah kopdar akbar para blogger. Dan demi memuaskan rasa narsis para emak bloger pun berpose :)

Para emak blogger

Lidya (mama CalVin), Yeye, saya dan Rina (Bunda Kanaya)

Dan akhirnya worksop, kopdar dan playdate pun usai. Ketika beberapa orang beranjak meninggalkan Pinisi, Samara malah gak mau diajak pulang. Rupanya anak ini betah banget di Pinisi padahal semua mainan sudah dicobanya. Bahkan flying fox pun Samara sudah naik. Ayah bercerita kalo Samara berani naik flying fox dan disodorilah foto fotonya. Kata Ayah biar gak dikata hoax :)

Persiapan akan terbang

my little girl is flying
Bisa dilihat betapa beraninya bocah kecil berusia 2 tahun 10 bulan melayang di ketinggian kira kira 4 meter. Saya saja sebagai emaknya terkagum kagum loh. Andai saya bisa melihat langsung kejadian ini mungkin saya akan meneteskan air mata. Terharu akan keberaniannya *emakcengeng* Pelajaran ke 2 di PEP : Samara berani main flying fox. Buat saya itu suatu prestasi banget mengingat Samara dulu anaknya agak kurang berani. Alhamdulilah...muncul keberanian disini.

Karena ogah diajak pulang akhirnya kami mengijinkan Samara untuk naik Carousel sebagai permainan perpisahan. Hikss...sedih juga melihat Samara yang sebenernya gak mau pulang, tapi kan Samara main di Pinisi udah 6 jam yaitu dimulai dari jam 10.00 hingga jam 16.00. Buat Samara waktu 6 jam mungkin terasa singkat yaa dan pastinya sangat mengesankan.

Terima kasih Pinisi Indonesia atas undangan berbagi ilmunya dan yang telah memberi kesempatan Samara bermain sampai gak mau diajak pulang :) Semoga kedepannya Pinisi bisa menjadi lebih baik (terutama untuk urusan kedai itu) dan kalo boleh saran mohon dibuatkan ruang untuk sholat mengingat jatah waktu bermain disini kan 6 jam, jadi kami sebagai orangtua tetap bisa mengawasi anak2 bermain dan gak perlu jauh jauh untuk mencari mushola :)

Meski Pinisi Indonesia usianya masih seumur jagung tapi buat saya pribadi recomended dan kemungkinan saya akan kembali mengajak Samara bermain disini. Masih penasaran dengan kelas kelasnya :)

29 komentar:

  1. wah keliatannya seru dan fun banget ya tempatnya... :)

    BalasHapus
  2. wah keliatannya seru dan fun banget ya tempatnya... :)

    BalasHapus
  3. toss ah sama2 susah ngajak anak utk pulang.. Tp kalo Samara cpt "panas" ya. Kl Keke dan Nai "panas"nya suka belakangan, makanya di awal2 diem aja giliran terakhir2 gak mau pulang.. JAdi kayaknya emang harus kesana lagi krn blm semua di coba.. Hehe..

    BalasHapus
  4. yuuk..yuuk..playdate kesana..pas november kesana sama ponakan ternyata belum buka euy...masih dipoles2.:D

    btw, tiketnya berapaan ya yan?
    kl mau sholat, kan tinggal turun ke lt 5 ada masjid al latief yg nyamaaan bgt..:) *langganan kesana..enak msjidnya..:D*

    BalasHapus
  5. @ Arman, yoiii seru banget Man, cukup recomended lah untuk bermain dan belajar disana.

    @ Myra, hahaha...hayuk kapan kapan Keke dan Nai playdate lagi bareng Samara :)

    BalasHapus
  6. Irma, tiketnya 100rb untuk anak dan 50rb untuk pendamping. Hayuk kapan kapan playdate bareng :)

    Masjid Al Latief emang ada tapi alangkah lebih baik jika disediakan disana biar gak perlu turun ke lt 5 *saran aja sih* :)

    BalasHapus
  7. hihi Samara keren bangeett deh... :*
    radit mah beraninya cuma naek kereta2an..;p

    sayangnya gue pulang duluan ya, jadi ga sempet putu2 ama yang laennya... hiks..

    BalasHapus
  8. Iya Des, gw aja speechless waktu disodorin foto2nya. Gak nyangka banget :)

    Ih...kamu sih kecepetan pulang jadi gak poto2 deh.

    BalasHapus
  9. isssh udah posting ajah, aku lom sempet nih, saluuut sama samara, mudah2an nanti Kanaya bisa kaya begitu juga... iya yah semoga kedepannya Pinisi memikirkan tempat sholat supaya ortunya juga nyaman beribadah.....

    BalasHapus
  10. Bunda Kanaya, Insya Allah nanti lama lama Kanaya berani kok Bun karena Samara dulu juga begitu :)

    Iya nih berharap semoga dibikin ruangan khusus untuk sholat ya, btw terima kasih kemarin udah minjemin mukena :)

    BalasHapus
  11. wah .. kalau lihat dari foto fotonya, kayaknya baik ortu maupun anak anak bakalan lupa waktu ya mbak di sana, belum ditambah kopdar :)

    Berapa lama ya mbak pertunjukkan Lutung KAsarungnya ? *pengen nonton juga*

    BalasHapus
  12. @ mba Ely, iya jadi lupa waktu banget kalo udah main dan berkumpul :)

    Pertunjukannya sekitar 45 menit deh.

    @ Dea, emang seru banget :)

    BalasHapus
  13. Aaaaaa.. ada Lidya. Aaaaaaaaa.. ada Rina. Huhuhuhu.. kapan ya ada kopdar akbar lagi T^T

    Samara berani banget ya, itu kira-kira turunan siapa, Yan? :D

    BalasHapus
  14. semuanya pada nulis ini. bikin iri :'(

    BalasHapus
  15. @ Della, Samara berani karena ehemmm...turunan emaknya hahaha...
    Sayang banget ya Dell kemarin belum bisa bergabung.

    @ Indri, hihihi..Alahmdulilah banget loh Samara berani seperti itu :)

    @ Easy, jangan iri dong :)

    BalasHapus
  16. salam kenal ya, kemarin belum sempet kenalan :)

    BalasHapus
  17. Hai Yani :)
    Senengnya kemaren bisa ber kopdar :)

    Dan itu keren sekali Samara berani naik flying fox...si Fathir kagak mauuuu...hihihi...

    BalasHapus
  18. Mak, pulpen nya mana makkk??? *tragedi pulpen ungu*

    BalasHapus
  19. seneng akhirnya bisa ketemuan sama samara walaupun gak sempet ngobrol banyak ya. Samara berani juga ya naik flying fox. aku rekam waktu pascal main flying fox skr suka dilhat alvin berulang kali

    BalasHapus
  20. Wah seru seru seru!
    Senangnya ya mbak ,bisa kopdar, dapat ilmu menulis, sekaligus ngajak anak main dan lebih berani. Komplit pokoknya!

    BalasHapus
  21. @ Vera, salam kenal kembali :)

    @ Teh Erry, gak nyangka kopdar kemarin aku ketemu teh Erry sang seleb blog, seneng bgt rasanya :)

    Iya Alhamdulilah Samara berani banget main flying fox :)

    BalasHapus
  22. Samara pemberani! Samara gak ngaleman ya anaknya, kmrn d jogja aja mau jalan jauh gt, hebat deh!

    BalasHapus
  23. @ Yeye, hahaha...pulpennya disimpen ah :)

    @ Lidya, wah Pascal juga main flying fox ya, aku sih gak lihat Samara waktu main flying, mungkin kalo saat itu lihat langsung direkam :)

    BalasHapus
  24. @ mba Mayya, betul komlit banget deh rasanya, emak senang, anak senang tapi ayahnya capek lari2 ngejar si bocah :)

    @ Lulu, iya..gak nyangka Samara bisa berani. Alhamdulilah banget deh :)

    BalasHapus
  25. Waw...Sampe Samara gak mau diajak pulang ya? heheh Seru banget sih dari ceritanya...banyak yang posting tulisan ttg Pinisi. Oneday harus ke sana nih :-)

    BalasHapus
  26. Apa, apa?Suka makan di angkringan Gejayan? Aku di Gondokusuman. Kosnya di situ sih. :D

    Aku gak punya foto bareng2. Harus bagi tugas njagain anak2. Huaaaaa... ;(

    BalasHapus
  27. @ Bundit, Iya Bun Samara nggak mau diajak pulang, keasyikan main di Pinisi. Cukup rekomended kok kalo mengajak Dita kesana :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomentar :)