Selasa, 26 Februari 2013

Kejahatan Ada Dimana Mana

Waktu menulis ini, tangan saya masih gemetaran.

Ini benar benar terjadi. Sekitar 30 menit yang lalu teman sebelah meja saya mendapat telpon dari ART-nya kalo katanya anak teman saya bernama Tika jatuh di sekolah. Kontan saja si ibu panik bukan kepalang. Si art memberikan no telp gurunya dan teman saya langsung menelpon nomer yang diberikan.

Dalam keadaan panik teman saya mendapat info bahwa Tika jatuh terpeleset di kamar mandi dan terjadi pendaharahan di kepalanya. Ibu gurunya menangis kemudian memberikan telpnya ke Pak Dokter Hendra. Keterangan dari dr Hendra katanya Tika mengalami pendaharan dan membutuhkan alat untuk menyambung hidupnya.

Dr Hendra bilang kalo alatnya gak tersedia di RS, harus dibeli di Apotik Kimia Farma kemudian dr Hendra memberi no telp H Amrulloh sebagai pemilik apotik Kimia Farma. Karena teman saya badannya sudah gemeteran banget, shaking tingkat dewa akhirnya dia minta tolong saya untuk menelpon pak haji tsb.

Melihat kepanikan teman tersebut, saya langsung menelpon pak Haji dan diinformasikan bahwa dr Hendra sudah sangat menanti alat tersebut tapi pak haji tidak bisa mengirim alatnya karena harganya mahal yaitu Rp. 12.750.000. Menurutnya pihak apotek tidak akan melepas alat tersebut kalo belum ada pembayaran.

Pak haji yang ngomongnya terburu buru seperti dikejar anjing itu bilang bagaimana ini bu? Apakah ibu bisa transfer uangnya? Deggggg...saya langsung gak enak nih perasaannya, saya speaker HP saya biar teman saya dengar penjelasannya. Eh tiba2 telpnya ditutup oleh pak haji.

Atas permintaan teman saya, saya nelpon lagi untuk minta kepastian karena pak haji itu bilang bahwa Tika sudah sangat membutuhkan alat tersebut. Pak haji memberikan nomor rekening bank Mandiri dan meminta saya untuk transfer secepatnya, ditunggu sampai 5 menit ke depan.

Sambil saya bicara dg pak Haji, teman saya menelpon suaminya dan menelpon pihak sekolah. Kepanikan pun terjadi di ruangan saya. Ada yang berusaha menenangkan teman saya yang shaking itu sampai heboh nelponin ke sekolah Tika.

Selang 5 menit kemudian dr Hendra menelpon teman untuk menanyakan mana alatnya? kok belum datang juga? Bagaimana dengan nasib Tika?

Teman saya yang sudah menelpon pihak sekolah dan mendapat kabar kalo Tika baik2 saja langsung menjawab telp dr Hendro dengan bilang : kalo memang ada Tika disamping anda, mana...saya mau bicara dengan Tika? Ehhhh langsung ditutup tuh telpnya.

Di saat yang bersamaan saya menerima sms dari pak haji menanyakan apakah saya sudah transfer? Saya cuekin saja sms nya, eh gak lama kemudian pak haji menelpon HP saya. Lagi lagi saya cuekin telponnya. Ketika dia menelpon lagi, teman saya yang menjawab : alat apa ya yang bapak maksud? Anak saya Tika baik baik aja kok. Langsung ditutup telpnya.

Huuffff....beneran loh kejadian itu bikin shock terapi di pagi hari. Saya ikutan gemeteran sampai pegang bolpen aja gak bisa. Itu gak terjadi dengan saya, saya cuma membantu teman saja eehhhh...saya ikutan shaking, ikutan panik. Siapa sih yang gak panik kalo denger berita anak yang kita sayang mengalami kecelakaan?

Seorang teman menyindir saya dengan mengatakan : "anak siapa yang jatuh, siapa yang gemeteran?" Hehehe....aseli seandainya teman saya itu seorang diri menghadapi penipuan dokter Hendra gadungan dan pak haji gadungan itu sudah pasti teman saya tertipu dengan mentransfer uang Rp 12.750.000 ke rekening gadungan itu. Besar banget loh nominalnya...

Alhamdulilah Allah telah melindungi kami semua. Terima kasih ya Allah....

Pelajaran pertama atas kejadian ini adalah DON'T BE PANIC.
Jujur aja saya ikutan panik melihat teman saya yang shaking itu ditambah mukanya yang pucat.

Pelajaran yang kedua selalu mendoakan anak setiap saat. Mohon kepada-Nya agar Allah selalu menjaga anak kita dimanapun berada. Karena hanya Allah yang dapat menjaga anak kita. Jadi inget minggu lalu jari Samara terjepit di pintu gerbang sekolah tapi Alhamdulilah gak papa dan miss nya langsung memberi trombopop.

PLEASE BEWARE....Kejahatan ada dimana mana, Jendral.....

Jumat, 22 Februari 2013

Men Beside Her

Setelah sekian lama postingan ini duduk manis di draft, akhirnya tergerak juga hati ini untuk melanjutkannya. 

Saya paling suka mengabadikan moment kebersamaan keluarga kecil kami, karena menurut saya waktu gak akan terulang lagi. Jadi daripada nyesel mendingan kita bernarsis ria yaaa :)

Foto canded adalah yang paling saya suka, makanya sering banget motoin Samara lagi pas jalan, nunggu jemputan sekolah atau ketika hanya duduk di depan tivi.
 
Beruntung sekali kita hidup di era digital dimana semua serba digital, ada kamera digital, ada handphone yang dilengkapi dengan fasilitas kamera dengan resolusi yang besar. Terakhir saya tahu ada smartphone dengan kamera belakang 13 MP dan kamera depan 2 MP. Canggih euy...

Kalo udah ada smartphone begitu kayanya kemana mana gak perlu tenteng2 kamera poket lagi kali yaaa?  Eit, ini murni pendapat saya loh karena punya kamera poket yang berakhir tragis alias rusak. Tapi gak nolak banget kok kalo ada yang mau beliin kamera DSLR hehehe...

Nah foto ini saya ambil pada hari Minggu pagi di Senayan ketika ada acara peringatan Hari Kesehatan Nasional bulan November 2012 yang lalu. Hanya berbekal kamera henpun Nokia C5 hasil fotonya cukup bagus. Mungkin karena pencahayaan outdoor nya juga bagus.
Saya suka foto ini karena sangat natural dimana Ayah dan Samara benar benar menikmati jalan bersama sambil bercerita, terpancar dari wajahnya senyum yang bahagia. Dan sepoi angin pun menyapu rambut Samara.  

Sambil berjalan Ayah menjawab pertanyaan Samara
Kalo yang ini foto Samara dengan papa saya dimana Opung sedang mengajari cucunya menggambar. Saya selalu terharu dengan foto ini, melihat bagaimana Opung menyoretkan pensil di atas kertas diselingi dengan pertanyaan Samara yaitu "Opung bikin gambar apa?" Dan dijawab gambar gajah, kemudian muncul lagi pertanyaan dari mulut kecil sang cucu dan lagi lagi Opung menjawab dengan sabarnya. Ahhhh....moment sederhana tapi sangat menyentuh di hati saya.

Foto ini diambil ketika kami liburan di Bandung dan dijepret dari kamera handphone Nokia E71

Opung gambar apa sih? Tanya Samara...

Lain lagi kalo foto yang ini.
Ini adalah seorang kakek yang tinggal di depan rumah ibu mertua saya. Sang kakek yang kami panggil dengan sebutan Gaek (Kakek dalam bahasa Padang) sudah menganggap Samara sebagai cucunya sendiri. 

Karena cucu cucu beliau sudah besar dan beliau hanya tinggal seorang diri di rumah itu, makanya setiap Samara berkunjung ke rumah Nenek pasti mampir juga ke rumah Gaek. 

Samara senang jika Gaek mengajak jalan jalan keliling kompleks. Inilah moment jalan pagi ala Samara dan Gaek. Ahhhh....indahnya, meski bukan kakek kandung tapi beliau sangat sayang kepada Samara.

Foto ini diambil di hari Minggu pagi dengan menggunakan kamera handphone Nokia C5

Senangnya berjalan di pagi hari...
Semua moment yang terbingkai dalam 3 foto ini saya persembahkan untuk Ibu Fauzan, Mama Olive, Papanya Cintya-Agas



 

Senin, 18 Februari 2013

Indonesia Fashion Week

Lagi lagi saya bilang kalo saya bukan pengamat mode, apalagi fashion blogger. Saya cuma senang aja lihat pameran seperti waktu lihat Jakarta Fashion Week yang kebetulan lokasinya disamping kantor.

Bertempat di JCC, Indonesia Fashion Week digelar pada tanggal 14-17 Februari 2013. Karena loksi dekat kantor, Jumat malam saya datang untuk melihatnya. Dengan membayar Rp. 20.000 saya masuk dan langsung disambut dengan gaun gaun yang indah.

Susah banget mau foto ini karena banyak orang yang foto disini.
Abaikan kepala anak kecil itu yaaa...

Starting Point
Keren keren gaunnya

Ada booth untuk mengenang Muara Bagja dan Ramli. Disitu dipamerkan karya karya mendiang kedua designer kondang tersebut. Kok saya jadi terharu yaa..membaca narasinya. Mereka adalah orang orang hebat dengan karya karya besarnya.

In memorial Ramli

Saya suka banget dengan booth Green Point ini, segeeerrrr bener deh lihat warna hijaunya. Ya iyalah...namanya aja green point :)
 

Fresh Green
 Bukan pameran fashion kalo gak ada fashion show-nya. Jumat malam kemarin ada pagelaran fashion tapi saya lupa siapa designernya? :)

Fashion Show


Banyak sekali booth yang berpartisipasi disana, mulai dari designer TOP macam Anne Avantie hingga kosmetik.

Yang menariknya disana produk yang dipamerkan atau dijual adalah produk aseli Indonesia, ada batik dari berbagai daerah di Indonesia, tas homemade trus setiap propinsi juga menampilkan hasil kerajinan daerahnya.
 
Anne Avantie dg konsep Chinese New Year, serba merah...
Buat saya booth yang paling menarik adalah PT POS Indonesia yang disana dipamerkan Gaun Perangko yaitu ada sebanyak 6427 perangko tertempel di gaun tersebut dari atas hingga bawah.

Konon katanya gaun tersebut dibuat oleh Karyawan PT POS untuk memperingati Hari Bakti Pos dan Telekomunikasi. Unik banget yaa...

Gaun Perangko
Selain gaun perangko, disini pengunjung juga bisa membuat perangko dengan foto diri sendiri. Dengan membayar Rp 35.000 pengunjung bisa mendapatkan perangko bergambar dirinya sebanyak 12 biji. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat juga relatif cepat yaitu sekitar 10-15 menit saja.

Ini dia contohnya..
Perangko ini juga berlaku jika kita tempelkan di surat yang akan kita kirim. Kewreeeen bangat idenya, buat yang suka narsis tentunya :) 

Vina Panduwinata si Burung Camar pun membuat perangko diri sendiri...

Kalo capek keliling berkesempatan pengunjung bisa masuk ke booth massage yang disponsori oleh Sari Ayu.

Mari massage...
Untuk para hijaber bakal puas deh dengan koleksi koleksi seperti Dian Pelangi, Jenehara Nasution, Kamiidea, Elzatta, Zoya, Zafira dan banyak lagi.

Di booth anak anak saya bertemu dengan seorang sahabat yang ternyata menggelar dagangannya di sana bernama Kenes Jogja. Bajunya lucu lucu, batik pacthwork gitu deh.

Pastinya kalo kita beli baju patchwork disini gak bakal ada yang nyamain :)
Mau tahu banyak tentang batik Kenes dan koleksinya yang aseli lucu lucu banget dan bikin kalap itu?

Bisa kok diintip di mari

Butik kenes
Trus apa dong hasilnya muter muter gempor di IFW? Ada deh...
Ini dia hasilnya, batik patchwork untuk Samara.

Say chesseeeee....
Sangat cute dan si bocah pun senang ^__^

Jumat, 15 Februari 2013

Dapur Uji Coba

Pada dasarnya saya dulu suka bikin kue tapi lama kelamaan kok jadi malas yaa... Mungkin karena peralatan kurang mendukung jadi bikin saya makin malas bikin kue *ngeles cari kambing hitam* :)
Apalagi sejak pindah ke Jakarta saya bener2 gak pernah bikin kue. Yuuppp bagaimana mungkin mau praktek baking lagi? wong waktu itu tinggal di rumah sepupu.

Trus setelah nikah saya nebeng dulu di rumah Nenek Samara. Namanya juga nebeng kayanya kurang sreg aja kalo ngubek ngubek di dapur.

Nah setelah udah punya rumah sendiri, baru lah mengadakan uji coba dapur. Pernah saya bikin Pancake mix with strawberry jar homemade , puding roti pisang, pernah juga bereksperimen bikin sushi sendiri dan chicken nugget homemade. Hasilnya? Not bad lah

Pernah cerita ke ayah kalo dulu sering bikin brownies trus yang ada si Ayah ribut terus minta dibikinin brownies buat ngebuktiin omongan saya :) Okelah mari kita membuka resep lagi, dan dari resep yang diwariskan oleh Eyang Samara kemudian dipadukan dengan resep hasil pencarian di NCC Indonesia jadilah begini bahan bahannya :


4 butir telur
2 cup gula pasir
1 cup minyak goreng
3/4 bubuk coklat
1 1/2 cup terigu
1/4 sdt garam
1 sdt vanilli
1/2 cup kacang tanah atau kacang mede cincang
1/2 cup choco chips

Cara membuat:
  1. Alasi loyang dengan kertas roti, olesi mentega. Panaskan oven 180 derajat celcius.
  2. Campur coklat, terigu dan vanili bubuk.
  3. Telur dan gula dikocok sampai mengembang dan butiran gula menjadi lebih halus.
  4. Masukkan garam, kocok hingga rata.
  5. Matikan mikser, ayakkan campuran tepung ke dalam adonan telur, aduk rata. Masukkan minyak goreng, aduk hingga rata. Masukkan kacang tanah/kenari dan chocolate chips, aduk rata.
  6. Tuang adonan ke loyang, panggang +/- 35 menit. Test dengan tusuk gigi/lidi yang bersih.
  7. Dinginkan sebelum dikeluarkan dari loyang dan dipotong-potong.
Catatan:
  • Gunakan cangkir pengukur (measuring cup). Jika tidak ada, gunakan cangkir kopi ukuran standard.
  • Brownies ini tekstur atasnya akan kering retak-retak, sedangkan dalamnya basah.
  • Brownies akan semakin enak setelah diinapkan semalam.
Dan beginilah hasilnya.....


Waktu bikin brownies tentu saja Samara pengin ngebantuin bundanya dengan cara khas anak anak (baca : ngerecokin)


Berhasil sudah menyenangkan hati suami *prikitiew* tapi rasa browniesnya agak kemanisan. Syukurnya Samara doyan padahal terkadang Samara kurang suka dengan panganan yang agak manis. Karena brownies nya agak kemanisan maka diimbangi dengan kopi pahit. Cucok banget rasanya...apalagi makannya waktu itu pas hujan. Klop banget dah...

Trus trus...saya penasaran dengan yang namanya Macaroni Schotel, setelah browsing sana sini ketemulah  Macaroni Cup Cake yang diresepnya diadopsi dari NCC Pasta Week 

Bahan bahannya :

300 gr macaroni direbus
200 gr ayam suwir (rebus lalu disuwir) ---> saya ganti dg daging giling
2 butir telur ayam
50 gr terigu
300 ml air kaldu ayam (bisa diganti dengan kaldu blok)
50 ml krim
100 ml susu segar
3 siung bawang putih
1 bawang bombay
garam dan lada
pala bubuk


Cara membuat:
tumis bawang bombay dan bawang putih yg telah diiris halus dengan mentega
masukkan ayam suwir tumis hingga wangi, masukkan garam dan lada
masukkkan air kaldu, susu, dan krim aduk hingga rata,
masukkan terigu yang telah dicampur dengan air,
masukkan macaroni yang telah direbus (al dente)
terakhir masukkan lada bubuk
siapkan cupcase, masukkan ke dalam cupcase
panggang dengan suhu 180 derajat celcius selama 20 menit,
angkat sajikan hangat dengan saus sambal/ saus tomat 

Dan beginilah penampakannya :


Hasilnya??? Menurut saya makaroninya kurang moist, mungkin karena gak pake cream cooking kali ya? Dan itu dibenarkan oleh  ibu Yeye pemilik Milli cakery karena ceritanya makaroni itu saya bawa pas kopdar di rumah Novi. Kayanya saya yang ilmunya masih cetek harus belajar baking sama emaknya Millie. Etapi apakah beliau bersedia berbagi ilmu? Hahaha....jangan jangan nanti dikira saya mau menyaingi bisnisnya. Ampun makkkkk...tak mungkin...sungguh tak mungkin.... hahahaha *pissYeye*  

But anyway puas rasanya bisa turun gunung belajar baking lagi, meski harus banyak banyak belajar. Karena practice makes perfect kan? :)

*sambil mikir besok nyobain resep apa lagi ya* 

Rabu, 13 Februari 2013

35th months

1 month to go 3 years....

Alhamdulilah tanggal 11 Februari kemarin bertambah lagi 1 bulan usia Samara menjadi 35 bulan yang artinya sebulan lagi Samara sudah lepas dari predikat Batita. Wahhh...anakku udah sudah besar yaaa :)

Di usia ini banyak sekali perkembangan yang ditunjukan oleh Samara diantaranya adalah :

  • Keberaniannya makin besar ditandai dengan berani naik chocho train sendiri dan berani melayang di udara dengan main flying fox di Pinisi Indonesia 
  • Selalu menyebut dirinya sendiri dengan sebutan : AKU. Kalo dulu menyebut dirinya dengan namanya tapi akhir akhir ini selalu menyebut aku.
  • Kemandiriannya sudah makin bagus terbukti dengan berani berangkat ke sekolah sendiri di hari pertama masuk sekolahnya tanpa drama mewek dan lain lain. Malah bundanya yang mbrebes mili :)
  • Bisa membaca surat Al Fathihah dengan lancar. Sebenarnya pengin upload videonya tapi kenapa tadi pas mau upload di yutub lama banget ya? Jadi ilfil dah...   
  • Setiap pagi sekitar jam 9-an mintanya sholat Dhuha, malah kemarin waktu Opung ke Jakarta, tiap pagi ngajakin Opung sholat Dhuha, si Opung jadi keki :)
  • Tidurnya makin larut. Adaaaaa aja alasan nya kalo disuruh bobo, mau main Angry Bird lah, mau baca buku lah *padahal udah story bed time* mau nemenin mba Keke nonton tivi lah. Hedooohh sampai bingung bunda dengerinnya.
  • Kalo dilarang sesuatu malah ngeyel, contoh Samara ganti baju yuk, itu bajunya udah kotor. Eh dijawab : kotor aja. Trus suatu hari pernah bunda melarang Samara naik box container mainannya karena takut jatuh, eh dijawab : jatuh aja. Huuuffftt *tepokjidat*
  • Bunda ngajarin kalo menguap ditutup mulut, awal awal nurut eh...kemarin2 nguap mulutnya gak ditutup. Bunda bertanya : kok mulutnya gak ditutup? Dijawab : mba Keke aja kalo nguap gak ditutup. Doweenggg...*pengin jitak mba Keke* trus bunda bilang nanti ada nyamuk masuk ke mulut Samara loh... Eh dijawab lagi : masuk aja *kembali emaknya tepok jidat*
  • Masih belum free diapers kalo malam
  • Toilet training siang pun belum 100 % lulus karena kadang masih suka kebobolan seperti waktu trial class sekolah Samara 
Alhamdulilah di usia ini Samara sudah bersekolah, semoga dengan sekolah ini Samara dapat di-stimulasi kecerdasan dan perkembangan sesuai dengan umurnya, dapat bergaul/bersosialisasi dengan baik, dapat berbagi dengan sesama (mengurangi rasa egois) dan dapat mengenal lingkungan/alam lebih jauh lagi. Gak melulu di rumah dan kalo wiken ke mall dan mall lagi :(

Selamat Ulang Bulan Samara, semoga kau tambah pintar, sehat dan menjadi anak sholehah.
Amin..



asyiknya naik kereta dan carousel :)
 

Senin, 11 Februari 2013

First Day School

Seperti yang sudah saya ceritakan disini, hari Selasa tanggal 5 Februari 2013 seharusnya menjadi hari pertama Samara berangkat ke sekolah. Tapiii...hari Senin si bocah malah demam alhasil Selasa gak jadi berangkat sekolah. 

Senin sore saya emang udah dapat laporan dari mbaknya kalo Samara badannya anget. Malamnya demam makin jadi dan kami sepakat memutuskan besok Samara gak usah sekolah dulu.

Selasa pagi bangun, badan masih anget ditambah hidung meler. Alhamdulilah berarti common cold yang Insya Allah gak perlu obat, cuma ngandelin istirahat dan makan sajah. Hari itu saya berencana mau cuti demi mengantar Samara sekolah akhirnya gak jadi.

Hari Rabu badan Samara masih anget tapi si bocah masih petakilan aja gak mau diem, mungkin merasa badannya udah agak enakan. Rabu malam saya cek suhu tubuhnya normal dan mungkin besok sudah bisa berangkat sekolah.

Kamis pagi Samara bangun, seger bugar dan ketika ditanya Samara mau sekolah? Dijawabnya mau, tapi si bocah gak mau mandi, malah kejar kejaran dulu ngeledekin emaknya. Akhirnya baru mandi jam 7 lewat. Proses mandinya pun lama, pake acara main air segala *sabar..sabar..*. Keluar kamar mandi udah hampir jam 7.30 langsung pake kaos seragam.


aku siap berangkat sekolah
Baru saja Samara menikmati 2 suap nasi gorengnya, eh scool bus nya udah datang. Haduuuh bingung euy, akhirnya saya bekali saja roti tawar meses kesukaannya.

School bus datang, saya agak khawatir Samara gak mau naik school bus karena tadi sempet bilang : ke sekolahnya sama bunda yaa... Tapi saya jawab : gak sayang, Samara ke sekolahnya naik school bus. Alhamdulilah begitu jemputan datang Samara langsung berani naik mobil sendiri tanpa takut apalagi menangis. Trus udah duduk di mobil eh si bocah malah dadah dadah sambil tersenyum. Oke Nak...kamu ternyata berani dan sudah bisa mandiri.
Dan mobil pun berlalu...


School bus
Kalo boleh jujur sebenarnya hati ini terharu, bahagia campur sedih. Bahagia karena ternyata gadis kecilku sekarang sudah memasuki gerbang sekolah yang artinya dia akan belajar mandiri tapi sedihnya...saya gak bisa menganggap dia baby lagi yang kemana mana harus selalu didampingi. 

Oke saya tahu kalo Samara masih batita *bulan depan udah gak batita lagi* yang masih perlu pendamping tapi di sekolahnya ini benar2 mengajarkan mandiri. Itu yang bikin perasaan saya campur aduk gak karuan *emakcengeng*

Setelah Samara berangkat, saya da si Ayah siap siap menuju ke sekolahnya untuk mengurusi administrasi *belum ngumpulin akte kelahiran* hihihi. Tiba di sekolah anak anak masih bermain dan saya bilang ke miss-nya agar Samara makan sarapan rotinya dulu. Saya melihat Samara sangat enjoy dengan lingkungan barunya. Alhamdulilah banget deh...

Gak lama kemudian semua anak, baik PG maupun TK berkumpul untuk bernyanyi bersama. Inilah ritual sekolah Little Earth yaitu sebelum memasuki kelas masing masing ada kegiatan bernyanyi sebagai salah satu cara ice breaking dengan tujuan agar hati anak dibikin gembira dulu.

Kelar ngurus administrasi saya pamit pulang, pegawai Admin nya sih menawarkan saya untuk nungguin di sana tapi kalo saya nungguin bakal cengok karena gak ada satu orangtua pun yang nungguin anaknya sekolah. 

Kembali lagi saya tegaskan, di sekolah ini memang diajarkan kemandirian anak. Dan semua orang tua tahu akan hal itu, jadi para orangtua hanya datang ketika mengantar anak dan menjemputnya ketika pulang. Gak ada yang namanya emak emak ngerumpi selama sekolah berlangsung.

Meski pihak sekolah menyediakan saung tempat ibu ibu berkumpul selama anaknya sekolah tapiiii lihat lah saungnya sepi banget.


saung tempat ngumpul para emak
Saya memutuskan pulang dan menunggu Samara pulang sekolah. Huuufff, jadi apa dong artinya cuti? Gak nungguin anak di sekolah? hihihi...Karena Samara sudah berani maka saya memilih menunggunya di rumah.

Jam 11.30 school bus datang, Samara diantar miss dan uncle nya turun dari mobil dengan wajah sedikit kelelahan.


hari pertama sekolahku...
Pas mobil jemputan mutar di samping rumah, Samara belum mau masuk rumah sebelum mobilnya lewat depan rumah lagi hehehe...

Ketika ganti baju dan siap siap makan siang saya bertanya bagaimana sekolahnya? Eh si bocah belum mau cerita, mungkin masih agak capek. Oke lah disimpan aja dulu ceritanya ya Nak...

Giliran mau bobo siang mulai lah Samara bercerita kalo tadi di sekolah, diajari bernyanyi, sholat dhuha bersama, membaca buku dan belajar membuat juice. Informasi yang tadi saya dapat dari pegawai Admin, hari ini memang ada cooking project untuk anak PG yaitu membuat jus. 

Saya pancing lagi dengan pertanyaan : bikin jus apa di sekolah? Di jawab : jus alpukat trus pake susu. Dan tanpa di duga duga, Samara langsung berkata : Aku senaaaaaang sekali sekolah. Oalah Nak...pengakuanmu itu bikin hati bunda meleleh...

Syukur Alhamdulilah Samara sangat menikmati sekolahnya. Semoga tetep semangat sekolah ya Nak....


Note : hari Jumat yang seharusnya Samara berangkat sekolah lagi, kali ini harus ijin dulu karena badannya kembali demam. Tapi Alhamdulilah sekarang udah sembuh dan Insya Allah Selasa besok Samara berangkat sekolah lagi.

Jumat, 08 Februari 2013

Jakarta oh Jakarta

Banyak orang mengatakan hidup adalah perjuangan. Oke saya setuju banget apalagi bagi yang hidup di Jakarta yang unik ini. Mulai dari macet, banjir sampai susahnya mencari pekerjaaan. Kayanya kalo ngomongin macet dan banjir di Jakarta bakalan gak kelar kelar ya? Mau Gubernurnya si A, si B, si C sampai si Z permasalahan macet dan banjir gak akan ada habisnya, itu udah kayak dosa turun temurun.

Hari Rabu kemarin puncaknya macet di mana mana, diawali hujan lebat sekitar jam 15.00 yang mengakibatkan Jakarta macet dan kereta (Commuter Line) bermasalahan. Sebelum pulang saya cari2 info dulu traffic seputaran Sudirman - Thamrin. Keluar kantor jam 17.00 melangkah ke Ratu Plaza dan olala....kendaraan gak bergerak sama sekali. Gak ada bis yang ke arah stasiun Sudirman, kalopun ada itu udah penuh. Mau naik busway dari shelter Ratu Plaza eh...ada pohon tumbang di jalur busway dan belum disingkirin oleh para petugas TransJakarta.

Akhirnya dengan gagah perkasa saya dan 2 orang teman jalan kaki menuju arah Komdak dan apesnya saat itu saya gak bawa payung, jadinya nebeng teman. Trotoar di sepanjang Ratu Plaza hingga Komdak penuh dengan pejalan kaki dan motor. Arrrggghh... kesel juga kalo lihat motor naik ke trotoar, untung saja saat itu macet total jadi yaaa dimaklumin aja lah. Selain itu di trotoar banyak pedangan siomay, mie ayam, nasgor yang menggoda iman ini. Pengin rasanya berhenti trus makan dulu buat nambah energi biar jalan kakinya makin kenceng. Sampai di Komdak kami berhenti sejenak etapiii kok tetep gak ada bus yang ke arah stasiun ya? Ya wis lanjut jalan kaki lagi sampai Benhil.

Huaaaa...bener bener pegel banget nih kaki, coba bayangkan jalan kaki dari Ratu Plaza sampai Benhil? Gempor? Udah pasti lah... Berharap di Benhil kita dapat bis 640 ternyata gak ada juga. Duh Gusti, masa sih mau jalan lagi sampe stasiun Sudirman? Setelah menunggu sekian lama akhirnya datang bis besar (bianglala) jurusan Ciputat-Senen. Dan untungnya pak supir baik hati bersedia mengangkut orang orang yang terlantar *termasuk saya* di Benhil. Naiklah kami dan langsung penuh loh...rata rata mereka turun di stasiun Sudirman juga.

Oiya pas di bis itu saya sempet melirik cowok yang lagi buka detik.com, langsung tanpa malu malu saya menyapa "mas tolong dong ada berita Commuter Line gak? Kira kira jalan gak ya si CL?" Tanpa diduga si mas mas itu langsung nyari berita, diinfokan bahwa CL ke arah Serpong mengalami gangguan di Tanah Abang sedangkan CL jurusan Depok Bogor juga mengalami gangguan di Tebet karena di stasiun Tebet ada genangan air, sehingga jalur yang digunakan hanya 1. Langsung kebayang gimana antriannya?

Jam 18.15 Alhamdulilah sampai stasiun Sudirman dengan selamat. Beli tiket utk KRL ekonomi tapi sebenarnya saya ragu beli tiketnya karena kebayang penuh sesaknya, tapi kalo nunggu CL gak tahu mau sampe rumah jam berapa? wong belum jelas keberadaannya? Akhirnya menguatkan hati naik krl ekonomi, toh saya gak sendiri tapi bareng 2 orang teman.

Gak lama nunggu, krl ekonomi datang dan Alhamdulilah kosong sodara sodara... Lenyap sudah bayangan berdesak desakan di kereta. Sampai Manggarai kereta berhenti lamaaa banget kayannya sih karena stasiun Tebet yang tergenang air sehingga jalannya harus bergantian. Sabar...sabar...

Setelah hampir 30 menit ngetem di Manggarai kereta jalan lagi. Kali ini keretanya ngebut banget, asyik deh bisa cepet nyampe stasiun LA *bukan LA tempat tinggalnya Arman ya?* hehehe... Sampai stasiun LA jam 19.15 langsung cabcus naik angkot ke rumah. Trus apa kabar dengan perut? Laper sangat euy....

Sampai rumah udah hampir jam 20.00 langsung bebersih, makan dan tepar. Si ayah malah sampai rumah jam 23.00 karena emang dari kantor jam 21.00. Sengaja pulang jam segitu dengan harapan macetnya udah kelar, etapiii teteup aja tuh macetnya sampai malam :(

Trus gimana dengan teman teman, apakah hari Rabu kemarin juga harus jalan kaki dan kejebak macet berkepanjangan? Share dong.... ^_^

Selasa, 05 Februari 2013

Don't Wait Till Tomorrow

Kalimat "Don't wait untill tommorrow, what can you do today" sudah tak asing lagi di telinga saya. Sedari kecil saya dan kakak selalu mendengar kalimat itu keluar dari mulut papa. Iya, itulah nasehat papa kepada anak anaknya dari dulu hingga sekarang.

Dulu ketika saya masih berstatus sebagai pelajar, papa selalu menasehati jangan pernah menunda untuk bikin PR, mengerjakan tugas sekolah dll. Sekarang setelah kerja, lagi lagi papa menasehati jangan pernah menunda pekerjaan yang diberikan oleh atasan.

Saya tipe orang penunda *hayoo siapa yang setipe dg saya, mari ngacung berjamaah hehehe*, jadi klop banget kalo papa selalu mengingatkan untuk tidak menunda pekerjaan. Saya tuh doyan banget melakukan pekerjaan pada injury time, padahal itu mengakibatkan hasil kurang maksimal, kalo ada kesalahan gak ada waktu lagi untuk memperbaiki dan yang lebih parah lagi bisa kehilangan kesempatan

Adalah Yani kecil yang dulu tidak mengikuti saran papanya sehingga pernah suatu waktu karena penundaan suatu pekerjaan alhasil malah kehilangan kesempatan. Nyesel? udah pasti lah...Tapi gimana lagi wong salah saya sendiri :(

Nah sejak kehilangan kesempatan itulah saya berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menunda dan menunda lagi, khususon kalo itu menyangkut pekerjaan kantor. Kalo gak wah bisa diamuk nasabah nantinya.

Sekarang setelah punya anak, papa masih tetap mengingatkan saya dengan kalimat berbahasa Enggris itu, untuk sesuatu yang sederhana misalnya imunisasi Samara. Jujur saya berterima kasih banget papa gak pernah berhenti menasehati.

Dan nasehat yang tak kalah dahsyat dari mama sejak saya menikah yaitu sehebat hebatnya istri meski gaji, pangkat dan jabatannya setinggi langit harus tetap patuh pada suami. Jika akan melangkah untuk melakukan sesuatu harus atas ridho suami. 

Itulah nasehat yang saya pegang teguh dari kedua orang dan tahukah kawan ketika saya menulis ini, yang terbayang dalam pikiran saya adalah wajah kedua orang tua saya yang sudah diliputi guratan guratan keriput di wajahnya.

Ah...kenapa saya jadi mellow begini ya? Jadi kangen sama mereka :)

Postingan ini diikutsertakan pada Give Away Perdananya Della Firayama seorang ibu labil yang tidak suka warna hijau dan hitam.

Jumat, 01 Februari 2013

School Hunting and Trial Class

Mencari sekolah ternyata gak mudah. Sekolah yang cucok dengan kriteria orang tua baik dari segi sarana prasarana, kurikulum/metode pembelajaran, lokasi sampai ke isi dompet semua butuh pencarian yang panjang. Bagi saya pribadi butuh sekitar 6 bulan mencari sekolah untuk Samara.

Berawal dari keinginan Samara bersekolah pada saat berusia 2 tahun 5 bulan saya mulai mencari sekolah. Beberapa sekolah sudah kami survey diantaranya PrimaKids yang bernaung di bawah bimbingan belajar Prim*gama, TK Nurul Syabil Jagakarsa, TK Rahmania di daerah Ragunan dan yang terakhir di Sekolah Kebun Little Earth.

Bagi kami kriteria sekolah untuk Samara diantaranya adalah :
* Dekat dengan rumah, it's a must biar anak gak kecapekan
* Berbasis agama yang kami anut
* Moving Class, jadi gak melulu anak berada di dalam kelas
* No Calistung, helowww...Samara masih kecil bokkk jangan disuruh mikir yang berat berat ah..
* Uang pangkal dan SPP berbulan masih terjangkau dan reasonable

Trus kemarin saya sempat lempar di twitter minta tanggapan teman teman apakah ada tambahan untuk kriteria saya ini? Della si bubil nambahin kalo bisa punya kegiatan outdoor rutin seperti kunjungan ke museum, planetarium (mungkin maksudnya adalah field trip kali yaa) trus yang emak emaknya bisa diajak ngemall bareng dan arisan panci hehehe...ada ada aja yak. Etapi si bubil bilang yang ada fasilitas antar jemputnya. Oke, bener banget tuh secara yang ada dalam pikiran saya kalo Samara sekolah pasti harus ada ojekri langganan. Makasih ya bubil udah mengingatkan saya *ketjupbasah*

Trus kalo masukan dari Dani bapake Aaqil lain lagi yaitu yang banyak nyanyi dan permainan tradisonalnya. Emang ya jaman sekarang sekolahan itu mainannya udah keren keren banget bahkan rata rata mainannya keluaran luar negeri semua macam Fisher Price. Gak ada tuh yang namaya main congklak, gatrik, galasin atau gobak sodor etapiii kan anak PG gak mungkin main begituan :) Gak masalah sih yang penting masukan dari Dani keren banget dan bisa jadi bahan pertimbangan. Makasih ya Dan :)

Merujuk dari tulisan ini tentang tips pemilihan Play Group maka kami yang telah berpusing pusing ria menentukan sekolah untuk Samara akhirnya menjatuhkan pilihan pada Sekolah Kebun Little Earth yang berada di dekat rumah yaitu daerah Cipedak Jagakarsa. Sudah 2 kali Samara trial di sana dan menunjukan keinginan serta semangatnya untuk bersekolah disana. Ini dia calon sekolah Samara :)


Little Earth adalah sekolah kebun yang menyerupai sekolah alam. Dengan tagline yang diusung yaitu To Be Greatful to Allah, Nature and People kami mantap memasukan Samara ke Little Earth. Baik dari lokasi, sarana dan prasarana, metode pembelajaran sampai isi dompet semua reasonable. Dan ada satu lagi point plus yang menguatkan kami mengirim Samara sekolah disini yaitu adanya school bus. Jadi saya gak perlu pusing cari ojek langganan dan kalo hujan pun saya gak khawatir Samara bakal kehujanan.

Beginilah suasana Little Earth, kelas kelasnya dibuat seperti saung yang di bawahnya ada kolam ikannya. Trus ada pojok peternakannya juga dimana ada kandang ayam dan kelinci disana. Yang lebih menyenangkan lagi kandang tersebut sangat terawat dan bersih. 

Trial pertama Samara yaitu ketika libur hari Maulid Nabi Muhammmad SAW dimana Little Earth ada acara keliling kampung trus berhenti di masjid. Sesampainya di masjid anak anak belajar sholat dhuha bersama. Oiya belajar sholat dhuha ini merupakan rutinitas anak anak sebelum mulai bermain dan belajar di kelas. Bahkan ada anak kelas PG B sudah hafal bacaan sholat karena tiap pagi selalu belajar sholat dhuha. Keren yaaa :)

Setelah sholat dhuha bersama, anak anak mendengarkan dongeng interaktif yang menceritakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ketika dongeng anak anak diajak aktif bergabung, jadi si anak bukan jadi pendengar saja tapi ikut partisipasi. Aseli seru banget lihat anak anak lari dikejar Abrahah dan ada yang jadi burung Ababil juga, hayooo masih inget gak cerita Abrahah dan burung Ababil? :)

Samara saat itu mau bergabung juga loh...padahal belum kenal dengan siapa siapa.
Alhamdulilah banget Samara berani tampil.

Trial pertama sukses membuat Samara "jatuh cinta" pada Little Earth. Para pengajar yang dipanggil miss dan uncle menyarankan untuk trial mengikuti kegiatan di kelas. Akhirnya Selasa kemarin saya sengaja cuti untuk mengantar Samara trial.

Jadwal masuk sekolah sebenarnya jam 08.00 tapi ada beberapa anak yang terlambat jadi mundur jam 08.30. Sebelum masuk ke kelas masing masing, para anak berkumpul dulu dan bernyanyi bersama diiringi gitar sang uncle. Oiya satu lagi keajaiban di sini, 3 orang dari 9 pengajarnya adalah lelaki. Jarang yaaa...kaum adam mau jadi pengajar di PG apalagi mereka masih muda.
Setelah masuk kelas, dilakukan doa bersama dilanjutkan persiapan sholat dhuha. Samara yang saat itu gak bawa mukena akhirnya dipinjemin oleh Miss Fet. Usai sholat dhuha adalah bermain lingkaran kecil lingkaran besar sambil anak anak bergandengan. Dilanjutkan kegiatan membaca cerita oleh Miss-nya.

Saya melihat Samara sudah berani sendiri dan gak perlu lagi didampingi lagi, saya keluar dan obrol dengan kepala sekolahnya. Dari obrolannya dengan Miss Lis sang kepsek di sekolah ini memang mengajarkan kemandirian anak dan mengajak anak untuk mencintai alam dan sekitarnya tanpa melepaskan diri dengan berterima kasih pada Sang Pencipta.

Setelah jam belajar selesai, saatnya pintu gerbang dibuka dan berhamburan anak anak kelar pintu. Samara digandeng oleh Miss Du sambil menenteng kantong plastik kuning. Menurut laporan Miss Du, Samara sudah memperlihatkan kemandiriannya, mampu bersosialisasi, minat untuk mempelajari hal hal baru sangat tinggi tapi sayang sekali ketika proses belajar, Samara sempat pipis gak bilang sama miss-nya. Alhasil ngompol deh hahaha...mungkin saking asyiknya jadi lupa kalo pengin pipis.

Dan kantong palstik kuning itu adalah celana bekas pipisnya, hahaha...Aseli saya ketawa geli mendengar cerita miss-nya.

Akhirnya trial class pun usai, Samara pulang dengan hati gembira. Dan Insya Allah mulai bulan Februari ini Samara resmi berstatus menjadi anak didik Sekolah Kebun Little Earth.


Semoga Samara selalu semangat untuk bersekolah. Mohon doanya yaa... :)