Jumat, 08 Juni 2012

Frozen Food

Kalau mendengar kata frozen food mungkin sebagian orang akan berpendapat kalo kita adalah manusia malas yang maunya serba instant.
No...no...no...bagi saya pribadi frozen food bisa dikatakan sebagai emergency food. Sejak awal MPASI Samara saya sudah menerapkan metode frozen food yang ilmunya saya peroleh dari mpasi rumahan mbak Depe.

Meski saya bukan jago masak tapi seru juga kalo menyiapkan makanan anak, tapi saya gak sendiri melainkan dibantu oleh si mbak pengasuh Samara. Dulu waktu Samara berusia 8 bulan saya rajin bikin gravy yang resepnya diambil dari sini

Seiring berjalannya waktu ketika Samara berusia > 1 tahun saya sering membuat chicken nugget sendiri dengan bahan utama yaitu ayam kampung giling. Agak susah mencari ayam kampung giling, setelah bergerilya ke hampir seluruh supermarket akhirnya saya menemukan di ranch market Pondok Indah. Untuk resep chicken nugget homemade sendiri sudah banyak berseliweran di milis mpasi rumahan.

Sengaja saya share resepnya disini biar kalo saya kelupaan dan mau bikin lagi bisa nyontek di blog ini :)

Chicken Nugget Homemade :


Bahan :

  • 300 gram daging ayam kampung giling
  • 1 butir telur ayam kampung
  • 1 butir bawang bombay ukuran sedang dicincang
  • 2 butir bawang putih, uleg halus
  • Garam dan lada secukupnya
Bahan lapisan :
  • 1 butir telur ayam, kocok lepas
  • tepung panir kasar (panko)
Cara membuat :
  1. Campur semua bahan sampai rata. Tuang ke dalam loyang kotak dengan ketebalan adonan kurang lebih 2 cm.
  2. Kukus adonan selama 30 menit, lalu angkat dan dinginkan.
  3. Potong-potong adonan sesuai selera
  4. Celupkan potongan nugget ke telur, lalu gulingkan potongan nugget ke tepung panir. Sisihkan.
  5. Masukkan nugget yang sudah dilapisi tepung panir ke dalam kulkas/freezer.
  6. Keluarkan adonan setelah tepung panir menempel sempurna (kurang lebih sekitar 1 jam kemudian).
  7. Goreng chicken nugget dalam minyak panas sampai matang.
Gampil kan? Saya sengaja skip tepung sagu karena maunya makan nugget dengan pure daging ayam tanpa tambahan apa apa. Saya pernah melihat beberapa resep chicken nugget homemade yang divariasikan dengan menambahkan sayuran wortel, beet root, bayam atau brokoli seperti yang pernah dilauncing mba Depe dalam video pembuatan nugget pelangi

Selain chicken nugget saya biasanya membuat nugget tuna dengan resep yang sama, saya ganti ayam gilingnya dengan tuna cincang. Hal ni saya lakukan untuk menghindari kebosanan Samara.

Ini dia penampakan chicken nugget ala Bunda Samara

Setelah bisa membuat chicken nugget sendiri *bangga* saya pengin coba "naik kelas" bikin sosis sendiri. Udah tanya-tanya resep sosis di milis tapi kok ribet banget yak? Menurut saya sih ribetnya itu kita harus membeli pembungkus sosis edible yang terbuat dari kolagen yaitu berasal dari protein hewani. Makanya saya menyerah untuk membuat sosis sendiri. 

Saya berusaha mencari sosis aman dan googling saya key word sosis tanpa pengawet. Muncul lah nama Bulaf sosis yang halal, tanpa pengawet, tanpa pewarna dan tanpa MSG. Beruntung lokasi outlet Bulaf tak begitu jauh dari rumah yaitu di kawasan Cilandak Timur. Akhirnya sayapun penasaran mencoba membeli sosis Beef Bockwurts (IDR 27.500, 5 pcs) dan Beef Cheezy (IDR 22.000, 7 pcs) dan rasanya hhmmm...endesss dan crunchy banget.

Setelah stok Bulaf di kulkas sudah habis saya bergerilya lagi mencari sosis merk lain yang aman dan tanpa pengawet. Ketemulah dengan sosis Winner yang ada di Jl. Ampera Raya Jaksel. Sebenernya saya sudah lama mengetahui Winner malah sejak sebelum saya nikah tapi baru beberapa waktu lalu saya datang dan membeli produknya. Hmmm...Kemana aja ya gw? hehehe...

Di Winner saya membeli sosis Beef Bockwurts dan Cheesy Beef, sengaja saya membeli produk yang sama biar bisa compare.

Dan berikut review Bulaf dan Winner :

  • Bulaf dagingnya crunchy dan kulitnya keras jadi Samara agak kewalahan untuk mengunyah, rasanya asinnya pas, ukurannya kecil dan produknya bervariasi yaitu tidak terbatas pada olahan daging sapi saja tetapi ada juga olahan ayam seperti chicken nugget.
  • Winner daging dan kulitnya lembut, rasanya agak sedikit asin, ukurannya besar dan produknya hanya ada olahan daging sapi saja.
Untuk ukuran harga, antara Bulaf dan Winner relatif sama.

Dan disinilah para sosis Winner berjejer untuk dijual...

Selain tempat pembuatan dan tokonya, disana juga tersedia cafe yang diberi nama Winex yang mungkin kependekan dari Winner Express *analisa sotoy* hehehe...
Ayah dan Samara lagi nunggu pesanan datang
Nah...khusus wiken, cafe tersebut menyediakan menu khusus untuk sarapan. Tetapi jika dirasa menu tersebut kurang nendang di perut ada pilihan lain yaitu nasi goreng sosis, burger dan hotdog.
Lumayan cozy juga sih cafe nya :)


Kalo yang ini tampilan Winex dari luar.

Kalo boleh jujur sih, saya pribadi lebih suka Bulaf ketimbang Winner tapi mengingat Samara susah ngunyah Bulaf jadi yaa....sementara ini saya mengkonsumsi Winner dulu, nanti kalo Samara udah agak gedean baru deh makan Bulaf :)

Selamat makan Indonesia.... *sambil ngemil sosis*
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomentar :)