Rabu, 16 Juli 2014

Berlibur di Kuntum

Masa libur sekolah kemarin, kami mengajak Samara jalan jalan ke Bogor. Sengaja memilih lokasi yang gak jauh karena alasan yang sederhana yaitu ayah bundanya gak bisa cuti, hehehe... Mau liburan ke rumah Eyang juga nanggung karena akhir bulan Mei kemarin kami sudah mudik trus Insya Allah bulan Juli ini juga bakal mudik lebaran.

Setelah cari alternatif liburan murmer dan dekat dengan Jakarta, akhirnya memutuskan jalan ke Bogor dengan tujuan utama mengunjungi Kuntum. Sedikit cerita tentang Kuntum yaitu kawasan agrowisata terpatu yang menerapkan konsep nursery, rekreasi dan edukasi.

Sabtu pagi itu kami meluncur ke arah tol Jagorawi. Jalanan pagi itu lumayan lancar karena sebagian umat islam sudah ada yang berpuasa hari pertama. Untuk menuju Kumtum kami keluar tol Ciawi kemudian gak jauh dari situ ada pertigaan lampu merah belok ke kanan. Nah itu sudah masuk jalan raya Tajur. Kurang dari 1 km di sebelah kanan jalan terpasang plang Kuntum.
Masuk ke dalam, suasananya adem dan rimbun banget karena banyak pepohonan. Pemandangan pertama yang dilihat adalah sebuah pendopo yang banyak furniture kayunya. Tempat apa ya ini? Kami masuk ke dalam pendopo itu ternyata disitu tempat dijualnya tiket.
Dengan membayar Rp 25.000/orang kami masuk ke dalam perkebunan. Etapi sebelum masuk ada pemandangan yang menyejukan mata yaitu kolam ikan bersih yang di dalamnya dikembangkan ikan besar besar. Ditambah gemericik suara air, Subhanallah maknyeess banget hati ini.
Hmmm...jadi pengin punya rumah yang ada kolam ikannya :)

Setelah masuk kami dipersilakan untuk menggunakan topi caping yang sudah tersedia. Saya dan ayah pake caping, tapi si bocah gak mau karena udah bawa topi sendiri.
Begitu masuk langsung terlihat kandang kambing yang bersih dengan kambing yang gemuk dan sehat. Langsung saja kami membeli susu untuk diberikan kepada kambing.
Aku berani kasih susu ke kambing.. :)
Samara suka banget saat memberi susu kambing. Ternyata si bocah berani loh deket2 sama kambing, saya aja kadang masih suka ketakutan hahaha....

Setelah puas kasih susu kambing, masuklah ke kandang kelinci yang lucu lucu dan bersih. Disitu kita bisa berinteraksi seru dengan kelinci sambil memberi makan. Oiya harga pakan kelinci dan susu kambing itu masing masing Rp, 5.000
Ayooo makan ya kelinci...
Samara semangat sekali waktu kasih makan kelinci, lari larian mengejar kelinci. Samara juga berani untuk mengelus bulu kelinci yang putih bersih.
Si bocah agak geli sama marmut :)
Disamping kandang marmut terbentang kebun sayuran. Ada bayam hijau, bayam merah, sawi, kangkung dan masih banyak lagi. Katanya sih sayuran itu bisa dipetik kemudian dipawa pulang, eatpi sebelumnya musti bayar dulu dooong :)


Sebelum lanjut ke tempat lain kami istirahat dulu sambil narsis tentunya :)
bapake ngajarin salam peace :)


tongsis mana tongsis? :)
Masuk lebih dalam lagi ada sungai buatan yang mengalir untuk tempat hidup/habitat angsa. Samara suka banget lihat angsa putih berenang rame rame.
Gak jauh dari situ ada kolam ikan yang besar. Jika pengunjung ingin mancing boleh aja dengan menyewa alat pancing lengkap dengan umpannya.
mancing yuk...
Karena lokasi yang luas dan banyak pohon maka otomatis banyak sampah daunnya dong... nah pihak Kuntum mengemas sampah dedaunan itu untuk dijadikan kompos. Jadi di beberapa sudut akan terlihat tempat pengomposan yang menyerupai tempat sampah. Wah oke juga yaa idenya.
Tak terasa sudah hampir 2 jam kami keliling di Kuntum. Lumayan juga jalan jalan sembari lihat binatang dan hamparan tanaman sayuran. Oiya kalo kaki berasa pegel, disana ada fish teraphy. Sayangnya saya gak nyobain karena udah siang.
Ada yang menarik di sini yaitu pendopo yang dipenuhi oleh furniture. Sudah disinggung di atas, waktu beli tiket masuk kami melihat pendopo dengan perabotan kayu yang bagus bagus. Lihat deh... ada kursi makan, meja, kaca dan lampu lampu kayu yang oke banget.
Sambil lihat lihat furniture nya kami mencicipi susu sapi murni dingin yang harganya cuma 5.000. Beneran enak banget susunya, rasanya gak terlalu manis dan gak eneg.

Sekitar pukul 1.30 kami pulang daaaann.....saatnya wiskul di Bogor. Horeee...mari kita makan :) Sebenernya kita pengin makan soto mie bogor tapi gak tahu dimana yang enak? Akhirnya pilihan maksi jatuh ke Macaroni Panggang (MP)

Sebelum ke MP kebetulan ada Rumah Cupcakes, hayuk aahhh mampir dulu beli cupcake-nya. Trus gimana rasanya? Hmmmm... so-so lah... masih endues Minilovebites kemana mana, hahaha....:)

Kalo Macaroni Panggangnya gimana? mayan lah...topping nya berlimpah keju tapi sayang isi di dalamnya kurang banyak. Daging sedikit cyiiin... mungkin karena saya pesan yang biasa yaa, kalo yang spesial mungkin isi dagingnya lebih banyak. But so far lumayan untuk mengganjal perut.
Setelah perut kenyang. kami cabcus pulang ke Jakarta karena ternyata sudah jam 3 lebih. Buru buru pulang karena persiapan untuk teraweh malam pertama.

Liburan sederhana ini ternyata bisa bikin Samara senang. Dia malah minta balik lagi ke Kuntum karena ketagihan pengin ngasih susu kambing lagi. Oke deh, Insya Allah next time kita ke Kuntum lagi ya nak... :) 

Kamis, 03 Juli 2014

Ketika Dia Dalam Kandungan Hingga Terlahir Ke Dunia

Menjadi seorang ibu adalah dambaan setiap wanita. Diawali dengan proses mengandung selama 9 bulan kemudian melahirkan anak yang mempertaruhkan nyawa ibu adalah momentum yang sangat luar biasa dan tak terlupakan. Ketika terdengar pecah tangis bayi, aah...lega rasanya karena satu tahap telah terlewati, apalagi saat memandang wajah mungil dan menyentuh kulitnya, Subhanallah priceless banget rasanya. Inilah pengalaman yang saya rasakan saat melahirkan seorang putri bernama lengkap Samara Aqilla Nafisa.
My little girl...
Sebagai ibu baru pastinya bingung dan tak tahu apa apa tentang newborn. Bagaimana cara memandikan bayi, menyusui yang benar, membedong hingga merawat kulit bayi yang sangat sensitif? Itu semua harus dilakukan dengan hati hati dan ketulusan karena ada cinta dan pembelajaran disana.

Saya yang sangat cepat diberi kepercayaan Allah untuk hamil di bulan kedua setelah menikah, sangat kaget luar biasa ketika dokter menyatakan positif. Iyaaa...karena saya gak menyangka akan secepat itu. Dengan minim informasi saya belajar tentang kehamilan dari buku serta majalah perenting. Pada trimester pertama saya jalani kehamilan dengan tubuh lemas lunglai akibat morning sick yang parah dan tidak doyan makan nasi. Ditambah lagi harus bed rest saat usia kehamilan menginjak 3 bulan. Subhanallah luar biasa nikmatnya jika saya mengingat kehamilan itu, terlebih ketika timbangan berat badan saya tak kunjung naik, malahan makin menyusut.

Menginjak trimester kedua Alhamdulilah saya terbebas dari morning sick dan berat badan berangsur naik. Tibalah trimester terakhir, kabar yang mengejutkan dari dokter kalau si jabang bayi posisinya melintang dan ini sangat kecil kemungkinannya untuk bisa melahirkan normal. Dengan berbagai upaya saya lakukan demi mengubah posisi bayi agar bisa lahir normal tetapi sampai tiba HPL, posisinya tetap melintang. Akhirnya dengan menguatkan hati saya kubur dalam dalam impian melahirkan normal dan Sectio Caesarea menjadi pilihannya.

Bicara tentang momen kehamilan dan melahirkan, tanggal 21 Juni lalu saya menghadiri acara yang diadakan oleh Mommies Daily dalam acara Pampers From Womb To World Blogger Gathering. Berlokasi di Pad28 Jalan Tulodong Atas Jakarta Selatan, hari Sabtu lalu saya meluncur kesana.

Sesampainya disana tepat pukul 10.00 dan sudah banyak blogger yang hadir, beberapa diantaranya adalah teman blogger yang sudah saya kenal sebelumnya. Sebelum acara dimulai, kami yang hadir disana dipersilakan mencicipi cemilan enak yang telah disediakan. Tak lupa foto di booth Pampers yang cute banget.
Pampers cuties booth
Menjelang pukul 10.30 acara dimulai dengan dibuka oleh MC Shaha yang cantik dilanjutkan kata sambutan dari emaknya Mommies Daily yaitu Neng Lita.
Sang emak Mommies Daily
Kemudian mba Junita selaku Asean Senior Communication Manager Pampers menjelaskan tentang seluk beluk Pampers. Dalam kesempatan ini diputar video yang menggambarkan pengalaman seorang ibu yang melahirkan bayi ke dunia. Video tersebut merupakan kampanye dari Pampers yang bertajuk From Womb To World.
Mba Junita dari Pampers
Dalam video tersebut digambarkan bahwa setiap ibu pasti akan berusaha melindungi buah hatinya sejak dari dalam kandungan hingga lahir ke dunia. Kemudian seorang ibu juga akan memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Buat yang penasaran dengan videonya, yukk...disimak aja disini :)
Disebutkan bahwa setiap bayi berhak mendapat perlindungan terbaik mulai dari dalam kandungan hingga terlahir. Jika di dalam kandungan, sudah pasti seorang bayi akan terlindungi dengan baik oleh ibunya. Tetapi ketika terlahir di dunia, bayi akan mendapat perlindungan dari lingkungannya yang salah satunya adalah Pampers. 

Kenapa Pampers? Iyaaa...karena Pampers melindungi bayi dari ketidaknyamanan saat tidur. Bayangkan jika seorang bayi yang sedang tertidur pulas kemudian pipis dan pasti rasanya sangat tidak nyaman. Karena ketidaknyamanan itu maka bayi akan terbangun dan menangis. Padahal nih...untuk newborn sebagian besar waktunya dihabiskan untuk tidur karena dengan tidur maka otak akan berkembang. Demikian yang dipaparkan oleh mba Junita.


Jadi ingat waktu Samara lahir, di hari kedua kehidupannya Samara masuk ke ruang perinatal karena kadar bilirubin tinggi sehingga harus disinar. Sedih banget rasanya saat melihat matanya ditutup perban agar terhindar dari paparan sinar dan tubuhnya dibiarkan terbuka, hanya ditutupi oleh diapers yang saat itu saya menggunakan Pampers new born. Yang bikin hati saya makin sedih adalah kondisi pasca operasi SC yang belum pulih dan ASI yang tak kunjung keluar. Padahal bayi dengan bilirubin tinggi harus banyak asupan ASI agar kadarnya menurun. 

Alhamdulilah dengan perjuangan dan tekad yang kuat saya mencoba memerah asi semampu saya dan hanya mendapatkan 30ml. Sedih rasanya tak bisa menyusui langsung sambil mengusap kulit lembutnya tapi Alhamdulilah semua bisa terlewati. Di hari ke 4 Samara sudah bisa keluar dari ruang pernatal dan diperbolehkan pulang.

Sesampainya di rumah, permasalahan baru muncul yaitu ketika saya memakaikan Samara Pampers sepanjang hari. Tindakan saya menuai protes dari semua keluarga yang mengatakan anak baru lahir jangan sering menggunakan diapers karena akan merusak perkembangan tulang kakinya, nanti si anak jalannya ngangkang dan kakinya bisa berbentuk O. Jelek kan... kalo anak perempuan jalannya ngangkang? Wuaaa...pengin nangis rasanya saat didera banyak protes.

Ada rasa takut saat mendengar itu semua dan akhirnya saya googling apa benar demikian? Ternyata saya mendapatkan jawaban kalau penggunaan diapers tidak menyebabkan bayi jalannya ngangkang. Belum ada data statistik dan penelitiannya untuk masalah ini. Malah di negara maju penggunaan diaper sangat umum. Mereka menggunakan diapers dari new born hingga usia 2 tahun atau saat anak belajar toilet training. Oke...lega banget mendapat jawaban seperti itu dan langsung saya woro woro ke semua keluarga kalo penggunaan diaper tidak mengakibatkan anak jalannya ngangkang atau kaki O. Selesai sudah satu permasalahan.

Tapi...di minggu kedua usia Samara, tiba tiba di punggung kanannya terdapat spot merah yang makin hari makin besar dan perkembangannya sangat cepat. Panik dong... kasus apa lagi ini? Saya konsultasi ke DSA dan diperoleh jawaban kalau spot merah itu adalah hemagioma yaitu tumor jaringan lunak yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan pada anak berusia kurang dari 1 satu tahun (sumber Wikipedia) 

Jujur...waktu mendengar kata tumor saya sudah ketakutan luar biasa. Orangtua mana yang gak serem mendengar bayi kecinya terkena tumor jinak? Alhamdulilah lagi lagi saya bersyukur kepada Allah kalo hemangioma yang diderita Samara tidak parah dan letaknya pun di punggung, dimana bagian itu akan tertutup oleh pakaian. Bahkan sampai detik ini Samara tak pernah melihat hemangioma nya. Menurut dokter hemangioma Samara tergolong ringan dan akan menipis/hilang ketika berusia 2 tahun ke atas. Alhamdulilah sekarang si kecil sudah berusia 4 tahun dan benar saja hemangioma nya berangsung hilang.

Back to gathering, selain mba Junita dari Pampers, ada juga dokter Rini yang akan membeberkan tentang tumbuh kembang anak. Apa saja yaa kira kira?
Diawali dengan pertanyaan dari dokter Rini tentang berapa sesungguhnya usia anak? Hampir semua peserta menjawab dan tak ada yang benar. Menurut dr Rini bahwa usia anak adalah 0-18 tahun. Masing masing usia mempunyai fase yang berbeda. 

Kemudian diterangkan bahwa organ tubuh manusia yang sangat sensitif adalah kulit. Organ kulit merupakan organ terbesar yang menutupi seluruh permukaan tubuh. Maka sudah seharusnya kita menjaga dan merawat kulit, apalagi kulit seorang bayi yang baru lahir. 
Fungsi kulit selain melindungi seluruh tubuh adalah sebagai fungsi sensori atau pengindra dimana kulit mengandung ujung ujung syaraf sensorik. Kemudian pengaturan suhu tubuh yaitu tempat keluarnya keringat dari dalam tubuh. Selain itu ada fungsi pembentukan pigmen dimana jumlah melanosit dan besarnya melanin yang terbentuk sangat menentukan warna kulit.

Adapun antara kulit bayi dan kulit orang dewasa sangatlah berbeda, maka sudah seharusnya kulit bayi mendapatkan perawatan khusus karena epidermis/lapisan kulit bagian terluar 20-30% lebih tipis sehingga mudah menyerap zat zat yang menempel pada permukaan kulitnya. Penetrasi/penyerapan iritan dari luar lebih mudah karena barier/pertahanan di permukaan kulit belum sempurna.


Dokter Rini juga menjelaskan jika anak demam maka yang diraba bukannya dahi atau leher melainkan bagian kulit yang tertutup seperti perut. Sepertinya orang sudah salah kaprah yaaa...dan menganggap dahi merupakan indiator untuk mengecek demam :)

Telah disinggung di atas bahwa kulit bayi yang baru lahir sangat sensitif maka sudah selayaknya para ibu tidak melakukan uji coba suatu produk atau kosmetik bayi terhadap kulit si kecil. Karena jika tidak cocok maka akan mengakibatkan friksi yaitu proses fisiologi pengikisan jaringan kulit. 
Dokter Rini menjelaskan seluk beluk permasalahan kulit bayi
Selain friksi ada juga permasalahan kulit yang sering terjadi pada bayi adalah dermatitis atopi atau yang dikenal di masyarakat adalah eksim susu. Penyakit ini akan menimbulkan rasa gatal pada kulit bayi/anak maka tak heran jika anak akan terus menggaruk. Selain itu muncul bintik kemerahan dan jika berlangsung lama (kronik) maka kulit menjadi kering, bersisik, luka dan menebal hingga menjadi kehitaman. 

Disamping dermatitis atopi, ruam popok juga merupakan permasalahan terbesar yang sering diderita oleh bayi. Maka perlu diperhatikan hal hal berikut yaitu usahakan sesering mungkin membuka popok bayi, segera bersihkan daerah yang mengalami ruam dengan air hangat dan keringkan. Jangan memberikan cream/salep yang tidak tepat, gunakan celana bayi yang longgar jika ruam terjadi pada daerah genetalia, hindari menggunakan pakaian yang ketat dan bila ruam meluas maka segera konsultasikan ke dokter.

Dari penjelasan dr Rini di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa :
Oleh karena permasalahan kulit bayi sangat kompleks maka menurut mba Junita, Pampers menerapkan inovasi baru yaitu #5starskinprotection yang terdiri dari 5 keunggulan. Apa saja kelima unggulan tersebut? 
  1. Pampers mengandung lidah buaya yang berguna untuk melapisi/melindungi kulit bayi agar aman dari friksi.
  2. Menjaga kulit bayi selama 12 jam untuk membantu newborn agar tidak terganggu tidurnya karena popok yang kering
  3. Bahannya selembut kapas. Hal ini disesuaikan dengan kulit bayi yang super lembut
  4. Terdapat rongga udara yang berfungsi sabagai sirkulasi udara agar bayi tetap nyaman
  5. Design popok yang nyaman dan fleksibel disesuiakan dengan kondisi bayi.
Fokus inovasi #5starskinprotection adalah newborn, dimana jika newborn merasa nyaman menggunakan Pampers maka anak balita yang lain pun akan nyaman.

Di akhir acara kami mendapat oleh oleh diaper dari Pampers dan Pregnancy Checklist Book dari Mommies Daily. wah berguna banget loh bukunya karena saya memang sedang menjalani program anak kedua :)
Yuk.. buat yang mau share pengalaman mengandung dan melahirkan bisa ikutan blog competition yang bisa dilihat di 5starsprotection Mommiesdaily. masih ada waktu sampai tanggal 11 Juli 2014. Ayoooo buruan nulis :)

Selasa, 01 Juli 2014

Pentas Akhirussanah Dan Raport Ketiga

Hari Sabtu tanggal 7 Juni yang lalu sekolah Samara mengadakan pentas Akhirussanah atau graduation day bagi kakak kelas Kindy B. Pagi itu kami berangkat ke sekolah dan tak lupa Samara sudah berdandan cantik. Hendak ngapain ya Samara?
Ceritanya nih Samara bakal perform nari dengan teman teman ekskulnya. Oiya ngomongin tentang ekskul sebenarnya saya tidak memasukkan Samara ke ekskul tari karena kalo pulang ekskul gak ada yang jemput. Hmmm...sepele banget ya? Yaa emang kenyataannya begitu. Kalau ikutan ekskul, pulangnya gak bisa dianter school bus. Agak repot dong...Mau minta tolong si mbak untuk jemput jelas gak bisa. Tapiiii...pas bulan April ternyata Samara mengutarakan ingin ikut ekskul nari seperti teman temannya. Setelah diskusi dengan gurunya akhirnya Samara ikutan dan saat pulang diantar sama temannya yang kebetulan dijemput oleh supir pribadi.

Back to Akhirussanah. sesampainya di sekolah Samara didandani lagi oleh missnya dan bersiap untuk tampil.
Penampilan tari kali ini sengaja memakai jilbab karena setelah nari bakal ada perform selanjutnya. Ini dia penampilan pertama Samara nari kipas yang diiring lagu Sipatokaan.
Alhamdulilah Samara bisa mengikuti gerakan menarinya. Sejujurnya saya sempat khawatir apakah Samara bisa mengikuti gerakan tarinya? Karena dia hanya 2 kali latihan, tapi Alhamdulilah Samara bisa dan semangat sekali menarinya. Jadi ingat waktu penampilan Akhirussanah tahun lalu Samara juga sudah tampil dengan percaya diri, padahal waktu itu baru mulai sekolah. Dulu buat saya, minimal Samara gak malu bahkan nangis di atas panggung itu udah hebring banget. Dan Alhamdulilah si bocah berani :)

Setelah penampilan perdana lanjut ke penampilan kedua yaitu menyanyi Senandung Al Fathihah bersama teman teman PG 2.
Lagu Senandung Al Fathihah ini dibuat medle dengan lagu Lihat Lebih Dekat-nya Sherina. Jadi sebelum pentas Samara sudah menghafal lagu2 Sherina. Dasarnya emang si bocah suka nyanyi, lagu Sherina yang panjang dan lumayan rumit bisa cepat dihafal.

Setelah penampilan anak PG lanjut ke penampilan kakak kelas Kindy A dan terakhir pelepasan kakak Kindy B. Seperti biasa, ketika pelepasan itu saya mewek terharu melihat anak2 berpelukan dengan gurunya. Ditambah narasi dari MC yang sukses mengobrak abrik perasaan saya.
Tak sedikt orang tua yang meneteskan air mata melihat adegan itu. Melihat anak2 yang menangis seolah tak ingin berpisah satu sama lain. Hmmm...jadi kepikiran nanti pas Samara graduation day gimana ya? Kayanya musti siap ember deh, hehehe...

Sekitar pukul 11 acara pun selesai. Senang rasanya bisa melihat anak2 hebat tampil dan meramaikan acara pentas akhir tahun. Seperti biasa masing masing anak akan mendapat souvenir/kenang kenangan. Dan kali ini souvenirnya tas Frozen dan payung Little Earth.
Kebayang senang banget Samara dapat souvenir frozen. Kemana mana tasnya dibawa mulu, hehehe...

Dua minggu kemudian tanggal 21 Juni saatnya saya mengambil raport Samara. Ini adalah kali ketiga Samara menerima hasil belajarnya. Alhamdulilah perkembangan Samara bagus, kecerdasan interpersonalnya oke, kemampuan linguistiknya juga baik. Saat di sekolah selalu antusias dan kritis sekali. Contohnya ketika reading a book, Samara sesekali kritis bertanya mengenai alur cerita. Dan tak lupa Samara juga mampu menceritakan kembali apa yang telah disampaikan oleh teachernya.
Dengan diterimanya raport semester 2, Alhamdulilah Samara naik ke kelas Kindy A. Good bye Playgroup and Welcome to Kindy :)

We proud of you, babe... Selalu menjadi anak yang pintar dan sholehah yaa nak..

 .