Sabtu, 25 Januari 2014

Semua Ada Masanya

Saat masih berstatus lajang pernah gak sih diberondong pertanyaan kapan nikahnya? udah punya calon belum? jangan kebanyakan milih dong...hayoo buruan jangan kelamaan ntar kemakan umur loh? Dan sederetan pertanyaan yang membuat telinga merah.

Saya termasuk orang yang telat menikah, ketika memasuki usia kepala 3 dan hampir semua orang bertanya kapan nikah? saya sangat jenggah dengan pertanyaan mereka. Pengin rasanya kabur saat ditanya. Malah yang bikin kesel kalo menghadiri pesta pernikahan teman dan apesnya saya datang sendiri, sudah dipastikan banyak pertanyaan mana pendampingnya? Nah, giliran saya datang dengan pendamping ditanyain kapan nikahnya? Hmmm...bikin esmosi ya?

Pernah suatu saat ditanya kapan nikah, saya menjawab doakan saja secepatnya, eh si penanya malah bilang gini : "jawaban yang sangat diplomatis" sambil pasang muka kurang menyenangkan. Wakss? saya bengong.. trus saya musti jawab apa dong mbakyu? Eh..terakhir saya dengar kalo si penanya sekarang ini telah berpisah dengan suaminya sejak 2 tahun yang lalu dan sampai sekarang masih belum ketemu jodohnya lagi. 

Kasus yang begini apakah membuat saya menertawakan dia? Subhanallah tidak, justru saya mendoakan semoga dia dipertemukan jodohnya kembali. Apakah dia kemakan omongannya sendiri? Entah lah... Allahualam.. Apalagi dia sosok perempuan yang semasa sekolah dulu sangat dipuja para teman pria karena kecantikannya, kepintarannya dan keberuntungan dia lahir dari keluarga orang berada. Teman, kudoakan semoga dirimu cepat bertemu jodohnya yaa..

Pertanyaan lain muncul kembali ketika saya sudah menikah, mempunyai si kecil Samara yang sekarang sudah berusia 3 tahun 10 bulan, beberapa orang bertanya kapan punya anak lagi? Kasian Samara tuh gak ada teman bermain di rumah? cepetan dong sebelum usia makin tua. Hohoho... jawabannya tetap sama mohon doanya semoga saya cepat diberi kepercayaan momongan lagi. 

Dari dua kejadian itu saya belajar untuk tidak bertanya pada teman yang belum menemukan jodohnya karena saya pernah berada di posisi seperti itu. I feel guys... So, kalo ketemu mendingan ngobrol yang lain aja deh daripada bikin suasana jadi gak nyaman. 

Dan saya pun percaya kalo sesuatu itu ada masanya.. Masa ketika kita menikah, punya anak, punya rumah, punya motor, punya mobil, dapat pekerjaan baru, punya DSLR *uhukk* dan masa masa indah yang lain.

Initinya kita jangan pernah menyerah berdoa dan berusaha agar masa indah itu cepat menghampiri kita. Amin...

 

Rabu, 22 Januari 2014

Wisata Religi : Masjid Kubah Emas

Hari Sabtu awal bulan Januari kami berwisata religi mengunjungi Masjid Dian Al Mahri atau biasa dikenal dengan Masjid Kubah Mas. Lokasi masjidnya di Meruyung, Cinere Depok yang artinya itu gak terlalu jauh dengan rumah kami. 

Berangkat dari rumah jam 09.30 yang mana udah kesiangan banget. Awalnya kami berencana menunaikan sholat dhuha di sana tapi apa daya berangkatnya udah kesiangan, jadi berubah pikiran untuk sholat dhuhur di sana.

Berbekal GPS *eaaa...ke Depok aja pake GPS* :) kami meluncur ke arah Meruyung. Sebenarnya saya sudah pernah ke sana tapi waktu itu lewat Cinere, nah kali ini rencananya gak mau lewat Cinere karena pasti macet banget. Berharap gak lewat Cinere eh...malah GPSnya rada duduls dan mengharuskan kami lewat Cinere juga *lapkeringet*

Ya sudah...welcome to Cinere yang macetnya ampun ampunan. Pengin ngedumel sih tapi percuma gak menyelesaikan masalah juga...:(

Sampai disana jam 11an mataharinya sedang unyu unyu bersinar dahsyat, langitpun menunjukan warna biru cantik dengan hiasan gumpalan awan putih. Ditambah lagi warna emas yang terpancar dari kubah masjid Dian Al Mahri. Subhanallah... pemandangan siang itu cantik banget, perpaduan yang sangat indah..
Kubah emas nan megah
Masuk ke area masjid kami disambut dengan lantai yang panas banget menggigit telapak kaki. Hmmm... ini baru panasnya dunia, bagaimana dengan panasnya neraka ya? Astaghfirullah... 

Pas masuk saya merasa seperti di Masjidil Haram karena ada kabah buatan yang digunakan untuk belajar manasik haji. Hmm.. Saya memang belum pernah ke Masjidil Haram sih tapi kata eyang Samara berasa masuk ke Masjidil Haram :)
Berasa di Masjidil Haram
Menjelang pukul 12 para pengunjung siap siap untuk sholat dhuhur. Berhubung lagi berhalangan, saya menikmati keindahan arsitek masjid Kubah Emas sambil momong Samara.
Menara masjid yang gagah berdiri

Koridor

Berhubung si bocah lari larian mulu dan menolak difoto akhirnya cuma bisa dapat foto ini aja.

Muka Samara diumpetin karena gak mau foto :)
Kalo dilihat 2 foto ini Samara mengenakan baju yang berbeda. Itu karena si bocah lari larian trus hingga terjadi tragedi baju basah kuyup :)

Setelah menunaikan sholat dhuhur kami meninggalkan masjid. Sebelum beranjak, lagi lagi saya terpesona dengan bangunan gerbang masjid alias pintu masuk jamaah wanita.
Pintu masuk jamaah wanita

Akhirnya kami pulang tapiiiii.... ada yang kurang berkenan pada sistem parkir di masjid Kubah Emas yaitu ketika masuk gerbang pertama kali harus membayar Rp.10.000 kemudian pas ambil mobil mau pulang ditagih parkir sebesar Rp. 4.000. 

Saya pikir biaya itu akan berhenti sampai situ saja. Ehhh...ternyata pas di gerbang mau keluar dipungut bayaran lagi Rp. 3.000 jadi total bayar parkir Rp. 17.000. Huaaa....mahal banget ya? Kayanya itu melebihi biaya parkir di mall deh.. Saya sempat protes tapi dijawab "emang begitu bu..parkir disini" *kemudian lakban mulut* Ya sudah, apa mau dikata?

Alhamdulilah yang penting saya bisa mewujudkan keinginan eyang Samara untuk mengunjungi dan sholat di masjid Kubah Emas, meski sebenarnya eyang sudah pernah kesana beberapa tahun yang lalu.

Next time Insya Allah pengin wisata religi ke Masjid Istiqlal lanjut ke tanah suci beribadah di depan Kabah. Aminnn... *mohon aminkan berjamaah* :)

Senin, 20 Januari 2014

School Activity

Ini adalah rangkaian kegiatan sekolah Samara selama semester awal di kelas PG B (Bunny Class). Kegiatan tersebut meliputi beberapa field trip karena hampir tiap bulan sekolahnya mengadakan field trip. Jika bulan itu gak ada field trip, kegiatan keluar sekolahnya adalah home visit ke rumah teman. Intinya tiap bulan ada 1 hari yang keluar sekolah.

Hhmmm...ngomongin field trip, mungkin ada yang beranggapan field tripnya ke tempat yang jauh dan memakan biaya mahal yang akan memberatkan orangtua siswa seperti jalan jalan melihat patung singa di negara asalnya, melihat menara kembar di negara tetangga. Ohh... tidak, field trip itu benar benar di luar dugaan saya, bisa dikatakan murmer dan sepertinya Samara gak mungkin saya ajak untuk ke tempat itu jika bepergian dengan saya. Satu lagi yang paling penting yaitu orangtua gak perlu bayar lagi. Horeee... asyik kan? :)

Pokoknya filed tripnya seru deh... kalo ke patung singa, mungkin beberapa orangtua sudah mengajak anaknya jalan jalan ke sana. Tapi kalo ke pabrik tahu? Apakah orangtua akan memasukan destinasi itu dalam acara liburannya? Hmmm... saya pikir gak ya?

Nah salah satu kegiatan sekolah Samara yaitu jalan jalan ke pabrik tahu, ke peternakan sapi, ke Setu Babakan bahkan field trip naik angkot. Hayooo ngaku pernah gak mengajak anaknya naik angkot? bagaimana reaksi anak ketika naik angkot? Mungkin untuk beberapa orangtua lebih memilih naik taksi daripada angkot. Nah...dari field trip itulah para guru mengajarkan anak anak untuk menikmati perjalanan di atas angkot.

Ini dia gambar Samara melihat proses pembuatan tahu.

Pak...Samara beli tahunya dong... :)
Pulang dari pabrik tahu, anak anak mendapat oleh oleh sebungkus tahu. Dan ketika saya tanya pengalaman di pabrik tahu Samara bercerita dengan semangat cara pembuatan tahu sambil berkata : "Bunda, bikin tahu itu dali kedelai yang dilebus" (Bunda, bikin tahu itu dari kedelai yang direbus) bla..bla..bla..

Selain itu juga saat pulang dari peternakan sapi, Samara bercerita tadi ketemu dengan moo dan miss nya belajar memerah susu sapi. Trus saya bertanya Samara ikutan memerah susu sapi gak? Dia pun menjawab : "aku tadi mau memelah susu tapi gak jadi, cuma beldiri di dekat moo saja, bunda" Oke gak papa nak.. berarti kamu sudah berani mendekati binatang dan tidak ada rasa geli atau jijk. 
moo...
Pulang dari sana, anak anak juga mendapat satu kantong susu murni. Hmmm...slurppp
Selain ke pabrik atau peternakan, sekolah Samara juga sengaja mengajak anak anak ke taman terdekat hanya untuk bermain. 
Samara and her bestie...


Senang yaa melihat anak anak bermain kejar kejaran diselingi canda tawa yang riang. Yuppp...inilah dunia anak, hanya bermain dan bermain. Karena buat anak bermain adalah belajar.

Lain lain kegiatan ini, beberapa waktu lalu kelas Samara mengadakan pijamas party, masing masing anak memakai baju tidur ke sekolah. Tapi sayang saya gak punya fotonya karena miss nya lupa mengabadikan :)

Nah... kalo ini kegiatan pengenalan baju profesi. Samara menggunakan pakaian angkatan laut.
With her bestie... yang satu jadi angkatan laut, satunya lagi dokter
 

Hmmm...lucu yaa melihat anak anak pake baju profesi, ada yang pake jas seperti seorang direktur, ada yang memakai baju bola dan tak ketinggalan membawa bola, ada juga yang seperti insinyur lengkap dengan helm proyeknya. Oiya kedua miss nya juga ikutan pake baju profesi :)

So far...saya merasa puas dengan kegiatan sekolah Samara. Karena di sana diajarkan sesuatu yang sederhana tapi penuh pembelajaran yang terkadang dilupakan oleh orangtua.

Hmmm...kira kira kejutan field trip apalagi untuk kelas Samara? :)



Sabtu, 18 Januari 2014

KEB Di Mataku : Tempat Berkumpulnya Emak Hebat


Setahun sudah saya mengenal Kumpulan Emak Blogger atau lebih hits dikenal KEB namun belum genap satu tahun saya bergabung di dalamnya. Berawal dari pertemuan dengan makpon Mira Sahid di sebuah acara Pinisi Family Gathering pada Januari tahun lalu, dia mengajak saya untuk bergabung di KEB. Tapi saat itu saya tak langsung bergabung, saya follow twitter KEB dulu dan baru pada bulan April saya masuk di dalamnya.

Semenjak bergabung sebenarnya saya bingung mengapa para founder memilih kata Emak untuk menamai komunitas ini, bukan kata mama, mom, ibu atau bunda? Karena kebanyakan jika mendengar kata emak yang terlintas adalah wong ndeso dan jadul. Tapi sepertinya diambil kata emak karena komunitas ini ingin menghidupkan kembali kata emak dan merubah paradigma lama kalo emak itu cuma bisa berada di dapur, sumur dan kasur *cmiiw* 

Jika pendapat saya itu benar maka KEB berhasil merubahnya karena setelah masuk ke komunitas ini lebih dalam, saya banyak mengenal emak emak hebat yang aktif menulis dan memberikan kontribusinya di dunia perempuan. Hal ini membuktikan bahwa emak juga bisa berprestasi di dunia menulis. Tak sedikit emak anggota KEB yang menjuarai berbagai blog competition.

Asyik lagi ketika bergabung di KEB dan berkenalan dengan para emak yang inspiratif saya juga merasa sedang keliling dunia karena beberapa emak ada yang bermukim di luar negeri. Dengan membaca ceritanya saya seolah berada di negara tersebut.

Selama bergabung dengan KEB saya pernah mengikuti acara Berbagi Ilmu Di Hijab Speak. Dari situ saya mendapat ilmu tentang manfaat ngeblog salah satunya yaitu blogging with modesty, manner and moral dengan pembicara mak Shinta Ries.

Di dalam KEB kerap kali menyebarkan virus positif dan berbagi kebaikan dalam segala hal. Banyak sekali informasi yang didapat dari anggotanya. Itu yang membuat saya betah dan merasa homey di komunitas ini. Ditambah lagi dengan makmin yang adalah super ramah dan hangat.

Buat saya pribadi KEB merupakan tempat berkumpulnya emak emak hebat. Meski usianya baru menginjak 2 tahun tapi kiprahnya tak bisa dianggap remeh yaitu dengan sukses menggelar Penganugerahan Srikandi Blogger 2013 dan setiap bulan selalu diadakan pemilihan emak of the month yang semuanya inspiratif. 

Jadi meski dibilang usianya masih balita tapi KEB sudah mampu berdiri menyejajarkan diri dengan komunitas lain serta KEB sudah terkenal di dunia perempuan dan blogger.


Selamat Ulang tahun yang ke 2 semoga makin berjaya di dunia maya dan selalu menjadi inspiratif bagi para perempuan Indonesia. I'm proud to be a part of you.. :)
 

Jumat, 17 Januari 2014

On 46th months

Kembali menuliskan perkembangan Samara. Meski terlambat 5 hari tapi semoga tidak menyurutkan semangat untuk update si kecil. Mari kita rekap perkembangannya. 

Di usia ini Samara menerima menerima rapor kedua yang Alhamdulilah hasilnya memuaskan. Ada cerita kalo ternyata Samara di kelas selalu jadi asisten gurunya yaitu menjadi seorang time keeper. Jika masa bermain sudah selesai maka Samara yang selalu mengingatkan teman temannya untuk menyelesaikan permainan dan memberi contoh merapikan mainannya sambil berkata : clean up...clean up..  Hihihi… bunda jadi tersenyum sendiri mendengar penuturan gurunya. 

Hobi banget menggambar, emang sih gambarnya belum sempurna tapi sudah tegas sekali. Seperti saat libur kemarin Samara selalu berkutat dengan buku gambar dan pensil warna. Ini dia contoh gambar ikan yang dibuat Samara. Selain gambar ikan, Samara juga suka menggambar kupu kupu.
Gambar ikan versi Samara :)
Lagi kesengsem banget sama Princess Elsa dan Princess Anna. Hmmm… setiap hari pasti memutar lagu “Let it go” soundtrack-nya film Frozen. Iyaa…sejak nonton film Frozen semua gerak gerik Anna dan Elsa selalu ditirunya. 
Let's go to movie...
Setiap habis mandi Samara selalu minta memakai dress yang sampai mata kaki. Pernah suatu hari Samara ngotot pake rok panjang pergi ke sekolah, alhasil di sekolah Samara jatuh karena lari larian dan mungkin kesrimpet roknya. Huhuhu…. kedua lutut dan sikunya jadi luka yang sukses bikin nangis kejer kalo mandi. Oiya sejak kenal dress panjang, setiap nge-mall Samara selalu ngintip dress dress cantik nan aduhai harganya. Untungnya Samara gak merengek ngotot minta beli :)
Kaya princess Anna yang ada di buku itu... :)
Beberapa kali sudah ditanamkan hypno parenting ala bunda Samara yaitu kalo meminta sesuatu harus nabung dulu, contohnya saat melihat dress panjang dan meminta beli pasti bunda akan bilang “ayooo kita nabung dulu…” Alhamdulilah Samara mau mengerti. Meski kadang rada ngeyel dengan menjawab : “aku kan udah nabung tapi celengannya dipecah” hehehe… Kalo udah begitu bunda akan bilang : “ ya udah kita mulai nabung lagi” :)

Di usia ini juga Samara mengalami demam yang luar biasa. Itu terjadi minggu lalu saat bunda pulang kantor tiba tiba badan Samara mendadak demam dengan suhu mencapai 39,1 C dan muncul bercak merah di perutnya. 
Karena khawatir demamnya terus naik dan bercaknya bertambah maka malam itu jam 23.00 kami membawa Samara ke UGD RS terdekat. Eh sampai RS suhunya turun menjadi 37,5 dan diperiksa bercaknya bukan indikasi DB. Alhamdulilah kami pun pulang…


Malam harinya suhu tubuh Samara tetap di posisi 39 C, meski sudah diberi obat penurun panas tapi sepertinya gak ngaruh. Untung saja esok harinya weekend jadi ayah bunda standby menjaga Samara. 

Sedih sekali melihat Samara yang lemas sampai gak mau buka mata, karena kalo buka mata pasti matanya langsung berair. Semua home treatment sudah bunda berikan tapi saat jam 2 siang suhu tubuhnya menembus 40,1 C. Subhanallah…. 

Kami panik langsung membawa Samara ke dokter lagi dan diberi obat yang dimasukan lewat *maaf* dubur. Bu dokter menyarankan Samara untuk diopname tapi kami menolak dan berjanji akan memberi cairan lebih banyak lagi agar tidak dehidrasi. Oiya selain itu juga bu dokter menyarankan untuk tes darah dan hasilnya kadar leukosit tinggi (batas max 11.000 tapi Samara 11.500)
Malamnya, demam masih saja bertengger di tubuh Samara, mulai muncul bintik kecil berwarna merah. Duhhh… makin bingung karena khawatir bintik DB. Dengan berbekal doa kepada Allah ditambah minum jus jambu merah, madu dan air zam zam, Alhamdulilah berangsur angsur demamnya turun. Selama 5 hari kemarin bunda gak bisa tidur dan akhirnya mengambil cuti agar bisa menjaga Samara. 

Alhamdulilah… Allah telah menjabah doa kami yang tak henti hentinya memohon kekuatan dan kesembuhan untuk Samara. Terima kasih ya Rabb…  

Anakku Samara, semoga kau sehat selalu yaa….dan menjadi anak sholehah nan pintar. Amin...

*maaf perkembangan Samara diwarnai dengan cerita sakitnya*     

Kamis, 09 Januari 2014

Raport Kedua dan Mudik

Hmm... lagi lagi late post. Cerita ini seharusnya tayang bulan lalu eh tahun lalu, tapi yaa...gitu deh selalu ada alasan yang bikin tertunda. Semoga gak basi ya ceritanya :)

Hari Sabtu tanggal 21 Desember tahun lalu adalah jadwal ambil rapor Samara. Ini adalah rapor kedua Samara setelah penerimaan rapor pertama tahun lalu. Alhamdulilah hasil rapornya bagus dan banyak kemajuan. 

Kemampuan linguistiknya bagus ditandai dengan mau mendengarkan guru dan temannya dalam menyampaikan informasi dan kemudian menceritakan kembali. Kata miss nya kalo Samara menceritakan kembali suatu cerita itu pasti lengkap banget. Perfect... katanya.

Iyaa...saya akui daya ingat Samara memang kuat dan dia sangat mampu bercerita kembali dengan lengkap jika saya bacakan sebuah cerita. Mungkin ini salah satu hasil dari kegiatan mendongeng (bed time story) yang selalu saya terapkan sebelum Samara bobo.

Kecerdasan visual spasial juga baik yaitu mampu membuat berbagai macam coretan dan bentuk. Terlihat beberapa kali samara minta kertas kosong atau kertas origami saat istirahat dan memanfaatkan waktu istirahat itu dengan melakukan kegiatan melipat dan menggambar. Secara keseluruhan perkembangan Samara bagus, Alhamdulilah... We proud of you, nak :*

Setelah ambil rapor kami langsung menuju ke stasiun Gambir untuk mudik sekaligus berlibur di rumah Eyang di Tegal. Mudik kali ini tanpa Ayah, hanya saya, Samara dan pengasuhnya, jadi saya memutuskan untuk naik kereta. Ayah gak bisa cuti karena pekerjaan yang menumpuk.
  
Selama perjalanan kurang lebih 5 jam Samara enjoy banget main lari larian di koridor kereta bersama anak anak kecil lainnya. Yaa..karena musim liburan jadi banyak anak2 yang bepergian. 

Di stasiun Tegal, Opung sudah siap menjemput dan menunggu kami, langsung saja cabcus ke rumah. Hufff... senangnya bertemu dan berkumpul bersama keluarga. Home sweet home deh pokoknya :)

Keesokan hari bertepatan dengan Hari Ibu, pagi pagi Samara bangun dan memberikan sedikit hadiah untuk Eyang. Yaa... sebagai tanda terima kasih Eyang sudah menjadi ibu yang terbaik untuk saya.

Siangnya keluarga kakak saya datang dan para cucu membuat keramaian di rumah Eyang. Kami makan bersama untuk memanjakan Eyang di hari ibu ini. 
Love u mama... :)

Selama di Tegal Samara senang bermain dengan para sepupunya, mulai dari menggambar, mewarnai hingga main lompat lompatan. Kalo sepupunya udah pulang, giliran Opung yang diajak bermain. Opung didapuk untuk bercerita dan menggambar bersama. Trus emaknya Samara ngapain aja? leyeh leyeh dong pastinya, hehehe...
Holiday Activity..
Pas tanggal 25 Desember kami memutuskan untuk bermain di Pantai Alam Indah Tegal. Yupp... Samara ngotot banget pengin ke pantai. Yuk mari bersiap ke pantai.
Sesampainya di pantai, Samara dan Atha senang sekali bermain air. Atha yang tadinya takut jadi berani karena diajak Samara untuk jebur ke pantai. Senang melihat tawa mereka lepas.
Yeaayy senangnya main air..
Ini dia penampakan Pantai Alam Indah yang cantik. Hmm... sayang sekali saat itu mendung jadi langit birunya kurang begitu cerah.
Setelah bermain air, kami mampir dulu ke taman maritim yang berada di dekat pintu masuk. Di sana ada helikopter dan tank milik TNI. Di dekat situ juga ada kolam renang yang ada pancurannya berbentuk poci.

Yupp.. poci adalah salah satu simbol kota Slawi -ibukota Kab. Tegal- yang banyak pabrik teh. Hayooo siapa yang kenal teh Slawi yang enak? Ada merk teh poci, teh cap botol, teh 2 tang, teh gopek, teh sosro dan banyak lagi.. Itu semua pabriknya ada di Slawi-Tegal *promositerselubung* :)

Pagi itu terlihat gunung Selamat yang menyembul di balik awan. Subhanallah indah banget..
Alhamdulilah senang deh mudik kali ini meski kurang lengkap karena ayah gak ada. Hmm...next time kalo ayah ikut mudik kita main di pantai lagi yaa :)

Tanggal 26 Desember saya dan Samara pulang ke Jakarta tanpa mba Keke. Ceritanya si mbak mau cuti dulu di kampung. Dan selama gak ada si mbak, Samara dititipin di rumah nenek kalau saya kerja.

Alhamdulilah tanpa si mbak semua baik baik saja, meski jadi jarang update blog hehehe... Kalo sekarang sih si mbak udah balik lagi.

Yuppp...jadi begitu lah cerita liburan Samara akhir tahun kemarin :)
 

 

Rabu, 01 Januari 2014

Happy New Year 2014

Yeaayyy.... Happy New Year...*tiup terompet, tebar confetti*

Happy New Year buat saya itu sama artinya dengan Happy Birthday. Alhamdulilah saya dilahirkan tepat tanggal 1 Januari 197X pukul 2 dini hari, berarti setiap saya ulang tahun selalu dirayakan oleh seluruh umat di dunia. Dan hari ini adalah tepat bertambahnya usia saya ke tiga puluh sekian. 

Tak hentinya mengucapkan syukur Alhamdulilah atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah berikan kepada saya yang tak terhingga jumlahnya. Terima kasih ya Allah...

Sedikit cerita tentang hari ini, dimulai dari pukul 00.00 ketika pergantian tahun, si Ayah tiba tiba memberi kejutan sebuah Red Velvet Cake kesukaan saya. Malam itu ayah pulang kantor jam 10 dan saya sudah sukses tertidur. Tapi menjelang detik detik pergantian tahun tiba tiba terbangun karena berisik suara jedar jeder petasan.

Saat itu saya keluar dari kamar dan mendapati kejutan sebuah kue RVC lengkap dengan lilinnya. Subhanallah...saya terharu sekali apalagi dengan ucapan dan sederet doa yang Ayah panjatkan khusus di hari spesial saya. Terima kasih Ayah :*

Setelah tiup lilin yang kami lakukan hanya berdua saja, kami duduk bersama sambil berbincang tentang resolusi tahun 2014. 

Keesokan harinya Samara bangun pagi dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya. Alhamdulilah...malaikat kecilku mengingat dengan baik hari ulang tahun bundanya. Iyaa... ini karena beberapa hari yang lalu sudah sounding kalo hari rabu bunda berulang tahun. Jadi yaa.. tiap hari Samara selalu menanyakan : "bunda, ini sudah hari Rabu?"

Dan hari ini ketika Samara bertanya seperti itu, saya menjawab kalo ini hari Rabu. Langsung saja kedua tangan mungilnya memeluk saya dan mendaratkan kecupan di pipi saya. Sumpah ini bukan hoax... saya saja sampai speechless dibuatnya. So sweet banget anak bunda.. :*

Siangnya kami gak kemana mana karena badan Samara tetiba agak demam karena batpil. Baru ketika sore kami menuju stasiun untuk menjemput Eyang dan mba Keke yang mudik. Alhamdulilah si mbak balik lagi jadi Samara gak perlu dititipin ke rumah nenek... *baladaART* :)

Nah tadi malam sebelum pulang ke rumah kami makan bersama dulu. Yaa... itung itung merayakan ulang tahun saya :)
Sekali lagi Alhamdulilah ya Rabb.. atas umur yang telah Kau berikan, semoga mendapatkan keberkahan. Dan semoga di usia ini saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi untuk keluarga dan orang sekitar. Diberikan kesehatan, keselamatan dan usia yang barokah. Dan yang paling penting bisa meningkatkan kualitas ibadah dan memberikan yang terbaik untuk keluarga khususnya kepada kedua orangtua serta berbagi lebih banyak lagi kepada sesama. Amiinn...

Selamat Tahun Baru untuk semuanya... semoga tahun 2014 menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya :)