Kamis, 25 April 2013

Kartini's Day

Ini adalah acara pertama Samara di sekolah sejak dia bersekolah. Hari Sabtu kemarin diadakan Kartini's Day. Acaranya berlangsung di pelataran sekolah dimulai pukul 08.00. Dengan menggunakan baju batik dan bawahan jeans (sesuai dress code siswa PG A) kami antar Samara ke sekolah.

Sebelum jam 8 saya, Ayah dan Samara sudah tiba di sekolah. Bertemulah saya dengan miss dan uncle pengajar di kelas Samara. Disela  sela kesibukan para miss dan unlce saya sempat curi waktu untuk bertanya perkembangan Samara.

Yup...Samara baru 3 bulan bersekolah dan selama itu Alhamdulilah Samara sudah bisa mengikuti semua kegiatan dengan baik. Hanya saja Samara belum berinisiatif untuk bermain sendiri, masih suka ikut ikutan temannya. Kalo temannya main balok, Samara ikutan..kalo nanti temannya berlari atau lompat2 Samara juga ikutan. 

Kayanya PR buat kami nih...bagaimana caranya Samara mempunyai inisiatif sendiri dan gak selalu ikut ikutan temannya atau menjadi follower. Pertanyaan besar dalam hati, apakah anak seumuran Samara memang sedang berlaku seperti itu atau memang Samara yang belum punya inisiatif sendiri? Tolong kalo ada yang tahu jawabannya, bisa share di mari :)

Back to topic, sebelum acara Kartini's Day dimulai anak anak bermain dulu..

Samara dengan bandana pink-nya
selesai nyusun balok, lihatin teman yang masih asik nyusun balok
Pukul 8.30 kami berkumpul di depan panggung dan acara dimulai. Setelah doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama dan ice breaking, acara pertama yaitu Karya tanah Liat. Disini tiap anak diberi segumpal tanah liat dan kertas karton tebal untuk alas tanah liatnya. Kreasi tanah liat ini anak dibantu oleh orangtua untuk membuat suatu bentuk.

Saya dan Samara berkolaborasi membuat keranjang buah lengkap dengan buah buahnya dan sebuah teko lengkap dengan cangkirnya. Saya yang bertugas membuat keranjang dan Samara membuat buahnya seperti pisang, jeruk, anggur, apel. Hasilnya? yaaa belum sempurna lah, namapun anak umur 3 tahun ya? :)

kita bikin keranjang buah aja yuk...
Menurut saya, tujuan dari kreasi tanah liat adalah membangun kerjasama/kekompakan antara anak dan orangtua. Disamping itu juga agar anak merasakan sensasinya tanah liat. Kalo selama ini Samara bermain clay dengan play doh sekarang dia harus berkotor kotor ria dengan tanah liat. Jaman sekarang udah jarang banget kan bermain tanah liat? :) 
Saya jadi ingat salah satu tagline salah satu deterjen yaitu Berani kotor itu baik, hihihi...


Setelah selesai kreasi tanah liat, inilah acara yang paling ditunggu para orangtua yaitu perform anak anak. Dimulai dari penampilan anak Kindy A yaitu bersholawat, bernyanyi lagu 25 Nabi dan 99 Asmaul Husna. Hebat euyyy... anak umur 5 tahun sudah hapal Asmaul Husna. Kalo saya ditanya hafal gak Asmaul Husna? Jawabannya hanya menggeleng kepala :)

Setelah Kindy A, saatnya anak anak PG A tampil. Yeayyy....ini kelasnya Samara. Saya sudah siap merekam penampilan meraka. Dengan digandeng miss-nya Samara anak PG A yang naik panggung pertama. Hihihi...berani ya

Lihat Bun...aku naik panggung :)
Waktu Samara naik panggung, kok saya jadi terharu yaa... *emakcengeng* :)

Setelah temannya naik panggung semua, eh gak semua kok..soalnya ada beberapa anak yang menangis dan gak mau naik panggung. Trus ada juga yang naik panggung didampingin ibunya dan si anak duduk di pangkuan ibunya. Mulailah Samara dan kawan2 menyanyi lagu Dakocan. Hihihi...lucu deh melihat gaya meraka.
Inilah anak PG A yang mau tampil nyanyi
Setelah PG A kelar menyelesaikan tugasnya, giliran anak PG B menari payung. Cukup riweuh juga melihat anak anak membawa payung kecil :)

Terakhir penampilan Kindy B yang menari Tari Saman. Kebayang yaaa anak krucil duduk berderet dengan gerakan tari Saman yang makin lama makin cepat. Untung gak ada yang beradu kepala, hehehe...

Kelar perform Kindy B, ada spesial perform dari salah satu siswa laki laki dari Kindy A yang dengan hafalnya melantunkan Surat Al Mulk. Huaaa...ini yang bikin saya takjub, merinding dan terharu banget, anak usia 5 tahun hafal 30 ayat Surat Al Mulk. Subhanallah banget yaaa...

Lagi lagi kalo saya ditanya, hapal gak? Udah pasti jawabannya gak :(
Si ibu anak tersebut yang mendampingi saja harus membawa Al Quran untuk mengecek hafalan si anak.

Acara perform anak anak itu selesai jam 10.30. Oiya selain perform ada juga bazaar yang menjual berbagai barang dari mulai buku, baju sampai makanan.

Di acara bazaar itu tentu saja saya sebagai emak yang tangannya gatal pengin beli akhirnya mengadopsi berbagai macam makanan :)

Jam 11 akhirnya kami memutuskan untuk pulang karena cuaca lumayan panas saat itu. Senang rasanya bisa melihat Samara perform meski belum maksimal yang penting sudah ada keberanian naik panggung dan bernyanyi bersama.

Semoga di acara berikutnya Samara tampil lebih baik lagi. Apapun itu yang pasti Ayah dan Bunda bangga sama kamu, Nak...:)

Minggu, 21 April 2013

Menjadi Kamus Pertama Bagi Anak

Menjadi seorang ibu berkerja adalah pilihan. Menjadi ibu rumah tangga juga merupakan pilihan. Keduanya sama sama pekerjaan yang mulia dan mempunyai tujuan yang sama yaitu melakukan yang terbaik untuk keluarga dan mengharap Ridho-Nya.

Sejak awal menikah, saya dan suami telah berkomitmen bahwa saya akan tetap bekerja. Pun ketika saya "menandatangani kontrak" dengan Allah untuk menjadi seorang ibu, setelah cuti melahirkan saya melanjutkan untuk bekerja kembali.

Awalnya gak mudah bagi saya untuk membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga, tetapi seiring berjalannya waktu semua bisa teratasi. Meski bekerja Alhamdulilah saya bisa memberikan asi exclusive pada Samara dan melanjutkan memberi Asi hingga 2 tahun sesuai yang diperintahkan oleh-Nya.

Karena dari hari Senin hingga Jumat waktu saya habis di kantor maka hari Sabtu dan Minggu adalah waktu yang betul betul saya dedikasikan untuk keluarga. Tak heran saat wiken kami habiskan dengan bermain bersama. 

Saya sangat setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa Ibu adalah kamus pertama bagi anak. Dan saya bertekad untuk menerapkan kalimat tersebut. Meski saya bekerja tapi saya harus menjadi orang pertama bagi Samara untuk mengenal segala hal. Contoh sederhana adalah pengenalan binatang, saya mengajaknya bermain ke Ragunan.

Samara sangat senang sekali melihat hewan hewan dan saya juga senang bisa memberikan yang terbaik meski sangat sederhana.



Saya ingin menjadi kamus pertama bagi Samara :)
Dan jika pada suatu weekend saya harus bekerja maka saya akan membawa Samara ke kantor karena hari Sabtu Minggu adalah harinya Samara :)

 

Foto ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: Sehari Menjadi Srikandi

Untuk semua perempuan Indonesia, Selamat Hari Kartini... semoga kita bisa mengambil tauladan yang telah beliau ajarkan.

Selasa, 16 April 2013

Samara 3y1m

Gak terasa sudah di pertengahan bulan yaa... Lagi lagi Bunda terlambat posting perkembangan Samara.

Alhamdulilah tanggal 11 kemarin Samara bertambah lagi nikmat umur dan sudah makin besar. Selain nambah umur, di usia ini Samara :

1. Sering bertanya tentang kepemilikan. Pernah bertanya : "Bunda, bulan itu punya siapa?" Trus lanjut nanya : "kalo lantai punya siapa?" Kalo pertanyaannya masih begitu bisa dijawab dan belum perlu buka wikipedia :)

2. Ritual baru sebelum tidur malam yaitu selain bed time story adalah mengajak semua bonekanya berkumpul kemudian sembari memegang mikrophone Samara mewawancarai semua bonekanya. Satu persatu bonekanya ditanya : "hai Hello Kitty kamu mau nyanyi apa?" Saya yang pura pura jadi Helkit menjawab : "aku mau nyanyi Twinkle Twinkle Little Star". Trus Samara sambil pegang Helkit nyanyi lagu itu. Disini saya cuma kebagian jawab pertanyaan aja. Yang nyanyi teteup Samara. Emang beneran nih...bakat nyanyi Samara udah kelihatan banget :)

nyanyi bersama yukkk...*_*

3. Bisa menimpali suatu pernyataan. Contohnya ketika Samara nyanyi lagu Soleram, di syair yang berbunyi Soleram anak yang manis. Ehh tiba tiba Samara bilang : "anak manis itu aku ya Bun?"
Hehehe... Trus di syair terakhir lagu Soleram yaitu Kalo dicium merah lah pipinya. Eh Samara bilang : "pake liptip (baca : lipstik) ya Bun?" Hahaha...pintar banget sih kamu nak. Tapi bener juga sih kalo pipinya dicium sama orang yang pake lipstik nanti lipstiknya nempel di pipi :)

4. Selalu bercerita aktifitasnya di sekolah dari mulai datang sampai pulang dan itu lengkap benget ceritanya. Kadang nih saya harus melawan rasa kantuk demi mendengarkan cerita Samara. Lucu banget deh lihat mimiknya bercerita :)

5. Sudah mengenal beberapa huruf. Ini karena mainan puzzle huruf ABC jadi mau gak mau mengenal huruf. Dan huruf yang paling cepat dihapal dan disukai adalah S. Mungkin tau kalo S itu huruf pertama namanya :)

6. Sudah mengerti konsep lawan kata. Ini berawal dari mainan jungkat jungkit di sekolah. Pernah Samara cerita kalo dia main jungkat jungkit bersama Ifah temannya. Trus saya pancing kalo jungkat jungkit, Samara di atas trus Ifah dimana? Di bawah. Trus kalo Samara di bawah, Ifah dimana? Di atas. Nah sejak itu saya mulai sedikit sedikit memancing dengan pertanyaan : Kalo pensil ini pendek, lawannya apa? Eh dijawab panjang. Trus saya padamkan lampu, saya tanya ini gelap atau terang? Dijawab gelap. Lalu saya nyalakan lagi lampunya eh Samara teriak : "ini terang".

7. Bisa Sholawatan dan hafal 25 Nabi. Keduanya dirangkai dalam satu lagu yang sering dinyanyikan di sekolahnya. Jadi emang bener yaaa pembelajaran yang terbaik di usia ini adalah bermain sambil belajar. Bermainnya bisa dengan lagu dan gerak. Dan dasarnya Samara hobi nyanyi, jadi yaaa...lagu apapun yang diajarin pasti langsung dinyanyiin terus dan cepat hafal.

8.  Beberapa kali masih terjadi drama di pagi hari yaitu menangis sambil bilang : "Bunda jangan ke kantor...Bunda di rumah aja". Sama seperti yang pernah saya tulis di postingan sebelumnya.

Overall semua perkembangan Samara di bulan ini sangat menakjubkan.

Selamat Ulang Bulan ya Nak...Semoga selalu menjadi yang terbaik untuk Ayah dan Bunda.

We love you much and much....:)

Jumat, 12 April 2013

Ungu is Purple

Kalo mendengar kata UNGU yang terlintas dalam benak sebagian orang adalah nama sebuah grup band yang digawangi oleh Pasha. Dan sebagian orang lagi berpikiran ungu warna janda. Saya kurang paham kenapa ungu itu identik dengan janda.

Konon kabarnya sih karena para istri (yang kebanyakan berstatus janda) Pepabri menggunakan seragam warna ungu, maka melekatlah dalam pemikiran masyarakat kalo ungu = janda. Kalo ada warna janda trus warna duda apa dong? #eaaaa...dibahas :)

Awalnya saya sebagai pecinta ungu merasa risih dengan predikat itu secara di mata saya ungu itu CUANTIIIIIK banget *eitsss...gak boleh protes, gak boleh protes* :)

Kalo ditanya sejak kapan saya menyukai warna ungu? Sejak 17 tahun yang lalu, tepatnya sejak duduk di bangku SMA. Wakssss...ketauan deh produk tahun 70an? hihihi...biarin deh

Karena suka ungu, udah pasti dong buanyak sekali pernak pernik warna ungu yang saya miliki. Bahkan secara tidak langsung saya mendominasi warna ungu dalam kehidupan Samara dari mulai baju, sepatu, jaket dan pernak pernik yang lain.

Ada cerita waktu saya mau merit, saya menyodorkan proposal ke orangtua untuk menggunakan nuansa ungu dalam acara pernikahan. Eh...ditolak abis abisan sama mama karena yaa...itu balik lagi mama masih menganggap warna ungu itu warna janda *nangiskejer*

Yowis akhirnya manut sama orangtua dengan mengganti warna ungu dengan warna marroon dan gold, kata mama sih biar terlihat mewah. Oke lah... mendingan manut wong tua daripada gak jadi nikah, hehehe...

Trus ternyata nih setelah banyak bergaul, banyak kok temen2 yang suka warna ungu, termasuk teman blogger macam Mak Yeye, Allisa, BunDit dan Dani (?).

Sudahlah...daripada ngoceh lama lama, mending nikmatin sebagian koleksi warna ungu sajah...
Rasa rasa nih mata saya adem beneerrr kalo lihat warna ungu :)

Yang ini ungu dilihat dari kue ulang tahun Samara dan kerudung saya. Maaf ya narsis tingkat dewa :)

Kue ulang tahun ungu...
Samara dan bunga warna ungu. Ceritanya Samara lagi main ke rumah Nenek trus ada bunga warna ungu, nah...kebetulan banget dong Samara pake baju ungu trus foto di bunga ungu. Seneng banget deh emaknya Samara :)

Samara dan bunga ungu
Ini jam kesayangan saya. Coba diintip stiker bertuliskan nama Samara juga berwarna ungu :)
Suka banget sama jam ituh...
Salah satu koleksi sajadah dan mukena saya. Jangan ditanya berapa banyak mukena dan sajadah berwarna ungu? Yang pasti lebih dari 2 :)


Sajadah dan mukena ungu
Kalo yang ini beberapa koleksi tupperware ungu saya. Masih ada lagi sih, tapi...ini sudah bisa mewakili :)


Tempat makan ungu...
Ini adalah gelang pemberian Ndutyke sang seleb Suroboyo, saat kopdar di PenVill. Matur nuwun yo Tyk... :)

Love this bracelet very much...
 Another baju ungu Samara...

Mari... makan donat
Ini diaaa....hadiah Giveaway dari Della.
Sedikit cerita tentang hadiah ini, sebenernya Della menyiapkan hadiah tasnya berwarna dasar hitam, ada hiasan bunga2nya di tengah (kalo gak salah) dan saya udah pasrah dapat warna apa ajah. Namapun hadiah masa mau nawar warna sih? Nanti saya dibilang TER...LA...LU :)

Etapi tiba tiba Della sms kalo tasnya bisa diganti sesuai selera. Whuaaaa...seneng dong..

Setelah Della mengirimkan beberapa gambar tas, akhirnya saya memilih yang ungu ini. Cantik kan? Makasih ya Dell... :)


Hadiah GA dari Della
Sepatu ungu Samara ini nemu secara gak sengaja loh.... Jadi lagi jalan jalan ke Point Square, masuk ke toko sepatu eh ada sepatu warna ungu muda. Langsung digiring saja itu sepatu ke kasir.

Tapi kalo sandal saya sih emang sengaja beli yang warna ungu, hihihi.... 

Alas kaki pun nyari yang ungu *_*
Trus kalo payung? Kenapa juga harus yang ungu? Hohoho... payung itu sih sebenernya dikasih sama mama saya. Kayanya sih mama beli sengaja buat saya :)

Lady rain...

Jadi... setuju kan kalo UNGU itu TJANTIK, hihihi....*ngloyor menghindari timpukan berjamah*

Senin, 08 April 2013

G.E.N.D.U.T

Hari minggu itu enaknya kruntelan di rumah ya... betul gak? hehehe...kayanya itu berlaku cuma buat saya yang gak punya acara di kala wiken.

Jadi hari minggu kemarin kerjaan saya cuma leyeh leyeh di rumah sambil gonta ganti channel tipi. Si Ayah lagi ada undangan akekah di rumah tetangga. Nah pas lagi mesra mesranya nonton tipi bareng Samara tiba tiba Samara nyender di perut saya sambil ngelus perut sembari berkata :

Samara : "bunda gendut"
Bunda   :  *mata tetep ke tipi dan pura pura gak denger*
Samara : "bunda gendut"
Bunda   : *tetep khusuk di depan tipi*
Samara : bunda, bunda, bunda GENDUT" sambil nabok perut saya
Bunda   : *membela diri* "bunda gak gendut kok"
Samara : "iya, bunda gendut, lihat ini pelutnya ada dedeknya"
Bunda   : *pura pura gak lihat perut*
Samara : Bunda ke dokter donggg biar gak GENDUT"

Gubraaakkkkk.....serasa ketiban barbel 10kg lanjut pengin nguyah remote tipi...
Oalah nak, bundamu ini memang sudah naik 8 kg dari waktu gadis tapi kayanya belum perlu ke dokter deh untuk akupuntur atau ke marie france slimming centre.

Jadi, badan segini masih dibilang GENDUT sama anak sendiri? hikkkkssss.....*uyel2 Samara*



Jumat, 05 April 2013

Yuk Minum Susu Greenfields...

Masih ingat slogan 4 Sehat 5 Sempurna? Kayanya itu slogan nge-hits banget pas SD deh, etapi sampai sekarang masih dipake juga yaa slogan itu.

Dulu waktu SD saya belajar 4 Sehat 5 Sempurna itu terdiri dari nasi sebagai makanan pokok, sayur, lauk pauk, buah dan disempurnakan dengan segelas susu.  Kayanya sekarang slogan itu bergeser dengan istilah "Gizi Seimbang". Betul gak?

Nah ngomongin soal susu nih... berkaitan erat dengan cerita si kecil Samara. Maklum lah blog ini memang dibuat khusus untuk bercerita tentang Samara.

Sejak Samara tiup lilin yang pertama kali, Samara memasuki babak baru sebagai toddler dimana saya menargetkan Samara sudah bisa makan nasi dan minum ASIP pake sedotan. Alhamdulilah semua bisa tercapai.

Bicara tentang ASI, Alhamdulilah Samara lulus S1 ASIX di usia 6 bulan lanjut S2 hingga mendapat gelar profesor ASI. Tapi setelah 1 tahun ASI saya mulai up and down, saya mencari info lewat milis susu tambahan yang terbaik untuk Samara. Diperoleh keterangan bahwa susu cair (bisa UHT atau Pasteurisasi) lah yang terbaik.

Ketika Samara berusia 1 tahun 2 bulan saya mulai memberikan susu cair tapi Samara belum begitu suka. Saya tak lantas menyerah, 2 bulan berikutnya dicoba lagi susu cairnya, ehhh...Samara udah doyan meski perbandingannya masih 70 % ASI dan 30 % susu cair tapi saya sudah senang. Jadi kalo pergi pergi praktis, tinggal bawa saja susu cairnya.

Tepat Samara berusia 2 tahun 9 bulan dimana dia lulus Weaning With Love dan full minum susu cair hingga sekarang. Dan pemilihan susu cair itu jatuh pada susu Greenfields. Kenapa milih susu Greenfields? Mari kita bahas bersama...

Tahu gak, ketika saya dan Ayah memilih memberikan Samara susu cair Greenfields ketimbang susu bubuk saya menuai berbagai pertanyaan yang menghujam dari orang orang sekitar. Saya terus dicecer oleh pihak keluarga yang kekeuh marekeh pengin Samara minum susu bubuk. Akhirnya saya beberkan semua fakta kebaikan susu Greenfields. Inilah diantaranya :

1. Proses pembuatan susu bubuk yang sangat panjang akan menghilangkan kandungan gizi yang terkandung di dalam susu. Beda dengan susu cair. Pengolahan susu cair membutuhkan waktu yang singkat. Ambil saja contohnya susu pasteurised Greenfields, diproses dengan cara pasteurisasi dengan full automatic system dan tak ada campur tangan manusia sehingga dapat meminimalkan bakteri. Jadi benar benar fast and fresh milk.
Kalo susu bubuk berasal dari susu cair yang dikeringkan, umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller dryer. Hayyooo kebayangkan proses perubahan dari cair ke bubuk trus ketika mau dikonsumsi harus dicairkan lagi. Ribet bukan?

2. Praktis.
Susu cair Greenfields sangat praktis gak perlu diseduh. Kebayang dong kalo saya harus bolak balik merebus air untuk menyeduh susu bubuk. Belum lagi kalo pas bepergian, kemana mana musti bawa termos trus kalo gak bawa termos mampirlah ke resto untuk sekedar minta air panas. 
Kalo saya cukup membawa susu Greenfields kemasan 200ml untuk dibawa jalan jalan.

3. Memberi pelajaran pada anak untuk tidak tergantung pada dot. Yang saya tahu kalo minum susu bubuk enaknya pake botol dot yaaa...nah kalo minum susu cair, si anak bisa belajar pake sedotan atau dituang di gelas dan gak tergantung pada dot. 
Karena pengalaman teman saya, sampai saat ini anaknya belum bisa lepas dot padahal usianya sudah 11 tahun dan sudah duduk di kelas 5 SD.
DUAARRRR....kaget gak sih dengernya? Saya aja geleng geleng kepala, takjub luar biasa.

4. Retensi penyimpanan susu bubuk jauh lebih lama dari pada susu cair. Kalo susu bubuk bisa sampai 2 tahun sedangkan susu cair uht hanya max 10 bulan (dalam kondisi tanpa pengawet), kalo susu pasteurisasi malah lebih singkat. Silakan tarik kesimpulan sendiri kalo sesuatu bisa disimpan dalam janga waktu tahunan apakah bebas pengawet? Jawablah di dalam hati masing masing... :)

5. Susu cair Greenfields bisa dikonsumsi oleh siapa saja, bukan cuma Samara tapi saya dan Ayah juga bisa minum. Praktis kan? Tinggal beli susu yang sama trus glek deh bareng bareng :)

6. Di dalam susu cair Greenfileds ternyata ada pelajarannya, setidaknya pembelajaran untuk Samara pribadi yaitu Samara jadi belajar menuang ke dalam gelas, karena sekarang kami seringnya beli susu Greenfields family pack, jadi setiap mau minum susu Samara pasti semangat banget pengin menuang sendiri ke dalam gelasnya.

Lihatlah... meski berceceran tapi...yang namanya belajar pasti begitu dong :)


biar tumpah sedikit tapi gak papa, namanya juga belajar
Abis menuangkan ke gelas, langsung GLEK...GLEK...


glek...glek...susu greenfield enak deh :)

Sekarang Susu Greenfileds Choco Malt sudah jadi susu keluarga kami karena rasanya tidak terlalu manis dan diminum saat dingin jauuuuh lebih nikmat.

Yuk mampir ke www.greenfieldsmilk.com untuk melihat varian susu Greenfields, disana juga bisa dilihat proses pembuatan susu Greenfields yang cepat dan fresh.

Kunjungi juga Fan Page GreenfieldsMilkID di Facebook trus klik app What Real Milk Can Do di http://bit.ly/YyzGwS.

Jangan lupa yaa...dukung saya biar menang jalan jalan bareng keluarga ke Legoland.

Mari kita minum susu tiap hari agar keseimbangan gizi terpenuhi dan badan bisa sehat... *_*

Selasa, 02 April 2013

Keys to Happy Marriage


Di kala orang lain ber-long wiken dengan jalan jalan keluar kota atau keluar negeri, saya dan keluarga cukup menikmati libur di rumah saja. Bete? Tentu saja tidak... Karena banyak acara yang kami ciptakan untuk mengisi liburan, salah satunya yaitu saya dan si Ayah berkesempatan datang ke acara seminar Keys to Happy Marriage hasil hajatan Mommiesdaily (MD). 

Kok kesannya males bener yaaa libur libur kok malah belajar? Jangan salah loh...seminar kemarin itu jauh dari suasana tegang seperti layaknya orang belajar. Selama seminar berlangsung kami banyak tertawa dan sekali kali disuguhi kenyataan yang bikin mengelus dada.

Oiya sebelum mulai cerita seminarnya, sedikit cerita kalo saya ini mendapatkan 2 free tiket seminar ini dari @supermomsid yang merupakan media partner @mommiesdaily. Tiket itu saya peroleh dari kuis yang diadakan di twitter. Alhamdulilah saya salah satu orang yang beruntung.

Back to topic.
Hari Sabtu pagi saya, ayah dan Samara berangkat dari rumah menuju ke Ragunan, loh...kok ke Ragunan? Iki arep seminar opo piknik? hehehe...tenang saya cuma ngedrop Samara ke Ragunan karena disana sudah ada ibu mertua dan adik ipar saya yang akan mengajak Samara piknik sambil mengenal binatang.

Kelar menitipkan Samara ke neneknya, kami cabcus ke JDC sampai sana sudah ramai. Saya mendatangi meja registrasi dan mendapatkan goodiebag dari bank Commonwealth @CommBank_ID yang isinya celengan dan buku panduan berinvestasi. Setelah itu kami nyicipin snack yang sudah disediakan dengan menyeruput kopi hangat.

Jam 9.15 semua peserta masuk ruangan tak lama kemudian acara dibuka oleh MC Amy Zein yang tak lain adalah penyiar radio Ufm (cmiiw). Sambutan demi sambutan berjalan dengan lancar salah satunya dari Neng Lita sang Managing Director MD dan salah satu perwakilan dari Commonwealth bank (lupa namanya) hihiihi...

Lanjut perkenalan siapa pembicara dalam seminar ini, slide pun diputar terpampanglah biografi Pak Indra Noveldy. Setelah kenalan dengan Pak @noveldy maka beliau pun memulai bicara. 


Seminar ini dibuka dengan pernyataan pak Indra bahwa mengikuti seminar pernikahan TIDAK harus menunggu ada masalah dalam kehidupan rumah tangga. Seperti halnya makan, apakah kita makan makanan sehat harus nunggu sakit dulu? GAK dong....Sepakat banget dengan kalimat itu.

Kemudian Pak Indra bertanya pada audience : "manakah yang lebih penting, karier atau keluarga?" Mayoritas menjawab keluarga. Trus bener atau gak jawabannya? Oke disimpan dulu yaa.. :)

Dikatakan, ketika kita melamar pekerjaan sudah pasti ijazah dan skill2 ada di tangan dan itu merupakan bekal untuk menjadi seorang employee. Tapi bagaimana dengan melamar jadi suami/istri? Apakah sudah ada sertifikasinya? Ada trainingnya? Ada kompetensinya? Jawabannya tentu saja TIDAK.

Tidak ada buku manual sebagai panduan untuk membangun keluarga bahagia, yang ada kita sendiri lah yang bikin panduan tersebut, tapiii...pastinya itu belum tentu benar dong...#makjleb

Banyak yang berasumsi pernikahan itu seperti lari sprint yang meriah dari garis start hingga finish. Kenyataannya pernikahan itu layaknya lomba lari marathon, artinya di awal gegap gempita kemudian makin lama makin sepi, hanya seorang diri sambil ngos ngosan dan sampai di garis finish serasa mau pingsan kecapekan.

Memang kalo seperti saya yang baru akan menginjak tahun ke-4 belum begitu berasa ngos ngosannya karena menurut survey bahwa 5 tahun pertama itu masih manis, masih banyak hal ditutupi dari pasangan. Duh...kayanya saya sudah blak blakan semua deh dengan si Ayah :)

Dan tahu gak ketika Pak Indra bertanya ada gak istri yang tidak tahu berapa gaji suaminya? Seorang ibu di deretan tempat duduk saya mengacungkan jari dan semua orang menoleh padanya. Pak Indra bertanya : "beneran gak tahu bu? Sudah berapa lama menikah?" Dijawab : "iya gak tahu, sudah 8 tahun nikah". Gubraaaakkkkk...... Kalo begini siapa yang salah? Entah lah...

Dikatakan bahwa energi yang tidak kompak dan tidak selaras dengan pasangan maka dijamin gak bakal berkah kehidupan Rumah Tangganya. Duh...serem yaa dengernya. Semoga ini gak terjadi pada keluarga kami dan keluarga teman2 semua. Amin...

Kebanyakan orang lupa bahwa dalam kehidupan pernikahan sebelum memasuki dunia parenting ada fase yang sering dilupakan oleh pasangan yaitu fase COUPLING dimana dalam fase tersebut diharapkan kita bisa saling mengenal pasangan dan menyamakan visi dan misi rumah tangganya #makjleb lagi...

Sebelum Pak Noveldy membocorkan kunci kebahagiaan pernikahan, diputarlah video yang sangat menyeramkan yaitu perilaku anak yang meniru orangtuanya. Dimana ketika orangtuanya marah dan berperilaku buruk seperti contohnya membanting2 barang, si anak melihat dan melakukan hal yang sama. Karena semua tingkah laku orangtua akan dilihat dan ditiru anak. Children See...Children Do...

Aseli...ketika video itu diputar semua orang dalam ruangan yang tadinya ketawa lantas mendadak diam, hening...semua mengelus dada. Subhanallah jangan sampai tabiat buruk orangtua ditiru anak. Jadi langsung pengin lari untuk peluk Samara karena terkadang saya esmosi sama dia. Maafkan bunda Nak...

Nah inilah 5 keys to happy marriage :
1. Tujuan
2. Mindset
3. Knowledge and Skill
4. Komitmen
5. Berserah

5 Keys to Happy Marriage
Udah bisa ditebak yaa...untuk point 1 dan 2 kita harus punya tujuan dan mindset yang jelas dan searah dengan pasangan tentang pernikahan. Hendak dibawa kemana biduk rumah tangganya? 

Point ke 3 Knowledge dan skill itu dicari/dipelajari sambil jalan karena yang namanya belajar itu kan bisa kapan aja yaa.. di point ini financial literacy juga masuk di dalamnya. Belajar mengelola keuangan keluarga yang baik.

Komitmen untuk mencapai tujuan yang  sama. Sudahkah anda lakukan dengan pasangan? #makjleb

Berserah BUKAN menyerah, berserah itu melakukan usaha yang terbaik dan hasilnya diserahkan pada Allah. 

Pernah denger gak ada orang bilang : "aku telah menemukan pasangan jiwaku" etapi gak lama kemudian orang tersebut bilang lagi : "kita udah gak cocok dan akhirnya memilih jalan berpisah". 

Soulmate is not found, it is made. Keep on fighting to become each other's soulmate. Bahwa sebenarnya soulmate bukan ditemukan, itu bisa diciptakan, karena seiring berjalannya waktu maka akan terciptalah pasangan jiwa yang sesungguhnya.

Ketika pernikahan bermasalah, kita cenderung melakukan apa yang INGIN kita lakukan bukan melakukan apa yang HARUS kita lakukan. Beda yaa...konsep INGIN dan HARUS itu? 

Ada kalanya seorang istri mengambil alih kemudi rumah tangga ketika suami "sedang oleng" dan berada dalam proses pendewasaan, bukan malah kita meninggalkannya. 

2 pertanyaan besar yang mengganjal di pikiran yaitu : "kenalkah kita dengan pasangan kita?" dan "Siapakah yang menjadi sahabat anda? Jika anda menjawab bukan nama pasangan anda maka sudah dipastikan ada masalah dalam rumah tangganya. Karena sudah seharusnya pasangan kita lah sahabat yang terbaik untuk kita.

Selain 5 kunci di atas, ada lagi hukum alam dalam pernikahan yaitu GIVING, GIVING dan GIVING. Dengan memberi ini niscaya suatu saat pasti kita akan RECEIVING. Hanya saja permasalahannya, kapan kita menerimanya (balasan)? Hanya Allah yang tahu saat yang tepat untuk kita menerima. Jangan pernah mendikte Allah akan hal2 seperti ini #makjleb meneh

Trus trus.. Pernikahan bahagia = bebas konflik? hohoho...tentu saja tidak. Dijabarkan bahwa koflik dalam Rumah Tangga ada 4 stadium. Haduuuhh serem deh dengernya...:(

Stadium pertama terjadi sejak malam pertama. Tapi karena rasa cinta yang besar maka hal itu biasanya dianggap remeh. Pada stadium ini juga banyak membatin dan memilih mengalah daripada ribut. Kalo sudah begini mustinya dibicarakan untuk menghindari kerusakan berkelanjutan.

Stadium ke 2, mulai ekspresif, raut muka mulai ditekuk, bete dsb. Di tahap ini kerusakan sudah terjadi, pertengkaran mulai sering. Ucapan dan bahasa tubuh mulai eksplisit. Saling menuntut dan saling menyalahkan.

Masuk ke stadium 3, terjadi konflik terbuka, perang mulut sudah tak bisa dihindarkan bahkan yang lebih parah ketika tangan ikut maju (KDRT). Hati hati di fase ini karena the grass is always greener on the other side. Bisa jadi pelariannya adalah kerja, bisnis, sosial dan lebih parahnya PIL/WIL. Naudzubilla mindzalik...

Stadium 4, gugatan cerai mulai dilayangkan. Tingkat kerusakan sudah sangat parah dan keinginan (bercerai) sangat kuat. Yang paling parah adalah efek samping atas kerusakannya yaitu mengalami depresi dan gak menutup kemungkinan muncul penyakit seperti stroke, kanker, ginjal dan jantung.

Kalo sudah begini maka dibutuhkan INVISIBLE hand dan lakukan lah sedekah dalam jumlah yang banyak. Apa hubungannya dengan sedekah? Sedekah bisa melancarkan semua masalah, asal kita ikhlas melakukannya. Gak percaya? Nanti Insya Allah saya akan bahas The Miracle of Giving (sedekah).

Sebenarnya apa yang dicari oleh seorang pria? Jawabannya adalah Pelabuhan hati. Siapa yang menjadi pelabuhan hati? Sudah pasti sang istri.

Yuk..para istri mari kita berpegangan tanggan dan berkomitmen untuk melakukan yang terbaik untuk suami dan keluarga hingga suatu saat sang suami berkata pada kita : "Thank you for being my wife. I'm blessed..."

Rasanya meleleh yaaa kalo kita dengar suami bicara seperti itu. 

Sebelum berakhir Pak Indra mengingatkan bahwa :


Right.... i've to fight for it.

Di akhir sesi, lampu ruangan dimatikan dan diputarlah lagi Because You Love Me nya Celine Dion. Coba resapi liriknya...Betapa beruntungnya seseorang jika mendapatkan pasangan yang mengerti kita. So blessed...


For all those times you stood by me
For all the truth that you made me see
For all the joy you brought to my life
For all the wrong that you made right


For every dream you made come true
For all the love I found in you
I’ll be forever thankful baby
You’re the one who held me up
Never let me fall
You’re the one who saw me through through it all
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net

You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn’t speak
You were my eyes when I couldn’t see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn’t reach
You gave me faith ’coz you believed
I’m everything I am
Because you loved me


You gave me wings and made me fly
You touched my hand I could touch the sky
I lost my faith, you gave it back to me
You said no star was out of reach
You stood by me and I stood tall
I had your love I had it all


I’m grateful for each day you gave me
Maybe I don’t know that much
But I know this much is true
I was blessed because I was loved by you


You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn’t speak
You were my eyes when I couldn’t see
You saw the best there was in me

Lifted me up when I couldn’t reach
You gave me faith ’coz you believed
I’m everything I am
Because you loved me


You were always there for me
The tender wind that carried me
A light in the dark shining your love into my life
You’ve been my inspiration
Through the lies you were the truth
My world is a better place because of you

Ketika lagu itu diputar saya hanya bisa meneteskan air mata sambil berpegangan tangan dengan Ayah. Huhuhu....

Seketika itu lampu pun dinyalakan lagi dan tepuk tangan menggema di seluruh ruangan. 

Terima kasih Pak @noveldy yang sudah berbagi ilmunya...terima kasih juga @mommiesdaily dan @supermomsid yang telah memberikan kesempatan saya untuk belajar.

Setelah sesi ini, ada sesi financial lagi yang dibawakan oleh seorang financial planner dari Commonwealth Bank tapi saya gak mau bahas sekarang karena sudah terlalu panjang postingan ini :)

Oiya di akhir acara kita berfoto bersama dan saya bertemu dengan mba Chi Bundanya Ke2Nai yang ikutan seminar juga.


foto bareng
Seminar berbonus kopdar dengan mba Chi :)

Kopdar....
Oiya semua yang saya tulis ini adalah omongan dari sang nara sumber.  Semoga bermanfaat....