Selasa, 02 April 2013

Keys to Happy Marriage


Di kala orang lain ber-long wiken dengan jalan jalan keluar kota atau keluar negeri, saya dan keluarga cukup menikmati libur di rumah saja. Bete? Tentu saja tidak... Karena banyak acara yang kami ciptakan untuk mengisi liburan, salah satunya yaitu saya dan si Ayah berkesempatan datang ke acara seminar Keys to Happy Marriage hasil hajatan Mommiesdaily (MD). 

Kok kesannya males bener yaaa libur libur kok malah belajar? Jangan salah loh...seminar kemarin itu jauh dari suasana tegang seperti layaknya orang belajar. Selama seminar berlangsung kami banyak tertawa dan sekali kali disuguhi kenyataan yang bikin mengelus dada.

Oiya sebelum mulai cerita seminarnya, sedikit cerita kalo saya ini mendapatkan 2 free tiket seminar ini dari @supermomsid yang merupakan media partner @mommiesdaily. Tiket itu saya peroleh dari kuis yang diadakan di twitter. Alhamdulilah saya salah satu orang yang beruntung.

Back to topic.
Hari Sabtu pagi saya, ayah dan Samara berangkat dari rumah menuju ke Ragunan, loh...kok ke Ragunan? Iki arep seminar opo piknik? hehehe...tenang saya cuma ngedrop Samara ke Ragunan karena disana sudah ada ibu mertua dan adik ipar saya yang akan mengajak Samara piknik sambil mengenal binatang.

Kelar menitipkan Samara ke neneknya, kami cabcus ke JDC sampai sana sudah ramai. Saya mendatangi meja registrasi dan mendapatkan goodiebag dari bank Commonwealth @CommBank_ID yang isinya celengan dan buku panduan berinvestasi. Setelah itu kami nyicipin snack yang sudah disediakan dengan menyeruput kopi hangat.

Jam 9.15 semua peserta masuk ruangan tak lama kemudian acara dibuka oleh MC Amy Zein yang tak lain adalah penyiar radio Ufm (cmiiw). Sambutan demi sambutan berjalan dengan lancar salah satunya dari Neng Lita sang Managing Director MD dan salah satu perwakilan dari Commonwealth bank (lupa namanya) hihiihi...

Lanjut perkenalan siapa pembicara dalam seminar ini, slide pun diputar terpampanglah biografi Pak Indra Noveldy. Setelah kenalan dengan Pak @noveldy maka beliau pun memulai bicara. 


Seminar ini dibuka dengan pernyataan pak Indra bahwa mengikuti seminar pernikahan TIDAK harus menunggu ada masalah dalam kehidupan rumah tangga. Seperti halnya makan, apakah kita makan makanan sehat harus nunggu sakit dulu? GAK dong....Sepakat banget dengan kalimat itu.

Kemudian Pak Indra bertanya pada audience : "manakah yang lebih penting, karier atau keluarga?" Mayoritas menjawab keluarga. Trus bener atau gak jawabannya? Oke disimpan dulu yaa.. :)

Dikatakan, ketika kita melamar pekerjaan sudah pasti ijazah dan skill2 ada di tangan dan itu merupakan bekal untuk menjadi seorang employee. Tapi bagaimana dengan melamar jadi suami/istri? Apakah sudah ada sertifikasinya? Ada trainingnya? Ada kompetensinya? Jawabannya tentu saja TIDAK.

Tidak ada buku manual sebagai panduan untuk membangun keluarga bahagia, yang ada kita sendiri lah yang bikin panduan tersebut, tapiii...pastinya itu belum tentu benar dong...#makjleb

Banyak yang berasumsi pernikahan itu seperti lari sprint yang meriah dari garis start hingga finish. Kenyataannya pernikahan itu layaknya lomba lari marathon, artinya di awal gegap gempita kemudian makin lama makin sepi, hanya seorang diri sambil ngos ngosan dan sampai di garis finish serasa mau pingsan kecapekan.

Memang kalo seperti saya yang baru akan menginjak tahun ke-4 belum begitu berasa ngos ngosannya karena menurut survey bahwa 5 tahun pertama itu masih manis, masih banyak hal ditutupi dari pasangan. Duh...kayanya saya sudah blak blakan semua deh dengan si Ayah :)

Dan tahu gak ketika Pak Indra bertanya ada gak istri yang tidak tahu berapa gaji suaminya? Seorang ibu di deretan tempat duduk saya mengacungkan jari dan semua orang menoleh padanya. Pak Indra bertanya : "beneran gak tahu bu? Sudah berapa lama menikah?" Dijawab : "iya gak tahu, sudah 8 tahun nikah". Gubraaaakkkkk...... Kalo begini siapa yang salah? Entah lah...

Dikatakan bahwa energi yang tidak kompak dan tidak selaras dengan pasangan maka dijamin gak bakal berkah kehidupan Rumah Tangganya. Duh...serem yaa dengernya. Semoga ini gak terjadi pada keluarga kami dan keluarga teman2 semua. Amin...

Kebanyakan orang lupa bahwa dalam kehidupan pernikahan sebelum memasuki dunia parenting ada fase yang sering dilupakan oleh pasangan yaitu fase COUPLING dimana dalam fase tersebut diharapkan kita bisa saling mengenal pasangan dan menyamakan visi dan misi rumah tangganya #makjleb lagi...

Sebelum Pak Noveldy membocorkan kunci kebahagiaan pernikahan, diputarlah video yang sangat menyeramkan yaitu perilaku anak yang meniru orangtuanya. Dimana ketika orangtuanya marah dan berperilaku buruk seperti contohnya membanting2 barang, si anak melihat dan melakukan hal yang sama. Karena semua tingkah laku orangtua akan dilihat dan ditiru anak. Children See...Children Do...

Aseli...ketika video itu diputar semua orang dalam ruangan yang tadinya ketawa lantas mendadak diam, hening...semua mengelus dada. Subhanallah jangan sampai tabiat buruk orangtua ditiru anak. Jadi langsung pengin lari untuk peluk Samara karena terkadang saya esmosi sama dia. Maafkan bunda Nak...

Nah inilah 5 keys to happy marriage :
1. Tujuan
2. Mindset
3. Knowledge and Skill
4. Komitmen
5. Berserah

5 Keys to Happy Marriage
Udah bisa ditebak yaa...untuk point 1 dan 2 kita harus punya tujuan dan mindset yang jelas dan searah dengan pasangan tentang pernikahan. Hendak dibawa kemana biduk rumah tangganya? 

Point ke 3 Knowledge dan skill itu dicari/dipelajari sambil jalan karena yang namanya belajar itu kan bisa kapan aja yaa.. di point ini financial literacy juga masuk di dalamnya. Belajar mengelola keuangan keluarga yang baik.

Komitmen untuk mencapai tujuan yang  sama. Sudahkah anda lakukan dengan pasangan? #makjleb

Berserah BUKAN menyerah, berserah itu melakukan usaha yang terbaik dan hasilnya diserahkan pada Allah. 

Pernah denger gak ada orang bilang : "aku telah menemukan pasangan jiwaku" etapi gak lama kemudian orang tersebut bilang lagi : "kita udah gak cocok dan akhirnya memilih jalan berpisah". 

Soulmate is not found, it is made. Keep on fighting to become each other's soulmate. Bahwa sebenarnya soulmate bukan ditemukan, itu bisa diciptakan, karena seiring berjalannya waktu maka akan terciptalah pasangan jiwa yang sesungguhnya.

Ketika pernikahan bermasalah, kita cenderung melakukan apa yang INGIN kita lakukan bukan melakukan apa yang HARUS kita lakukan. Beda yaa...konsep INGIN dan HARUS itu? 

Ada kalanya seorang istri mengambil alih kemudi rumah tangga ketika suami "sedang oleng" dan berada dalam proses pendewasaan, bukan malah kita meninggalkannya. 

2 pertanyaan besar yang mengganjal di pikiran yaitu : "kenalkah kita dengan pasangan kita?" dan "Siapakah yang menjadi sahabat anda? Jika anda menjawab bukan nama pasangan anda maka sudah dipastikan ada masalah dalam rumah tangganya. Karena sudah seharusnya pasangan kita lah sahabat yang terbaik untuk kita.

Selain 5 kunci di atas, ada lagi hukum alam dalam pernikahan yaitu GIVING, GIVING dan GIVING. Dengan memberi ini niscaya suatu saat pasti kita akan RECEIVING. Hanya saja permasalahannya, kapan kita menerimanya (balasan)? Hanya Allah yang tahu saat yang tepat untuk kita menerima. Jangan pernah mendikte Allah akan hal2 seperti ini #makjleb meneh

Trus trus.. Pernikahan bahagia = bebas konflik? hohoho...tentu saja tidak. Dijabarkan bahwa koflik dalam Rumah Tangga ada 4 stadium. Haduuuhh serem deh dengernya...:(

Stadium pertama terjadi sejak malam pertama. Tapi karena rasa cinta yang besar maka hal itu biasanya dianggap remeh. Pada stadium ini juga banyak membatin dan memilih mengalah daripada ribut. Kalo sudah begini mustinya dibicarakan untuk menghindari kerusakan berkelanjutan.

Stadium ke 2, mulai ekspresif, raut muka mulai ditekuk, bete dsb. Di tahap ini kerusakan sudah terjadi, pertengkaran mulai sering. Ucapan dan bahasa tubuh mulai eksplisit. Saling menuntut dan saling menyalahkan.

Masuk ke stadium 3, terjadi konflik terbuka, perang mulut sudah tak bisa dihindarkan bahkan yang lebih parah ketika tangan ikut maju (KDRT). Hati hati di fase ini karena the grass is always greener on the other side. Bisa jadi pelariannya adalah kerja, bisnis, sosial dan lebih parahnya PIL/WIL. Naudzubilla mindzalik...

Stadium 4, gugatan cerai mulai dilayangkan. Tingkat kerusakan sudah sangat parah dan keinginan (bercerai) sangat kuat. Yang paling parah adalah efek samping atas kerusakannya yaitu mengalami depresi dan gak menutup kemungkinan muncul penyakit seperti stroke, kanker, ginjal dan jantung.

Kalo sudah begini maka dibutuhkan INVISIBLE hand dan lakukan lah sedekah dalam jumlah yang banyak. Apa hubungannya dengan sedekah? Sedekah bisa melancarkan semua masalah, asal kita ikhlas melakukannya. Gak percaya? Nanti Insya Allah saya akan bahas The Miracle of Giving (sedekah).

Sebenarnya apa yang dicari oleh seorang pria? Jawabannya adalah Pelabuhan hati. Siapa yang menjadi pelabuhan hati? Sudah pasti sang istri.

Yuk..para istri mari kita berpegangan tanggan dan berkomitmen untuk melakukan yang terbaik untuk suami dan keluarga hingga suatu saat sang suami berkata pada kita : "Thank you for being my wife. I'm blessed..."

Rasanya meleleh yaaa kalo kita dengar suami bicara seperti itu. 

Sebelum berakhir Pak Indra mengingatkan bahwa :


Right.... i've to fight for it.

Di akhir sesi, lampu ruangan dimatikan dan diputarlah lagi Because You Love Me nya Celine Dion. Coba resapi liriknya...Betapa beruntungnya seseorang jika mendapatkan pasangan yang mengerti kita. So blessed...


For all those times you stood by me
For all the truth that you made me see
For all the joy you brought to my life
For all the wrong that you made right


For every dream you made come true
For all the love I found in you
I’ll be forever thankful baby
You’re the one who held me up
Never let me fall
You’re the one who saw me through through it all
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net

You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn’t speak
You were my eyes when I couldn’t see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn’t reach
You gave me faith ’coz you believed
I’m everything I am
Because you loved me


You gave me wings and made me fly
You touched my hand I could touch the sky
I lost my faith, you gave it back to me
You said no star was out of reach
You stood by me and I stood tall
I had your love I had it all


I’m grateful for each day you gave me
Maybe I don’t know that much
But I know this much is true
I was blessed because I was loved by you


You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn’t speak
You were my eyes when I couldn’t see
You saw the best there was in me

Lifted me up when I couldn’t reach
You gave me faith ’coz you believed
I’m everything I am
Because you loved me


You were always there for me
The tender wind that carried me
A light in the dark shining your love into my life
You’ve been my inspiration
Through the lies you were the truth
My world is a better place because of you

Ketika lagu itu diputar saya hanya bisa meneteskan air mata sambil berpegangan tangan dengan Ayah. Huhuhu....

Seketika itu lampu pun dinyalakan lagi dan tepuk tangan menggema di seluruh ruangan. 

Terima kasih Pak @noveldy yang sudah berbagi ilmunya...terima kasih juga @mommiesdaily dan @supermomsid yang telah memberikan kesempatan saya untuk belajar.

Setelah sesi ini, ada sesi financial lagi yang dibawakan oleh seorang financial planner dari Commonwealth Bank tapi saya gak mau bahas sekarang karena sudah terlalu panjang postingan ini :)

Oiya di akhir acara kita berfoto bersama dan saya bertemu dengan mba Chi Bundanya Ke2Nai yang ikutan seminar juga.


foto bareng
Seminar berbonus kopdar dengan mba Chi :)

Kopdar....
Oiya semua yang saya tulis ini adalah omongan dari sang nara sumber.  Semoga bermanfaat....

43 komentar:

  1. waaa kebayang pasti pada terharu ya pas denger lagu celine dion nya... :D

    BalasHapus
  2. Huhuhu. Lagunya Celine Dion itu bikin gw mewek di kereta ekonomi Mak.
    Intinya giving-giving and giving ya

    BalasHapus
  3. Terimakasih yah mba sudah mereview hasil seminar kemarin, alhadmulillah kecipratan ilmunya juga meski ga ikutan seminarnya, jadi bisa belajar lagi bukan hanya tentang rumah tangga tapi bagaimana memahami dan menerima pasangan hidup kita :D.

    BalasHapus
  4. Tengkiu mak udh bikin postingan ini, kmrn ga bs ikutan hehehe..

    BalasHapus
  5. @ Arman, terharu bgt...sampe gw mewek ;)
    Makjleb moment bgt deh pokoknya...

    BalasHapus
  6. @ Dani, huhuhu...emang bikin mewek tuh lagunya. Liriknya buaguuus bgt ;)

    Ya bener, intinya adalah giving ;)

    BalasHapus
  7. makjleeeb semua yang ditulis diatas maaakkk ...:,)

    BalasHapus
  8. @ mba Dian, sama sama mbak... semoga bermanfaat untuk bekal belajar menjadi yg lebih baik ;)

    BalasHapus
  9. Lah, gue juga enggak tau gaji suami gue, Mak. Yang penting kalo gue minta ada, itu aja sih, dan itu udah kami komitmenin sejak awal. Tapi dia tau gaji gue :D
    TFS, Yan. Btw iri deh bisa kopdar sama Chi. Her blog is so inspiring buat gue :)

    BalasHapus
  10. @ Yeye, sama2 mak...coba kemarin kamu ikut pasti mewek juga hehehehe...

    BalasHapus
  11. @ Desi, ember mak... gw aja cuma bisa mengelus dada. Makjleb bgt dah ;)

    BalasHapus
  12. Hai Mbak, akhirnya aku ikutan komen juga setelah lama cuma jadi silent reader.

    Aku mau ucapin makasih banget buat Mbak yang udah nulisin postingan ini. Aku baru mau jalan 4 bulan menikah dan selalu ingin tahu how to become a good wife and building happy family. Makanya tadi aku langsung follow 2 akun twitter yang Mbak sebutin di atas :)

    Adem perasaanku baca ini Mbak. Makasih ya :)

    BalasHapus
  13. @ Della, hahaha... kalo emang udah komit dari awal sih gak masalah yaa ;)
    Samaaa, gw juga ngefans sama mba Chi, dia inspired blogger ;)

    BalasHapus
  14. gambarnya aku kenal banget tuh hehehe sempet ma aku jadiin gambar di header blog :)
    weekend dapat ilmu berharga ya

    BalasHapus
  15. @ Ladeva, sama2 Dev, Alhamdulilah bisa bermanfaat utk belajar menjadi dan membangun keluarga yg sakinah yaa amien... ;)

    Utk akun twitter di atas udah jadi makanan sehari2 deh.. banyak info yg menarik dari sana ;)

    BalasHapus
  16. @ mba Lidya, gambar yg mana ya? yang impian membangun keluarga bahagia ya? ;)

    BalasHapus
  17. Yaaaaaan..
    Makasih udah sharing yaaaah...
    Jadi dapet ilmu deh, dan banyak banget pernyataan yang menghujam gitu yah...

    Senengnya bisa kopdar ama mba Chie lagiiiii...
    Waktu di Pinisi kan udah ketemuan juga yah...

    BalasHapus
  18. Soulmate is not found, it is made. Keep on fighting to become each other's soulmate --> suka banget quotenyaaa..

    BalasHapus
  19. wah senang banget baca postingan tentang seminar di blog ini serasa ikutan duduk di kursi paling depan deh, ya ilmunya berguna banget nih buat bekal persiapan masa depan...

    BalasHapus
  20. Mengharukan dan berguna banget postingannya. serasa hadir di seminar...

    BalasHapus
  21. waaa... makasi byk mba udah share isi seminarnya dsini. ternyata soulmate itu diciptakan ya bukan ktemu begitu aja..

    kmrn2 aku ikutnya seminar parenting, yg ttg pernikahan itu sendiri blm pernah.. hihi..
    jd makin byk ilmu ni ttg pernikahan.. pas bgt bwt bekal aku nanti ktika ud menikah :)

    BalasHapus
  22. @ Bebe, aku juga suka kata2 itu...
    dan baru tahu kalo soulmate itu bs diciptakan ;)

    BalasHapus
  23. lagu itu sejak keluar aku sukaaa banget, apalagi ada potongan-potongan film itu

    makasih ya Yan, udah berbagi hasil seminarnya

    BalasHapus
  24. @ Teh Ery, semua kata2 pak Noveldy makjleb bagt deh:)

    Iya pernah ketemu mba Chi waktu kopdar di Pinisi

    BalasHapus
  25. @ Siti, semoga bermanfaat utk kamu nantinya yaa ;)
    Amin

    BalasHapus
  26. @ Memez, sangat mengharukan mak...
    Semoga bermanfaat ya ;)

    BalasHapus
  27. @ Denu, iyaaa sama2, jd udah ada bekal yaaa ;)
    Sharing dong seminar parentingnya Den..;)

    BalasHapus
  28. @ Lulu, toss dulu ah... aku juga dr awal udah suka sama lagu itu ;)
    Sma2 Luk...smoga bermanfaat

    BalasHapus
  29. seneng ya mbak bisa menghadiri acara spt di atas :)

    BalasHapus
  30. udah posting, ya. Saya blm sama sekali. Hihi. Izin pake foto yang terakhir buat postingan saya, ya :)

    BalasHapus
  31. @ mba Ely, iya...alhamdulilah bisa belajar dalam seminar itu :)

    BalasHapus
  32. @ mba Chi, monggo kalo mau pake fotonya :)
    Ayooo buruan nulis mba :)

    BalasHapus
  33. beneran makjleb ya Yan... aku dah sering ditawarin ikut seminar ini tapi belum kesampaian juga karena adaa aja diantara aku dan suami yg bentrok acaranya....jadi sementara menikmati bc di bbm oleh pak indra yang aduhai banget itu kata2nya... daleeem dan bikin mikir, mudah2an suatu saat bisa ikutan juga seminarnya, sekarang lagi proses merampungkan buku MUB nya..... eaaallaaa panjangnya komen inih....

    BalasHapus
  34. makasih mbak udah sharing :)
    iya pasti nya sedih banget denger lagu clien dion

    BalasHapus
  35. WOOOWWWW....#capslocknya sampe njepat niiyy

    Postinganya mantaaabbb...mencerahkan juga...

    Kopdaran sama Mbak Myra yaa...aih...meri akuuuh !

    BalasHapus
  36. ini juga mak jleb mbak'e..."koflik dalam Rumah Tangga ada 4 stadium" kapan ya seminar seperti ini di bdg

    BalasHapus
  37. @ Rina, aku jg beli bukunya tp belum kelar bacanya ;)
    Emang makjleb buanget kata2nya.. moga2 suatu saat bisa ikutan seminarnya pak Noveldy yaa ;)

    BalasHapus
  38. @ Dea, sama2 De... bukan sedih lagi tapi udah tahap mewek ;)

    BalasHapus
  39. @ mba Lies, hahaha...mesake capslocknya mba ;)
    Iya seneng bgt bs seminar bonus kopdaran sama mba Myra ;)

    BalasHapus
  40. @ Kania, aku jg baru tahu kalo konflik dlm RT itu ada tahapannya.
    Semoga pak Noveldy bersedia bikin seminar di Bdg yaa ;)

    BalasHapus
  41. @ mba Hilsya, hehehe setuju juga ;)
    sama2 mba...

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomentar :)