Rabu, 29 Februari 2012

C.o.l.o.u.r.f.u.l

Yuhuuuu....apa kabar "rumah kecilku"?
Sudah sekian lama dianggurin sekarang saatnya bebersih *ambil sapu dan kemoceng*

Seminggu lebih gak posting karena pindahan kantor baru yang lumayan ribet dan perlu adaptasi.
Sekarang mari kita bernarsis narsis ria dengan posting foto Samara dan bunda dengan balutan kostum yang gonjreng...

Here we are J
kombinasi hijau muda, hijau tua dan orange yg ngejreng

blue, red, yellow and pink...seru euy ^_^

Nah...kalo yang ini pants-nya Samara yang colourfull...

bergaya dengan patchwork pants


nuansa merah, pink dan ungu si barney

Jumat, 17 Februari 2012

Birokrasi oh...birokrasi

*tulisan ini sudah lama nangkring di draft, saya ragu akan posting atau tidak karena takut nantinya berakhir seperti kasus Prita hehehe..lebay banget ya, dan dengan mengucap Bismillah saya posting juga tulisan ini*

Meski sama sama instansi pemerintah yang bernaung di Depertemen yang sama, tapi…kalo kantor wilayahnya berbeda maka berbeda pula kebijaksaannya.
Begitulah kesimpulan yang saya tarik atas kejadian yang menimpa kami.
Saat itu kami sedang mengurus passport untuk ayah dan Samara, beberapa orang mungkin sudah tahu kalo sekarang kantor imigrasi mempunyai layanan pendaftaran online yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat waktu pembuatan passport. Kalo dulu ketika saya membuat passport (tahun 2008) belum ada cara online seperti itu dan masih konvensional bgt. Jadi saya harus 3 kali datang yaitu:
  • Tahap 1 pengisian form, menyerahkan berkas dan mencocokan keabsahan berkas yang telah difotokopi dengan aslinya. Setelah semua oke saya diberi secarik kertas utk jadwal wawancara dan foto dua hari kedepan.
  • Tahap 2 datang, antri bayar dan antri wawancara+foto. Nah…di tahap inilah yang lama menunggunya. Musti banyak stok sabar karena tak jarang ada orang yang mengambil jalur cepat alias menyewa jasa calo untuk pembuatan passport, jadi...mereka tak perlu antri lama.
  • Tahap 3 yaitu pengambilan passport (dilakukan 2 hari setelah foto).  
Nah…kebayang dong rempongnya musti bolak balik apel di malam minggu menyambangi kantor imigrasi.
Makanya biar praktis muncul lah system pendaftaran oline *two tumbs up berarti bakal ada kemajuan, gumam saya dalam hati*. Harapan diterapkannya system online adalah agar pemohon tidak perlu 3 kali datang, cukup 2 kali kedatangan saja yaitu saat menyerahkan berkas dilanjutkan wawancara + foto. Setelah itu datang lagi untuk pengambilan passport.
Oke cukup simple dan menghemat waktu yaaa…makanya sekarang banyak sekali pemohon yang mendaftar secara online.
Berbekal dari itu semua, si ayah pun melakukan  pendaftaran online di www.imigrasi.go.id dengan memasukan semua berkas dalam bentuk file jpg dan memilih tanggal kedatangan. Awalnya ayah memilih kantor imigrasi Jakarta selatan tapi OMG…tanggal yang kosong adalah 21 Maret yang artinya kami harus menunggu 1 bulan lebih utk menyerahkan berkas,wawancara + foto. Berhubung KATANYA semua sistemnya sudah ONLINE maka ayah berinisiatif memilih kantor imigrasi depok.
Okeee..kelar sudah pendaftaran online ayah dan Samara, kami pun sudah mendapat bukti pendaftarannya.
Di tanggal yang telah ditentukan (hari senin) kami datang ke kantor imigrasi depok, kami sengaja datang pagi supaya dapat nomor antrian awal.
Bekal sarapan, makan siang, buah, biscuit serta susu uht utk Samara sudah saya siapkan sejak subuh. Pokoknya well prepare banget deh…dan bekalnya pun sudah kaya orang mau piknik J
Pukul 6.15 kami meluncur ke Depok, memakan waktu 40 menit di perjalanan, sampailah kami disana. Masuk ruangan sudah ada sekitar 10 orang yang antri. Berhubung ayah dan Samara belum membeli form dan map maka kami menunggu loket koperasi buka jam 8.00. sambil menunggu loket buka saya menyuapi samara yang saat itu sangat kooperatif sekali makannya.

Setelah map sdh ada di tangan, kami menyerahkan kpd petugas, olehnya kami diberi nomor antrian yaitu 004 dan 005 serta langsung menuju loket mana saja yang kosong tanpa perlu antri.
Waawww…girang banget dong saya, kebayang bakal cepet selesai nih prosesnya. Dipanggillah nama ayah dan Samara kemudian kami menuju loket utk memperlihatkan dokumen asli utk dicocokan. Setelah semua cocok kami diberi 2 lembar kertas masing2 bertuliskann nama ayah dan Samara yang isinya adalah surat panggilan utk wawancara + foto di  hari kamis.

Dueeerrrr….saya kaget banget, Lho…kenapa kami harus datang lagi untuk foto? Bukannya setelah semua oke kami tinggal bayar di loket dan antri wawancara  + foto? Trus apa gunanya kami sudah daftar online kalo tenyata harus 3 kali datang juga? Buat apa dibuka pendaftaran online? Apa bedanya system online dan konvensional? Mengapa perlakuan kantor imigrasi depok berbeda dg kantor imigrasi Jakarta selatan, padahal mereka bernaung di institusi yang sama?

Maka bertubi tubilah saya mengajukan protes keberatan dg kebijakan kantor imigrasi setempat dan oleh petugasnya dijawab tetap TIDAK BISA langsung wawancara + foto, kami harus datang lagi pada hari yang telah mereka tentukan.
Menurut penjelasan si petugas atas pertanyaan jamaah saya yaitu karena kantor imigrasi depok merupakan kantor kelas II (berbeda dg kantor imigrasi jaksel yang  kelas I) maka peralatan dan SDM-nya kantor Depok sangat terbatas. Jadi tetap harus menunggu waktu untuk wawancara  + foto *arrggghhh…pengin marah rasanya saat protes saya tidak diindahkan*

Saking kesal dan hopelessnya saya pasang muka memelas dan menuntut iba si petugas dengan mengatakan saya membawa anak dan agak repot kalo harus datang dg membawa anak lagi, serta saya jg mengatakan bersedia menunggu sampai sore sekalipun asal hari ini kelar. Tapi hasilnya tetap tidak bisa. Trusss gimana dg para calo yang menyusup ke orang dalam agar prosesnya cepat selesai?
Dikatakan oleh petugas bahwa masing masing kantor punya kebijakan tersendiri dan dengan dalih status kelas I dan II itulah yang membuat saya kesal. Ditambah lagi pernyataan petugas kalo yang namanya system online itu hanya memudahkan pemohon agar tidak perlu antri seperti pemohon konvensional, kalo mengenai kedatangan yaa…tetap saja harus 3 kali L
Trusss....Klo begitu mendingan di webnya ditulis pendaftaran online tidak berlaku di kantor imigrasi kelas II, III dan seterusnya agar pemohon tidak terkecoh seperti saya.
Akhirnya dengan langkah gontai kami meninggalkan TKP, entah kapan kami akan datang untuk wawancara dan foto, karena *lagi lagi* menurut petugasnya jika pemohon tidak bisa hadir pada hari yang telah ditentukan maka pemohon bisa datang kapan saja asal tidak melebihi 1 bulan dari tanggal yang tertera di lembar kertas tsb.
Ahhh…jujur saja saya sudah ilfil dan tidak semangat untuk melanjutkan prosesnya. Semoga nanti keadaan hati saya berubah dan bersedia untuk melanjutkan lagi. Klo tidak yaaa..terpaksa ketika wawancara + foto Samara hanya datang berdua dengan ayah *tapi kayanya saya gak bakal tega*

Entah lah hati saya masih esmosi... sekarang mending tutup laptop dan main2 dengan Samara J   

*sampai tulisan ini di posting kami belum datang lagi utk wawancara dan foto, masih ada beberapa hari lagi sebelum due date masa berlakunya kertas wawancara+foto tsb* 

Rabu, 15 Februari 2012

Say Love With Durian

Katanya nih...tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari kasih sayang, dimana pada hari itu banyak sekali yang merayakannya dengan memberi bunga pada pasangan, memberi coklat sampai candle light dinner. Contohnya saja ketika kemarin pagi saya melintasi Jalan Kemang Raya disana ada sebuah resto T*mani yang ngetop banget, resto tersebut membuat semacam pintu gerbang berwarna pink dan dihiasi ornamen yang berbentuk love. Wah...pokoknya meriah sekali deh, di kaca resto juga ditulisi Happy Valentine's Day segede gaban tapi sayang saya tidak sempat membidiknya dengan kamera henpon.

Nah...saya kurang paham juga mengapa Valentine diidentikan dengan bunga mawar dan coklat? Mungkin ada yang bisa bantu menerangkan kepada saya? *jiaahhh PD banget ada yang baca blog ini* hahaha...

Saya dan suami bukan tipe orang romantis, sejak awal pertemuan kami, saya sudah tahu sifat ayah yang cenderung cuek, tapi dibalik itu semua ada sesuatu yang sesuatu banget *niru Syahrince* di dalam diri ayah *prikitiewww* J
Berhubung ayah bukan tipe pria romantis maka kami pun tidak pernah merayakan hari valentine karena menurut kami everyday is valentine.

Tapi apa yang terjadi pada tanggal 14 Februari 2012?
Sungguh diluar dugaan saya, tiba tiba tadi malam sekitar jam 21:30 WIB ayah pulang dari kantor, langsung masuk ke dalam kamar yang kebetulan saya dan Samara sudah tidur dan membangunkan saya sambil memamerkan sebuah durian yang baunya harum banget.

Sontak saya pun terbangun karena bau yang sangat tajam dan menusuk hidung buah kesukaan saya itu dan ayahpun mengucapkan selamat hari valentine, bunda... *uhuyyyy* J
Dalam keadaan mata yang masih kriyep kriyep sayapun tersenyum geli sambil beranjak turun dari tempat tidur. Saat menunggu ayah mandi dan makan malam, saya sudah gak sabar pengin makan durian yang harum baunya.

Yuppp...saya memang pecinta durian, dari kemarin saya memang ribut pengin makan durian apalagi kalo lewat tukang jual durian. Makanya mungkin ayah pengin kasih kejutan sama saya sekaligus berlaku sedikit romatis pada bunda hahahaha....

Anyway terima kasih ayah atas hadiah valentine-nya J

ini dia buah kesukaan bunda ^_^

Selasa, 14 Februari 2012

Jelang 2 Tahun

Alhamdulilah bertambah lagi usia Samara, tanggal 11 Feb kemarin genap usianya 23 bulan, yang artinya 1 bulan lagi Samara memasuki usia dua tahun *siap siap hunting kue*
Di usia menjelang 2 tahun banyak sekali perkembangan Samara baik motorik halus maupun kasarnya.
Yuk diintip kepintaran Samara :
·        Sudah bisa naik tangga tanpa bantuan orang lain, ini terbukti waktu main prosotan di playground, Samara bisa naik sendiri
·        Bisa sikat gigi sendiri walaupun belum sempurna tapi yang jelas bunda senang karena ada kemauan untuk sikat gigi
·        Kalo minta diajarin sesuatu (misalnya mengancingkan baju atau menggambar sesuatu) pasti Samara bilang "bunda, ajalin dulu" dan dengan senang hati bunda mengajarinya.
·        Rasa ingin tahunya besar sekali, sedikit sedikit nanya : “bunda ini apa?” seperti waktu di atas motor, hampir semua yang menarik perhatiannya ditanyakan pada bunda *untuk ini bunda sabar sabar aja menjawab pertanyaan yg bertubi tubi*
·        Sudah bisa menyebut nama lengkapnya sendiri, jika ditanya namanya siapa, akan dijawab : “Camala Aqilla Cica” (baca : Samara Aqilla Nafisa)
·        Sering banget bunda dan mba Nike jadi sasaran kegemesan Samara. sambil mencubit pipi bunda Samara berkata : “ïhh…gemes” J
·        TT hampir lulus, hanya saja utk *maaf* pup masih belum mau ngomong. Alhamdulilah kalo siang sdh free clodi/diaper & secara otomatis gak boros diaper J
·        Suka meniru gaya si Timmy dalam film timmy time. Kalo bunda bilang : “kikuk…kikuk..” Samara langsung menjawab “waktunya bermain”, “waktunya makan” dan “waktunya tidur” tapi …kalo lagi iseng Samara menjawab : “waktunya pake pampers” Weleh nak, siapa yang ngajarin ya?
·        Kalo kemarin hobi menyapu, sekarang hobinya menyetrika. Kalo mau bobo malam pasti piyamanya disetrika dulu sambil bilang : “awas, setlikanya panas” hehehe…tau aja kalo setrikaan itu panas, nak.. J
·        Sudah hapal beberapa lagu (untuk yang satu ini nanti bunda ceritakan terpisah di next posting) 
·        BB 11,5 kg dan TB 80 cm
·        Deretan gigi belum nambah lagi, posisi sementara 6 di bawah 10 di atas

Alhamdulilah perbendaharaan kata Samara makin banyak sampai suatu saat bunda dibuat nganga terkejut oleh Samara yaitu ketika pulang main dari playground tiba tiba Samara berkata : “plocotan cudah, ayun ayunan cudah, pulang dulu ya” (maksudnya main prosotan sudah, main ayunan sudah, skrg saatnya pulang dulu yaa) wkwkwk….ayah bunda tertegun mendengar kalimat itu krn kami berdua tidak pernah bicara seperti itu.
Disamping makin cerewet perbendaharaan kata yang nambah, motorik halusnya juga makin berkembang dengan sudah sedikit lihai memegang pencil dan membuat coretan di atas kertas yang tak jarang juga mencoret tembok rumah J
Selamat Ulang bulan Samara sayang…semoga tetep sehat, tambah pintar dan menjadi anak sholelah. Amin…

yang rapi ya nyetrikanya...:)

serius bgt nih belajar nulisnya


Jumat, 10 Februari 2012

Suatu Senja di Tepi Danau

Di sela sela persiapan pindahan kantor yang riweh bin rempong sangat menyita waktu dan tenaga, bunda menyempatkan diri untuk update blog keluarga kami *takut berdebu dan muncul sarang laba laba* J


Jika bunda ditanya  apa yang dinantikan oleh seorang ibu bekerja? Jawabannya adalah wiken...
Yup, bener banget bunda sangat mendambakan wiken, kalo bisa nih everyday is weekend J


Setelah 5 hari meninggalkan Samara di rumah, berjibaku dengan jalanan ibukota yang crowded, berlari lari mengejar mas mas Commuterline, berkutat dengan angka2, kertas dan dering telepon komplain cabang maupun nasabah yang tak kunjung habis, gak heran kalo bunda mengidolakan hari sabtu dan minggu sebagai hari kemerdekaan *lebay sangat* J


Biasanya wiken selalu bunda manfaatkan dengan menghabiskan waktu bersama ndoro putri alit Samara. Sepertinya Samara paham kalo sabtu minggu adalah waktu bermanja manja dengan bunda, makanya Samara maunya nempeeeeeel mulu sama bunda. Bahkan ketika bunda masak pun Samara minta gendong, alhasil bunda menggendong Samara pake jarik kaya di film jadul Oshin yang pernah diputar di TVRI J


Sebagai orang tua kami berdua memang mendedikasikan seluruh waktu wiken untuk Samara. Kalo tidak ada acara keluar rumah kami bertiga hanya bercengkerama aja seharian. Terkadang sore hari kami naik motor mengelilingi setu babakan yang jaraknya selemparan batu dari rumah kami.


Setu babakan merupakan danau (orang Betawi menyebutnya Setu) yang berlokasi di Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan merupakan obyek wisata murah meriah J Setu Babakan ini terbilang unik, karena berada di tengah Perkampungan Budaya Betawi. Begitu memasuki kawasan setu, kami akan disambut gapura khas Betawi. Kemudian terlihatlah rumah-rumah khas Betawi.


Rumah yang tersusun rapih itu berjajar di kiri kanan memasuki setu. Sengaja dibuat seperti itu, sebagai bentuk proteksi Pemerintah Daerah DKI Jakarta, terhadap penduduk asli Ibu Kota, agar Budaya Betawi tak lekang oleh perkembangan zaman. Perkampungan ini merupakan rintisan pelestarian dan pengembangan budaya Betawi secara berkesinambungan. Selengkapnya bisa baca di sini 
Dan sore itu meluncurlah kami ke sana, alhamdulilah kami bisa menikmati indahnya matahari terbenam
sunset


indahnya matahari terbenam


Nah...kalo yang ini kumpulan foto narsis kami J

menikmati senja ^_^

hayooo...samara mirip ayah gak ya?

Lihatin orang mancing
Suasana obyek wisata Setu Babakan tergolong rame apalagi kalo sore hari menjelang malam minggu. Banyak sekali muda mudi dan para orangtua yang mengajak keluarganya berekreasi. Disana juga ada penjual makanan khas betawi seperti kerak telor, laksa, dodol betawi, nasi uduk bahkan tersedia juga bir pletok yang jadi minuman khas betawi.

Meski bunda bukan orang betawi tapi boleh dong berkampanye sedikit :

"Ayoooo kita budayakan situs budaya Betawi dan galakkan program wiken tanpa mall" *kampanye tanpa bayaran* J

Senin, 06 Februari 2012

Tawaran Samara

Sebuah percakapan singkat di sore hari

Bunda   : (memanggil) Samara...
Samara : Apa
Bunda   : Mandi yuk nak
Samara : Nanti, main play doh dulu...

JLEB.... *speechless*

Ternyata anakku sekarang sudah bisa nawar.
Dan ayah pun tertawa geli mendengarnya J



Jangan ganggu aku, Bunda
Lagi main play doh nih...^_^


Jumat, 03 Februari 2012

Packing...Packing...

Kalo mendengar kata packing udah pasti banyak pertanyaan nyecer mau pergi kemana? mau liburan keluar negeri ya? mau ke negara mana? pake pesawat apa? ATAU mau pindah rumah? beli rumah baru ya? berapa harganya? di daerah mana? dan sederetan pertanyaan lainnya yang bikin pegel telinga.


Kali ini saya bukan mau bercerita packing untuk jalan jalan atau pindah rumah lagi. Alhamdulilah kami sudah diberi rejeki untuk memiliki rumah di Jakarta. Nah...saya mau cerita tentang kepindahan gedung tempat saya bekerja. Sejak saya bergabung dan meniti karir di salah satu bank swasta yang sekarang dibeli oleh Datuk asal Malaysia, saya berkantor di Plaza BI* Jl. MH Thamrin Jakarta Pusat.


Selama 9 tahun 3 bulan saya bersahabat dengan jalanan Thamrin dan sekitarnya tapi mulai pertenganhan bulan Februari ini kami resmi pindah ke Sentral Senayan 3 (SS3) yang berada di Jalan Asia Afrika Jakarta Selatan. Makanya sekarang ini saya dan temen2 di kantor lagi sok sibuk packing file2 dan barang pribadi yang harus diusung ke SS3.


Mengenai perpindahan kantor ini sebenarnya ada 2 tahap, tahap 1 yaitu bulan November 2011 dan mereka yang pindah duluan adalah divisi yang gak berhubungan dengan IT jadi seperti marketing, accounting, legal sudah duluan menempati kantor baru. Tahap 2 yaitu divisi ribet yang berhubungan dengan orang orang ganteng di IT. Berhubung saya bekerja harus dibantu oleh IT makanya kami pindah di tahap 2. Dan mulai tgl 10 Feb barang barang mulai dibawa secara partial ke kantor baru. Dan gong kepindahannya adalah tgl 17 Feb 2012.


Kalo boleh memilih sebenarnya saya lebih suka berkantor di Thamrin karena :
Lokasi strategis, angkutan umum gampang, mau naik bis ke jurusan Depok, Bekasi, Tangerang ada, bagi para roker seperti saya sangat menguntungkan karena dekat ke stasiun Sudirman dan Gondangdia. Belum lagi dekat pasar tanah abang, thamrin city dan sogo jongkok sabang yang jaraknya tinggal selemparan aja *sambil nyengir* Kalo mall sih standar yaaa...di Thamrin ada Plaza Indonesia, Grand Indonesia dan Sarinah.


Tapi....kalo di Senayan :
Angkot susah....paling kalo pun mau naik angkot ke Blok M atau ke stasiun sudirman harus melipir dulu ke Ratu Plaza. Jadi butuh waktu lama lagi untuk pulang karena jarak antara ratu plaza ke stasiun sudirman paling cepat adalah 30 menit belum lagi nunggu keretanya. Trusss....gak ada lagi pasar atau sojong yang jual barang barang murmer, adanya mall keren seperti PS dan Senci. Sebenernya mall itu semua adalah RACUN buat saya, gimana tidak jadi racun, wong keluar kantor belok kanan langsung Metro PS dan nyebrang dikit ada Debenhams *tepok jidat*


Etapi....dibalik kelemahan kantor baru itu ada kabar gembira bagi saya yang masih memerah ASI, ada ruang menyusui cyiinnn...kalo selama ini saya memerah asi di toilet, nanti di kantor baru saya bisa menikmati nursing roomnya J


Berhubung di kantor baru nanti harus sudah menerapkan sistem Go Green makanya dari sekarang PC saya yang berkonde itu diganti dengan laptop. Begini nih...meja kerja saya waktu masih pake PC


meja kerja yang penuh pernak pernik


menuju go green tp masih berantakan juga ^_^
Kalo yang ini adalah foto narsis saya J
capek kerja...bisa nonton tv loh :)

Gosipnya nih di kantor baru nanti gak boleh ada pernak pernik di atas meja kerja, gak boleh ada foto narsis yang ditempel di kubikal, yang ada hanya laptop dan telepon. Bahkan nih sodara sodara, parahnya lagi udah gak boleh gelas di atas meja dan gak boleh ngemil *pingsan* L