Kamis, 26 Februari 2015

Jelang 5 Tahun

Sudah 2 bulan ini saya absen tidak menulis perkembangan si kecil. Niatan awal bikin blog ini untuk menulis perkembangan si kecil, eh...malah ngelantur kemana mana huhuhu...

Alhamdulilah sekitar 2 minggu lagi si kecil genap berusia 5 tahun. Sebelum kita merayakan ulang tahun yang insya Allah akan dirayakan gratis di Barbie Store, saya pengin rekap perkembangan si kecil. 

  • Hobi banget menggambar. Hampir setiap hari kerjaannya gambar. Entah sudah berapa buku gambar dan pensil yang dihabiskan untuk menggambar. Kadang gambarnya gak pake pensil tapi langsung pake cat air. 
  • Selain gambar, menulis juga lagi suka dilakukan. Pengenalan huruf A-Z sudah hatam, namu kalau mau menulis suatu kalimat, si kecil bilang dulu pada kami. Misal mau menulis BUNDA, maka saya diminta untuk mengeja hurufnya kemudian si kecil menulis. 
  • Alhamdulilah mengaji sudah Iqra 2. Si kecil memang agak telat memulai belajar iqra, jadi yaa sekarang masih di iqra 2. 
  • Hafalan surat pendek sudah bertambah yaitu surat Al Ashar, Al Kautsar dan lagu2 anak Islam juga sudah ada beberapa yang dihafal.
  • Akhir akhir ini sedang kesengsem membaca buku kisah Nabi Muhammad. Dengan senang hati setiap malam saya bacakan dan kondisi ini saya gunakan untuk menyisipkan kata2 agar bisa mencontoh akhlak Rasullah :)
  • Masih harus belajar untuk berani melakukan apa2 sendiri. Misal saat di mall, si kecil pengin minta balon yang sedang dibagi bagikan. Si kecil masih belum berani untuk meminta sendiri, harus Bunda yang ngomong. Ayoo.. Belajar berani ya Nak..
  • Sering melontarkan pertanyaan tentang Allah kemudian bertanya mengapa ayah dan Bunda menikah? Adik bebi yang ada di perut itu keluarnya lewat mana? Hihihi... Saya pun harus menjelaskan sesederhana mungkin agar di terima oleh pemikirannya dan selalu saya benturkan pada norma agama. 
  • Perfectionist.... Menurut gurunya, bila melakukan sesuatu di sekolah, si kecil agak lambat karena dia ingin mendapatkan hasil yang maksimal. Jadi seperti menganut azas Alon Alon asal kelakon, hahaha.. 
Alhamdulilah secara keseluruhan perkembangan si kecil lumayan oke, tinggal ditingkatkan saja dan kami sebagai orangtua harus tetap belajar untuk menjawab pertanyaan yang terkadang ajaib, hehehe...

Oke Nak... Mari kita menghitung hari menuju kelulusanmu menjadi balita. Jadi gak sabar juga pengin merayakan ultah gratis. Ini jadi kenapa Emaknya yang semangat ya? hahaha...

Selasa, 24 Februari 2015

Outbound Pelita Village

Minggu lalu tepatnya hari Rabu 18 Feb sekolah si kecil mengadakan outbound di Pelita Village Ciseeng Bogor. Seperti biasa, jika fieldtrip atau kegiatan lainnya anak2 tidak didampingi orang tua. Hal ini dimaksudkan agar anak berani dan mandiri.

Namun kali ini agak berbeda, karena judulnya outbound, pastinya anak akan basah dan kotor maka ada satu orangtua murid dari masing masing kelas yang ikut. Maksudnya adalah untuk membantu teacher dalam memandikan anak. Kebayangkan 13 anak mandi dalam waktu bersamaan? Pasti riweh dan butuh tangan untuk memandikan anak2.

Alhamdulilah saya dan 2 ibu dari kelas Kindy A lain beruntung bisa ikut membantu teacher. Pagi itu kami berangkat dari meeting point jam 7.15 menggunakan bis menuju Bogor. Memakan waktu kurang lebih 1,5 jam kami tiba di lokasi. Sampai di sana disambut ramah oleh kakak kakak pendamping dari Pelita Village. Mereka menjelaskan secara singkat tata cara outbound.
Setelah cukup info, kami masuk ke dalam area yang luas dan rindang. Terlihat danau buatan yang di atasnya bisa digunakan untuk flying fox. Melihat itu semua, anak anak gak sabar ingin bermain Namun sebelum bermain kami istirahat dulu sambil menikmati teh hangat dan jagung rebus. Hhhmmm... Nikmat banget rasanya :)

Setelah perut terisi, anak anak berkumpul dan berbaris sesuai kelasnya untuk difoto terlebih dahulu. Hahaha kebayang yaaa.. Lucu dan riwehnya anak2 :)
Sebagai ice breaking, anak2 diajak melakukan permainan traditional seperti lomba holahop, jalan pakai bakiak, tarik tambang, dll.
Lanjut ke permainan basah basahan yaitu memasukkan air ke dalam pipa. Di sini anak2 senang sekali saat terkena guyuran air. Makin tersiram air, makin kencang pula tawa mereka, hehehe... Tawa lepas anak2 membuat saya ikut merasakan kebahagiaan.
Setelah basah kuyup, mereka beristirahat dulu dengan menyantap bakso sambil mengeringkan badan. Subhanallah... Nikmat banget.. Dingin dingin ditemani semangkok bakso panas.
Kenyang menyantap bakso, anak2 melanjutkan kegiatan lagi. Kali ini memerah susu sapi dan meminum susu sapi segar kemudian membajak sawah dan menanam padi. Wooow... Senang banget si kecil saat membajak sawah. Duduk di atas alat pembajak sambil ditarik oleh kerbau. Mereka tertawa bahagia dan tak peduli kaki kotor masuk ke dalam lumpur :)
Puas main di sawah, anak2 antri untuk bermain kekuatan dan keseimbangan. Di sini anak harus menyeberang sungai dengan berjalan di atas seutas tali kemudian dilanjutkan berjalan di atas papan kecil yang bergoyang goyang. Dalam permainan ini dibutuhkan konsentrasi dan keseimbangan tubuh yang baik.
Terlihat beberapa anak ada yang ketakutan mengikuti permainan ini sehingga teacher harus turun tangan mendampingi anak meniti tali. Alhamdulilah si kecil berani melakukan permainan itu sendiri dan semua dilakukan tanpa ada ragu sedikit pun.

Setelah semua permainan sudah dicoba, saatnya naik sampan bambu alias getek keliling danau dan selanjutnya menuju ke start point flying fox. Senang banget waktu mereka di atas getek. Ketawa ketiwi sambil main air.
Sampai di start point, satu persatu anak mulai dipasang helm dan tali penggantung. Bersiaplah mereka meluncur sendiri. Flying fox di sini lumayan panjang jarak tempuhnya dan tinggi di atas permukaan air danau.
Surprisedly... Hampir semua anak2 berani melakukannya. Yup...rata2 umur mereka 4-5 tahun. Hebring yaa anak jaman sekarang, pemberani banget. Mungkin kalau Yani kecil, jaman dulu gak berani melakukannya, hahaha...
Oiya saat anak anak selesai main flying fox dan lanjut masuk ke dalam gua kecil, saya melipir ke start point, tak mau ketinggalan ikut main flying fox juga. Ceritanya gak mau kalah sama anak2, hehehe...

Tak terasa sudah hampir jam 13.00 dan semua permainan telah selesai. Iseng, saya menjepret tampang si kecil dan beginilah hasilnya, before and after ;)
Lihatlah kaos kaki si kecil, sudah berubah warna dari pink menjadi hitam penuh lumpur, hahaha... Kalau kata salah satu iklan detergent bilang, berani kotor itu baik yaa... Jadi gak masalah dong, karena dibalik kotor ada pelajaran berharga untuk anak.

Setelah semua anak bebersih, lanjut makan siang dengan menu yang lagi2 nikmat banget. Untuk anak ada sayur sop, perkedel jagung, ayam goreng dan kerupuk. Untuk pendamping disediakan sayur asem, ayam bakar, ikan asin, perkedel jagung, lalapan dan sambal yang juaraaaa banget rasanya.

Alhamdulilah semuanya kegiatan outbound selesai dengan baik. Meski capek namun terlihat anak anak senang sekali. Tawa mereka gak pernah berhenti. Jam 14.30 kami pulang. Sampai di rumah, si kecil mandi lagi trus istirahat. Hufttt... Lumayan menyita energi, kegiatan hari ini...tapi seru dan menjadi pengalaman dan pelajaran baru buat anak.

Minggu, 22 Februari 2015

Tulisan Tangan

Setiap orang mempunyai tulisan tangan berbeda beda dan konon kabarnya setiap goresan tangan seseorang menunjukan karakteristik atau kepribadiannya. Ah..saya sih gak mudeng mengenai kaitannya tulisan dengan kepribadian. Yang saya tahu menulis itu butuh belajar.

Mari kita tengok anak anak yang sedang belajar menulis. Gak usah jauh jauhlah, si kecil saja yang saat ini lagi getol menulis. Pada awal perkenalan huruf dan mencoba menulis, saya harus menelan beberapa butir pil sabar. Wajar aja sih...kan tangannya masih kaku. Makanya butuh latihan terus menerus. Dan yang namanya anak anak pastinya moody banget. Kadang mau belajar kadang enggak.

Alhamdulilah saat ini tulisan tangan si kecil sudah lumayan lah.. Awal belajar nulis sekitar 5 bulan yang lalu saat si kecil berusia 4y6m, beginilah tulisannya.
Dan sekarang sudah seperti ini...
Tapi kalau keluar malasnya, pasti ogah ogahan dan tulisannya amburadul lagi kayak gini hahahaha...
Gambar orang di atas itu adalah ayah dan Bunda. Katanya : "Ayah loves Bunda". Hihihi...bisa aja ya si bocah :)

Sedikit cerita tentang tulisan tangan, saya juga sudah lama banget gak menulis dengan tulisan sambung atau beberapa orang menyebutnya tulisan latin. Nah..kemarin itu gegara liat IG nya Feni @besinikel yang tulisannya kece maksimal, saya jadi pengin nulis latin lagi.
Butuh effort yang besar untuk menulis latin, tangan saya kaku banget karena sudah terbiasa menulis bukan latin (apa yaaa namanya?).
Mari kita bedakan tulisan latin dan yang bukan latin.
Saat posting tulisan ini di IG, dua orang teman SMP saya komen : "Kalau dirimu mengirim surat kaleng ke aku...pasti aku nebak surat darimu. Tulisanmu yang di bawah tidak berubah semenjak SMP". Trus teman yang satu lagi komen : "kenal akrab dengan tulisan yang di bawah". Hahaha...ketauan banget yaa.

Saya pun mengingat kembali kapan terakhir menulis latin? Ternyata hanya di bangku SD saja menulis latin. Jadi ingat waktu SD saya ditunjuk ikut lomba menulis halus. Wuiiihhh udah lama banget ya meninggalkan tulisan latin?

Kembali lagi ke tulisan tangan si kecil, sampai kapan pun saya akan tetap mengajarkan si kecil untuk menulis lebih baik lagi. Karena duluuu...saya juga dididik habis habis oleh mama untuk bisa menulis sebagus mungkin.

Oke Nak... Kita belajar lagi yaa, because practice makes perfect ;)

Selasa, 17 Februari 2015

Masih Rejeki

Entah berapa kali saya mengucapkan syukur alhamdulilah atas kejadian sore ini di stasiun Sudirman.

Jadi ceritanya saya pulang kantor menuju stasiun Sudirman. Sesampainya disana mampirlah ke ATM B*A. Karena terburu buru sudah mendengar pengumuman commuter line jurusan Depok berada di stasiun Tanah Abang maka saya pun cepat mengambil uang yang keluar dari mesin ATM dan struknya dibuang ke tempat sampah.

Langsung saja ngibrit turun ke platform 2 dan benar saja kreta sudah mau sampai. Saya lihat calon penumpang di platform berjubel jadi memutuskan untuk ikut kereta berikutnya. Karena yakin banget sudah gak mungkin bisa masuk *lirik para roker Desi dan Pungky :)*

Akhirnya saya melenggang santai menuju mushola. Saya pikir dari pada nunggu kreta mending sholat dulu karena waktu magrib sudah tiba. Pas saya jalan, tetiba ada pengumuman telah ditemukan kartu ATM. Saya santai saja melenggang tanpa menggubris pengumuman itu.

Menjelang sampai musholla saya iseng cek dompet dan ternyata ATM B*A saya gak ada. Huaaaa...panik banget!!! Langsung saya mengingat ingat apakah tadi sudah mengambil kartunya atau belum?. Ternyata benar... Waktu uang keluar, lupa gak ambil kartu.

Spontan saya jalan setengah lari menghampiri petugas. Dan bapak petugas dengan sigap mengantar saya ke ruang pengumuman. Sampai di ruang pengumuman ternyata kartu ATM ada di ruang staff. Huffftt... Lumayan olah raga sore, naik turun tangga di stasiun Sudirman.

Setelah tiba di ruang staff, saya melapor kalau kartu ATM tertinggal di mesin ATM B*A. Pak petugas gak bisa langsung percaya begitu aja dooong...mendengar laporan saya. Mungkin muka saya kurang sholehah, hahaha... *benerinkerudung*

Dengan diantar pak petugas, kami meluncur ke mesin ATM. Disana saya disuruh memasukkan PIN dan bertransaksi. Dan ternyata benar.... Itu kartu saya. Pak petugas pun percaya kalau saya adalah pemilik kartu tsb.

Keluar ruang ATM, saya tak henti mengucapkan terima kasih kepada pak petugas dan bersyukur kartunya gak hilang. Ini berarti masih jadi rejeki saya. Alhamdulilah...

Terima kasih ya Allah... Terima kasih pak petugas, sudah menolong saya dengan sigap. Terima kasih untuk seseorang yang telah jujur menemukan ATM saya dan menyerahkan kepada petugas stasiun. Semoga amal kebaikan orang2 tsb diterima Allah sbg amal sholeh. 

Dan inilah sosok pak petugas yang baik hati itu :)

Say Love With Durian (part 2)

Konon kabarnya tanggal 14 February adalah hari Valentine atau hari kasih sayang. Sebenernya saya sih gak terlalu mengistimewakan hari itu. Dari dulu sewaktu masa sekolah gak ada tuh acara tukar tukaran coklat atau sebagainya. Ya mungkin karena saya menghabiskan masa ABG di kota kecil, jadi gak ada yang begituan ;)

Hingga setelah saya pacaran dan menikah pun, gak pernah merayakan hari Valentine. Gak ada bunga atau coklat yang menghampiri tangan saya. Apalagi si ayah tipe orang yang gak romantis dan lempeng lempeng aja, hahahaha...

Nah, pernah nih pada 3 tahun yang lalu, pas Valentine tahun 2012 tiba tiba ayah pulang kantor sambil membawa durian. Dengan gaya sok romantisnya, ayah say love with durian.... Aseli saya ngakak... hahaha *sungkemsamaAyah*

Kemarin pas hari sabtu kebetulan hari Valentine, kami gak pergi kemana mana karena si kecil demam. Sore harinya si ayah tetiba keluar mau beli sesuatu katanya. Eh pas pulang, tercium bau yang sangat menyengat, apalagi kalau bukan bau durian. Horeeee.... Si kecil sampai girang banget begitu lihat buah berduri tsb.
Alhamdulilah...duriannya manis..
Akhirnya malam itu kami makan durian dengan nikmatnya. Terima kasih Ayah...

Trus ayah bilang begini :
Say love with flower? Udah biasa...
Say love with chocolate? Apalagi... Udah makin lebih biasa.
Say love with durian? Anti mainstream, hahaha....

Lophe lophe deh sama Ayah :)

Sabtu, 14 Februari 2015

Ritual Malam

Sudah menjadi tradisi sejak dulu kalau mau bobo pasti si kecil minta dibacain buku cerita. Selain membaca buku, kalau belum ngantuk banget si kecil mengajak saya bermain, seperti rumah rumahan atau yang lainnya.

Akhir akhir ini dia sedang kecanduan berdansa dengan saya, si kecil berdiri di tepi tempat tidur nanti saya merapat di sampingnya. Setelah atur posisi dansa lalu saya disuruh nyanyi. Lagunya adalah Beauty and the beast. Kalau sudah begitu, si kecil merasa jadi princess Belle dan saya jadi beast nya, hahahaha....

Jika sudah bosen berdansa, saatnya ambil kertas origami trus bikin macam macam seperti pesawat, topi dan kapal kapalan seperti ini.
Kelakuan si bocah sebelum tidur :)
Atau ambil buku dan crayon trus gambar. Lucunya...kalau sudah menggambar pasti dia menerangkan kepada saya arti gambarannya. Udah macam Bu guru saja kalau menerangkan :)
Nah...kemarin malam ceritanya si kecil sudah bermain semuanya tapi mata belum ngantuk juga. Padahal saya sudah ngantuk berat. Sedikit cerita ritual saya setelah sampai di rumah yaitu mandi, sholat, kadang makan kadang enggak (maklum harus inget #menujulangsing2015) kemudian masuk kamar. Main di kamar dengan si kecil atau baca buku. Jarang banget nonton tivi, makanya rada kudet dengan tontonan malam yang isinya didominasi sinetron2 alay :)

Dua malam yang lalu saat mata ini sudah 5 watt, si kecil gak mau bobo, akhirnya dia minta izin keluar kamar. Tak lama kemudian si kecil masuk kamar lagi sambil membawa kertas dan menunjukan pada saya. Isi tulisannya adalah "Bunda Ayah Samara sayang Allah". Subhanallah... Mata saya langsung terbelalak gak jadi ngantuk saat membaca tulisan itu.
Ketika saya tanya siapa yang menulis ini? Si kecil menjawab : "Aku...". Saya jadi speechless. Langsung saya peluk tubuh mungilnya dan mendadak pengin fotoin buat ditunjukin ke ayah.

Keesokan harinya saya bertanya pada mba pengasuhnya ttg tulisan itu. Si mbak menjawab, jadi...pertama si kecil bilang ke mbak kalau mau nulis kalimat itu, tapi tidak bisa merangkai hurufnya. Memang si kecil sudah mengenal huruf A-Z hanya saja belum bisa membaca. Akhirnya si mbak mengeja huruf dan si kecil menulis di atas kertas.

Beneran gak nyangka bocah kecil punya ide menulis kalimat itu. Terima kasih ya Nak... Sudah jadi reminder Ayah Bunda untuk selalu sayang Allah :)

Selasa, 10 Februari 2015

Jakarta Tergenang

Sudah 2 hari ini Jakarta diguyur hujan yang awet banget kaya pake formalin. Dari hari Minggu sore hingga Selasa pagi, air hujan tetap setia turun. Sudah ketebak lah apa akibat dari hujan yang terus menerus? B.A.N.J.I.R jawabannya

Beberapa wilayah di Jakarta terendam air terutama di titik yang rawan banjir dan kabar terakhir adalah zona ring 1 sudah terendam air. Alhamdulilah rumah kami tidak kebanjiran hanya akses menuju ke kantor yang banjir. Kalau sudah banjir pasti jodohnya adalah kemacetan. Gak hujan aja Jakarta selalu macet, apalagi ini ditambah hujan.. Pastinya makin macet aja.

Senin pagi saya dan si ayah keluar dari rumah dan taraaaa.. langsung disambut kemacetan yang luar biasa. Padahal biasanya yang macet itu di daerah Timbul dan Warung sila, eh..kemarin pagi kemacetan sudah sampai ke dekat rumah.

Pagi itu sepanjang perjalanan kami harus bermacet macetan dan ditambah lagi lewat Jl Ampera dimana ada Pengadilan Jaksel yang sedang menggelar sidang praperadilan kasus polisi BG. Wuiiihhh...makin lengkap sudah kemacetan Senin kemarin.

Selama di kantor, hujan masih turun dan sekitar jam 1 ada kabar kalau commuter line gak jalan karena stasiun Tanabang dan Sudirman sudah terendam air. Huaaaa... Pengin nangis rasanya, mikir pulangnya naik apa? Klo naik bis pasti udah macet banget. Akhirnya saya cuma bisa pasrah.
Syukurnya jam 4 sore sudah boleh pulang dan pada detik detik terakhir menjelang pulang, dapat info kalau comline udh beroperasi lagi. Alhamdulilah banget.. Namun sampai malam hujan masih setia mengguyur Jakarta.

Hari ini berangkat kantor dengan berbasah basahan dan bermacet macetan. Lewat di Pengadilan Jaksel, ada sidang lanjutan BG lagi, macetlah berjamaah. Masuk ke daerah Kemang, macet makin parah. Ternyata banyak titik banjir di Kemang, dimulai dari BC* Kemang sampai ke Hotel Grand Kemang. Dan yang paling parah adalah depan The Mansion atau depan Tamani Cafe.
Air di jalan itu sudah hampir setinggi lutut orang dewasa. Melihat jalanan yang seolah berubah menjadi danau buatan itu membuat saya dan si ayah bingung mau lanjutin perjalanan atau putar balik. 

Akhirnya kami memutuskan lanjut dengan cara saya turun dari motor dan ayah melaju sendiri hingga ke tempat yang gak banjir. Huaaaa...kebayang doong saya harus jalan kaki menerobos banjir sepanjang kurang lebih 100 m dengan ngobok ngobok di dalam air. Subhanallah.. Bener2 perjuangan banget hari ini.

Sampai di kantor telat banget dan badan basah kuyup gak karuan. Meski demikian Alhamdulilah bisa sampai kantor dan motor gak mogok. Sebenarnya yang saya takutkan adalah mesin motor mati akibat menerobos banjir. Bencana banget kan kalau udah basah kuyup trus harus menuntun motor mogok :(

Alhamdulilah hujan hari ini gak seperti kemarin. Sekitar pukul 11 hujan berhenti dan matahari mulai bersinar. Horeee... jemuran kering, hahaha... #emakemakbanget yaaa :) Sampai sore, matahari terus muncul bahkan hingga menjelang maghrib langit tampak cerah.
Setelah tadi pagi berkutat dengan air, sore harinya bisa menikmati indahnya langit. Jadi inget kalimat ini "dibalik mendung masih ada matahari". Jadi malu sama diri sendiri karena tadi pagi udah sedikit esmosi karena harus menerobos banjir :)

Mana nikmat Tuhanmu yang mana yang engkau dustakan?

Rabu, 04 Februari 2015

Kolesterol

Dulu sekitar 2 tahun yang lalu saya mendengarkan curhatan seorang teman yang baru saja medical check up (MCU). Dari hasil MCU disebutkan kalau kolesterol teman saya itu di atas ambang batas. Wuuiiihh... Sontak saya kaget. Kenapa? Karena teman saya itu badannya langsing banget.

Trus saya bertanya, kamu kan langsing kenapa bisa kolesterol tinggi ya? Mulailah dia bercerita kalau pemicu tingginya kolesterol adalah pola makan yang kurang baik dan kurang olahraga. Saya pun mendengarkan penjelasan itu dengan manggut manggut.

Awalnya saya pikir, yang kena kolesterol itu orang yang badannya gemuk saja karena mungkin asupan makan yang berlebih. Dan satu lagi adalah orang orang yang sudah lanjut usia. Itulah analisa sotoy saya. Dan ternyata analisa saya benar2 sotoy. Orang kurus sekalipun dengan usia kepala 3 bisa mengidap kolesterol tinggi. Ckckckck...dahsyat ya penyakit jaman sekarang.

Dan 2 tahun kemudian, di akhir tahun 2014 lalu saya melakukan MCU dan hasilnya adalah..... Kolesterol tinggi, sodara sodara... LDL tinggi  serta HDL yang rendah menghasilkan total kolesterol dalam darah saya tinggi. Huaaa...pengin nangis rasanya waktu membaca hasil lab. Langsung teringat ucapan teman saya 2 tahun yang lalu. 

Memang sebelum melakukan MCU saya sering merasakan sakit kepala hebat di bagian belakang dekat telinga. Sakitnya itu sampai berhari hari, padahal sudah minum panad*l tapi gak mempan juga. Biasanya kalo pusing saya jarang minum obat tapi karena udah berhari2 tak kunjung sembuh akhirnya minum panad*l. Ternyata itu gak ngaruh juga. Sempat saya pengin melakukan city scan namun urung karena beberapa hari kemudian pusingnya sembuh.

Jujur deh, saya dan si ayah itu orang yang jarang dan paling males ke dokter. Sukanya sok sok-an jadi dokter untuk diri sendiri. Trus minum obat yang beredar di pasaran saja. Parah yaaa... Padahal berobat ditanggung asuransi kantor :)

Nah...setelah membaca hasil lab dan mendapat kenyataan kalau kolesterol tinggi, saya langsung browsing makanan apa saja yang memicu kenaikan kadar kolesterol. Ternyata..... Cumi cumi adalah salah satu makanan yang berkolesterol tinggi. Saya jadi merunut ke beberapa hari sebelum MCU dimana saya rajin sekali mengkonsumsi cumi cumi.

Hampir setiap minggu saya makan calamari karena si kecil sukaaaaa banget calamari. Dan saya setiap hari minggu pasti ke pasar untuk membeli minimal 0,5 kg cumi cumi. Hal itu rutin saya lakukan selama 1 tahun belakangan ini. Jadi saya benar benar kenyang sama makanan yang judulnya calamari. 

Setelah tahu kalau cumi cumi adalah makanan yang membawa andil paling besar dalam peningkatan kadar kolesterol, saya jadi musuhan dengan cumi cumi. Sudah 2 bulan ini gak makan calamari. Kalau untuk si kecil masih tetap makan cumi tapi porsinya dikurangi dan tidak setiap minggu makannya. 

Selain cumi yang jadi pantangan, kuning telur juga dilarang. Jadi sekarang kalau makan telur rebus atau ceplok, kuning telurnya disingkirkan. Daging berlemak, jeroan, goreng gorengan juga masuk daftar makanan yang harus dikurangi. Sebenarnya boleh aja sih makan gorengan tapi menggunakan minyak baru bukan minyak bekas (jelantah) atau sekalian aja mengganti minyak canola sebagai pengganti minyak goreng sawit. Tapi mahal yaaa minyak goreng canola :)

Oiya, sebagai pengganti cumi, saya masih boleh makan udang karena kadar kolesterol udang lebih kecil dari cumi. Tapi teteup aja saya gak mau makan udang. Rasanya sekarang kalau mau makan yang berlemak itu jadi parno, hahaha... Selain itu sekarang setiap seminggu sekali diusahakan olah raga.

Btw, ada yang punya pengalaman kolesterol tinggi? Share dooong di mari tips and trik nya :)

Selasa, 03 Februari 2015

One Pillow One Hope : Mari Berbagi Harapan

Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Pastinya semua sudah pernah mendengar kalimat ini. Yupp...berbagi. Berbagi apa saja memang sangat dianjurkan, termasuk berbagi harapan kepada anak anak penderita penyakit kronis. 

Hari Sabtu lalu (310115) saya dan beberapa emak blogger KEB datang ke acara "One Pillow One Hope "Berbagi harapan melalui bantal" yang diselenggarakan di JYSK store Mall Taman Anggrek. Acara tersebut hasil kerjasama Orang Tua Grup (OT) dan JYSK untuk Rumah Harapan Valencia. Apa sih maksudnya, kok berbagi bantal? 

Jadi, tidur yang berkualitas dipercaya bisa membantu tubuh mengembalikan sel sel yang rusak, meremajakan fungsi sel tubuh dan memperbaiki fungsi metabolisme? Setiap orang pasti membutuhkan tidur yang nyaman. Salah satu cara untuk mendapatkan tidur yang nyaman dan berkualitas adalah dengan pemilihan tempat dan perlengkapan tidur yang tepat. Selain tempat tidur tentunya, bantal sangat memegang peranan penting dalam menentukan kualitas tidur. Nah itulah salah satu alasan mengapa aksi #1Pillow1Hope diluncurkan.
Dalam acara tsb hadir 2 orang narasumber yang keduanya sudah tak asing lagi bagi saya yaitu mba Yuna Eka Kristina seorang Head of Corporate and Marketing Communication OT Grup dan mba Valencia MR atau lebih ngetop dengan sebutan mba Silly, founder dari Rumah Harapan Valencia Care Foundation. Saya mengenal kedua orang hebat ini saat bersama sama melakukan perjalanan yang memorable ke Nias pada tahun 2013.      

Mba Yuna menceritakan latar belakang dan tujuan aksi #1Pillow1Hope yaitu membantu anak anak tidak mampu yang memiliki sakit kronis untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Gimana caranya? Yaitu dengan menukarkan bantal lama ditambah Rp. 19.900 maka kita akan mendapatkan bantal baru berkualitas produk JYSK. Jadi dengan mengikuti aksi tersebut berarti kita telah mendukung anak anak yang berada di Rumah Harapan. Berpartisipasi dan membantu memberikan harapan serta semangat hidup anak anak penderita penyakit kronis. Seruuu yaa aksinya?  
Sesi berikutnya mba Silly menceritakan Rumah Harapan yaitu sebuah rumah singgah sementara untuk anak anak sakit, rujukan dari luar Jakarta dan belum mendapat kamar di RS karena kapasitas RS yang terbatas. Saat ini Rumah Harapan "A home for hope" menampung 15 anak. Ada satu cerita Mba Silly yang membuat kami merinding membayangkan kondisi anak bernama Tyas. 

Saya pernah mendengar cerita tentang Tyas dari mba Silly saat kami sekamar dulu di Nias. Tyas adalah seorang anak yang ditemukan mba Silly dan 3 Little Angel dengan kondisi tubuh yang sangat memprihatinkan. Setengah dari tubuhnya habis digerogoti kanker dan tak jarang binatang seperti tikus menghampiri karena luka di kedua kakinya. Astaghfirullah... jujur saya gak bisa membayangkan betapa berat perjuangan mba Silly dan para volunteer dalam membantu Tyas menumbuhkan semangat untuk berjuang hidup. Kabar terakhir yang mengembirakan ternyata Tyas sekarang sudah dinyatakan sembuh dari sakit kanker oleh tim dokter yang menanganinya. Alhamdulilah yaaa...

Mendengar penjelasan mba Silly sepertinya kita memang harus ikut andil dalam aksi #1Pillow1Hope demi membantu anak anak tersebut. Maka pada kesempatan kemarin saya ikut serta menukarkan beberapa bantal lama yang ada di rumah.
1 Pillow 1 Hope
Saat menukarkan bantal, kita juga bisa menulis sejarah bantal tersebut. Seperti yang saya lakukan yaitu bercerita tentang bantal kenangan ini. Mungkin akan muncul pertanyaan, trus kenapa bantalnya ditulisin? Kasian dong adik adik Rumah Harapan yang nantinya akan menggunakan bantal ini lagi? Tenang.. jadi begini yaa, bantal yang terkumpul ini nantinya tidak akan digunakan oleh anak anak tsb melainkan nilai bantal tsb akan dikonversikan ke dalam rupiah. Nah nilai rupiah yang terkumpul itu akan digunakan untuk mendapatkan barang produk JYSK seperti tempat tidur, lemari, rak buku dll. Oke banget yaaa aksinya? Namun sayang, aksi ini hanya berlangsung 3 hari yaitu tgl 30 Januari - 1 Februari 2015. 

Setelah acara selesai kami boleh berkeliling sambil belanja di dalam store JYSK. Oiya JYSK adalah toko furnitur pertama di Indonesia yang menawarkan modernitas, efisiensi, kualitas tinggi dan dikemas dalam pengalaman belanja yang mudah dan menyenangkan. Lihat saja barang barangnya :)
Awas kalaaaaappp.... :)
Dan saya pun naksir Pindstrup 4-drawers chest warna putih yang di kiri atas, hehehe... Alhamdulilah saya tidak kalap masuk ke sini. Dengan melihat koleksinya dan berangan angan bisa membeli saja sudah cukup membuat saya bahagia :) Tapi ada yang lebih bahagia lagi, yaitu si kecil. Di dalam store JYSK ada booth es krim yang bisa dinikmati oleh pengunjung dan ada trampolin yang bisa dimainkan anak anak.
Sebelum pulang, saya tak mau membuang kesempatan berfoto bareng dengan mba Silly dan mba Yuna. Iyaaa...itung itung reunian Nias :) Senang rasanya bisa bertemu kembali dengan kedua wanita inspiratif yang tidak pernah lelah membantu orang lain. 
Reunian tim Nias : saya, mba Silly, mba Yuna dan mba Adis
Satu pesan dari mba Silly yang pernah saya dengar sewaktu di Nias dan kemarin diucapkan kembali di hadapan para blogger yaitu : "Hiduplah Seperti Gema" artinya saat kita berbuat baik maka gema kebaikan akan menghampiri kita. Dan jangan pernah berhenti untuk berbagi dengan sesama, karena tangan di atas jauh lebih baik dari tangan di bawah.