Selasa, 06 Maret 2012

Menanti Keajaiban

Bagaimana perasaannya jika rencana liburan keluarga yang telah tersusun rapi tiba tiba terancam batal?
Sedih, kecewa dan pengin marah tentunya...
Begitulah kira kira yang bunda rasakan saat ini L

Ketika tiket sudah dipesan sekitar 10 bulan yang lalu, hotel sudah booking jauh jauh hari, paspor sudah ditangan, itinerary sudah lengkap dengan peta, rute dan transportasi umum yang harus digunakan, cuti tahunan dari kantor sudah disetujui, ehhh...tiba tiba saja Jumat kemarin *10 hari menjelang hari H* ayah mengabarkan berita buruk kalau cutinya tidak diapprove.

Huaaaaa...mendengar kabar itu, lemes badan bunda, kepala mendadak cenat cenut, perut mules dan pengin marah sambil banting banting gelas yang ada di meja kerja kerja. Alhasil wiken kemarin yang seharusnya dilalui dengan hati gembira karena udah gajian jadi mendadak melempem gak ada semangat L

Hari Senin ayah mencoba menghadap pak bos lagi untuk meminta ijin cuti 3 hari, ehh...yang diapprove cuma 1 hari. Halahhh...halah...itu sih sama aja bohong tetep aja ayah gak bisa ikutan liburan. Padahal kata ayah, udah pasang muka memelas, udah menceritakan persiapan kami termasuk booking tiket yang kami lakukan dari tahun 2011, booking hotel. Tapiiii...itu semua gak berhasil meluluhkan hati pak bos L

Kadang bunda berpikir, wong yang namanya cuti itu kan hak karyawan, kok ya bisa bisanya gak diapprove? Ayah itu jarang banget ambil cuti terakhir cuti yang agak lama yaitu 6 hari kerja waktu lahiran Samara dan itupun sudah 2 tahun yang lalu. Setiap tahun ayah selalu nabung cuti alias gak pernah ngabisin jatah cuti, eh..kok ya gak diapprove cuma mau ambil jatah 3 hari aja? *ngelus dada*

Aaahhhh...entahlah apa yang akan terjadi minggu depan? Karena kemungkinannya cuma ada 2 yaitu batal liburan atau bunda berangkat berdua saja dengan Samara. Nanti pas di TKP bunda bergabung dengan keluarga sahabat bunda yang terbang langsung dari Denpasar. Karena sebetulnya ini adalah liburan dua keluarga yaitu keluarga Qudsy dan keluarga AZ Bali (sahabat bunda).

AZ sendiri sudah menawarkan diri untuk membantu bunda mengurus Samara selama liburan disana. Tapiii...kok kayaknya ada something missing kalo kami liburan tanpa ayah?

Pfiuuhhh...kita lihat saja nanti bagaimana minggu depan? Saat ini bunda hanya bisa pasrah dan berdoa mengharap keajaiban, karena menurut keyakinan dan sugesti bunda bahwa miracle happens at the end.

Semoga impian liburan keluarga kami terwujud....
Amin     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomentar :)