Pages

Senin, 02 April 2012

Last Day in Merlion

Tak terasa sudah tiga hari di Singapore. Hari ini saatnya kami harus kembali ke Jekardah. Tak banyak cerita di hari ini karena kami flight pagi hari sehingga sangat tidak mungkin lagi untuk jalan jalan. Sedih juga sih kenapa saya ambil flight pagi. Next time mendingan ambil flight sore atau malam sekalian biar paginya bisa jalan jalan di seputaran hotel. Awalnya jadwal flight kami jam 12pm tapi oleh si "udara asia" diajukan menjadi jam 10.20am. Ya sutralah pasrah aja, dari pada gak pulang J


Oiya hari ini kami pulang ke Jakarta tapi Ida n fam masih stay 1 hari lagi di Singapore. Katanya hari terakhir mau jalan ke Orchard sekalian ketemuan dengan temen kuliahnya neng Ida. Ngomong ngomong tentang Orchard, walau kami menginap di Bencoolen street yang dekat dengan Orchard tapi saya memang tidak explore daerah ini karena keterbatasan waktu *sok sibuk*. Ke Orchard cuma mampir ke Singapore Plaza dan Wisma Atria untuk menyambangi outlet Cotton On Kids. Gak ke Takashimaya, ION, H&M atau Lucky Plaza. Semoga next trip bisa lebih menjelajah Orchard lebih dalam lagi *ngarep* J


Setelah malam packing dengan keadaan ngantuk berat, paginya sudah santai tinggal sholat, mandi dan beberes sedikit. Untuk sarapan sengaja saya memilih sarapan di erpot aja biar gak rempong. Jam 7am saya bangunin Samara dan Samara sukses nangis kejer karena diusik bobonya. Maafin bunda ya nak...tapi kita harus pulang. Berbagai bujuk rayu saya lontarkan tapi gak mempan juga. Samara tetep nangis, sedih deh rasanya L


Gak pake mandi, cukup dilap aja Samara bersiap siap, jam 8am kami berangkat ke Changi naik taxi. Sedikit cerita tentang taxi, katanya nih...gak gampang untuk dapatin taxi di Singapore, kebanyakan taxi disana by order. Gak kayak di Jekardah yang bisa menghentikan taxi kapan aja dan dimana aja. Dari info tersebut saya berniat memesan taxi lewat bantuan resepsionis hotel tapi ketika diinfokan saya bakal kena SGD 8 maka saya mundur teratur alias gak jadi pesan *emakirit*


Berbekal doa Bismillah saya keluar hotel diantar oleh neng Ida. Untuk kepulangan ini saya membawa 1 travel bag, 1 baby stoller, 1 sling bag yang nyantol di pundak saya dan 1 tas yang beranak yang isinya oleh oleh. Cukup rempong bukan? Benar sekali pemirsa...makanya neng Ida iba melihat saya dengan berondong petong nya J Tapi Insya Allah saya bisa...


Kaluar hotel jalan menuju hotel Rendezvous Hotel, kenapa kami menuju kesana? Karena banyak taxi sliweran disana maklumlah Rendezvous merupakan hotel yang cukup besar dan dengan bantuan security saya mendapatkan taxi. Begitu masuk taxi Samara langsung bobo, eaalah ternyata anakku masih ngantuk berat. Dari hotel menuju Changi terminal 1 hanya memakan waktu 15 menit saja dan membayar SGD 18.


Sampai erpot Samara masih bobo pulas, alhamdulilah pak sopir mau membantu saya mengambil tas di bagasi, mengambil trolley dan meletakkan 2 tas saya di trolley. Untuk stroller saya langsung buka dan memindahkan Samara ke stroller biar bobonya enak. Ehhh...si neng Samara malah bangun. Ya wis, akhirnya tangan kanan saya mendorong trolley dan tangan kiri mendorong stroller. Atau kalo susah ya saya mendorong stroller dulu baru mendorong trolley. Kebayang dong gimana repotnya? hehehe...no problemo lah yang penting seruuuu J


Langsung menuju counter untuk check in biar gak ribet dorong trolley lagi. Kelar check in saya hanya mendorong stroller Samara dan langsung cari sarapan. Hhmmm berhubung dari kemarin Samara pengin makan telur akhirnya saya ke KFC *again* dan memesan menu breakfast wafel with screamble egg seharga SGD 5 etapi...lagi lagi Samara susah makan, maunya makan roti isi sosis yang kami bawa buat bekal. Ya sutralah yang penting ada yang dimakan.



breakfast yang sukses memuat perut saya penuh
 Kelar sarapan kami menuju gate C22, di tengah perjalanan mampir ke Relay T1ce bookstore dan So Chocolate yaitu toko yang menjual berbagai coklat. Tujuan mampir ke So Chocolate adalah menghabiskan sisa SGD yang ada membeli coklat spesial untuk ayah sang choco lover.

Masuk ke pemeriksaan imigrasi dan emang ya..agak ketat imigrasi di sana. Pas ngecek paspor Samara, si petugas sampai bungkuk bungkuk mau lihat muka Samara yang saat itu duduk di stroller. Kelar pemeriksaan imigrasi langsung melangkah ke gate C 22. Sampai disana pas banget pesawat udah datang dan kami udah bisa masuk ke dalam pesawat.




Daripada capek dorong mending lewat ini aja ah..


Maunya melangkah sendiri ke dalam pesawat ^_^


Duduk manis di pesawat ^_^
Pesawat tepat berangkat jam 10.20 am, saat take off Samara masih belum ngantuk jadi saya kasih biscuit untuk dimakan agar tidak terjadi Oklusi Tuba atau sumbatan pada saluran tuba yang berada di telinga. Karena hal itu akan menyebabkan sakit telingga. Untuk penjelasan mengenai oklusi tuba bisa dilihat di sini   
Alhamdulilah pesawat take off dengan baik dan gak bikin saya deg degan, tidak seperti waktu berangkat kemarin yang sukses bikin saya ketakutan luar biasa. Di tengah perjalanan Samara bobo, ketika pramugari membagikan form kedatangan yang harus diisi untuk diserahkan ke petugas imigrasi saya gak tidak bisa mengisi form tsb karena Samara bobo pulas di pelukan saya. Akhirnya saya meminta tolong pramugari yang cantik itu untuk mengisi formnya. Saya tinggal memberikan pasport saya dan semua beres...Alhamdulilah pramugarinya helpfull ngeliat emak rempong dengan anak yang lagi bobo J   


Penerbangan menuju Jekardah memakan waktu 1 jam 40 menit, sampai SHIA tepat jam 11.00 Samara masih bobo dan saya mengeluarkan jarik/selendang sutra sakti untuk menggedong Samara. Keluar dari pesawat stroller udah siap, kami diharuskan untuk naik shuttlebus untuk menuju terminal. Dan sayapun menggotong stroller sambil menggendong Samara. Untungnya ada seorang ibu yang membantu saya membawakan stroller. Dan tahu tidak pemirsa....si ibu itu adalah warga Singapore yang sedang tugas ke Jakarta. Dari mana saya tahu kalo si ibu bukan WNI? Karena baju yang dikenakan si ibu itu seragam dengan beberapa temannya. Wah emang yaaa...orang bule justru lebih care dengan emak emak yang membawa anak seperti saya. Kejadian yang sama juga saya alami ketika naik MRT atau SMRT, waktu saya masuk sambil menggendong Samara pasti langsung dikasih tempat duduk. Justru nih...kemarin ada 3 orang wanita dengan dandanan yang mirip wong bule dan saya yakin banget kalo mereka orang Indonesia, tapiiii...mereka justru tidak membantu saya malah bisik bisik dan saya sekilas mendengar kata kata TKW sambil melihat ke arah saya. Wakkkksss....semoga mereka tidak sedang membicarakan saya *postif thinking*  Ahhhh...sudah lah yang penting saya dibantu oleh ibu bule yang baik hati.. Thanks madam....J


Sampai di terminal 3 ayah sudah menjemput, wah...Samara senang sekali bertemu dengan ayahnya *jujur saya jadi terharu melihat pertemuan mereka* kamipun melangkah keluar ehh...tiba tiba muncul sosok yang sangat saya kenal yaitu mbak Nike pengasuh Samara ikutan jemput juga. Wah..makin seneng deh Samara J

Perjalanan ke rumah seperti biasa macet, oiya kami bertiga naik taxi karena ayah harus kembali ke kantor ada meeting yang bisa ditinggalkan. Padahal maunya si ayah main main dan melepas kangen dengan Samara. Sampai rumah jam 2 langsung tepar....sampai sampai Samara gak sempat makan siang langsung bobo pulas dan dibangunin jam 5 tapi masih ogah ogahan bangun. Kasian kamu nak...pasti capek banget 

But anyway...tunai sudah janji saya untuk memberikan special gift ulang tahun Samara yang ke 2 walau dengan penuh perjuangan.
Terima kasih anakku Samara, walau kau pernah membuat jantung bunda serasa mau copot, makannya juga agak susah tapi basically kau sangat koorporatif.

Next time Insya Allah kita bisa liburan bersama ayah yaaa J




            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomentar :)