Pages

Tampilkan postingan dengan label tumbuh kembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tumbuh kembang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2016

Perjalanan Menuju Sekolah Dasar

Setiap orang tua pasti ingin memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Dengan makin banyaknya sekolah bermunculan, itu makin membuat orang tua bingung. Jujur aja yaa.. Kebingungan saya sudah muncul sejak Juli tahun lalu, tepatnya saat Samara naik kelas Kindy B. Bingung...nantinya mau dimasukan ke SD seperti apa? Apakah SD konvensional, SD Islam terpadu atau SD alam?

Sejak bulan Oktober tahun lalu, kami telah survey ke beberapa SD dan pilihan pertama jatuh pada Madrasah Ibtidaiyah yang berbasis technology dan alam/natura terletak di Cimanggis Depok. Pendaftaran di MITN dilakukan pada awal November dan sit in selama seminggu di bulan December 2015. Trus hasilnya? Dari 95 anak yang ikut sit in, yang berhasil hanya 24 anak. Sepertinya belum rejeki Samara untuk belajar di MITN. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kegagalan itu. Diantaranya adalah anak merasakan bagaimana berkompetisi yang sehat dan pastinya Samara belum diijinkan untuk sekolah yang jauh dari rumah, hehehe..

Oke...lanjut pada pilihan kedua yaitu SD yang berbasis komunitas. Pendaftaran dimulai pada bulan Januari dan itu hanya dibuka 1 hari saja. Quotanya 12 anak. Wedew..sempet jiper juga mau daftar atau tidak? Yaa sudah dengan mengucap Bismillahirohmanirohim akhirnya kami mendaftar. Sengaja berangkat pagi dari rumah dan sampai sana sudah antrian ke 7.
Formulir pendaftaran IDR 500K dengan memperoleh 1 bundel form pendaftaran, sticker, alat tulis, buku "Character Building" dan mug. Begitu saya membuka form pendaftaran, ada 7 lembar kertas yang harus diisi. Dalam form itu ada sekitar 40 pertanyaan yang harus dijawab dan kami diberi waktu 1 minggu untuk mengisinya. Lumayan putar otak juga untuk menjawabnya. Hihi... 

Mungkin ada yang bertanya, segitu banyaknya form, pertanyaannya apa aja sih? Sedikit information kalau pertanyaannya adalah seputar tumbuh kembang anak dari mulai dalam kandungan sampai sekarang. Kemudian visi dan misi orangtua terhadap pendidikan, motivasi ortu dalam menyekolahkan anak ke SD tsb, komitmen ortu jika anak di terima di SD tsb dan beberapa studi kasus. Agak njlimet? Hehehe... Ya gitu deh.. 

Saya berpikir bahwa pihak sekolah meminta informasi dengan detail agar bisa mengetahui tujuan, visi dan misi orangtua. Jika memang visi dan misinya sama, maka diharapkan ke depannya akan dapat bekerja sama dengan baik. Jadi memang yaa... Pengisian formulir itu merupakan screening awal yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui sejauh mana peran orangtua nantinya. Bisa dikatakan kalau disini ortu lah yang dites. 

Setelah pemberkasan masuk, maka seleksi awalpun dimulai. Kami harus menunggu sekitar seminggu (10 Feb). Alhamdulillah seleksi awal diterima dan setelah itu ada wawancara dengan orang tua (21 Feb). Hasilnya akan diumumkan pada tanggal 1 Maret. Deg degan? Udah pastilah.. Macam nunggu pengumuman UMPTN jaman sekolah dulu aja, hehehe..

Alhamdulillah.. Kami dinyatakan lulus Tes wawancara. Lanjut pembayaran uang masuk sekolah sampai tanggal 11 Maret. Setelah itu ada jadwal pertemuan pihak sekolah dengan ortu untuk pemaparan lesson plan sit in. Yupp...Setelah dinyatakan lulus wawancara sekarang giliran anak melakukan sit in selama satu minggu (18-22 April)
Sit in bertujuan untuk mengetahui kemandirian anak, sosialisasi, kreativitas, leadership dan melihat apakah anak sudah siap untuk memasuki gerbang pendidikan dasar. Tidak ada assessment berupa calistung dan hafalan surat Al Quran. Meski sekolah ini adalah sekolah Islam berbasis komunitas tapi anak tidak di-asses dalam bacaan Al Quran nya. Menurut pihak sekolah, untuk hafalan dan doa sehari hari nanti akan mengalir sendiri saat berlangsungnya kegiatan belajar.

Tanggal 3 Mei keluar pengumuman hasil sit in dan Alhamdulillah Samara diterima. Sujud syukur banget bisa masuk di sekolah ini, mengingat quotanya sangat sedikit. Mungkin inilah rejeki Samara. Pasti Allah akan berikan sekolah yang terbaik untuk Samara. Dan inilah jawabannya, meski kami harus melewati perjalanan yang cukup panjang. Semoga Samara mampu dan enjoy dalam menuntut ilmu selama 6 tahun ke depan. Dan pastinya kami sebagai orang tua harus siap bekerja keras untuk belajar lagi, mengikuti ritme pendidikan anak dan bekerja sama dengan pihak sekolah.

Dear Samara, welcome to elementary school..

Selasa, 20 Oktober 2015

Pemilihan Sekolah Dasar

Waktu berjalan sangat cepat. Gak terasa sebentar lagi si kecil akan memasuki jenjang pendidikan sekolah dasar. Yuppp...anak kicil saya Insya Allah tahun depan akan masuk SD. Percaya gak percaya yaaa...anak tumbuh begitu cepat dan mamaknya pasti bertambah tua, hahahaha... #kokop_esketu

Nah... Karena akan masuk SD, sekarang ini kami sedang mengalami masa yang sangat sulit yaitu memilih SD yang cucok untuk si kecil. Tentunya masing masing orangtua punya kriteria sendiri untuk sekolah anaknya. Dan inilah beberapa pertimbangan kami dalam pemilihan SD.
  1. Sesuai dengan karakter anak
  2. Sesuai dengan tujuan orang tua dan pencapaian anak kelak
  3. Sesuai dengan pola pengajaran, apakah akan dimasukin ke sekolah dengan kurikulum tradisional, moderate, liberal atau Montessori.
  4. Apakah akan dimasukkan ke sekolah terpadu atau sekolah biasa (bukan terpadu)?
  5. Pertimbangan financial dan jarak tempuh dari rumah ke sekolah 
Sedikit penjelasan apa itu kurikulum traditional, moderate, liberal dan Montessori. Dari apa yang sudah saya baca, kurikulum tradisional adalah metode pembelajaran dimana buku pelajaran dan buku latihan, aktivitas terbatas menggunakan kertas dan pensil/pena, mata pelajaran yang standard dan tradisional.

Kurikulum moderat yaitu kegiatan belajar menggunakan buku pelajaran dan buku latihan, beberapa proyek yang menyatukan beberapa mata pelajaran, proyek proyek yang berisikan praktek langsung.

Kurikulum liberal yaitu pengajaran tergantung dari ketertarikan siswa, kurikulum yang terintegrasi (misal matematika, bahasa, IPA menyatu dalam satu tema untuk aktivitas tertentu, mata pelajaran yang flexible)

Kurikulum montessori adalah suatu metode pendidikan dengan mengikuti perkembangan intelektual anak. Cirinya yaitu penekanan pada aktivitas pengarahan diri anak dan pengamatan klinis dari guru. Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya. 

Mungkin kira kira itu yaaa.. yang jadi bahan pertimbangan kami. Berbagai info tentang SD sudah kami peroleh dari beberapa teman yang terlebih dahulu memasukkan anaknya ke SD. Untuk lebih lengkapnya lagi, beberapa waktu lalu kami melakukan survey ke beberapa SD. Dan ini hasilnya :
  1. Madrasah Ibtidaiyah International T*chn* N*t*r* Depok. Sekolah ini merupakan idaman si kecil. Dari mulai duduk di Kindy A, Samara selalu bilang kalau ingin sekolah di sini. Gak banyak yg bisa saya ceritakan tentang sekolah ini karena pihak sekolah akan mengadakan acara open house di bulan November 2015. Sebagai gambaran saja sekolahnya kira kira seperti ini 
  2. Sekolah Islam Al *zh** Jagakarsa. Sekolah berbasis Islam ini letaknya gak begitu jauh dari rumah. Metode yang digunakan adalah traditional dengan memperbanyak muatan agamanya. Untuk masuk ke sini, anak diharuskan sudah bisa membaca, menulis, berhitung sederhana, baca iqro, hafalan surat dan doa sehari hari. Dalam satu kelas terdiri dari 25 orang. Jam belajar untuk kelas 1 SD dimulai pukul 06.50 -12.00. Uang masuk sekitar 18 jt dengan SPP Rp. 900.000/bulan. 
  3. Sekolah Islam Al *zh** Syuhada Jagakarsa. Meski namanya sama dg sekolah Islam yang ngetop di jalan Sisingamangaraja, namun sekolah ini adalah independent artinya tidak menginduk pada yayasan Islam tsb. Kurikulum yang digunakan adalah 50% kurikulum umum dan 50% agama, namun tetap disesuaikan dengan Diknas. Test masuknya calistung, iqro dan psikotest. Target pembelajaran, kelas 3 s/d kelas 6 harus sudah khatam Al Quran. Ekskulnya banyak dari mulai drumband, basket, tari, renang hingga marawis. Jam sekolahnya : 7.00 - 14.00. Uang masuk 18 jt dengan SPP 700.000/bulan.
  4. Sekolah Islam Al H*m*d*y*h Jagakarsa. Sekolah ini merupakan salah satu SDIT yang mengadopsi kurikulum Diknas dan KTSP 2006 dengan mengambil muatan lokal bahasa Arab dan bahasa Inggris. Test masuk meliputi calistung, iqro, Surat pendek dan bacaan hadist. Dalam 1 kelas terdiri dari 30 org dengan bantuan 2 orang guru. Waktu belajar : 07.25 - 13.30. Target lulus SD anak harus sudah hafal Al Quran 5 juz. Uang masuk 22 jt dengan SPP 825.000/bulan
  5. Sekolah T*m*n Kr*at*f*t*s An*k Ind*nes*a. Lokasi gak jauh dari rumah. Sekolah yang digagas oleh seorang psikolog terkenal yaitu bunda Romy, memiliki kurikulum Diknas plus pengembangan Multiple Intelegence anak. Di sekolah ini anak tidak hanya dibekali kreativitas dan kemandirian namun juga dapat mudah beradaptasi dengan lingkungan, berinisiatif, tangguh dan mampu menghadapi tantangan. Fasilitas di sekolah ini masing masing kelas dilengkapi AC dan 2 toilet yaitu 1 toilet khusus anak lelaki dan 1 toilet khusus anak perempuan. Dilengkapi pula kebun binatang mini, rumah pohon, kolam renang, outbound dan lahan berkebun. Dalam satu kelas hanya 20 orang dengan 2 orang pengajar. Waktu belajar jam 07.00- 11.00 utk anak kelas 1 dan 2 untuk anak kelas 3 sampai jam 12.00. Uang masuk 18jt
Nah...sudah ada 5 sekolah yang telah kami survey. Sampai saat ini kami masih menimbang nimbang mau memasukkan si kecil ke sekolah yang kemana? Walaupun sejujurnya si kecil kesengsem banget sama sekolah yang pertama, hihihi....

Oke lah... Semoga nanti ada pencerahan lebih lanjut mengenai pemilihan sekolah SD ini. Untuk sementara sekian aja dulu.... Mari kita berpusing pusing ria memikirkan sekolah yang cucok dan biaya yang pas di kantong kami, hahahaha.....

Selasa, 24 Februari 2015

Outbound Pelita Village

Minggu lalu tepatnya hari Rabu 18 Feb sekolah si kecil mengadakan outbound di Pelita Village Ciseeng Bogor. Seperti biasa, jika fieldtrip atau kegiatan lainnya anak2 tidak didampingi orang tua. Hal ini dimaksudkan agar anak berani dan mandiri.

Namun kali ini agak berbeda, karena judulnya outbound, pastinya anak akan basah dan kotor maka ada satu orangtua murid dari masing masing kelas yang ikut. Maksudnya adalah untuk membantu teacher dalam memandikan anak. Kebayangkan 13 anak mandi dalam waktu bersamaan? Pasti riweh dan butuh tangan untuk memandikan anak2.

Alhamdulilah saya dan 2 ibu dari kelas Kindy A lain beruntung bisa ikut membantu teacher. Pagi itu kami berangkat dari meeting point jam 7.15 menggunakan bis menuju Bogor. Memakan waktu kurang lebih 1,5 jam kami tiba di lokasi. Sampai di sana disambut ramah oleh kakak kakak pendamping dari Pelita Village. Mereka menjelaskan secara singkat tata cara outbound.
Setelah cukup info, kami masuk ke dalam area yang luas dan rindang. Terlihat danau buatan yang di atasnya bisa digunakan untuk flying fox. Melihat itu semua, anak anak gak sabar ingin bermain Namun sebelum bermain kami istirahat dulu sambil menikmati teh hangat dan jagung rebus. Hhhmmm... Nikmat banget rasanya :)

Setelah perut terisi, anak anak berkumpul dan berbaris sesuai kelasnya untuk difoto terlebih dahulu. Hahaha kebayang yaaa.. Lucu dan riwehnya anak2 :)
Sebagai ice breaking, anak2 diajak melakukan permainan traditional seperti lomba holahop, jalan pakai bakiak, tarik tambang, dll.
Lanjut ke permainan basah basahan yaitu memasukkan air ke dalam pipa. Di sini anak2 senang sekali saat terkena guyuran air. Makin tersiram air, makin kencang pula tawa mereka, hehehe... Tawa lepas anak2 membuat saya ikut merasakan kebahagiaan.
Setelah basah kuyup, mereka beristirahat dulu dengan menyantap bakso sambil mengeringkan badan. Subhanallah... Nikmat banget.. Dingin dingin ditemani semangkok bakso panas.
Kenyang menyantap bakso, anak2 melanjutkan kegiatan lagi. Kali ini memerah susu sapi dan meminum susu sapi segar kemudian membajak sawah dan menanam padi. Wooow... Senang banget si kecil saat membajak sawah. Duduk di atas alat pembajak sambil ditarik oleh kerbau. Mereka tertawa bahagia dan tak peduli kaki kotor masuk ke dalam lumpur :)
Puas main di sawah, anak2 antri untuk bermain kekuatan dan keseimbangan. Di sini anak harus menyeberang sungai dengan berjalan di atas seutas tali kemudian dilanjutkan berjalan di atas papan kecil yang bergoyang goyang. Dalam permainan ini dibutuhkan konsentrasi dan keseimbangan tubuh yang baik.
Terlihat beberapa anak ada yang ketakutan mengikuti permainan ini sehingga teacher harus turun tangan mendampingi anak meniti tali. Alhamdulilah si kecil berani melakukan permainan itu sendiri dan semua dilakukan tanpa ada ragu sedikit pun.

Setelah semua permainan sudah dicoba, saatnya naik sampan bambu alias getek keliling danau dan selanjutnya menuju ke start point flying fox. Senang banget waktu mereka di atas getek. Ketawa ketiwi sambil main air.
Sampai di start point, satu persatu anak mulai dipasang helm dan tali penggantung. Bersiaplah mereka meluncur sendiri. Flying fox di sini lumayan panjang jarak tempuhnya dan tinggi di atas permukaan air danau.
Surprisedly... Hampir semua anak2 berani melakukannya. Yup...rata2 umur mereka 4-5 tahun. Hebring yaa anak jaman sekarang, pemberani banget. Mungkin kalau Yani kecil, jaman dulu gak berani melakukannya, hahaha...
Oiya saat anak anak selesai main flying fox dan lanjut masuk ke dalam gua kecil, saya melipir ke start point, tak mau ketinggalan ikut main flying fox juga. Ceritanya gak mau kalah sama anak2, hehehe...

Tak terasa sudah hampir jam 13.00 dan semua permainan telah selesai. Iseng, saya menjepret tampang si kecil dan beginilah hasilnya, before and after ;)
Lihatlah kaos kaki si kecil, sudah berubah warna dari pink menjadi hitam penuh lumpur, hahaha... Kalau kata salah satu iklan detergent bilang, berani kotor itu baik yaa... Jadi gak masalah dong, karena dibalik kotor ada pelajaran berharga untuk anak.

Setelah semua anak bebersih, lanjut makan siang dengan menu yang lagi2 nikmat banget. Untuk anak ada sayur sop, perkedel jagung, ayam goreng dan kerupuk. Untuk pendamping disediakan sayur asem, ayam bakar, ikan asin, perkedel jagung, lalapan dan sambal yang juaraaaa banget rasanya.

Alhamdulilah semuanya kegiatan outbound selesai dengan baik. Meski capek namun terlihat anak anak senang sekali. Tawa mereka gak pernah berhenti. Jam 14.30 kami pulang. Sampai di rumah, si kecil mandi lagi trus istirahat. Hufttt... Lumayan menyita energi, kegiatan hari ini...tapi seru dan menjadi pengalaman dan pelajaran baru buat anak.

Sabtu, 14 Februari 2015

Ritual Malam

Sudah menjadi tradisi sejak dulu kalau mau bobo pasti si kecil minta dibacain buku cerita. Selain membaca buku, kalau belum ngantuk banget si kecil mengajak saya bermain, seperti rumah rumahan atau yang lainnya.

Akhir akhir ini dia sedang kecanduan berdansa dengan saya, si kecil berdiri di tepi tempat tidur nanti saya merapat di sampingnya. Setelah atur posisi dansa lalu saya disuruh nyanyi. Lagunya adalah Beauty and the beast. Kalau sudah begitu, si kecil merasa jadi princess Belle dan saya jadi beast nya, hahahaha....

Jika sudah bosen berdansa, saatnya ambil kertas origami trus bikin macam macam seperti pesawat, topi dan kapal kapalan seperti ini.
Kelakuan si bocah sebelum tidur :)
Atau ambil buku dan crayon trus gambar. Lucunya...kalau sudah menggambar pasti dia menerangkan kepada saya arti gambarannya. Udah macam Bu guru saja kalau menerangkan :)
Nah...kemarin malam ceritanya si kecil sudah bermain semuanya tapi mata belum ngantuk juga. Padahal saya sudah ngantuk berat. Sedikit cerita ritual saya setelah sampai di rumah yaitu mandi, sholat, kadang makan kadang enggak (maklum harus inget #menujulangsing2015) kemudian masuk kamar. Main di kamar dengan si kecil atau baca buku. Jarang banget nonton tivi, makanya rada kudet dengan tontonan malam yang isinya didominasi sinetron2 alay :)

Dua malam yang lalu saat mata ini sudah 5 watt, si kecil gak mau bobo, akhirnya dia minta izin keluar kamar. Tak lama kemudian si kecil masuk kamar lagi sambil membawa kertas dan menunjukan pada saya. Isi tulisannya adalah "Bunda Ayah Samara sayang Allah". Subhanallah... Mata saya langsung terbelalak gak jadi ngantuk saat membaca tulisan itu.
Ketika saya tanya siapa yang menulis ini? Si kecil menjawab : "Aku...". Saya jadi speechless. Langsung saya peluk tubuh mungilnya dan mendadak pengin fotoin buat ditunjukin ke ayah.

Keesokan harinya saya bertanya pada mba pengasuhnya ttg tulisan itu. Si mbak menjawab, jadi...pertama si kecil bilang ke mbak kalau mau nulis kalimat itu, tapi tidak bisa merangkai hurufnya. Memang si kecil sudah mengenal huruf A-Z hanya saja belum bisa membaca. Akhirnya si mbak mengeja huruf dan si kecil menulis di atas kertas.

Beneran gak nyangka bocah kecil punya ide menulis kalimat itu. Terima kasih ya Nak... Sudah jadi reminder Ayah Bunda untuk selalu sayang Allah :)

Rabu, 31 Desember 2014

Raport Keempat

Selang satu minggu setelah acara mother's day, si kecil menerima report. Ini adalah raport keempat setelah raport semester 2 PG A, semester 1 dan 2 di kelas PG B. Apa saja perkembangan si kecil selama duduk di kelas Kindy A?

Basicly perkembangan si kecil sangat baik, dilihat dr hasil kecerdasan majemuk anak yang meliputi kecerdasan spiritual, interpersonal, intrapersonal, linguistic, naturalis, kinestetik, musikal, logis matematik dan visual spatial. Selain kesembilan kecerdasan majemuk ada pula perkembangan jasmani dan kesehatan anak serta perkembangan emosi anak. Alhamdulilah hampir semua aspek di atas, si kecil memperoleh point 3.

Dilihat dari segi spiritual, si kecil sudah hafal beberapa surat pendek dalam Al Quran, hafal beberapa hadist, doa doa yang digunakan dalam sehari hari, nama nama Allah dalam Asmaul Husna. Dalam segi logis matematik si kecil bisa mengenal berbagai bentuk geometri dan bilangan puluhan. Salah satu pengajarnya bercerita bahwa pernah anak anak diberi kertas yang digambar sebuah bujursangkar, lantas anak anak2 melanjutkan sendiri gambar tsb sesuai imajinasi dan kemampuan masing masing. Ternyata...dari gambar bujursangkar itu si kecil mengambar jam dinding. Hhhmmm.. Kepikiran yaa bikin jam dinding berbetuk kotak? Karena biasanya jam dinding itu kan bentuknya lingkaran :)

Untuk kemampuan interpersonal, si kecil harus harus lebih ditingkatkan karena ada catatan dari pengajarnya kalau beberapa kali si kecil terlalu asik bermain di sekolah hingga lupa kalau harus doa bersama sebelum pulang, hehehe...namapun anak2 yaa... Kalau lagi main susah dihentikan. Tapi ini merupakan PR kami dalam upaya mengajarkan si kecil untuk lebih tertib :)

Alhamdulilah perkembangan di usia ini sangat bagus, dimana si kecil sudah mengenal alfabet dengan baik. Meski di sekolah dan di rumah belum diajarkan membaca namun pengenalan alfabet sudah dilakukan.

Dan seperti biasa, jika pengambilan raport maka dibagikan juga hasil kegiatan belajar di sekolah. Jujur yaaa...saya paling suka dengan hasil karyanya. Meski ada kekurangan disana sini tapi tidak mengurangi kreatifitas anak. Namanya juga proses belajar yaa... :)
Alhamdulilah raport keempat si kecil hasilnya memuaskan bagi kami...
Tetep semangat ya Nak... Untuk memasuki semester kedua :)

Selasa, 30 Desember 2014

Mom's Day

Meski tgl 22 Desember yg diperingati sebagai Hari ibu telah berlalu tapi gak ada salahnya yaaa saya cerita sedikit tentang acara Mother's Day sekolah si kecil. Acara tsb dilakukan pada hari Sabtu tanggal 13 Des lalu. Dan pagi itu kami bersiap siap untuk berangkat ke sekolah si kecil. Dress code yg digunakan adalah rok ballerina alias rok tutu dengan atasan T-shirt berwarna putih lengkap dengan sayap kupu kupu dan bandonya.
Sesampainya di sekolah, anak anak sudah siap dengan kostum yg lucu lucu, ada yg berkostum laba laba, monyet, beruang, peri, dll. Yupp... Masing masing kelas memang mempunyai tema berbeda yang disesuaikan dengan penampilan mereka nantinya.

Acara mother's day dibuka dengan penampilan adik adik PG yg perform gerak dan lagu menceritakan suatu hari di hutan. Lucu deh liat gerakan anak2 di atas panggung. Ada yg super lincah, ada juga yang diam saja. Tapi apapun itu, saya salut dengan keberanian anak2 untuk naik panggung.

Kelas si kecil kali ini menampilkan gerakan tari yang diiringi lagu Untuk Mama dilanjutkan pembacaan puisi. Terharu banget waktu si kecil perform, apalagi setelah menari, anak anak turun panggung menghampiri ibunya masing masing sambil memberikan foto ibu dan anak. Ahh..sampai gak sadar sayah pun mrebes mili. Hehehe...cengeng banget yaa :)
Emang bener yaaa...kebanyakan emak emak itu mewek kalo melihat anaknya perform, apalagi ini adalah moment Hari ibu. Hhhmmm....makin pengin nangis lagi deh hehehe...

Alhamdulilah acara berlangsung lancar dan sukses. Anak anak pun hebat bisa mempersembahkan yang terbaik untuk para Bunda. Terima kasih anak anak yang hebat... #bighug

Happy Mother's Day.... #latepost :D

Selasa, 25 November 2014

TTM

TTM? wuiiih serem amat ya judulnya? Macam lagu Duo Maia aja nih... Bukan, saya bukan mau ngebahas teman tapi mesra melainkan tiga kata sakti yang sering digunakan dalam kehidupan sehari hari yaitu Terima kasih, Tolong dan Maaf. 

Dulu ketika saya kecil selalu diingatkan oleh kedua orangtua untuk 3 hal penting yaitu mengucapkan terima kasih, meminta bantuan kepada orang lain dengan mengucapkan kata tolong dan meminta maaf. Nah, sekarang saya sedang menerapkan ketiganya kepada si kecil.

Dalam penerapan itu saya dan ayah harus bekerja sama untuk memberi contoh terlebih dahulu dan menerapkan pada kehidupan sehari hari. Untuk kalimat Terima Kasih sepertinya sudah sangat paham dan dimengerti oleh si kecil. Hanya saja terkadang si kecil malu malu kucing untuk mengucapkannya.

Contohnya saja ketika si kecil diberi hadiah baju princess oleh neneknya, saking senangnya sampai lupa mengucapkan terima kasih. Kemudian saya mengingatkan dan langsung si kecil tersenyum malu. Hmmm...Saya pikir itu saat itu si kecil bukannya tidak mau berterima kasih tetapi saking excitednya, jadi lupa dan terlambat untuk mengucapkan terima kasih, maka saat diingatkan jadilah malu malu kucing ^__^

Meski malu Alhamdulilah si kecil mau mengucapkan terima kasih kepada neneknya. Malah sebagai bonus, nenek dipeluk oleh si kecil :)

Hal penting yang kedua yaitu meminta tolong, si kecil juga sudah paham dan sudah menerapkan pada aktivitas sehari hari. Apapun yang dia inginkan tetapi tidak bisa dilakukan, dia akan meminta tolong. 

Pernah suatu hari si kecil meminta saya untuk membelikan spidol, eh...dia berkata : "bunda tolong belikan aku spidol karena aku mau menggambar. Please bunda yaa.. please". Hehehe...sepertinya kata tolong itu udah beralih fungsi menjadi rayuan :)

Nah...untuk hal penting yang ketiga yaitu Meminta Maaf, masih susah sekali diucapkan. Ketika si kecil melakukan kesalahan, dia enggan mengucapkan kata maaf. Memang meminta maaf bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan oleh semua orang. Jangankan anak kecil, orang dewasa pun kadang sulit sekali untuk meminta maaf. Tul gak? Hayooo ngaku... ^___^

Pernah suatu hari si kecil berbuat salah kepada mbaknya, saya mengingatkannya untuk meminta maaf. Subhanallah....saya butuh waktu panjang dan kesabaran yang ekstra untuk membujuk si kecil agar mau meminta maaf. Saya jelaskan mengapa dia harus meminta maaf? Tentunya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.

Lamaaa....sekali saya memberi pengertian kepada si kecil. Menurut saya, bukannya si kecil tidak mau mengucapkan kata maaf tetapi lebih kepada malu dan gengsi. Huff... gak nyangka kalo anak sekecil itu sudah punya gengsi. Akhirnya setelah lebih dari 20 menit si kecil mau meminta maaf kepada mbaknya dengan mengulurkan tangan kanannya. Tapiiiii....mukanya tidak mau melihat ke depan alias si kecil menyembunyikan muka ke belakang. Tampaknya memang benar si kecil malu atas perbuatan salahnya.

Ah...rasanya PR banget untuk kami menerapkan kata maaf. Padahal nih..kalau saya dan ayah melakukan kesalahan sekecil apapun pada si kecil, kami selalu meminta maaf. Contoh saat sedang bercanda tetiba mukanya terbentur tembok dan memar di bagian depan. Si kecil langsung menangis dan saya pun ikut menangis karena melihat memar yang sangat hebat di samping matanya. Untung persediaan trombopop masih ada, jadi langsung dioleskan saja.

Yaa Allah...saat itu saya merasa bersalah sekali. Saya peluk erat erat badan mungilnya sambil berkali kali meminta maaf. Mata kami sama sama sembab dan menjelang bobo saya mengucapkan kata maaf lagi, si kecil dengan bijaknya menjawab : "udah bunda, aku maafin kok...aku udah gak papa". Hiksss...pengin nangis lagi rasanya. 

Tak bosan bosannya kami selalu mencontohkan dan menerapkan kata maaf. Siapapun itu yang salah maka hukumnya wajib untuk meminta maaf. Bahkan saya juga pernah meminta maaf kepada si mbak karena saya emosi lantas memarahinya. Saat emosi sudah reda, saya meminta maaf dan si kecil melihat adegan minta maaf saya. Sengaja saya lakukan di depan si kecil agar dia tahu kalau kita sudah berbuat salah harus minta maaf.
Gambar diambil dari sini
Apapun itu kebiasaan mengucapkan terima kasih, meminta maaf dan meminta tolong harus diterapkan sejak dini. Itu merupakan modal/pondasi untuk attitude anak. Meski di sekolah anak diajarkan attitude tapi orang tua adalah pemeran utama dalam mengajarkan dan menerapkan attitude karena semua orangtua ingin anaknya beretika baik.

Jadi buat saya PR terbesar yaitu terus mengajarkan si kecil untuk meminta maaf. Bagaimana dengan teman blogger, adakah yang mempunyai pengalaman sama? Share yukkk :)

Minggu, 16 November 2014

56 months

11 Maret 2010 - 11 Maret 2014

Alhamdulilah bulan ini si kecil menginjak usia 56 bulan atau 4 tahun 8 bulan. Time so fast... tak terasa 4 bulan lagi Insya Allah si kecil lulus menjadi balita dan akan memasuki gerbang anak anak. Tentunya tugas dan tanggung jawab kami sebagai orangtua akan semakin berat. Sebelum beranjak meninggalkan masa balita, mari kita rekap perkembangan si kecil bulan ini :
  • Mulai awal bulan November si kecil mengikuti belajar mengaji di salah satu tetangga yang membuka Taman Pendidikan Al Quran (TPA). Rasanya telat banget baru memulai belajar iqro, dimana teman sebayanya ada yang sudah sampai iqro 4. Tapi tak mengapa karena bulan bulan lalu, si kecil saya ajari menghafal surat surat pendek. Better late than never ya nak... :)
  • Hafal beberapa hadist dan doa sehari hari. Bicara tentang hadist, ada kejadian lucu, saat itu saya sedang minum sambil berdiri tetiba si kecil menujuk ke arah saya sambil berujar : "Layas robbana ahadukum qoiman, janganlah kamu makan dan minum sambil berdiri". Huaaa... langsung saat itu juga saya duduk dengan menahan malu. Anak anak memang sangat jujur yaa dan saya bersyukur telah diingatkan oleh si kecil.
  • Hafalan Asmaul Husna sudah 25 dan hampir setiap malam nyanyian Asmaul Husna mengiringi tidurnya. Insya Allah lama lama hafal semua. Amin...
  • Suka banget menggambar dan mewarnai. Sudah berlembar lembar kertas yang dihabiskan untuk menggambar dan mewarnai. Bahkan tembok pun menjadi sasaran empuk untuk meluapkan kreativitasnya. Pernah suatu hari Opung datang ke Jakarta kemudian melihat tembok yang penuh warna crayon maka Opung berinisiatif untuk mengecat tembok. Selang beberapa minggu kemudian tangan si kecil rasanya gatal melihat tembok yang bersih itu. Secara diam diam dia mencoret tembok dan ketika saya pulang kantor kaget melihat kondisi tembok yang sudah tergores crayon. Saat ditanya mengapa mencoret tembok lagi, si kecil dengan enteng menjawab : "kan nanti ada Opung yang ngecat tembok lagi.." Gubraakkk... *speechless* 
  • Sudah bisa menulis namanya sendiri, meski masih belum begitu rapi tapi Alhamdulilah sudah bisa.
  • Pengenalan huruf/abjad sudah makin bertambah. Kalau pergi pergi dan melihat tulisan besar, si kecil akan berusaha menyebut huruf yang terpampang. Seperti kemarin saat makan di salah satu resto siap saji, si kecil bilang : "itu tulisannya KFC ya Bun?". Oke nak...Insya Allah lama lama kamu akan bisa mengeja huruf huruf. Tapi lagi lagi bunda tidak mengharuskan atau sampai memasukkan kamu ke kursus calistung. Biarkan semua mengalir apa adanya.
  • Di usia ini tinggi badan mencapai 105 cm namun berat badannya masih belum mengalami kenaikan yang signifikan. Padahal makannya lahap tapi BB tak kunjung naik. Rapopo wis... yang penting sehat ya nak :)
Hobi menggambar dan mewarnai
Yeaayy...aku bisa menulis namaku sendiri.. :)
Selamat ulang bulan anakku...semoga makin pintar, sehat selalu, sholehah dan berhati lembut.. Amin.
We love you much and much :)
 

Kamis, 06 November 2014

Saat Bersamamu

Menjadi ibu yang bisa mendampingi anak all day long sangatlah menyenangkan. Bahagia membuncah ketika saya memutuskan untuk mengambil cuti kantor selama 5 hari kerja. Terbayang sudah saya akan menghabiskan waktu dengan si kecil dari mulai bangun pagi hingga malam menjelang tidur.

Dua minggu yang lalu saya merasakan indahnya masa masa kebersamaan dengan si kecil. Bukan...bukan berarti saya tidak pernah merasakan bahagia saat bersama si kecil. Kali ini sedikit berbeda karena kalau biasanya saya mengambil jatah cuti 5 hari dengan jalan jalan atau mudik ke Tegal, kali ini 5 hari cuti saya dedikasikan khusus untuk si kecil.

Hari Senin 20 Oktober 2014 dimana bangsa Indonesia hiruk pikuk menyambut pelantikan Presiden ke 7, saya santai di rumah mempersiapkan si kecil berangkat sekolah ditemani pak suami yang kebetulan juga mengambil cuti. Dan pagi itu si kecil dengan heran bertanya : "ayah dan bunda libur?". Saat kami menjawab "iya" si kecil senang sekali. Lantas bersiap berangkat ke sekolah dengan raut wajah yang gembira.
I'm happy...
Saya dan ayah berjanji akan menjemput si kecil pulang sekolah karena secara kebetulan hari ini jadwal saya bertemu dengan gurunya untuk mengetahui progres si kecil selama di kelas Kindy A.

Ketika kami sampai di sekolah, wajah bahagianya tak bisa disembunyikan. Dia berlari menghampiri kami sesaat melihat kami tiba di sekolah. Ahhh...priceless banget rasanya. Meski sederhana tapi sangat membahagiakan buat si kecil. 

Alhamdulilah progres meeting dengan gurunya berjalan lancar. Kami mendapat laporan tentang perkembangan si kecil selama 3 bulan ini dan hasilnya sangat menggembirakan. Saat di atas motor menuju pulang ke rumah, mulut kecilnya tak lepas dari cerita ativitasnya hari itu. Sore harinya kami mengantar si kecil trial TPA di masjid dekat rumah.


Hari Selasa, saya mengantar si kecil ke sekolah. Lihat wajahnya yang penuh senyum itu ketika naik di atas motor.
Ayooo nak kuantar kau ke gerbang sekolah
Hari Rabu si kecil berangkat sekolah dengan kostum profesi. Yaaa...tema pelajaran minggu ini adalah profesi. Masing masing anak bebas menggunakan baju profesi apa saja. Dan si kecil pun memakai baju dokter lengkap dengan stetoskopnya :)
Semoga cita citanya ingin menjadi dokter dapat terwujud ya nak...
Pulang dari sekolah, si kecil berlari masuk ke rumah sambil bertanya kepada si mbak : "bunda mana, mbak?" Saya yang saat itu sedang berada di depan komputer sangat senang mendengar pertanyaan itu. Langsung saya keluar menyambutnya dan tangan kecilnya sontak memeluk saya. Ahhh...priceless lagi...

Siang itu kami makan bersama dan bercerita teman temannya yang menggunakan berbagai macam kostum profesi. Kebersamaan itu lanjut dengan tidur siang. Dan sore harinya saya mengantar si kecil ke TPA.
Iqra

Hari hari berikutnya kami lewati dengan perasaan senang, dimana kami bisa bermain bersama sepanjang waktu, belajar bersama dan bercengkerama. Meski kadang si kecil juga membuat saya harus menahan emosi tapi tak mengurangi kebersamaan kami.


Buat saya pribadi, hal paling membahagiakan selama cuti kemarin yaitu ketika kami berjalan bersama menuju TPA. Dengan penuh semangat si kecil berjalan sambil memegang erat tangan saya. Terkadang dia melepas tangan saya dan berlari mendahului.
Berjalanlah menuju masa depanmu, nak...
Anakku...
Senang sekali rasanya bisa bersamamu sepanjang hari. Seandainya setiap hari bunda bisa selalu mengantarmu ke sekolah, ke TPA, bermain dan belajar bersama, makan siang dan bobo siang bersama tentu sangat menyenangkan. Bunda selalu melihat ekspresi wajahmu saat pulang sekolah. Priceless banget...

Smoga bunda bisa selamanya mendampingimu..

Kamis, 23 Oktober 2014

Barbie's Day Out : Pentingnya Anak Bermain Imajinatif

Bermain adalah kegiatan yang sangat dekat dengan anak. Bermain dapat dikatakan sebagai waktunya anak untuk belajar, mengembangkan diri dan melatih banyak hal. Permainan imajinatif merupakan salah satu jenis permainan yang dapat menstimulasi perkembangan metakognisi yaitu kemampuan untuk mengendalikan ranah kognitif yang berkaitan dengan ingatan, pemahaman, terapan, analisa, evalusi dan kreativitas (Krathwohl, 2002)

Mengingat penting bermain imajinasi, Barbie mengadakan acara Barbie's Day Out di Mall Kelapa Gading. Tujuan diadakan acara ini adalah mengingatkan orang tua akan pentingnya bermain imajinasi bagi anak.
#BarbiesDayOutID
Siapa yang tak kenal Barbie? Hampir semua orang kenal dengan boneka cantik favorite anak perempuan di seluruh dunia yang mempunyai postur tubuh sempurna. Apa hubungannya Barbie dengan perkembangan anak? Mari kita simak.

Sebelum acara dimulai, anak anak diperkenankan bermain Barbie sepuasnya. Hal ini tentu saja sangat menyenangkan untuk Samara.
Senangnya bermain Barbie
 

Barbie's Day Out menghadirkan 3 narasumber yaitu Jia-Li Fong Manajer Pemasaran Mattel, Ajeng Raviando, Psi dan Fifi Alvianto Pimred majalah Laiqa. Acara tersebut dipandu oleh Ivy Batuta.
Jia-Li Fong bercerita sejarah Barbie yang telah lama menjadi mainan favorit anak anak perempuan dengan koleksi yang beragam. Barbie menyediakan lebih dari 150 jenis profesi/karier yang memungkinkan anak dapat bermain dan berimajinasi. 

Barbie meluncurkan kampanye "The Barbie Project" yaitu project yang menekankan pentingnya membebaskan anak dalam mengekspolarasi imajinasinya untuk mengembangkan kreativitas. Pesan yang disampaikan dalam video tersebut adalah tugas orang tua untuk mendampingi anak bermain bukan memberi instruksi yang bisa membatasi kreativitas anak. Videonya dapat dilihat di The Barbie Project. 
Psikolog anak Ajeng Raviando menyebutkan Barbie bisa menjadi sarana bermain dan berimajinasi karena Barbie salah satu media untuk mengembangkan kreativitas, misalnya melalui roleplay (bermain peran) dan storytelling (bercerita). 

Kedua permainan tersebut dapat mengembangkan pemahaman serta menumbuhkan potensi kemampuan berpikir secara imajinatif. Selain melalui roleplay dan storytelling, bermanfaat juga untuk mengasah kemampuan berpikir dengan kata dan bahasa dalam mengekspresikan makna. Wah ternyata luar biasa sekali ya.. manfaatnya

Fifi Alvianto bercerita pengalaman mendampingi anaknya bermain barbie. Banyak anak terpesona oleh kecantikan barbie, nah...peran orang tua disini mengingatkan bahwa barbie tetap saja sebuah boneka yang hanya ada dalam imajinasi anak. Untuk menghindari kebosanan anak bermain, mba Fifi punya trik yaitu mengganti kostum barbie, jadi anak bisa berimajinasi sesuai dengan karakter barbie.

Selanjutnya anak anak berkumpul untuk mendengarkan dongeng dari Rumah Dongeng Pelangi. Anak anak antusias mendengarkan dongeng sambil bernyayi dan menari.
Story telling yang seru
Senang rasanya bisa mendapat pengetahuan pentingnya anak bermain imajinatif. Dari situ kami mengunjungi booth Barbie di Atrium MKG 3. 
Booth Barbie yang bikin anak hepi
Samara pun sukaaa banget dengan mobil barbie ini
Di booth tersebut anak dapat bermain sepuasnya di Barbie dream house, ada juga photo box, colouring, nail art, face painting dan sweet corner. Saat ini acara #BarbiesDayOutID sedang berlangsung di Bintaro Xchange Mall mulai tanggal 20-26 Oktober. Jadwal road show bisa dicek di Facebook Fan Page Barbie Indonesia.
Goodie bag cantik
Sekarang Samara suka bermain barbie. Seru sekali saya bisa terlibat dalam roleplay yang Samara mainkan. 
Let's play with barbie
Buat mommies yang punya pengalaman dan manfaat anak bermain bersama Barbie bisa bergabung dalam Kompetisi Blog Barbie dan menangkan hadiahnya.

Parents Meeting Little Earth

Saung yang disulap menjadi panggung
Hari Sabtu lalu 18 Oktober saya mendapat undangan dari sekolah Samara untuk menghadiri parents meeting. Acara rutin tiap semester ini akan membahas tentang program studi yang diterapkan sekolah. Selain itu jadi ajang bertemu para wali murid dengan seluruh teacher.

Acara dimulai pukul 09.00 dan seperti biasa saya datang bersama ayah. Dari awal saya dan ayah memang berkomitmen sebisa mungkin datang ke acara yang diselenggarakan sekolah. Samara tumben banget gak mau diajak ke sekolah, mungkin dia pengin leha leha di rumah kali yaa... Okelah nak gak papa :) Pas berangkat menuju sekolah, saya nyamperin mak Yeye dulu. Cabcus lah kami ke Little Earth.

Sampai disana sudah ada beberapa wali murid yang hadir. Setelah registrasi kami diberi satu lembar kertas berwarna yang berbentuk jeruk gunanya untuk menuliskan harapan orang tua bagi sekolah. Nah nantinya kertas warna warni itu akan digantungkan di sebuah pohon. Yaaa...semacam pohon pengharapan gitu deh. 

Sebelum acara dimulai, parents dipersilakan untuk mencicipi jajan pasar yang telah disediakan. Paling suka kalo acara begini, pasti pihak sekolah menyajikan jajanan pasar, ada klepon, lopis, kue unti, lontong isi dan cilok. Hmmm...ciloknya itu loh yang menggoda iman :)

Saya sempat keliling di sekitar halaman sekolah dan menemukan jejeran foto kegiatan anak anak di sekolah. Pihak sekolah memajangnya diantara pohon pohon rindang di sekolah. Sangat kreatif...
Foto foto yang berbicara...
 
Memang jujur, salah satu yang saya kagumi dari sekolah ini adalah kreativitas para teacher yang memanfaatkan alam sekitar menjadi sesuatu yang menarik. Bayangkan saja, untuk menarik parents, foto2 anak dipajang di pohon dan tak lupa pohonnya dibalut kain kotak kotak hitam putih khas Bali. 

Ada beberapa foto anak kelas Kindy A3 yaitu kelas Samara dan yang paling saya suka adalah foto ini. Terharu saya melihatnya... mereka begitu tertib dan manis manis...*mrebes mili*
Semoga kelak anak2 ini menjadi haji dan hajjah semua yaaa :)
Cheerfull...Saat Little Earth kedatangan pengajar asing

Dan ada foto Millie yang sangat lucu.. bener bener canded :)
Sekitar pukul 10 acara dimulai dengan ice breaking, para parents diajak nari piguin. Lumayan berkeringat ikutan nari piguin, hehehe... Setelah itu perkenalan semua teacher dan mereka menampilkan lagu/yel yel masing masing kelas. 

Tiba saatnya kepala sekolah dan wakilnya naik ke atas panggung untuk membeberkan program studi selama 1 tahun ke depan. Sebenarnya sih kami para parents sudah mengetahui secara garis besar programnya sejak awal tahun ajaran sekolah karena kita sudah diberikan parents letter.

Nah... untuk saat itu kita hanya di-refresh aja dan diinformasikan program tambahan lain. Di samping itu parents meeting ini terbuka bagi semua orangtua dimana para oratu bisa menyampaikan komentar, saran dan uneg uneg yang ada. Jadi....semacam sharing sesion juga. Seruuuu...

Tak terasa adzan dzuhur telah berkumandang, saatnya mengakhiri parents meeting. Alhamdulilah dengan acara parents meeting ini jadi membuat saya merasa dekat dengan sekolah, para teacher dan orangtua murid lainnya.

Sebelum pulang saya menggantungkan kertas berwarna merah yang berisi harapan kami untuk Little Earth pada sebuah pohon pengharapan. Semoga makin banyak harapan ortu makin memacu Little Earth untuk menjadi yang lebih baik lagi. Amin...
Pohon pengharapan
Oiya, pada hari Senin 20 Okt saya dan ayah datang lagi ke sekolah Samara untuk progress meeting. Kalau progress meeting ini lebih private karena masing2 ortu mempunyai jadwal untuk bertemu dengan guru kelas dan sang guru membeberkan perkembangan anak selama 3 bulan terakhir. Progress meeting ini diadakan rutin setiap 3 bulan sekali, jadi orang tua akan tahu perkembangan anak.

So far saya tidak pernah ada masalah selama Samara di Little Earth, malah saya sangat terbantu sekali dan sering merasa amazed melihat perkembangan Samara :)

Rabu, 08 Oktober 2014

Kumpulan Milestone Samara

Dear Samara,

Maafkan bunda yang telah lalai merekap perkembanganmu selama 5 bulan terakhir. Sungguh ini merupakan kesalahan terbesar Bunda dimana bunda tidak menulis saat Samara masuk ke kelas Kindy A pada tahun ajaran kemarin (bulan Juli). Untuk menebus kesalahan maka Bunda berusaha mengingat perkembangan Samara. 

Alhamdulilah pada bulan Juli Samara sudah masuk ke kelas Kindy A3 (Giraffe Class) dengan bimbingan miss Ari dan miss Aisyah. Samara bertemu dengan miss Ari lagi yang dulu menjadi pembimbing di kelas PG B. So far bunda puas dengan bimbingan miss Ari. Nah, di awal masuk sekolah Samara absen dulu gak ikut jemputan school bus. Sebagai gantinya bunda menitipkan Samara ke tante Yeye untuk berangkat dan pulang sekolah bareng Millie *makasih ya mak Yeye*
Baju Samara dan Millie senada banget yaa
  
kostum hari Jumat
Selama di kelas baru, Samara bisa mengikuti kegiatan dengan baik dan bersosialisasi dengan teman teman barunya. Meski awalnya agak canggung dan merasa kehilangan teman dekatnya (Kanaya dan Alifah) karena harus pisah kelas tapi semua bisa teratasi. 

Kegiatan belajar dan bermain di kelas Kindy A makin menyenangkan untuk Samara. Saat ini kegiatan didominasi dengan melatih fungsi motorik halus seperti menebalkan huruf dan angka. Jadi selama 1 minggu sekolah, Samara diajarin 1 huruf dengan metode pembelajaran misalnya hari Senin pengenalan huruf A, hari Selasa menebalkan huruf A, hari Rabu reading a book yang menitikberatkan huruf A, hari Kamis membuat huruf A dari biji bijian, hari Jumat role play dengan tema huruf A. 

Dengan metode pembelajaran yang dibuat fun, maka Samara bisa mengenal huruf A dengan mudah. Hal itu juga berlaku untuk semua huruf. Alhamdulilah saat ini Samara sudah bisa mengenal dan menulis huruf serta angka.
Penulisan huruf sudah lumayan rapi :)
Angka yang di atas adalah tulisan Samara, klo yang dibawah bukan :)
Anakku Samara,
Di usiamu saat ini Bunda tidak akan mengajarkan calistung, Bunda hanya membimbing Samara untuk melatih motorik halus dengan melemaskan otot tangan untuk menulis. Practise make perfect ya nak....

Keterampilan lain yang akhir akhir ini sering dilakukan adalah menggambar dengan menggunakan cat air. Beberapa kali setiap saya pulang kantor selalu disambut dengan kata kata : "Mom, i have something for you..." Dan Samara pun menunjukkan hasil karyanya. Ah... hilang semua rasa capek bunda melihat hasil karyamu, nak...
Gambar rumah dan orang hasil imajinasi Samara

Kalo ini gambar Olaf versi Samara
Anakku Samara,
Sudah beberapa bulan terakhir kamu selalu ber-cas cis cus belajar conversation menggunakan bahasa Inggris. Sungguh bunda bangga akan keberanianmu berbicara dengan bahasa asing, meski terkadang ada beberapa kata yang kurang tepat tapi tidak mengurangi semangatmu ber-conversation. 

Hal yang bikin bunda bangga luar biasa, saat di sekolah Samara mendatangkan pengajar asing dari Croasia yaitu Miss Mariana, Samara dengan beraninya bertanya pada miss Mariana dengan menggunakan bahasa Inggris. Meski dengan pertanyaan sederhana : "what is your name?" tapi itu sudah merupakan point besar buat perkembanganmu, dimana teman2 mu di sekolah tidak ada yang bertanya. Bunda salut akan keberanianmu, nak....

Di usia Samara saat ini hafalan surat pendek-nya sudah bertambah, diantaranya surat Al Kautsar, Al Lahab dan Al Ashr. Setiap malam sebelum bobo, kami selalu bersama sama melafalkan sekaligus menghafal surat pendek. Yang belum Samara pelajari adalah huruf Hijaiyah, masih agak sulit untuk Samara. Tapi Insya Allah nanti kita belajar bersama ya nak... :)

Samara juga masih kesengsem dengan princess. Hampir semua princess disukai,  mulai dari Sofia the firist, Belle, Snow white, Cinderella, Anastasia dan yang paling abadi adalah Elsa dan Anna. Saking ngefans-nya dengan princess, kemana mana Samara memakai crown di kepala, baik ke mall sampai kondangan :)
Nge-mall pun pake tiara
Si princess ikut kondangan
Anakku Samara,
Semoga apa yang bunda tulis ini dapat mewakili beberapa perkembanganmu dalam 5 bulan terakhir. Semoga bunda tidak lalai lagi menulis milestone-mu karena kamulah satu satunya faktor utama mengapa bunda ngeblog? mengapa blog ini terbentuk? Yuppp... i dedicated for you, nak....