Pages

Tampilkan postingan dengan label ASI dan MPASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASI dan MPASI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2013

Yuk Minum Susu Greenfields...

Masih ingat slogan 4 Sehat 5 Sempurna? Kayanya itu slogan nge-hits banget pas SD deh, etapi sampai sekarang masih dipake juga yaa slogan itu.

Dulu waktu SD saya belajar 4 Sehat 5 Sempurna itu terdiri dari nasi sebagai makanan pokok, sayur, lauk pauk, buah dan disempurnakan dengan segelas susu.  Kayanya sekarang slogan itu bergeser dengan istilah "Gizi Seimbang". Betul gak?

Nah ngomongin soal susu nih... berkaitan erat dengan cerita si kecil Samara. Maklum lah blog ini memang dibuat khusus untuk bercerita tentang Samara.

Sejak Samara tiup lilin yang pertama kali, Samara memasuki babak baru sebagai toddler dimana saya menargetkan Samara sudah bisa makan nasi dan minum ASIP pake sedotan. Alhamdulilah semua bisa tercapai.

Bicara tentang ASI, Alhamdulilah Samara lulus S1 ASIX di usia 6 bulan lanjut S2 hingga mendapat gelar profesor ASI. Tapi setelah 1 tahun ASI saya mulai up and down, saya mencari info lewat milis susu tambahan yang terbaik untuk Samara. Diperoleh keterangan bahwa susu cair (bisa UHT atau Pasteurisasi) lah yang terbaik.

Ketika Samara berusia 1 tahun 2 bulan saya mulai memberikan susu cair tapi Samara belum begitu suka. Saya tak lantas menyerah, 2 bulan berikutnya dicoba lagi susu cairnya, ehhh...Samara udah doyan meski perbandingannya masih 70 % ASI dan 30 % susu cair tapi saya sudah senang. Jadi kalo pergi pergi praktis, tinggal bawa saja susu cairnya.

Tepat Samara berusia 2 tahun 9 bulan dimana dia lulus Weaning With Love dan full minum susu cair hingga sekarang. Dan pemilihan susu cair itu jatuh pada susu Greenfields. Kenapa milih susu Greenfields? Mari kita bahas bersama...

Tahu gak, ketika saya dan Ayah memilih memberikan Samara susu cair Greenfields ketimbang susu bubuk saya menuai berbagai pertanyaan yang menghujam dari orang orang sekitar. Saya terus dicecer oleh pihak keluarga yang kekeuh marekeh pengin Samara minum susu bubuk. Akhirnya saya beberkan semua fakta kebaikan susu Greenfields. Inilah diantaranya :

1. Proses pembuatan susu bubuk yang sangat panjang akan menghilangkan kandungan gizi yang terkandung di dalam susu. Beda dengan susu cair. Pengolahan susu cair membutuhkan waktu yang singkat. Ambil saja contohnya susu pasteurised Greenfields, diproses dengan cara pasteurisasi dengan full automatic system dan tak ada campur tangan manusia sehingga dapat meminimalkan bakteri. Jadi benar benar fast and fresh milk.
Kalo susu bubuk berasal dari susu cair yang dikeringkan, umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller dryer. Hayyooo kebayangkan proses perubahan dari cair ke bubuk trus ketika mau dikonsumsi harus dicairkan lagi. Ribet bukan?

2. Praktis.
Susu cair Greenfields sangat praktis gak perlu diseduh. Kebayang dong kalo saya harus bolak balik merebus air untuk menyeduh susu bubuk. Belum lagi kalo pas bepergian, kemana mana musti bawa termos trus kalo gak bawa termos mampirlah ke resto untuk sekedar minta air panas. 
Kalo saya cukup membawa susu Greenfields kemasan 200ml untuk dibawa jalan jalan.

3. Memberi pelajaran pada anak untuk tidak tergantung pada dot. Yang saya tahu kalo minum susu bubuk enaknya pake botol dot yaaa...nah kalo minum susu cair, si anak bisa belajar pake sedotan atau dituang di gelas dan gak tergantung pada dot. 
Karena pengalaman teman saya, sampai saat ini anaknya belum bisa lepas dot padahal usianya sudah 11 tahun dan sudah duduk di kelas 5 SD.
DUAARRRR....kaget gak sih dengernya? Saya aja geleng geleng kepala, takjub luar biasa.

4. Retensi penyimpanan susu bubuk jauh lebih lama dari pada susu cair. Kalo susu bubuk bisa sampai 2 tahun sedangkan susu cair uht hanya max 10 bulan (dalam kondisi tanpa pengawet), kalo susu pasteurisasi malah lebih singkat. Silakan tarik kesimpulan sendiri kalo sesuatu bisa disimpan dalam janga waktu tahunan apakah bebas pengawet? Jawablah di dalam hati masing masing... :)

5. Susu cair Greenfields bisa dikonsumsi oleh siapa saja, bukan cuma Samara tapi saya dan Ayah juga bisa minum. Praktis kan? Tinggal beli susu yang sama trus glek deh bareng bareng :)

6. Di dalam susu cair Greenfileds ternyata ada pelajarannya, setidaknya pembelajaran untuk Samara pribadi yaitu Samara jadi belajar menuang ke dalam gelas, karena sekarang kami seringnya beli susu Greenfields family pack, jadi setiap mau minum susu Samara pasti semangat banget pengin menuang sendiri ke dalam gelasnya.

Lihatlah... meski berceceran tapi...yang namanya belajar pasti begitu dong :)


biar tumpah sedikit tapi gak papa, namanya juga belajar
Abis menuangkan ke gelas, langsung GLEK...GLEK...


glek...glek...susu greenfield enak deh :)

Sekarang Susu Greenfileds Choco Malt sudah jadi susu keluarga kami karena rasanya tidak terlalu manis dan diminum saat dingin jauuuuh lebih nikmat.

Yuk mampir ke www.greenfieldsmilk.com untuk melihat varian susu Greenfields, disana juga bisa dilihat proses pembuatan susu Greenfields yang cepat dan fresh.

Kunjungi juga Fan Page GreenfieldsMilkID di Facebook trus klik app What Real Milk Can Do di http://bit.ly/YyzGwS.

Jangan lupa yaa...dukung saya biar menang jalan jalan bareng keluarga ke Legoland.

Mari kita minum susu tiap hari agar keseimbangan gizi terpenuhi dan badan bisa sehat... *_*

Senin, 14 Januari 2013

2y10m

Alhamdulilah tanggal 11 Januari lalu Samara bertambah usia menjadi genap 2 tahun 10 bulan. Yipiiieee, bentar lagi Insya Allah tiup yang ke-3 nih. Amin...semoga Samara diberi umur panjang dan kesehatan yang baik.

Kira kira tingkah laku lucu apa saja di usia 34 bulan ini :
  • Suka memanggil saya dengan sebutan "mama". Kalo saya bertanya : "mama siapa, nak?" eh dijawab : "mama dede Alya" sambil senyam senyum gitu. Oiya Alya adalah anak sahabat saya, Ida yang telah memberikan kejutan bday cake di hari ultah sayaMemang saya banyak bercerita tentang mama dede Alya itu orangnya baik, bla bla bla...jadi kayaknya terekam banget di memori otak Samara sampai memanggil saya mama :)
  • Suka menyanyi dengan bahasanya sendiri (menurut Samara itu adalah bahasa Ingris). Pernah suatu pagi, bangun tidur Samara bilang : "bunda, Samala punya lagu sendiri." dan menyanyilah Samara dengan bahasanya sendiri. Wah, mau jadi pencipta lagu sekaligus penyanyi cilik ya Nak? Oiya bagi yang belum pernah lihat Samara nanyi bisa ngintip dimari *__*
  • Membeo nya makin jadi. Semua gerak gerik dan omongan saya selalu diikuti. Pernah suatu hari kami berkunjung ke rumah sepupu, bermain lah Samara dengan kakak Carol. Sepupu saya yang menikah dengan orang asing secara otomatis conversation sehari hari menggunakan bahasa Inggris. Nah...semua yang diucapkan Carol selalu diikuti Samara. Lucu deh mendengar Samara ber-cas cis cus gak jelas. Trus segala gerakan Carol dicopy Samara sampai Carol marah marah. Alhasil Carol kesel trus nangis sambil bilang ke emaknya: "mami, i don't want Samara copy me". Samara yang belum paham omongan itu teteup aja membeo, hahaha...
  • Lagi hobi koprol di kasur. Wedew...bikin jantungan deh, tiba tiba naik ke tempat tidur trus langsung koprol. Ini imbas dari tayangan Barney yang nyanyi nyanyi sambil koprol tapi gak sambil bilang WOW yaaa
  • Celotehnya yang bikin saya ngakak yaitu ketika ada tukang jual balon gas, trus Samara berteriak : "Samala boleh pinjam balonnya gak?" hahaha itu bukan untuk dipinjam nak tapi untuk dibeli. Alhamdulilah Samara bukan tipe anak yang latah dikit dikit nangis minta dibelikan mainan. Semoga begitu seterusnya ya, Nak  ^_^
  • Suka berpura pura nelpon seseorang. Geli deh kalo saya lihat lagaknya yang kesel trus pura pura ngetok ngetok hape karena mungkin menurutnya itu hape gak ada suaranya. Oalah nak...bisa aja gayamu.
  • Masih hobi corat coret tembok. Selalu ada cerita dari mbaknya kalo Samara menambah coretannya di tembok dan dengan bangganya Samara menunjukan hasil kresinya pada saya *tepokjidat*
  • Sudah lulus WWL dengan sukses. Alhamdulilah targetnya tercapai karena max sebelum tiup lilin yang ke 3 Samara sudah lulus WWL
  • Story bed time masih jadi hal yang selalu dinantikan Samara. Biar kata udah malam jam 9 belum bobo, teteup maunya dibacain cerita.
  • Masih belum lulus toilet training. Sama seperti wwl, sepertinya toilet training juga butuh perjuangan dan kesabaran yang panjang.
  • Selalu minta maaf kalo sudah melakukan kesalahan. Minta maafnya sambil pasang muka memelas dan itu aseli bikin hati saya meleleh.
pura pura nelpon
Selamat Ulang Bulan Samara, semoga selalu menjadi anak yang sholehah, sehat dan pintar. Amin

We love u much... 

    Kamis, 13 Desember 2012

    11-12-12

    Ketika hari ini banyak orang memasang status 12-12-12 saya pasang judul 11-12-12 saja yang artinya ulang bulan Samara yang ke-33.

    Alhamdulilah kemarin Samara bertambah nikmat usia 1 bulan. Seperti biasa bunda akan sedikit menulis perkembangan anak wedokku *__*

    Tanpa banyak kata, yuk langsung saja meluncur 
    • Pencapaian terbaik di usia ini, Samara sudah tidak minum susu bunda lagi. Meski belum ketok palu tapiii menurut bunda ini sudah baik. Dan malam ini kembali Samara minta minum susu bunda, mungkin karena saat ini Samara sedang demam jadi alangkah lebih nyaman kalo minum susu bunda. Namun maaf anakku...walaupun bunda gak tega, bunda harus teguh pendirian untuk tidak meluluskan permintaanmu. Bunda pun memberi kenyamanan lain dengan mengusap punggungnya dan alhamdulilah Samara mengerti.
    • Sudah hafal doa sebelum tidur. Ini kebiasaan yang selalu kami terapkan sebelum tidur, yaitu doa bersama.
    • Sudah hafal doa sapu jagat, Ini juga sambungan dari yang di atas, karena setelah mengucapkan doa sebelum tidur kami sama sama membaca doa sapu jagat
    • Sudah tahu arti cita cita. Kalo ditanya : "Samara nanti kalo sudah besar mau jadi apa?" Dijawabnya : "Doktel" Amin ya Rabb, semoga Allah mengabulkan cita citamu. Ah, bunda jadi ingat postingan calon dokter dimana saat itu bunda sakit perut, Samara mengambil termometer pura pura memeriksa dan mengukur suhu badan bunda *__*
    • Karena bercita cita jadi dokter maka setiap doa sebelum tidur selalu menyelipkan doa : "Ya Allah, Samala ingin jadi doktel, kabulkan doa Samala, amin" Subhanallah bunda terharu dan mengamini doa Samara. Semoga tercapai ya nak...
    • Karena sudah tidak minum susu bunda, sekarang makannya jadi lahap banget. Baru aja sarapan nasi eh udah minta roti tawar tabur meses, abistu minta makan buah. Gak papa deh biar nambah gemuk karena jika diperhatikan Samara badannya segitu segitu aja tapi alhamdulilah bertambah tinggi.
    • Diam diam Samara merekam beberapa perkataan sehari hari antara ayah dan bunda. Untuk hal ini kami harus lebih berhati hati karena anak adalah peniru ulung.
    • Senang mewarnai, mayan lah udah agak rapian dalam mewarnai
    • Makin gemar membaca buku. Tiap malam beberapa buku serial Halo Balita selalu dibacanya, sampai ada beberapa buku yang hafal kata katanya.

    Selamat Ulang Bulan cah ayu, semoga Samara menjadi anak sholehah, tambah pintar, sehat dan tercapai cita citanya menjadi seorang dokter yang baik hati serta bisa menolong sesama. Amin...

    We love u much and much *__*

    Horray...aku bisa

    sambil mewarnai tak lupa senyum yaa *_*


    Senin, 10 Desember 2012

    Weaning With Love

    Ini adalah hari ke-25 Samara tidak minum susu bunda. Perjuangan cukup panjang yang kami tempuh demi berhasilnya Weaning With Love.

    Berawal dari 2 bulan sebelum Samara berulang tahun yang ke-2 Bunda sudah sounding wwl dengan cara mengajak Samara bicara dan memberikan afirmasi positif dikala Samara bobo atau sedang bermain. Selain itu cara hypnopareting juga sudah bunda terapkan.

    Perjalanan wwl tidak luput dari omongan orang lain yang mengatakan bunda tidak tegas pada Samara, bunda kurang mengajarkan kemandirian pada Samara. Oh nooo...yang namanya weaning with love itu adalah proses menyapih dengan cinta dimana tidak ada pihak yang tersakiti baik ibu maupun anak. Kalo dalam proses wwl ada drama tangis di dalamnya itu namanya bukan wwl *eitsss...itu murni pendapat saya loh...*

    Masih ingat cerita teman saya yang menyapih anaknya secara paksa dan hasilnya kedua belah pihak malah tersakiti. Si anak sakaw sampai nangis gegerungan pengin menyusu tapi si emak kekeuh tidak meloloskan permintaannya alhasil PD emak bengkak dan sakit. Sooo...gak banget kan? Kenapa kita harus memaksa anak dikala belum siap?

    Dan kenapa pula kita harus mengakhiri masa masa intim menyusui dengan cara yang menyakitkan? Bahkan dulu ketika anak lahir kita berharap banget bisa segera menyusui sampai dirangsang dengan berbagai cara eh...ketika harus lepas kok ya caranya dengan kekerasan, kepalsuan dan kebohongan? 


    Kenapa saya bilang begini karena banyak ibu ibu yang berbohong pada anaknya kalo putting si ibu pahit (dengan cara mengoleskan aneka ramuan pahit), putting ibu berdarah (dengan mengoleskan obat merah) atau menutup putting dengan plester. 
    Menurut saya itu bukan cara yang tepat, itu bukan termasuk dalam weaning with love yang sesungguhnya.

    Memang sih wwl itu butuh perjuangan dan waktu perjalanan yang tidak singkat, disamping itu butuh extra kesabaran. So...panjang panjangin deh sumbu sabarnya. 

    Tidak memungkiri keadaan di tengah perjalananan saya terseok seok dan SERING merasa give up dalam wwl ini, aseli...hampir menyerah rasanya dan pengin putting diolesin pahit pahitan tapiiiiii.....saya harus ingat kembali makna wwl dan berkali kali ayah dengan sabarnya mengingatkan saya *thanks to ayah, u're the best breastfather* 

    Kalo memang mau menyapih dengan drastis, saya gak perlu susah susah menempuh cara ini cukup dengan mengolesi ramuan pahit atau obat merah saja sudah beres.

    Dulu saya berharap Samara akan weaning her self tapi melihat tingkah polahnya yang masih belum bisa lepas dari nenen bunda, saya pesimis. Ya sudah saya ikuti saja caranya Samara. Dan lagi lagi saya tidak akan memaksa karena ternyata banyak juga kok buibu yang berhasil wwl ketika anak hampir berulang tahun yang ke-3? 

    Sebetulnya sudah sejak usia 2 tahun Samara nenen hanya malam hari saja, siangnya Samara minum susu uht menggunakan sedotan. Alhamdulilah banget Samara gak ngedot. Botol susunya terakhir digunakan 1 bulan sebelum ultah ke-2 tepatnya bulan Februari 2012 dimana Samara sudah tidak mau lagi minum ASIP. Saya bersyukur sekali Samara tidak tergantung pada dot tapiiii...untuk nenen, saya butuh waktu lama. 

    Konsekuensinya kalo mau bobo malam Samara masih minta nenen. Oke lah saya ikuti saja toh Samara belum berusia 3 tahun karena target saya wwl maksimal 3 tahun. Lebih dari itu MUNGKIN saya akan menempuh cara lain yang drastis.

    Alhamdulilahirobbil allamin malam demi malam kami lewati dengan berinteraksi sepeti mendongeng dan bernyanyi guna mengalihkan perhatiannya. Emang gak mudah yaaa...karena tak jarang ketika mendongeng tiba tiba Samara merengek minta minum susu bunda. Kalo sudah begitu saya betul betul galau tapiiii untung si ayah *lagi lagi si penolong datang* ambil alih mencoba membujuk Samara dengan caranya. 

    Terkadang saya geli melihat si ayah yang udah kehabisan ide bercerita dan bernyanyi, namun ayah berusaha hingga akhirnya Samara tertidur. 

    Oiya ada kebiasaan Samara yang sampai saat ini masih dilakukan yaitu mencium siku tangan saya. Jadiii... kalo Samara sudah merengek minta nenen, saya kasih pengertian trus dia langsung mencari siku tangan saya untuk dipegangnya hingga akhirnya terlelap ^__^

    Awal awal Samara gak nenen, bobonya jadi malam terus terkadang sampai jam 22.00 bahkan lebih. Gelisah sekali rasanya mau bobo tapi Samara gak nangis cuma bolak balikin badan terus. Kasian juga melihatnya tapi saya akhirnya menawarkan diri untuk mengusap punggungnya untuk memberi kenyamanan. Alhamdulilah cara itu berhasil..*sujud syukur*

    Setelah sudah 24 hari berhasil tidak nenen malam, tadi malam Samara ingat lagi dan minta minum susu bunda. Waahhh...saya kaget loh, padahal saya pikir sudah lebih dari 3 minggu gak nenen Samara akan lupa eternyata gak loh...

    Tapi dengan pengertian yang saya berikan akhirnya semalam bobo dengan suksesnya. Saya dan si ayah sempat khawatir, jangan jangan bakal balik ke awal lagi :(

    Semoga malam malam berikutnya Samara sudah tidak minum susu bunda lagi. Mengingat kejadian semalam, hari ini saya belum berani ketok palu menyatakan Samara lulus wwl.

    Saya hanya bisa berharap dan berusaha semoga Samara lulus wwl dengan predikat cum laude *__* Amin 

    Jumat, 08 Juni 2012

    Frozen Food

    Kalau mendengar kata frozen food mungkin sebagian orang akan berpendapat kalo kita adalah manusia malas yang maunya serba instant.
    No...no...no...bagi saya pribadi frozen food bisa dikatakan sebagai emergency food. Sejak awal MPASI Samara saya sudah menerapkan metode frozen food yang ilmunya saya peroleh dari mpasi rumahan mbak Depe.

    Meski saya bukan jago masak tapi seru juga kalo menyiapkan makanan anak, tapi saya gak sendiri melainkan dibantu oleh si mbak pengasuh Samara. Dulu waktu Samara berusia 8 bulan saya rajin bikin gravy yang resepnya diambil dari sini

    Seiring berjalannya waktu ketika Samara berusia > 1 tahun saya sering membuat chicken nugget sendiri dengan bahan utama yaitu ayam kampung giling. Agak susah mencari ayam kampung giling, setelah bergerilya ke hampir seluruh supermarket akhirnya saya menemukan di ranch market Pondok Indah. Untuk resep chicken nugget homemade sendiri sudah banyak berseliweran di milis mpasi rumahan.

    Sengaja saya share resepnya disini biar kalo saya kelupaan dan mau bikin lagi bisa nyontek di blog ini :)

    Chicken Nugget Homemade :


    Bahan :

    • 300 gram daging ayam kampung giling
    • 1 butir telur ayam kampung
    • 1 butir bawang bombay ukuran sedang dicincang
    • 2 butir bawang putih, uleg halus
    • Garam dan lada secukupnya
    Bahan lapisan :
    • 1 butir telur ayam, kocok lepas
    • tepung panir kasar (panko)
    Cara membuat :
    1. Campur semua bahan sampai rata. Tuang ke dalam loyang kotak dengan ketebalan adonan kurang lebih 2 cm.
    2. Kukus adonan selama 30 menit, lalu angkat dan dinginkan.
    3. Potong-potong adonan sesuai selera
    4. Celupkan potongan nugget ke telur, lalu gulingkan potongan nugget ke tepung panir. Sisihkan.
    5. Masukkan nugget yang sudah dilapisi tepung panir ke dalam kulkas/freezer.
    6. Keluarkan adonan setelah tepung panir menempel sempurna (kurang lebih sekitar 1 jam kemudian).
    7. Goreng chicken nugget dalam minyak panas sampai matang.
    Gampil kan? Saya sengaja skip tepung sagu karena maunya makan nugget dengan pure daging ayam tanpa tambahan apa apa. Saya pernah melihat beberapa resep chicken nugget homemade yang divariasikan dengan menambahkan sayuran wortel, beet root, bayam atau brokoli seperti yang pernah dilauncing mba Depe dalam video pembuatan nugget pelangi

    Selain chicken nugget saya biasanya membuat nugget tuna dengan resep yang sama, saya ganti ayam gilingnya dengan tuna cincang. Hal ni saya lakukan untuk menghindari kebosanan Samara.

    Ini dia penampakan chicken nugget ala Bunda Samara

    Setelah bisa membuat chicken nugget sendiri *bangga* saya pengin coba "naik kelas" bikin sosis sendiri. Udah tanya-tanya resep sosis di milis tapi kok ribet banget yak? Menurut saya sih ribetnya itu kita harus membeli pembungkus sosis edible yang terbuat dari kolagen yaitu berasal dari protein hewani. Makanya saya menyerah untuk membuat sosis sendiri. 

    Saya berusaha mencari sosis aman dan googling saya key word sosis tanpa pengawet. Muncul lah nama Bulaf sosis yang halal, tanpa pengawet, tanpa pewarna dan tanpa MSG. Beruntung lokasi outlet Bulaf tak begitu jauh dari rumah yaitu di kawasan Cilandak Timur. Akhirnya sayapun penasaran mencoba membeli sosis Beef Bockwurts (IDR 27.500, 5 pcs) dan Beef Cheezy (IDR 22.000, 7 pcs) dan rasanya hhmmm...endesss dan crunchy banget.

    Setelah stok Bulaf di kulkas sudah habis saya bergerilya lagi mencari sosis merk lain yang aman dan tanpa pengawet. Ketemulah dengan sosis Winner yang ada di Jl. Ampera Raya Jaksel. Sebenernya saya sudah lama mengetahui Winner malah sejak sebelum saya nikah tapi baru beberapa waktu lalu saya datang dan membeli produknya. Hmmm...Kemana aja ya gw? hehehe...

    Di Winner saya membeli sosis Beef Bockwurts dan Cheesy Beef, sengaja saya membeli produk yang sama biar bisa compare.

    Dan berikut review Bulaf dan Winner :

    • Bulaf dagingnya crunchy dan kulitnya keras jadi Samara agak kewalahan untuk mengunyah, rasanya asinnya pas, ukurannya kecil dan produknya bervariasi yaitu tidak terbatas pada olahan daging sapi saja tetapi ada juga olahan ayam seperti chicken nugget.
    • Winner daging dan kulitnya lembut, rasanya agak sedikit asin, ukurannya besar dan produknya hanya ada olahan daging sapi saja.
    Untuk ukuran harga, antara Bulaf dan Winner relatif sama.

    Dan disinilah para sosis Winner berjejer untuk dijual...

    Selain tempat pembuatan dan tokonya, disana juga tersedia cafe yang diberi nama Winex yang mungkin kependekan dari Winner Express *analisa sotoy* hehehe...
    Ayah dan Samara lagi nunggu pesanan datang
    Nah...khusus wiken, cafe tersebut menyediakan menu khusus untuk sarapan. Tetapi jika dirasa menu tersebut kurang nendang di perut ada pilihan lain yaitu nasi goreng sosis, burger dan hotdog.
    Lumayan cozy juga sih cafe nya :)


    Kalo yang ini tampilan Winex dari luar.

    Kalo boleh jujur sih, saya pribadi lebih suka Bulaf ketimbang Winner tapi mengingat Samara susah ngunyah Bulaf jadi yaa....sementara ini saya mengkonsumsi Winner dulu, nanti kalo Samara udah agak gedean baru deh makan Bulaf :)

    Selamat makan Indonesia.... *sambil ngemil sosis*
     

    Rabu, 21 September 2011

    The coolest way to show my love...

    Breastfeeding...is the coolest way to show my love.
    Cinta bunda diwujudkan dalam salah satunya yaitu menyusui dan ternyata menyusui itu asyik...
    Gak usah bunda panjang lebar cerita tentang keunggulan dan kedasyatan ASI karena bunda bukan konselor Laktasi J


    Inilah keasyikan menyusui yang bunda rasakan :
    • Free alias gratis, fresh, healthier, clean, no expire date, ready to use dan kemasannya menarik J
    • Praktis, gak perlu malam malam bikin susu. Kebayang kan bunda sang pemalas sejati harus bangun tengah malam untuk bikin susu, di kala mata masih kriyep kriyep bunda harus gratak grutuk cari susu ntar malah salah masukin, wedew...bisa berabe. Trus kalo jalan jalan ngemall gak perlu repot bawa bawa termos, botol susu BPA free, belum lagi harus cari susu yang cocok untuk Samara. Gubraaakkk...bakal jadi emak remfong deh. Kalo tengah malam Samara kebangun dan minta susu, bunda tinggal pasang kuda kuda aksi dan langsung menyusui, trus tidur lagi deh...
    • Bisa makan apa aja tanpa takut gemuk. Terbukti setelah melahirkan dan menyusui badan bunda kembali nomal bahkan lebih kurus dari waktu masa gadis. Padahal bunda udah rakus makan apa aja tapi badan tetep langsing bak peragawati J
    • Mendapat prioritas kalo tiba tiba kabur dari pekerjaan dengan alasan mau pumping ASI *karyawan macam apa nih* hehehe
    • Kalo bunda mau menyusui, Samara gak akan protes tentang bau badan bunda yang gak wangi, gak dandan, gak modis, pake daster atau pake dress. Samara still looks at me with love in her beautiful eyes.. it's so adorable!!
    • Biarpun seharian Samara nempel dengan ayah, eyang, opung, nenek bahkan dengan mba Nike, kalo haus yang dicari pasti bunda. Yang lain minggir semua... *hore bunda menang*
    Hohoho...itu sih cuma pendapat bunda aja tentang asyiknya menyusui...
    Sekarang bunda masih sangat menikmati masa masa bulan madu menyusui sampai tiba saatnya weaning with love.

    the picture taken from here

     

    Selasa, 23 Agustus 2011

    Samara, ASI dan UHT

    Alhamdulilah sampai saat ini Bunda masih diberi kepercayaan oleh Allah untuk menyusui Samara (1y5m12d). Dari awal bunda memang berniat untuk menyusui Samara sampai tiba saatnya disapih. Jujur saja saat ini bunda masih belum tahu akan menerapkan metode apa untuk menyapih, tapi yang pasti weaning with love lah J

    Kembali ke ASI, untuk menyusui Samara bunda banyak sekali mendapatkan cobaan dari mulai botol kaca pecah pada saat penyimpanan di freezer, Samara bingung putting, kejar tayang stok asip, produksi asi up & down sampai membawa asip dari luar kota karena saat itu bunda mengikuti training di Bali dan Bandung. Tapi ....Alhamdulilah semua bisa teratasi.

    sertifikat S1 ASIX
    Terbayang betapa bahagianya waktu Samara lulus menjadi sarjana S1 Asix dan babak baru MPASI dimulai. Awalnya bunda berpikir kalo sudah MPASI berarti gak bakalan kejar tayang stok lagi, tapi ternyata....dugaan bunda salah besar. Walaupun Samara udah makan MPASI tetep aja minum susunya kuat. Lagi lagi bunda kejar tayang sampai pernah punya pikiran pengin cari donor ASIP, tapi berbekal semangat, support & mindset Bunda berjuang terus dg lebih sering lagi memerah ASI walaupun dapatnya cuma sedikit tapi disyukuri aja deh…

    sertifikat s2 nya kurang foto Samara nih
    Seperti yang bunda pernah ceritakan disini dengan tertatih tatih akhirnya Samara lulus menjadi sarjana S2 ASI. Ketika Samara berusia 1y2m Bunda mulai mencoba memberikan susu UHT tetapi tampaknya Samara belum doyan dan bunda gak berhenti berusaha terus memberikan susu Uht dengan berbagai variasi rasa dan merk. Akhirnya setelah bergonta ganti merk dan rasa, pada usia 1y4m Samara berhasil menyukai susu ultra mimi rasa vanilla. Alhamdulilah ya Rabb...
    horeee akhirnya Samara suka uht
    Meski sudah disambung dengan susu uht, Bunda masih tetep melakukan ritual pumping di kantor walau hasilnya sedikit kurang memuaskan. Dan dalam 1 hari Samara mengkonsumsi uht sekitar 1-2 kotak mimi vanila 125ml, sisanya masih Asi. Saat ini bunda sedang benar benar menikmati masa menyusui karena sebentar lagi Samara *ups masih 7 bulan lagi kok Bun* berusia 2 tahun. Semoga Bunda bisa terus memberikan "cairan emas" ini sampai tiba saatnya weaning with love J  
       

    Selasa, 02 Agustus 2011

    Puasa, hamil dan menyusui

    Alhamdulilahirobbil allamin....Ramadhan telah datang dan kita diberi kesempatan untuk beribadah di bulan yang penuh barokah ini. Ramadhan memang sudah dinanti oleh para kaum Islam karena di bulan itulah ada obral besar besaran pahala dan discount dosa up to 90% serta door prize Lailatul Qadar *udah kaya Jakarta Great Sale aja nih* hehehe..
    Marilah pergunakan waktu kita untuk beribadah di bulan suci Ramadhan dengan sebaik baiknya guna meraup mendapatkan pahala sebanyak banyaknya. Semoga kita tergolong dalam orang orang yang beriman. Amin :)

    Menilik beberapa tahun yang silam 2 tahun yang lalu ketika bunda diberi kepercayaan untuk hamil yang saat itu belum genap usia kandungan 3 bulan, bunda ragu akan menjalankan ibadah puasa atau gak? Saat itu bunda lagi hebat hebatnya mual, gak doyan nasi dan badan rasanya lemas banget. Bunda berusaha bertanya sana sini tentang hukum berpuasa bagi ibu hamil dan diperoleh keterangan bahwa :

    1. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan Dirinya Saja Bila Berpuasa
    Bagi ibu, untuk keadaan ini maka wajib untuk mengqadha (tanpa fidyah) di hari yang lain ketika telah sanggup berpuasa.

    Keadaan ini disamakan dengan orang yang sedang sakit dan mengkhawatirkan keadaan dirinya.

    2. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan Dirinya dan Buah Hati Bila Berpuasa
    Sebagaimana keadaan pertama, sang ibu dalam keadaan ini wajib mengqadha (saja) sebanyak hari-hari puasa yang ditinggalkan ketika sang ibu telah sanggup melaksanakannya.

    3 .Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan si Buah Hati saja
    Dalam keadaan ini, sebenarnya sang ibu mampu untuk berpuasa. Oleh karena itulah, kekhawatiran bahwa jika sang ibu berpuasa akan membahayakan si buah hati bukan berdasarkan perkiraan yang lemah, namun telah ada dugaan kuat akan membahayakan atau telah terbukti berdasarkan percobaan bahwa puasa sang ibu akan membahayakan.

    Untuk kondisi ketiga ini, ulama berbeda pendapat tentang proses pembayaran puasa sang ibu. Berikut sedikit paparan tentang perbedaan pendapat tersebut.

    Dalil ulama yang mewajibkan sang ibu untuk membayar qadha saja.
    Dalil yang digunakan adalah sama sebagaimana kondisi pertama dan kedua, yakni sang wanita hamil atau menyusui ini disamakan statusnya sebagaimana orang sakit.

    Dalil ulama yang mewajibkan sang Ibu untuk membayar fidyah saja.
    Dalill yang digunakan adalah sama sebagaimana dalil para ulama yang mewajibkan qadha dan fidyah, yaitu perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu, “Wanita hamil dan menyusui, jika takut terhadap anak-anaknya, maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin.” ( HR. Abu Dawud)

    Selengkapnya bisa baca di sini

    Dari ketiga pendapat tersebut bunda berpikir karena saat itu bunda mual hebat dan selalu mengeluarkan apa yang dimakan, bunda sangat mengkhawatirkan janin yang ada dalam kandungan yang nantinya gak dapat nutris yang cukup :( tapi bunda tidak menyerah begitu saja. Di hari pertama Ramadhan bunda mencoba puasa dan awalnya baik baik saja tetapi sekitar jam 3 sore menjelang ashar bunda mulai kliyengan, lemas luar biasa dan gak bisa ngapa ngapain. Ayah mengajurkan untuk berbuka saja tapi bunda kekeuh mempertahankan puasa hari itu. Begitu beduk maghrib tiba bunda udah gak tahankan diri hampir pingsan tapi alhamdulilah bisa tunai juga puasa hari pertama. 

    Melihat kondisi bunda yang seperti itu ayah mengambil keputusan kalo bunda gak usah puasa saja dan sebagai gantinya nanti bayar fidhyah. Alhasil selama Ramadhan tahun 2009 bunda hanya bisa berpuasa 1 hari saja dan sisanya bayar fidhyah.

    Pada Ramadhan tahun 2010 alhamdulilah bunda bisa menjalankan ibadah puasa meski sangat berat karena saat itu Samara masih berusia 5 bulan dan masih ASI exclusive. Kondisi awal Ramadhan 2010 juga hampir sama dengan Ramadhan sebelumnya. Hari pertama bunda coba puasa dulu dan memantau apakah volume ASI yang dihasilkan berkurang atau tidak? Alhamdulilah jawabannya adalah TIDAK.

    Tahun ini Insya Allah bunda berpuasa meski masih menyusui Samara yang sudah berusia 1 tahun 4 bulan 21 hari dan alhamdulilah bunda masih bisa memerah ASI di kantor 2 kali sehari.

    Menurut bunda nih...pada dasarnya puasa itu hanya merubah jadwal/pola makan saja. Dan berikut tips ala bunda biar puasanya lancar :
    1. Makan daging pas sahur untuk mempertahankan rasa kenyang lebih lama
    2. Makan sayur & buah saat buka & sahur
    3. Minum air yg banyak saat sahur & berbuka
    4. Minum susu saat sahur & berbuka


    Dari beberapa referensi yang bunda baca dari milis ASI for baby di bawah naungan AIMI bahwa:
    Asi itu diproduksi dengan sedemikian sempurnanya. Jika pada saat produksi ternyata terdeteksi ada zat gizi yg kurang maka akan diambil dari tubuh si ibu dan ibunya lah yg dirampok diambil gizinya.
    InsyaAllah bayi gak akan kekurangan gizi kecuali ibunya penderita defisiensi gizi berat.

    Dan ibu yang kurang gizi sekalipun masih mungkin menghasilkan ASI yang baik apalagi kita2 yang gak kurang gizi :)

    So...jangan ragu lagi para busui ibu menyusui untuk berpuasa..

    Marilah kita berpuasa dengan niat untuk ibadah kepada-Nya dan semoga kita tergolong dalam orang orang yang bertaqwa sesuai dengan apa yang tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 183.
    Amin ya Rabbal alamin

    Sabtu, 25 Juni 2011

    1 Tahun Pumping

    Tanggal 1 Juni 2011 tepat 1 tahun bunda melakukan ritual pumping ASI di kantor.
    Masih teringat setahun yang lalu disaat bunda pertama kali harus meninggalkan Samara untuk bekerja lagi.
    Setelah kurang lebih 2.5 bulan gak pernah lepas dari Samara dari bangun tidur sampai tidur lagi dan bunda yang sangat menikmati peran barunya, kali ini harus meninggalkan Samara dalam jangka waktu lama yaitu dari jam 7 pagi samapi jam 7 malam *sesenggukan derita WM*

    Akhirnya berbekal tekad dan mengingat dapur harus tetep ngebul, Bunda ngantor lagi.
    Eyang berpesan kalo bunda di kantor jangan inget2 Samara terus karena nantinya Samara jadi rewel di rumah, maklum pertautan hati antara ibu dan anak sangat kuat.

    Hari pertama kembali ke kantor bunda membawa “peralatan perang” berupa breastpump Medela, botol susu kaca tutup karet, ice gel Tommee Tippee yang dikemas dalam coolerbag hasil pembelian ice cream Walls *emak irit* 
    Dan sesi memerah pun dimulai pada jam 09.00 dilanjutkan pas jam makan siang yaitu jam 12.00 dan sesi terakhir jam 16.00. Alhamdulilah di kantor ada lemari es kecil milik ibu bos jadi bunda gak khawatir ASIP akan basi.
    Setiap hari bunda melakukan rutinintas memerah ASI hingga saat ini dan bunda sangat menikmatinya. Jika PD terasa kencang bunda bisa memerah 4x di kantor, tetapi setelah Samara berusia 1 tahun bunda hanya bisa memerah 2x saja.

    Sempat pas bulan ke 4 Samara mengalami growth spurt yang mengakibatkan bunda harus kejar kejaran stok ASIP. Trus growth spurt sendiri itu apa seh? Menurut artikel yang bunda baca growth spurt adalah kondisi dimana berubahnya pola tidur dan pola menyusui bayi akibat adanya perkembangan yang signifikan baik pada jasmani, otak, maupun pada gerakan motoriknya seperti akan mulai membalik (tengkurep dan sebaliknya), merangkang, berjalan, dsb... Biasanya terjadi ketika bayi berusia 7-10 hari, 2-3 minggu, 4-6 minggu, 3, 4, 6 dan 9 bulan.
    Nah…pas 4 bulan itu selain growth spurt Samara mengalami bingung putting, alhasil putting bunda jadi gak laku  tetapi setelah bunda tanya tanya akhirnya bingung putting nya bisa teratasi *say big thanks to milis Asi for Baby*
    Sebenernya selama 1 tahun pumping di kantor bunda mengalami banyak kejadian, dari mulai bunda harus merelakan jam istirahat untuk berkutat dengan botol ASI, hasil pumping yang menurun sampai ejekan teman teman (ada salah satu brondong teman lelaki bunda yang becanda memanggil bunda “mbak Moo”). It's oke lah...semua ini bunda lakukan untuk Samara karena bunda ingin memberikan ASI selama 2 tahun sesuai dengan apa yang diperintahkan di Al Quran.
    Alhamdulilah sampai sekarang ASI bunda masih mencukupi untuk Samara malah pernah bunda memperkenalkan susu UHT tapi sukses ditolak Samara. Kayaknya Samara masih ASIholic, tapi gak papa nak...Bunda dengan senang hati akan terus memberikan “cairan emas” ini untukmu.
    ini dia...tabungan ASIP Samara