Pages

Tampilkan postingan dengan label Working Mom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Working Mom. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Mei 2016

Tiger Camp

Pertengahan bulan April lalu, saya dan teman teman kantor mengadakan Tiger Camp ke Jogja. Jadi yaa.. Tiger camp itu semacam employee gathering yang di dalamnya berisikan Corporate Social Responsibility (CSR), team building, pembahasan mengenai komitmen atau engagement apa yang bisa kami berikan untuk perusahaan. Dan sisanya adalah jalan jalan. Yippiee... #jogetjoget

Sejujurnya saya senang banget bisa ke Djogja lagi. Ini adalah kali ketiga saya ke Djogja dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Yang pertama saat quick getaway bareng sahabat di bulan Nov 2015. Yang kedua reuni kampus mengenang 20 tahun kebersamaan pada bulan Maret 2016 dan sekarang tiger camp dengan teman kantor. Buat saya gak pernah ada kata bosan untuk datang kembali ke kota Djogja.

Jumat malam 15 April kami berangkat dari Jakarta menuju Jogja menggunakan kereta Taksaka. Ceritanya rombongan kami yang berjumlah 52 orang menyewa lebih dari 1 gerbong kereta. Kebayang gimana hebohnya kan? Hehehe..
Sampai di stasiun Tugu jam 4.20 langsung diantar ke RM Grafika Kalasan untuk sholat subuh, mandi dan sarapan. Sekitar jam 6.45 kami menuju ke Kaliurang untuk seseruan Lava Tour/Volcano Tour

Pagi itu sinar matahari bersahabat banget. Cuaca cerah dan alam menyajikan pemandangan yang indah. 
Lereng Merapi nan indah
Ini adalah kali kedua saya mengikuti Lava tour. Yang pertama tanggal 16 April 2014 saat ada kantor ke Jogja dan secara kebetulan nih...kali ini saya ikut Lava Tour lagi dengan tanggal dan bulan yang sama persis seperti 2 tahun yang lalu. Yupp.. Hari itu adalah hari Sabtu, 16 April 2016. Masya Allah... Allah benar benar pemilik skenario yang hebat yaa.. Kok bisa pas banget gitu ya? 

Dua tahun yang lalu saat pertama kali saya kesana, kondisi lereng Merapi masih sangat gersang dan agak spooky, saya merasa kekutan mistisnya masih ada. Namun 2 tahun kemudian Alhamdulillah sudah cantik hijau royo royo dan jauh dari kesan mistik. 

Lava tour kali ini saya merasa fun banget. Mungkin karena bareng dengan teman teman kantor yaa jadi terasa banget kekompakannya. 
Setelah puas menikmati indahnya pemandangan Merapi kami menuju ke SD Umbul Harjo Kaliadem untuk CSR. Disana kami memberikan bantuan berupa alat tulis, alat kebersihan untuk sekolah dan beberapa souvenir untuk anak anak. 

Acara lanjut makan siang di West Lake resto dan pembahasan engagement dan team building divisi kami. Suasana West Lake resto oke banget buat ngeriung dengan teman dan keluarga. Lokasinya luas dan children friendly. 
Selesai team building dan pembahasan komitmen kami menuju ke daerah Pathuk. Apalagi kalau bukan wisata kuliner. Yupp..beli oleh oleh sih intinya. 

Daerah Pathuk memang terkenal sebagai sentra bakpia. Banyak berderet toko yang menjual bakpia dengan berbagai merk seperti bakpia 75, 25, 65, 72, bakpia Agung dll. Tinggal pilih sesuai selera kita aja deh.. Selain bakpia, dijual juga kue yangko, keripik ceker, paru, lanting, wingko, wajik Ny week, getuk trio dll. Aah.. Pokoknya puas deh belanja oleh oleh disana. Tapi kalo saya pribadi lebih suka bakpia kurnia sari. Juwara deh rasanya ;)
Puas belanja oleh oleh kami meluncur ke daerah Godean untuk melihat pabrik kaos tapi bukan Dagadu yaa.. Gak lama sih kami di sini karena perut sudah teriak minta diisi. 

Lanjut perjalanan ke arah jalan Parangtritis untuk makan malam di resto yang..hhmm makanannya biasa aja, hihi... Disini saya sengaja gak makan malam karena ada janji makan mie Jogja dengan teman teman kuliah.

Setelah makan malam barulah kami meluncur ke hotel Neo di kawasan Malioboro. Sampai disana, sudah ada teman kuliah saya yang nungguin, hihi.. Yang mau jemput saya udah standby duluan. Gak pake lama, saya bebenah sebentar trus cabcus ke Godean jemput teman kuliah lagi. 

Tujuan kami malam ini adalah makan mie Djogja. Karena rada picky dengan kuliner yang satu ini akhirnya pilihan saya jatuh ke Bakmi Pele yang ada di alun alun utara. Sambil ngobrol dengan teman kuliah, saya menikmati sekali makan malam itu. Slurrp..
Emang yaa.. Ngobrol dengan teman2 kuliah itu bawaannya seruuu aja. Kami bisa mengenang masa lalu yang terkadang lucu untuk dikenang. Cerita tentang dosen killer, mata kuliah yang njlimet dan harus menggulang berkali kali dan tentang kisah kasih di kampus, hehehe..
Gak terasa udah sampai tengah malam kami menghabiskan waktu bersama. Akhirnya kami berpisah dan berjanji besok akan ke tempat wisata yang lagi hits di Djogja.. Asiiikk... Can't wait till tomorrow ;)

...to be continued...

Selasa, 22 Desember 2015

Hari Ibu 2015

Hari ini tepat tanggal 22 December yang diperingati sebagai hari Ibu Nasional. Bicara tentang kasih sayang Ibu memang gak pernah ada habisnya yaa... Makanya bener banget kalau kasih ibu itu tak terhingga sepanjang masa. Tinggal kita saja sebagai anak berusaha semaksimal mungkin untuk membalas semua kasih sayang Ibu, meski sebenernya balasan kita tak kan pernah sebanding dengan dengan apa yang telah beliau berikan. I Love You, mom.... ;)

Sedikit cerita tentang peringatan hari ibu di sekolah si kecil. Setiap tahun sekolah mengadakan acara mother's day. Tahun lalu anak anak perform dengan penampilan yang mengekpresikan kasih sayang kepada bundanya. Dan itu bikin saya mewek, hehe.. #TeamMewek

Untuk tahun ini temanya berbeda dengan tahun lalu. Sekarang untuk kelas Kindy B dilakukan piknik bersama bunda di taman. Tema yang diangkat adalah "Mom, Bersamamu Aku Bahagia". Huaaaaa... Makjleb banget yaa. Hanya sayang.. acaranya dilaksanakan pada weekday, jadi...emak emak bekerja harus ambil cuti demi melihat apresiasi anak. 

Hari itu anak anak berangkat seperti biasa ke sekolah. Mereka berangkat ke taman bersama sama. Dan para ibu sudah siap menanti di taman Tabebuya dengan balutan kostum warna pink. Pas anak anak datang, wajah sumringah nampak sekali, saat melihat ibunya berada di sana. Mereka berlari menghampiri ibu masing masing dan memeluknya. Moment yang sederhana tapi buat saya "dalam" banget.

Acara pembukaan dan permainan dimulai. Game pertama, anak mencari pasangan sepatu milik ibunya, begitu juga dengan si ibu, harus mencari pasangan sepatu anaknya. Maka berhampuran lah anak dan ibu mencari pasangan sepatu. Seruuu banget waktu kami berhasil menemukan sepatu. Dan ini ekspresi saya saat nemu sepatu si bocah, hahaha...
Canded photo by miss kepsek :)
Kemudian lanjut game kedua yaitu anak melempar bola dan ibu yang menangkapnya. Di games ini saya dan si kecil masuk final, tapiii karena lawannya anak2 cowok yang lemparannya lebih cepat dan akhirnya team kami kalah, haha.. Gak papa ya nak...yang penting tetap fun.
Catch the balls, mom...
Alhamdulillah cuaca hari itu cerah. Setelah capek bermain, kami istirahat sambil menikmati cemilan hasil potluck buibu. Seru aja sih makan rame rame begitu, sambil membicarakan tentang rencana persiapan perpisahan akhir tahun ajaran. 

Puncak dari acara mother's day kemarin adalah persembahan lagu "Bunda" dari anak anak sambil mereka membawa bunga kertas hasil kreasi di sekolah yang dimasukan ke dalam vas dari botol bekas minuman. Waktu melihat anak anak bernyanyi, hati saya langsung makyus terharu banget. Satu persatu anak anak menghampiri ibunya dan memberikan bunga sambil memeluk ibunya. Aaahh....mewek lagi deh saya, huhuhu.. 
The best flower ever..
Moment inilah yang membuat saya rela cuti sehari demi melihat apresiasi anak. Karena ada anak yang saat itu tidak didampingi oleh ibunya, membuat hati si anak menciut. Ah, saya gak tega melihat raut wajah anak itu..

Sebelum pulang anak anak bertukar kado dahulu dan mereka antusias memilih kadonya. Malah sempet terjadi tragedi menangis juga, hihihi...ah, anak anak.. kalian emang lucu dan lugu.
Yeay.... I got it 
And it's wrap...semua berkumpul and say cheers.... :)
We're family
" Selamat Hari Ibu untuk semua Ibu di tanah air...."

Kamis, 15 Januari 2015

Password

Jadi yaa... Saya itu lagi kebingungan lupa password salah satu aplikasi sistem di kantor. Akibat kelalaian itu saya akhirnya harus berhubungan dengan pihak IT untuk mendapatkan password aplikasi tsb. Untungnya si mas mas itu baik dan helpfull banget, jadilah dalam beberapa menit kemudian saya mendapat password baru.

Gegara password lupa, akhirnya hari ini saya membuat list aplikasi apa saja yang membutuhkan password. Ternyataaaaa.... Saya mempunyai 10 aplikasi sistem dan 1 komputer yang mempunyai user ID berbeda serta password yang berbeda. Semua aplikasi itu harus dibuka setiap hari. Huaaaa... kebayang kan betapa riwehnya hidup saya mengingat 11 password. Dan yg lebih parah lagi, hampir semua password itu alpha numeric #mabok

Oke....itu baru password yang ada hubungannya dengan pekerjaan. Trus bagaimana yang gak ada hubungannya dengan pekerjaan? Password apa saja yang bikin puyeng? Marilah kita list lagi. Saya mempunyai password untuk internet banking bank A, kemudian PIN ATM bank A dan bank B. Belum lagi ditambah PIN kartu kredit bank A,B dan D. Trus satu lagi aplikasi e-cash dari salah satu bank pemerintah #makinmabok

Udah segitu aja penderitaan saya? Belum kakaaak.... Saya masih harus mengingat password laptop di rumah, password sosmed (FB, IG, twitter dan Path), password email, blog dan forum diskusi macam Mommies Daily. Ampuuunnn... Berasa seperti bisul mau pecah deh..kalo harus mengingatnya satu persatu.

Trus apa solusinya? Untuk beberapa aplikasi sistem di kantor saya samain password nya. Tapi parahnya kadang password itu minta diganti secara berkala. Jadi kadang lupa, aplikasi mana yg udh diganti password? #pelupa_akut hahahaha...

Selain itu, karena memori otak saya terbatas, saya punya 1 buku kecil yang isinya user ID dan password aplikasi. Jadiii...kalo buku itu hilang, entah bagaimana nasib saya? Makanya nih...buku kecil itu benar benar saya simpan baik baik.

Nah...Saya pengin tahu teman teman blogger, how many password do you have? Share yuk.... di mari :)

Sabtu, 08 November 2014

Sabtu ooh...sabtu

Saat menulis ini, posisi saya di kantor untuk lembur uji coba program baru. Pagi ini saya harus tiba di kantor pukul 7 pagi dan kebayang doong jam berapa berangkat dari rumah? Yupp..Jam 05.30 cabcus dari rumah dan harus berkejaran dengan commuter line.

Males? Udah pasti lah...secara ini wiken ya ceu...! Saatnya bangun siang, leyeh leyeh di rumah, beberes rumah atau main main sama si kecil. Tapiii...hari ini saya musti ninggalin si kecil di rumah yang tadi pagi masih bobo pules. Sedih...

Biasanya kalau saya lembur, gak akan sesedih dan se-mellow ini tapi kali ini beneran sedih karena saat ini Ayah juga lagi outing bersama teman kantornya, huhuhu.. Jadilah sekarang si kecil hanya berdua saja dengan si mbak. Sorry nak.. we can't accompany you at this time.

Nah...biasanya lagi, kalau saya lembur, si kecil sama ayahnya jemput ke kantor trus jalan jalan di mall samping kantor saya. Si kecil paling senang kalau jemput saya karena bisa main dan lari larian di kantor trus nanti pulangnya lihat jam besar -marygold clock- yang bisa memainkan musik di mall samping kantor :)

Sebenernya tadi malam si kecil minta ikut ke kantor tapi saya gak ijinin karena selain harus berangkat pagi banget trus kita naik commuter line yang tahu sendiri lah kayak apa penuhnya? Emang sih kalo wiken commuter line gak akan sepadat week days tapi tetep aja kurang sreg kalo bawa si kecil. Kasian aja sih...

Tadi sekitar jam 8.30 saya telp ke rumah dan ngobrol dengannya, dia mewanti wanti : "bunda jangan pulang malam ya?", "nanti pulangnya beliin aku sayap peri yang ada tongkat dan bandonya yaaa.." dan "jangan lupa sayap perinya warnanya ungu". Begitulah permintaan si kecil.

Baiklah...sebagai kompensasi ninggalin anak pas wiken, saya berusaha untuk memenuhi permintaannya. Semoga sebentar lagi saya sudah bisa pulang dan bisa mencari sayap peri warna ungu as her request... :)

Anakku,
Mohon maaf yaaa karena saat ini ayah bunda tak bisa menemani kamu bermain di hari sabtu ini. Insya Allah nanti bunda pulang cepat dan membawa sayap peri ungu untukmu. Trus nanti sore kita bisa bermain, menggambar dan makan es krim bersama. Besok pagi kita insya Allah bisa jalan jalan berdua sambil nunggu ayah pulang besok siang yaaa...

Kamis, 06 November 2014

Saat Bersamamu

Menjadi ibu yang bisa mendampingi anak all day long sangatlah menyenangkan. Bahagia membuncah ketika saya memutuskan untuk mengambil cuti kantor selama 5 hari kerja. Terbayang sudah saya akan menghabiskan waktu dengan si kecil dari mulai bangun pagi hingga malam menjelang tidur.

Dua minggu yang lalu saya merasakan indahnya masa masa kebersamaan dengan si kecil. Bukan...bukan berarti saya tidak pernah merasakan bahagia saat bersama si kecil. Kali ini sedikit berbeda karena kalau biasanya saya mengambil jatah cuti 5 hari dengan jalan jalan atau mudik ke Tegal, kali ini 5 hari cuti saya dedikasikan khusus untuk si kecil.

Hari Senin 20 Oktober 2014 dimana bangsa Indonesia hiruk pikuk menyambut pelantikan Presiden ke 7, saya santai di rumah mempersiapkan si kecil berangkat sekolah ditemani pak suami yang kebetulan juga mengambil cuti. Dan pagi itu si kecil dengan heran bertanya : "ayah dan bunda libur?". Saat kami menjawab "iya" si kecil senang sekali. Lantas bersiap berangkat ke sekolah dengan raut wajah yang gembira.
I'm happy...
Saya dan ayah berjanji akan menjemput si kecil pulang sekolah karena secara kebetulan hari ini jadwal saya bertemu dengan gurunya untuk mengetahui progres si kecil selama di kelas Kindy A.

Ketika kami sampai di sekolah, wajah bahagianya tak bisa disembunyikan. Dia berlari menghampiri kami sesaat melihat kami tiba di sekolah. Ahhh...priceless banget rasanya. Meski sederhana tapi sangat membahagiakan buat si kecil. 

Alhamdulilah progres meeting dengan gurunya berjalan lancar. Kami mendapat laporan tentang perkembangan si kecil selama 3 bulan ini dan hasilnya sangat menggembirakan. Saat di atas motor menuju pulang ke rumah, mulut kecilnya tak lepas dari cerita ativitasnya hari itu. Sore harinya kami mengantar si kecil trial TPA di masjid dekat rumah.


Hari Selasa, saya mengantar si kecil ke sekolah. Lihat wajahnya yang penuh senyum itu ketika naik di atas motor.
Ayooo nak kuantar kau ke gerbang sekolah
Hari Rabu si kecil berangkat sekolah dengan kostum profesi. Yaaa...tema pelajaran minggu ini adalah profesi. Masing masing anak bebas menggunakan baju profesi apa saja. Dan si kecil pun memakai baju dokter lengkap dengan stetoskopnya :)
Semoga cita citanya ingin menjadi dokter dapat terwujud ya nak...
Pulang dari sekolah, si kecil berlari masuk ke rumah sambil bertanya kepada si mbak : "bunda mana, mbak?" Saya yang saat itu sedang berada di depan komputer sangat senang mendengar pertanyaan itu. Langsung saya keluar menyambutnya dan tangan kecilnya sontak memeluk saya. Ahhh...priceless lagi...

Siang itu kami makan bersama dan bercerita teman temannya yang menggunakan berbagai macam kostum profesi. Kebersamaan itu lanjut dengan tidur siang. Dan sore harinya saya mengantar si kecil ke TPA.
Iqra

Hari hari berikutnya kami lewati dengan perasaan senang, dimana kami bisa bermain bersama sepanjang waktu, belajar bersama dan bercengkerama. Meski kadang si kecil juga membuat saya harus menahan emosi tapi tak mengurangi kebersamaan kami.


Buat saya pribadi, hal paling membahagiakan selama cuti kemarin yaitu ketika kami berjalan bersama menuju TPA. Dengan penuh semangat si kecil berjalan sambil memegang erat tangan saya. Terkadang dia melepas tangan saya dan berlari mendahului.
Berjalanlah menuju masa depanmu, nak...
Anakku...
Senang sekali rasanya bisa bersamamu sepanjang hari. Seandainya setiap hari bunda bisa selalu mengantarmu ke sekolah, ke TPA, bermain dan belajar bersama, makan siang dan bobo siang bersama tentu sangat menyenangkan. Bunda selalu melihat ekspresi wajahmu saat pulang sekolah. Priceless banget...

Smoga bunda bisa selamanya mendampingimu..

Jumat, 09 Mei 2014

Jogja #Day Two

Iish...lama amat ya lanjutin cerita kerja sambil jalan jalan di Jogja? Padahal cuma 2 hari doang di Jogja tapi kenapa jadi males lanjutin cerita? Okelah sebelum malas kembali datang menggerogoti semangatku, mari kita cerita ngapain aja di Jogja hari kedua?

Yupp...setelah hari pertama di Jogja diisi dengan meeting sebentar lanjut jalan jalan ke Kaliurang sambil uji nyali ikutan "Volcano Tour" maka hari kedua ini diisi dengan belanja belenji. Uhuyyy... :D

Pagi hari janjian dengan para emak untuk jalan jalan ke pasar Jetis yang gak jauh dari hotel. Dari jendela kamar hotel terlihat jelas aktivitas simbok2 yang menjajakan daganganya. 
Kami ke pasar mencari jajanan pasar seperti getuk, tiwul gatot dll. Selain itu juga mencicipi soto ayam Jogja dan membeli salak pondoh yang ukuran besar dengan harga Rp. 6000/kilo. Ada pula teman yang beli cabe rawit gegara tergiur dengan merahnya si rawit. Mantaappp kan...:D
Kembali ke hotel, bersiap2 menuju daerah Pogung Ring Road utara. Alhamdulilah kami dapat tumpangan mobil gratis karena mas Putra salah satu teman dari bank Sum*t punya usaha rental mobil di Jogja. Hayuukk lanjut jalan jalannya...

Beruntung mas Putra dulu kuliah di Jogja jadi kami gak khawatir bakal nyasar, emang sih saya masih ingat beberapa jalan utama di Jogja. Kami meluncur ke Ring Road Selatan untuk membeli bakpia Kurnia Sari yang enak dan paling hits di Jogja. Saat ini bakpia yang bernomer seperti bakpia pathok 7*, 2* dan nomer yang lain sudah kurang nendang rasanya.

Bakpia Kurnia Sari hanya dijual di Ruko Pogung Lor jalan Ring Road Utara dan Jalan Glagah Sari (Umbul Harjo). Sedikit review bakpia Kurnia Sari yaa, kulit bakpianya lembut banget, isinya bervariasi ada kacang hijau, keju, susu, kumbu hitam dan coklat. Yang jadi andalan rasanya adalah KEJU. Aseli... itu kejunya mahteh banget tapi gak bikin eneg meski makan berkali kali. Bakpia ini hanya tahan 1 minggu saja, jadi yaa musti cepat dihabisin karena gak pake pengawet.

Di toko Kurnia Sari ini, selain menjual bakpia ada juga lanting, rengginang, slondok, nopia dan cemilan lain. Ahhh...mendadak laper deh :p. Harga yang ditawarkan untuk 1 kotak bakpia keju isi 20 adalah Rp. 38.500 sedangkan untuk yang kacang hijau -kalo gak salah- sekitar Rp. 33.000. Saat itu saya hanya membeli yang keju karena udah terlanjur cinta sama rasa kejunya.

Setelah memborong oleh oleh bakpia kami cabcus ke daerah Palagan karena salah satu teman ada yang penasaran dengan tas handmade Gendhis. Okelah saya juga penasaran karena katanya tas rajutannya bagus dan harganya gak semahal tas dowa. 

Sampai disana tokonya belum buka aja gitu, hahaha... Wajar aja sih karena belum jam 9 pagi. Untuk killing time kami foto2 narsis aja dulu. Hmmm udah cucok belum yaa jadi model? :D
Model dadakan :p
Tak lama kemudian toko dibuka dan woooww saya pengin menjerit karena tasnya lucu lucu dan colourfull. Siapa yang gak tergoda melihat deretan tas itu?
Tas...tas...tas...
Selain tas, ada juga batik patchwork anak yang diberi label Cenil. Hmmm...kalo saya lihat Cenil ini mirip2 batik Kenes usaha teman yang kemarin saya datangi di InaCraft.
Lucu dan bikin kalap...
Setelah ngubek Gendhis dan Cenil, tujuan berikutnya adalah Wijilan yaitu sentra gudeg. Banyak gudeg yang ditawarkan di sepanjang Jalan Wijilan dan yang paling terkenal adalah gudeg Yu Djum. Karena dekat dari rumah Pakde, saya sowan sebentar ke rumah beliau sekalian menengok pakde dan bude yang sedang sakit. 

Waktu sudah menunjukan pukul  10.30, buru buru kembali ke hotel karena harus cek out dan ada yang harus pulang ke Jakarta siang itu. Sebelum sampai hotel mampir makan bakso yang udah ngehits dari jaman baheula, namanya bakso PK.

Sewaktu saya kuliah bakso ini emang udah banyak pelanggannya, tapi saya jarang kesana karena lokasinya jaauuuhhh banget dari kost. Oiya PK itu kependekan dari PaKuningratan karena emang berada di Jalan Pakuningratan Jogja.
Es buah dan bakso PK yang enak
Bakso PK ini bener bener bakso khas Jogja seperti halnya Bakso Bawor dan Bakso Brewok. Ketiga nama bakso itu udah terkenal banget dari dulu. Cuma dulu yang sering saya makan adalah Bakso Bawor karena dekat dengan kost. Hmmm, beneran nostalgia nih.. :p

Semangkok bakso dihargai dengan Rp. 8000 dan semangkok es buah hanya Rp. 6000 saja. Haduuuhh itu murah banget dan rasanya juga enduess. Bener bener harga mahasiswa deh..

Setelah perut terisi kami buru buru ke hotel untuk cek out. Sempat cipika cipiki dan berharap suatu saat bisa bertemu lagi dalam meeting rekon 3 bulan ke depan. 

Karena jadwal penerbangan kami jam 5.30 sore maka saya dan teman masih bisa jalan jalan dulu ke Malioboro. Yippiiiieee.... mari kita borong batik :) Dengan naik becak seharga Rp 20.000 kami diantar ke Pasar Beringharjo. Melintasi jalan Malioboro kok jadi inget masa kuliah yaa.. Suka motor motoran pas malam minggu bareng teman2 kost.
Malioboro
Sampai di pasar Beringharjo kami menyusuri lorong yang penuh dengan baju batik. Kita skip aja yaaa barang vintage yang jadi tentengan saya *lirik Yeye dan Desi* hahahaha....
Eh, pas di dalam pasar ada penjual durian, kami makan durian dulu. Emang dasarnya doyan durian, jadi begitu lihat ada durian langsung beli sambil makan di pinggir pasar Beringharjo. Hahaha...cuek bener ya :)

Puas makan durian, puas keliling pasar, buru buru deh pulang ke hotel mengambil tas yang dititipkan di resepsionis trus cabcus ke bandara. Sampai bandara jam 16.30, cek in trus duduk manis. Eh, pas lagi nunggu ada pengumuman kalo delay sampai jam 7 malam. Ya sudahlah kita tunggu saja...

Good Bye Djogja.... Next time I'll be back :p

Selasa, 29 April 2014

Djogja #Day One

Tanggal 16 April lalu saya dan seorang teman ditugaskan oleh kantor untuk ke Djogja untuk menghadiri undangan rekonsiliasi dari T*lk*m Fl*xi salah satu biller kami. Waktu ditawarin si bos, saya langsung mengiyakan, yaa...itung itung kerja sambil nostalgia dan jalan jalan gretong :)

Penerbangan kami jam 07.30 maka selepas subuh saya cabcus ke bandara diantar ayah ke Blok M lanjut naik taksi. Call me emak penakut, saya paling takut kalo harus naik taksi sendiri apalagi subuh2 atau malam, makanya saya minta antar ke blok M. Nah sampai blok M jam 05.40 udah terangan dikit, saya berani taksi taksi sendiri deh :)

Alhamdulilah pesawat gak delay, tepat pukul 07.30 terbanglah ke Jogja. Menepuh perjalanan 50 menit membuat saya gak bisa tidur di pesawat. Baru mau merem ehh udah ada pengumuman fasten your seat belt, bentar lagi mau mendarat. Okelah...jam 08.30 kami menjejakan kaki di Bandara Adi Soetjipto


Dijemput oleh driver kantor cabang Jogja, kami diantar ke hotel di kawasan Tugu. 
Kokohnya Tugu Djogja
Alhamdulilah bisa melihat lagi landscape kota Jogja yang begitu melegenda. Terakhir melihat Tugu yaitu akhir Desember 2013 saat mengajak Samara dan Ayah jalan jalan ke Jogja untuk pertama kalinya. 

Sampai hotel jam 09.00, check in dan langsung mengikuti meeting yang baru saja berjalan. Senang deh kalo acara begini, saya mendapat banyak kenalan dari bank lain jadi bisa bertukar informasi, siapa tahu aja ada lowongan kerja hahaha...

Menjelang pukul 12 kami rehat untuk Ishoma sambil leyeh leyeh bentar di kamar, eternyata di depan hotel ada Rumah Makan Es Eny. Rasanya pengin banget makan disana karena dulu waktu tahun 1996-2001 saat masih jadi anak kuliahan gak mampu makan di Es Eny karena harganya mahal. Makanya jaman dulu cuma bisa dengar testimoni temen2 yang udah pernah nyicipin makan di sana. 
Pas mau makan siang kami diajak oleh panitia untuk makan di daerah Palagan lanjut jalan jalan ke Kaliurang. Horeeee... etapi gimana lanjutan meetingnya? Kata panitia dilanjut nanti malam. Wah mantapphh deh :)

Siang itu langit di kota Jogja cerah banget, sinar matahari lumayan panas menyengat. Tibalah kami di RM Pecel Solo Warung Tempo Doeloe yang dikenal juga dengan Omah Ndeso Resto.Alamat tepatnya di Jalan Palagan Tentara Pelajar 52 Jogja (selatan hotel Hyatt)
Pas masuk ke dalam restonya, subhanallah adem banget.. sangat kontras dengan cuaca di luar. Kami juga disambut dengan gendhing Jawa dan aroma rempah rempah. Like it deh.

Saat masuk lebih dalam lagi, pengunjung langsung disuguhi hamparan makanan khas Jawa yang disusun rapi di atas daun pisang. Itu membuat perut saya langsung bergejolak minta diisi.


Hayooo siapa yang tahan dengan godaan makanan khas Jawa yang dipadu dengan kentalnya suasana Jawa? Ahhhh...beneran saya sudah gak tahan ingin mencicipi pecel yang yummy.

Butuh kesabaran tingkat tinggi untuk bisa menyantap pecel solo ini. Karena kita rombongan, sudah pasti antri dong... Disini untuk pilihan nasinya tersedia nasi putih, nasi merah dan nasi kuning. Lauk yang disajikan juga beragam, ada empal, ayam goreng, telur, perkedel, bakwan, dll.

Selain pecel ada juga menu lain yaitu nasi liwet, garang asem, pecel ndeso. Apa pula bedanya pecel solo dan pecel ndeso? Katanya sih dilihat dari bumbunya, kalo pecel solo bumbunya terbuat dari kacang tanah tapi kalo pecel ndeso dari wijen. Hmmm...kaya apa ya rasanya?

Menu pilihan saya siang itu adalah nasi merah pecel solo yang dihidangkan di atas piring ayaman bambu dengan alas daun pisang. Minumannya es kunir asem sirih. Aihhh...seger banget deh. Selain kunir asam ada juga beras kecur, temu lawak, jahe pandan gulo jowo, bandrek dan minuman lain seperti teh dan es jeruk.
Menilik interior resto ini sangat unik. Di dalamnya banyak display barang antik seperti gebyok, lemari kuno antik, dipan kayu jati, meja pak lurah, dingklik, lesung dan gerobak. Hiasan berupa deretan lonceng, lampu kuno, toples kuno, dakon dan aneka batik dipamerkan disana.
interior kuno
Deretan batik cantik

Yang menarik perhatian adalah tempat tidur/dipan yang terbuat dari kayu jati gelondongan yang disulap menjadi tempat lesehan lengkap dengan bantal sebagai alas duduk.

Menikmati suasana dan berlama lama di Omah Ndeso memang gak membosankan karena banyak yang bisa dieksplore dari barang barang vintage-nya. Tapi saya kami tak bisa berlama lama disini karena akan melanjutkan perjalanan lagi. Pas kami akan meninggalkan resto ini saya melihat mak Indah Nuria Savitri salah satu finalis Srikandi Blogger 2014 yang sedang santap siang disana. 
With mak InSav
Saya sudah pernah ketemu mak Indah sebelumnya di acara Penganugrahan SB 2014 dan acara Blogger Dari Perempuan, ehhh gak nyangka ketemu lagi di Jogja. Hihihi...dunia ini sempit ya :)

Kami lanjut ke destinasi berikutnya yaitu Kaliurang. Mau ngapain di sana? Yuppp...kami akan wisata Merapi atau Volcaono Tour. Horeee...jadi inget masa masa lajang dulu suka banget petualangan yang beginian. Wis pokoke si Bolang banget deh :)

Sampai disana sekitar pukul 15.00, udara sore itu cukup cerah hanya saja sudah muncul kabut yang menyelimuti gunung.
Kami langsung menyewa jeep untuk touring ke lereng Merapi. Berhubung cerita Vulcano Tour agak panjang maka saya skip dulu. Saya akan membuat satu postingan untuk membahas Vulcano Tour ini karena emang keren banget tapi uji nyali juga karena kami sampai ke Bunker tempat perlindungan dari bahaya letusan gunung Merapi. Penapsaran? Tunggu ceritanya yaaa... Sekarang lanjut lagi yuk..

Setelah puas jalan2 dan bikin muka pucat karena lumayan uji nyali kami meninggalkan Kaliurang sekitar pukul 17.15 dan menuju ke Alun alun Utara untuk makan malam. Pilihan kali ini adalah Bakmi Jowo Pak Pele. 

Bakmi Jowo Pak Pele ini sudah terkenal dari jaman dahulu. Waktu aku kuliah di Djogja pun sudah ngetop banget. Kalo dibilang yaa saingannya Bakmi Kadin sih, tapi menurut saya ini lebih enak.
Bakmi Pele sing top markotop
Kalo wong Jowo bilang : enake joss gandhos...alias enak banget. Apalagi ditemani minuman wedang ronde. Aseli top banget deh. Hikkss jadi ngences pengin makan lagi nih...

Sedikit tips untuk makan di Bakmi Pele yaitu bersabarlah karena pesanan agak lama datangnya. Wajar aja sih...wong dimasak satu persatu. Untuk mengganjal perut bisa pesan wedang ronde dulu. Trus enaknya duduk lesehan rame2 tapi  siapkan uang kecil karena banyak pengamen yang menemani kita makan dengan lagu lagunya yang khas Jawa. 

Puas menikmati enaknya bakmi Jowo kami menuju ke Toko Batik Tirto Noto di jalan Kadipaten Kidul dekat Malioboro.

Sopo sing gak ngiler ndelok tumpukan batik kuwi? Duh Gusti....Paringono sabar, kok godaan belanja guede banget ya? Bisa bisa jebol nih rekening :( 

Meski yang lain keluar dengan tentengan belanjaan, tapi saya menguatkan diri untuk kekepin dompet karena besok masih ada sesi jalan jalan ke Malioboro dan Beringharjo

Puas cuci mata di Batik Tirto Noto, bus melaju ke arah Alun alun Utara lagi. Ada apa nih? Oternyata keimanan saya diuji lagi dengan mendatangi Posyandu alias Pos Pelayanan Dagadu. Haduuuhhh...cobaan apa lagi ini?
Posyandu = Pos Pelayanan Dagadu
Benar benar banyak istighfar deh masuk ke Posyandu ini. Tapi Alhamdulilah koleksi kaos dagadu kali ini kurang nampol alias biasa biasa aja. Saya heran juga kenapa sekarang design Dagadu kok malah menurun ya? Padahal dulu bagus bagus banget deh. Terakhir ke Jogja tahun 2012 sempat beli kaos untuk Samara tapi sekarang kok gak tertarik sama designnya? Entah lah...

Capek keliling kota Jogja, kami memutuskan untuk kembali ke hotel untuk beristirahat. Tapiiii...emang dasar saya gak pernah puas sama Djogja, saya meracuni teman teman untuk foto di dekat Tugu. Hayooo...kapan lagi bisa foto di bawah Tugu Jogja :)

Akhirnya jam 11 malam kami berempat jalan ke Tugu cuma untuk foto foto aja, hahaha.... Niat banget yaa? 
Akhirnya perjalanan hari pertama di Jogja kelar sudah. Trus kapan lanjut meetingnya? Semua udah lupa tuh...hahaha 

Lanjutan cerita hari kedua bisa diintip disini