Pages

Minggu, 05 Oktober 2014

Cerita Lebaran

Halo blog....apa kabar? Maafkan daku yang telah menelantarkan blog ini beberapa bulan lamanya. Kayanya ini rekor banget deh..saya meninabobokan blog :) Buanyaaaaakkk cerita yang belum terposting mulai dari mudik lebaran, balada ART pasca lebaran dan kegiatan lain. Kalo di beberapa sosmed saya selalu update kegiatan apalagi yang berhubungan dengan Samara. Tapiiii...untuk menuangkan cerita ke blog ini, omigad...saya kok malas banget ya? *selftoyor*

Ya sud...better late never, sekarang kita merunut cerita dari mulai Lebaran kemarin. Gak papa deh biar kata udah basi bangedddd tapi karena ini catatan keluarga, jadi yaaa boleh boleh aja dong, hahaha....

Mulai mudik H-3 dengan menempuh perjalanan yang sangat panjang yaitu sekitar 16 jam akhirnya kami sampai di rumah Eyang tercinta. Berangkat dari Jakarta jam 9 pagi sampai Slawi jam 01.30 dini hari (keesokan harinya). Total perjalanan 16 jam sajah. Pegel...jangan ditanya deh, itu sih udah pasti. Tapiii namapun mudik lebaran, biar kata pegel, macet dan menguras emosi tetap aja dijalanin tiap tahun.

Ada yang menarik saat mudik kemarin yaitu secara tak sengaja saya berbarengan dengan mak Pungky tapi beda rute. Selama perjalanan kami selalui ber-WA ria dan pada jam 01.30 saat sampai rumah Eyang, saya telp mak Pungky untuk menanyakan keberadaannya. Siapa tau aja udah sampai Slawi, mendingan mampir dan istirahat di rumah saya. 

Emang dasar jodoh yaa...ternyata mak Pungky sedang beristirahat di salah satu pom bensin dekat rumah saya. Langsung saja saya suruh dia ke rumah untuk sekedar ngaso dan selonjoran. Keesokan harinya baru mak Pungky dan si papap melanjutkan perjalanan menuju Kediri.

Seperti biasa kalo di rumah Eyang, Samara senang banget karena bisa main main dengan para sepupu, lari larian tanpa bikin saya khawatir karena halaman yang lumayan luas. Trus bisa main air sepuasnya, hahaha...kalo yang ini sih emaknya teriak mulu. Alih alih bantuin Opung nyiram bunga dan nyuci mobil, itu sama aja menyalurkan hobi Samara main air, hehehe...
Horeee...aku main air
Tiba saatnya hari Lebaran, pagi pagi kami bersiap untuk sholat Ied di masjid terdekat. Alhamdulilah Samara gak rewel harus bangun pagi.
Ready to sholat Ied
Keluarga Qudsy :)
Pulang sholat Ied, saatnya meminta maaf kepada Eyang-Opung, Ayah dan Samara. Kemudian lanjut dengan keluarga besar Sukardiman (nama Eyang saya).
Sebagian Keluarga Besar Sukardiman
Senang rasanya bisa berkumpul dan silaturahmi dengan keluarga, apalagi beberapa sepupu yang tinggal di Lubuk Linggau bisa pulang. Semoga moment kebersamaan ini bisa terulang kembali tahun depan. Amin..

Kegitan apa lagi ya setelah lebaran? Yaa gak lain adalah halal bi halal dan reunian. Ceritanya tahun ini adalah kali pertama saya dan teman teman SMP mengadakan acara reuni setelah kelulusan pada tahun 1993. Yesss...udah 21 tahun aja saya gak bertemu dengan teman2 SMP.

Sebenernya sih beberapa teman ada yang melanjutkan ke SMA yang sama dan selama 3 tahun di SMA kami sering banget ketemu. Nah...kalo yang beda SMA itulah yang gak pernah ketemu blas. Dan baru ketemu setelah 21 tahun berpisah.

Reuni ini dirancang sejak bulan Mei kemarin, dimana saat saya mudik sempat bertemu beberapa teman. Mulai dari situ kita bikin panitia kecil untuk temu kangen plus halal bi halal. 

Alhamdulilah hari Rabu 31 Juli bertempat di rumah saya acara tersebut berlangsung seru. Gimana gak seruuu, wong kita semua pada bawa pasangan dan anak anak. Jadi kebayang kan hebohnya, hehehe.. Ditambah lagi kami mengundang guru wali kelas kami.
Bertemu lagi setelah 21 tahun berpisah
Karena kita mengundang guru wali kelas, jadi sepanjang reuni kami cerita aib masa sekolah dulu, hahaha... ada yang doyan bolos, doyan nyontek pas ulangan, hobi berantem dll. Pokoknya bikin kita terlempar ke 21 tahun yang silam. Tapi alhamdulilah temen teman yang dulu hobi berantem sekarang udah jadi pak ustad dan jadi bapak pengusaha yang sukses di Surabaya. Subhanallah...gak nyangka banget :)

Selesai reuni, kami bezuk salah satu teman yang sakit gagal ginjal. Saat kami datang, teman saya itu senang sekali karena menurut ceritanya, dia sudah pasrah akan penyakitnya dan hanya mempunyai 20% harapan untuk hidup.
Kenangan terakhir bersama Adi (paling tengah pake baju abu abu)
Alhamdulilah kami masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Adi, karena 2 hari setelah pertemuan itu, Adi dipanggil oleh Allah meninggalkan kita semua. Innalilahi wainaillaihi rojiuun semoga semua amal ibadahmu diterima Allah SWT, teman...

Pada hari Jumat kami kembali ke Jkt tanpa si mbak. Iyaaa... untuk beberapa hari setelah lebaran saya mengalami ARTless. Lumayan menguras tenaga dan emosi juga karena hari Senin saya dan ayah harus ngantor sementara Samara yang masih libur harus dititipkan ke rumah Nenek. Untungnya keadaan ARTles gak berlangsung lama :)

Alhamdulilah Lebaran kemarin penuh warna, senang berkumpul dengan keluarga dan teman teman meski harus kehilangan salah seorang teman lama. Semoga tali silaturahmi kita gak terputus yaa... Ada juga cerita ARTless. Wis pokoke rame rasane hahaha...

Semoga kita bisa bertemu Lebaran tahun depan... Amin


Kamis, 11 September 2014

Mengenal Sulawesi Melalui Festival Kuliner Serpong 2014

Indonesia merupakan negara yang mempunyai beragam suku bangsa, budaya dan adat istiadat. Selain itu Indonesia juga mempunyai banyak makanan khas daerah dengan cita rasa yang berbeda. Masing masing daerah mempunyai kuliner yang sangat khas dan patut dibanggakan. Berangkat dari itulah Summarecon Mall Serpong mengadakan Festival Kuliner Serpong. Ini adalah event tahunan Summarecon Mall Serpong yang telah berjalan selama 4 tahun.

Pada tahun 2011 Festival Kuliner Serpong mengambil tema Beauty of Bali, kemudian tahun 2012 Minang Nang Rancak, disusul tahun 2013 Jawa Sing Ngangeni dan untuk tahun 2014 kuliner dari Sulawesi yang diangkat sebagai temanya yaitu Sulawesi Nyamanna'... Pe Sadap

Beberapa waktu lalu saya mendapat informasi dari Mak Haya mengenai 
Festival Kuliner Serpong 2014 dan tanpa berfikir panjang saya mendaftarkan diri mengikuti Blogger Preview yang diadakan Summarecon Mall Serpong pada tanggal 23 Agustus 2014. Ketertarikan saya mengikuti acara ini yaitu ingin mengetahui beragam makanan khas Sulawesi yang terkenal enak dan rasa penasaran ingin mencicipi Mie Cakalang serta melihat kapal Pinisi yang konon hadir di festival itu.

Hari Sabtu siang saya meluncur ke Serpong dengan ditemani Ayah dan si kecil Samara. Menempuh perjalanan yang lumayan panjang untuk menuju ke sana hingga akhirnya terlambat 15 menit dari waktu yang telah ditetapkan. Begitu memasuki pintu masuk area parkir Summarecon Mall Serpong mata saya langsung tertuju pada kapal Pinisi dan miniatur menara mercusuar yang berdiri gagah. Disampingnya banyak berderet rumah adat suku Toraja yaitu Tongkonan. Hmmm.. Jadi tak sabar untuk melihat lebih dekat. 

Rangkaian acara Blogger Preview diawali dengan registrasi dan mendapatkan goodiebag cantik, kemudian lanjut mengunjungi Summarecon Digital Centre (SDC). Sambil menunggu bus yang akan membawa kami ke SDC saya mengabadikan keceriaan Samara melihat kolam ikan koi yang berada di Downtown Walk Summarecon Mall Serpong. 
Senangnya si kecil melihat ikan koi yang besar besar
Setelah kegiatan pertama selesai, tiba saatnya kami berburu santapan khas Sulawesi yang pe' sadap karena perut kami sudah teriak untuk minta diisi. Begitu menapakan kaki di area Festival Kuliner Serpong kami disambut dengan lantunan lagu daerah Sulawesi dan jejeran rumah adat Toraja. 
Deretan Tongkonan rumah adat Toraja
Ramainya pengunjung FKS 2014
Suasana malam itu sangat ramai, banyak pengunjung yang menghabiskan waktu malam minggunya bersama keluarga sambil menikmati enaknya kuliner Sulawesi. Yuk kita lihat apa saja yang menarik dalam Festival Kuliner Serpong 2014 :
  • Beragam makanan khas Sulawesi seperti dari Makassar, Manado dan Gorontalo digelar disana. Beberapa pedagang sengaja didatangkan langsung oleh penyelenggara untuk memuaskan lidah para pengunjung. Ada Coto Makassar, Sop Konro, Nyuknyang, Mie cakalang, Rumah Kopi by Celebes, Lumpia Sulawesi, Es Pisang Ijo Pemuda, Cahaya Oleh oleh Makassar dan masih banyak lagi. Mungkin beberapa orang belum mengetahui apa itu nyuknyang? Iyaa...itu adalah bakso khas Makassar yang bentuknya unik yaitu kotak. Jika biasanya bakso dimakan dengan campuran mie kuning atau mie putih tapi untuk menyantap nyuknyang bisa ditemani buras yaitu semacam lontong yang rasanya gurih.
    Berberapa booth kuliner Sulawesi yang berpatisipasi
    Cahaya Oleh oleh pusatnya oleh oleh khas Makassar
    Kue Khas Manado yang rasanya makyus...
    Saya sempat mencicipi Panada dan kue Apang, ternyata rasanya enak banget. Kesempatan ini tidak saya siakan, langsung saja membungkus beberapa kue untuk dibawa pulang.
  • Selain makanan khas Sulawesi, Festival Kuliner Serpong 2014 juga menyajikan beberapa booth makanan Nusantara seperti Rujak Medan lengkap dengan es campur Medan, cakwe Medan dan martabak Medan, Srabi Notokusuman, Nasi Goreng Kebon Sirih, Tahu bazo Semarang, Rujak Beubeuk, Pempek Palembang, Sate Padang, Gudeg Jogja dan masih banyak lagi.
    Total partisipan yang ada yaitu 67 stand makanan dan 27 gerobak makanan. Semua booth menyajikan kuliner yang bercita rasa tinggi.
  • Area parkir selatan Summarecon Mall Serpong yang disulap seolah menjadi kawasan tepi pantai, dilengkapi dengan Kapal Pinisi sebagai panggung utama dan miniatur mercusuar. Beruntung saya datang pada malam minggu dimana ada live music yang menemani kita santap malam.
    Ada Pinisi di Festival Kuliner Serpong
    Sedikit bercerita tentang Pinisi adalah kapal layar tradisional yang berasal dari suku Bugis dan Makassar Sulawesi Selatan. Kapal Pinisi menggambarkan suasana tepi pantai Makassar yang seolah membawa kita berada di tepi pantai sambil menikmati makanan khas Sulawesi. Suasana itu tentunya akan membuat para pengunjung berselera menikmati kuliner. Selain itu juga ada pembelajaran disana, yaitu mengenal budaya Sulawesi dimulai dari rumah adat, ikon arsitektur seperti kepala kerbau, kain khas Sulawesi, corak etnik ukiran khas Sulawesi hingga sejarah kapal Pinisi itu sendiri. 
  • Sebagai alat pembayaran untuk bertransaksi di Festival Kuliner Serpong pihak penyelenggara mewajibkan pengunjung membeli kartu yang diisi dengan nominal uang di loket yang tersedia. Kartu tersebut bisa diisi ulang dan berlaku selama festival berlangsung. Ini adalah salah Tongkonan yang disulap menjadi booth kasir dengan antrian yang panjang.
    Tongkonan yang didalamnya terdapat booth kasir
  • Selain bertaburan kuliner khas Sulawesi, pihak penyelanggara juga tak tinggal diam memikirkan sampah yang pasti hadir disana. Untuk itu diadakan aksi peduli lingkungan yaitu "Bring Used Bottle" dimana pengunjung diajak untuk menyelamatkan bumi kita dengan menukarkan 5 botol bekas minum dengan 1 buah kupon yang akan diundi di hari terakhir festival. Hadiahnya sangat menarik yaitu berupa sebuah Blackberry Z3 dan voucher belanja Summarecon Mall Serpong. Luar biasa...sangat Go Green yaaa...? Ini juga point pembelajaran untuk pengunjung agar lebih mencintai bumi dengan menjaga kebersihan lingkungan.
  • Sebagai hiburan pada malam itu hadir Gading Night Carnival dan Spectaculer Fireworks.
    Letusan warna warni kembang api yang bikin meriah
    Suasana malam itu sangat meriah karena penampilan kedua hiburan tersebut. Saat kembang api dinyalakan beberapa pengunjung menghentikan sesaat kegiatan makannya demi melihat warna warni letusan kembang api. Selain itu ada juga penampilan penyanyi Barsena Besthandi sang jawara NEZ Academy NET TV di panggung utama kapal Pinisi. Jadi sambil menikmati makanan kita juga dimanjakan dengan suara merdu Barsena. Selain Barsena, di
    Festival Kuliner Serpong hadir juga Sean "Idol" pada tanggal 15 Agustus, penyanyi senior Ermy Kulit pada tanggal 24 Agustus dan penampilan dari beberapa sekolah musik yang membawakan tari dan lagu Sulawesi lengkap dengan alat musik kulintang. Sedangkan untuk daily performance, pengunjung akan dihibur dengan musik tradisional Sulawesi. Seruuu yaaa...kita jadi makin mengenal Sulawesi.
  • Memang pada event Festival Kuliner Serpong banyak bertaburan hadiah. Satu diantaranya yaitu lomba foto di booth instagram yang pemenangnya akan mendapatkan culinary shopping voucher senilai 200 ribu rupiah. Wah bisa puas makan bareng keluarga yaaa.. Nah buat yang narsis, saatnya ber-selfie ria di sini seperti si kecil Samara contohnya :)
    Say cheese...
  • Satu hal yang tak dilupakan oleh pihak penyelenggara FKS 2014 yaitu disediakan playground untuk anak anak. Jadi tak perlu khawatir anak mengalamai kebosanan karena mereka bisa bermain puas di playground yang telah disediakan.   
Wah benar benar seru yaaa datang ke Festival Kuliner Serpong 2014 banyak hiburan dan bertabur makanan enak. Trus saya sendiri menikmati makanan apa? Nah...ini dia yang bikin saya penasaran untuk melahapnya.

Yuppp mie cakalang yang pe' sadap, memang benar benar sedap. Meski menggunakan topping ikan cakalang tetapi tidak membuat mie menjadi amis. Rasanya kurang jika hanya menyantap satu mangkok saja :)

Selain mie cakalang, saya juga membeli beberapa kue khas Manado seperti kue Apang dan Panada.
Apang Coe
Disamping menikmati enaknya makanan khas Sulawesi saya juga pulang dengan membawa oleh oleh berupa goodie bag cantik

Senang rasanya bisa hadir dalam Festival Kuliner Serpong 2014 karena bisa menikmati makanan khas dan mengenal budaya Sulawesi. Semoga tahun depan bisa hadir kembali di FKS dengan kejutan kuliner dari salah satu daerah di Indonesia.

FKS-Culinary-Writing-Competition-2014


Rabu, 16 Juli 2014

Berlibur di Kuntum

Masa libur sekolah kemarin, kami mengajak Samara jalan jalan ke Bogor. Sengaja memilih lokasi yang gak jauh karena alasan yang sederhana yaitu ayah bundanya gak bisa cuti, hehehe... Mau liburan ke rumah Eyang juga nanggung karena akhir bulan Mei kemarin kami sudah mudik trus Insya Allah bulan Juli ini juga bakal mudik lebaran.

Setelah cari alternatif liburan murmer dan dekat dengan Jakarta, akhirnya memutuskan jalan ke Bogor dengan tujuan utama mengunjungi Kuntum. Sedikit cerita tentang Kuntum yaitu kawasan agrowisata terpatu yang menerapkan konsep nursery, rekreasi dan edukasi.

Sabtu pagi itu kami meluncur ke arah tol Jagorawi. Jalanan pagi itu lumayan lancar karena sebagian umat islam sudah ada yang berpuasa hari pertama. Untuk menuju Kumtum kami keluar tol Ciawi kemudian gak jauh dari situ ada pertigaan lampu merah belok ke kanan. Nah itu sudah masuk jalan raya Tajur. Kurang dari 1 km di sebelah kanan jalan terpasang plang Kuntum.
Masuk ke dalam, suasananya adem dan rimbun banget karena banyak pepohonan. Pemandangan pertama yang dilihat adalah sebuah pendopo yang banyak furniture kayunya. Tempat apa ya ini? Kami masuk ke dalam pendopo itu ternyata disitu tempat dijualnya tiket.
Dengan membayar Rp 25.000/orang kami masuk ke dalam perkebunan. Etapi sebelum masuk ada pemandangan yang menyejukan mata yaitu kolam ikan bersih yang di dalamnya dikembangkan ikan besar besar. Ditambah gemericik suara air, Subhanallah maknyeess banget hati ini.
Hmmm...jadi pengin punya rumah yang ada kolam ikannya :)

Setelah masuk kami dipersilakan untuk menggunakan topi caping yang sudah tersedia. Saya dan ayah pake caping, tapi si bocah gak mau karena udah bawa topi sendiri.
Begitu masuk langsung terlihat kandang kambing yang bersih dengan kambing yang gemuk dan sehat. Langsung saja kami membeli susu untuk diberikan kepada kambing.
Aku berani kasih susu ke kambing.. :)
Samara suka banget saat memberi susu kambing. Ternyata si bocah berani loh deket2 sama kambing, saya aja kadang masih suka ketakutan hahaha....

Setelah puas kasih susu kambing, masuklah ke kandang kelinci yang lucu lucu dan bersih. Disitu kita bisa berinteraksi seru dengan kelinci sambil memberi makan. Oiya harga pakan kelinci dan susu kambing itu masing masing Rp, 5.000
Ayooo makan ya kelinci...
Samara semangat sekali waktu kasih makan kelinci, lari larian mengejar kelinci. Samara juga berani untuk mengelus bulu kelinci yang putih bersih.
Si bocah agak geli sama marmut :)
Disamping kandang marmut terbentang kebun sayuran. Ada bayam hijau, bayam merah, sawi, kangkung dan masih banyak lagi. Katanya sih sayuran itu bisa dipetik kemudian dipawa pulang, eatpi sebelumnya musti bayar dulu dooong :)


Sebelum lanjut ke tempat lain kami istirahat dulu sambil narsis tentunya :)
bapake ngajarin salam peace :)


tongsis mana tongsis? :)
Masuk lebih dalam lagi ada sungai buatan yang mengalir untuk tempat hidup/habitat angsa. Samara suka banget lihat angsa putih berenang rame rame.
Gak jauh dari situ ada kolam ikan yang besar. Jika pengunjung ingin mancing boleh aja dengan menyewa alat pancing lengkap dengan umpannya.
mancing yuk...
Karena lokasi yang luas dan banyak pohon maka otomatis banyak sampah daunnya dong... nah pihak Kuntum mengemas sampah dedaunan itu untuk dijadikan kompos. Jadi di beberapa sudut akan terlihat tempat pengomposan yang menyerupai tempat sampah. Wah oke juga yaa idenya.
Tak terasa sudah hampir 2 jam kami keliling di Kuntum. Lumayan juga jalan jalan sembari lihat binatang dan hamparan tanaman sayuran. Oiya kalo kaki berasa pegel, disana ada fish teraphy. Sayangnya saya gak nyobain karena udah siang.
Ada yang menarik di sini yaitu pendopo yang dipenuhi oleh furniture. Sudah disinggung di atas, waktu beli tiket masuk kami melihat pendopo dengan perabotan kayu yang bagus bagus. Lihat deh... ada kursi makan, meja, kaca dan lampu lampu kayu yang oke banget.
Sambil lihat lihat furniture nya kami mencicipi susu sapi murni dingin yang harganya cuma 5.000. Beneran enak banget susunya, rasanya gak terlalu manis dan gak eneg.

Sekitar pukul 1.30 kami pulang daaaann.....saatnya wiskul di Bogor. Horeee...mari kita makan :) Sebenernya kita pengin makan soto mie bogor tapi gak tahu dimana yang enak? Akhirnya pilihan maksi jatuh ke Macaroni Panggang (MP)

Sebelum ke MP kebetulan ada Rumah Cupcakes, hayuk aahhh mampir dulu beli cupcake-nya. Trus gimana rasanya? Hmmmm... so-so lah... masih endues Minilovebites kemana mana, hahaha....:)

Kalo Macaroni Panggangnya gimana? mayan lah...topping nya berlimpah keju tapi sayang isi di dalamnya kurang banyak. Daging sedikit cyiiin... mungkin karena saya pesan yang biasa yaa, kalo yang spesial mungkin isi dagingnya lebih banyak. But so far lumayan untuk mengganjal perut.
Setelah perut kenyang. kami cabcus pulang ke Jakarta karena ternyata sudah jam 3 lebih. Buru buru pulang karena persiapan untuk teraweh malam pertama.

Liburan sederhana ini ternyata bisa bikin Samara senang. Dia malah minta balik lagi ke Kuntum karena ketagihan pengin ngasih susu kambing lagi. Oke deh, Insya Allah next time kita ke Kuntum lagi ya nak... :)