Rabu, 21 Mei 2014

Volcano Tour

Masih lanjutin cerita ke Djogja bulan lalu dan sesuai janji saya mau cerita tentang pengalaman seru off road menjelajahi gunung Merapi. Siang itu setelah mengisi perut dengan enaknya pecel ndeso di Omah Ndeso warung Tempo Doeloe, rombongan lanjut ke Kaliurang.

Sekitar pukul 3 sore sampai di lokasi dan terlihat jejeran mobil jeep yang siap mengantar kami naik ke lereng gunung Merapi.
Dalam 1 mobil jeep bisa ditumpangi oleh 4-5 orang. Harga sewa mobilnya Rp 200.000. Karena rombongan kami berjumlah sekitar 25 orang maka membutuhkan 5 mobil jeep. Sempat antri juga untuk menyewa jeep karena sore ada rombongan para volunteer dari Pakistan.

Here we go... kami memulai off road. Melintasi jalan nan terjal dan berbatu membuat kami jejeritan seru *maklum buibu pengajian disuruh off road* hahaha...
Rute perjalanannya adalah menyusuri Kali/Sungai Opak yang sudah tak ada airnya lagi. Sungai ini sekarang berisi material pasir dan batu. Pemandangan yang ada di depan mata adalah hamparan pasir, batu di lahan yang  gersang dan berdebu. Terlihat sebagian lahan ada yang sedang digali pasirnya untuk dijual. 

Yaa...sejak meletusnya gunung Merapi tahun 2010 memang banyak mengeluarkan bahan vulkanik seperti pasir dan batu sehingga dapat dimanfaatkan oleh penduduk sekitar sebagai mata pencaharian baru. 

Destinasi pertama dalam Vulcano Tour yaitu mengunjungi Museum Sisa Hartaku yang berada di Dusun Petung Desa Kepuharjo. Satu satunya rumah yang masih berdiri kokoh, oleh pemiliknya disulap menjadi museum. Rumah ini sudah tidak boleh dihuni karena takut adanya bahaya letusan. Jadi si pemilik harus mengungsi ke bawah demi keamanan. Namun setiap hari ada petugas yang datang untuk mengurusi museum tersebut.
Masuk ke dalam museum, hati saya langsung makyes sedih banget. Melihat puing puing akibat erupsi maha dahsyat Merapi membuat saya membayangkan kejadian saat itu, apalagi ditambah dengan narasi dari pemandu wisata sebagai saksi mata membuat saya berkali kali beristighfar.
Puing motor dan sapi yang bikin merinding..
Banyak barang yang bisa dikumpulkan dan diabadikan sebagai bukti sejarah dalam museum sederhana itu. Mulai dari peralatan makan, peralatan masak, gamelan, koleksi kaset dan CD serta beberapa baju dipajang disana. Miris banget saat melihat koleksi yang sudah hancur penuh dengan debu.

Setelah keliling museum, lanjut perjalanan lagi menuju Dusun Kali Adem sambil menyusuri Kali/Sungai Gendol yang lagi lagi sudah tak ada airnya. Pemandangan langit sore itu bagus banget. Saya sempat mengabadikan 3 foto yang memperlihatkan kecantikan langit dan bias sinar matahari di atas lereng Merapi. Subhanallah banget....
Dusun yang kini berubah menjadi ladang
Konon cerita dari driver kami, lokasi yang ada di foto atas itu dulunya adalah sebuah dusun yang dihuni beberapa keluarga yang lumayan padat penduduknya. Sejak erupsi tahun 2010 semua rumah hancur dan tertimbun pasir, batu serta material vulkanik lainnya.

Tujuan perjalanan kedua adalah melihat sumber uap panas. Jadi yaa..meski Gunung Merapi sekarang sedang bobo tenang, gak "batuk batuk" bukan berarti aman loh... sebab di sekitarnya masih ada uap panas yang muncul diantara bebatuan.
Hati hati dengan uap panasnya
Jika mendekati sumber uap itu sudah pasti terasa panas dan sedikit berbau belerang, makanya kita gak boleh terlalu mendekati bebatuan itu. Dengan melihat fenomena alam ini, maka benar bahwa gunung Merapi adalah gunung paling aktif di Indonesia yang harus diwaspadai.

Oiya, di Kali Gendol ini pemandangannya super duper cantik. Meski gersang tapi tatanan lembahnya bagus banget. Entah berapa juta kubik material vulkanik yang sudah tumpah di Kali Gendol? Subhanallah...
Kali Gendol
Melihat lembah yang indah itu, kami gak tahan ingin begaya ala girlband :) *upss kok gak konsisten sih, tadi bilang kaya buibu pengajian sekarang kaya girlband*
Kalau kata teman, Kali Gendol ini udah kaya Green Canyon, tinggal dikasih air trus bisa rafting deh, hahaha... maksa bener yak :D

Puas menikmati keindahan lembah Green Canyon cabang Jogja Kali Gendol lanjut lagi perjalanan ke Bunker. Siapa yang tak tahu bunker Merapi? Yupp itu adalah tempat perlindungan dari letusan Merapi. Tetapi ironisnya pada tahun 2006 bunker tersebut tertimpun material vulkanik hingga 3 meter dan menewaskan 2 orang yang sedang berada di dalamnya.

Bunker ini dekat sekali dengan Merapi. Jujur...sebenarnya saya agak takut juga kesini tapi begitu melihat Gunung Merapi yang gagah berdiri dari jarak yang sangat dekat membuat perasaan takut saya hilang dan berubah jadi decak kagum. Punggung Merapi yang kokoh sementara puncaknya berselimut kabut tipis. Subhanallah...


Kami tak berlama lama di sini, hanya sekitar 15 menit saja karena hari sudah makin sore dan berkabut. Selain itu juga masih ada destinasi terakhir yang akan dikunjungi yaitu Batu Aliens.

Seperti apa sih bentuknya? Trus kenapa dinamai batu aliens? Lagi lagi si bapak driver bercerita bahwa batu besar itu jika dilihat dari depan maka menyerupai muka manusia seperti foto ini.
mirip muka manusia gak?
Tapi dilihat dari sisi yang berbeda maka terlihat seperti aliens. Hmmm... entahlah, Allahualam...
apakah mirip aliens?
Setelah melihat batu aliens ini maka selesai sudah perjalanan Vulcano Tour. Sebelum kembali ke basecamp kami sempat foto bersama.



Seru rasanya bisa mengikuti off road ke lereng Merapi, membuat saya jadi berpikir bahwa alam memang menyimpan sejuta rahasia dan keindahan. Sempat juga kepikiran sosok Mbah Maridjan yang menjadi “kuncen” atau juri kunci Merapi. Beliau begitu setia mengabdi pada Keraton Jogja dengan mengemban amanah sebagai juru kunci Merapi. Hingga di akhir hayatnya beliau bertanggung jawab dan tetap tidak meninggalkan gunung Merapi meski nyawa sebagai taruhannya. Semoga khusnul khotimah ya Mbah…

Yupp…itulah pengalaman saya menjelajahi Merapi yang membuat perasaan saya campur aduk, antara sedih, senang dan tegang. Kayaknya buat teman teman yang hobi offroad dan ingin melihat Merapi dari jarak dekat, Vulcano Tour bisa jadi pilihan untuk menghabiskan waktu jika berkunjung ke Djogja. Dijamin seru dan sedikit uji nyali, hehehe….

15 komentar:

  1. serem lihat museumnya...,
    jadi terbayang lagi cerita2 pilu pas kejadian..

    BalasHapus
  2. aduh sedih ya ngeliat museumnya... ngebayangin para korban... :(

    BalasHapus
  3. seru banget, Mak. Tapi, kayaknya ada merinding juga kali ya kalau lihat museumnya :)

    BalasHapus
  4. sereeeem ah mak...gue kayaknya kaga berani dah coba volcano tour...serem sekaligus sedih bayangin para korban letusan merapi..apalagi yang tewas di dalem bunker itu.. :,(

    BalasHapus
  5. @ kak Monda, antra serem dan sedih klo liat museumnya karena mau gak mau kita membayangkan kejadian tahun 2010

    BalasHapus
  6. @ Arman, iya emang miris banget lihatnya... :(

    BalasHapus
  7. panas dan terlihat gersang ya. Itu suasana di bungker terlihat agak seram ya :)

    BalasHapus
  8. Wisata jeepnya keliatan seru Yan.. Tapi kalau lanjut lihat museumnya langsung sedih

    BalasHapus
  9. debunya full ya, sampai nutupin benda2.

    BalasHapus
  10. Seruuu bgt sih Mak, kenapa kalau ke Jogja gue ngga pernah kepikiran ikut tour begini ya. #seretsuamikejogja

    BalasHapus
  11. kalo melihat puing puing akibat keganasan merapi, jadi makin menyadari kebesaran allah ya mbak...

    BalasHapus
  12. Wiiihh namanya aja gahar banget, Volcano tour hihihi..
    Ngikutin ceritanya seruuuuu! Itu yang batu, kok dari foto aku ga terlalu lihat ada bentuk orangnya / alien ya. Sedikit kayak bentuk mata ama idung, tapi ga terlalu jelas juga. Kalau liat aslinya gimana itu?

    BalasHapus
  13. nggak mampir ke rumahnya mbah marijan Yan? kan katanya jadi tempat turis juga tuh bekas rumahnya

    BalasHapus
  14. owh ini yah cerita Volcano Tour nya. Lengkap banget yan

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomentar :)