Rabu, 16 November 2011

Investasi

Jangan harap pada postingan ini bakal bercerita panjang lebar dan berat seperti judul di atas. Seperti biasa bunda selalu cerita yang ringan saja karena emang gak bakat jadi penulis kelas kakap :)

Kalo diintip dari sini investasi sering disebut juga penanaman modal untuk mendapatkan keuntungan di kemudian hari dengan jangka waktu yang panjang. Berbekal dari situlah kepikiran untuk cerita tentang investasi. Dari hasil blogwalking biasanya teman2 dunia maya bercerita bagaimana mereka berinvestasi rumah, tanah, saham, logam mulia (LM) ataupun reksadana (RD). Beruntunglah mereka mempunyai dana lebih untuk diinvest-kan dan beruntung pula anak anak mereka mempunyai orang tua seperti mereka yang bisa memberikan warisan keuntungan dari hasil investasi tersebut.

Sebetulnya kapan sih kita memulai investasi? Jawabannya adalah ASAP.
Yaa...kalo memang ada dana nganggur atau dana yang sengaja dipaksakan untuk berinvestasi gak ada salahnya memulai dari sekarang dan idealnya sih begitu. Nah....yang jadi permasalahan adalah di cash flow keluarga kami ada gak dana yang bisa dialokasikan untuk investasi? Jawabannya belum ada *nangis sesengukan di pojok* sejak kami memutuskan untuk membeli rumah secara otomatis seluruh harta karun tabungan kami tersedot semua. Dan kami akan memulai menata financial kembali. 

Berhubung saat ini belum bisa berinvest dalam bentuk rumah, tanah, saham, LM maupun RD maka bunda mau berinvest dulu semampu bunda. Apa bentuk investasi bunda ke Samara?

1. ASI
Investasi cairan emas yang Insya Allah akan bunda berikan pada Samara selama 2 tahun. Dari tiap tetesnya Insya Allah bermanfaat bagi kelangsungan hidupnya. Tubuh yang sehat dan kuat akan menjadi modal kesehatan untuk Samara. Makanya bunda tetap berusaha memberikan cairan emas ini semaksimal mungkin. Sampai saat ini cairan yang masuk dalam tubuh Samara cuma ada 2 yaitu susu (ASI dan UHT) serta air putih. Pernah suatu waktu bunda iseng ngasih air teh ke Samara dan apa hasilnya? Sukses dilepeh sodara2 :)

2. Makanan yang bergizi
Tak ubahnya seperti ASI, makanan yang bergizi merupakan investasi bagi tubuh Samara. Pola makan yang bunda ciptakan untuk Samara sejak masa MPASI dengan menganut paham makanan rumahan Insya Allah akan tetap dipertahankan. Kalo dulu sebelum Samara berusia 1,5 tahun bunda kekeuh marekeuh dengan makanan no gulgar tapi setelah usia 1,5 th agak sedikt longgar peraturannya. Sedikit demi sedikit bunda perkenalkan rasa asin & manis, walau pada kenyataan Samara tetap gak suka makanan yang manis. Dan Alhamdulilah dengan pola makan seperti ini Samara doyan banget sayur, semua sayur dilahap baik itu cuma direbus yang menghasilkan rasa asli sayur tsb maupun dicampur seperti sayur sop, bayam, dll

3. Agama
Agama merupakan pondasi yang sangat kuat untuk menjadikan anak yang sholehah seperti doa bunda untuk Samara. Insya Allah ketika kita sebagai orang tua memberikan modal bekal agama yang kuat maka si anak akan menjadi anak yang baik. Disamping itu doa orang tua yang mahadahsyat kepada anaknya juga menjadi faktor pendukung terciptanya anak sholeh/sholehah. Ingat....Allah itu gak tidur jadi Allah akan selalu mendengar doa umatnya *self motivation* 

4. Pendidikan
Saat ini memang Samara belum bersekolah tapi....kami bercita cita kelak Samara sekolah kami akan masukan ke sekolah yang berbasis Islam terpadu. Mengingat biaya sekolah sekarang gak murah makanya dari usia Samara 4 bulan kami sudah mempersiapkan dana pendidikan melalui suatu asuransi.

Untuk saat ini hanya segitu dulu investasi kami pada Samara. Insya Allah jika Allah memberi kepercayaan lebih pada kami, kami akan berinvestasi seperti yang lain. Yang jadi inceran bunda adalah invest LM, RD daaaann punya banyak rumah kontrakan....hahahaha  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomentar :)