Selasa, 17 Januari 2012

Mengapa harus ditunda?

Ini merupakan pengalaman pribadi yaitu sekitar 5 tahun yang lalu ketika bunda memutuskan untuk berhijab. Sejujurnya keinginan berhijab sudah ada sejak SMA tetapi karena saat itu masih ANDI LAU yaitu ANtara DIlema dan gaLAU jadi mudah sekali berubah pikiran, maklum lah penganut ababil sejati makanya berujung pada keinginan saja tanpa tindakan J

Saat kuliah keinginan berhijab hilang begitu saja, malah kalo ada acara keagamaan di kampus bunda ogah banget pake jilbab. Kalopun harus pake itupun umurnya cuma sebentar, begitu acara selesai buru buru langsung lepas jilbab J

Dulu....ada perasaan "kok gak pantas ya muka dengan pipi chubby ini pake jilbab?" Rasanya muka jadi makin bulat dan gak ada bagus bagusnya, selain itu juga pake jilbab kayaknya ketinggalan jaman, gak modis, gak gaul, gak bebas, sumuk alias gerah dan sederetan alasan lainnya yang gak banget.

Saat bunda mulai bekerja, lingkungan kerja bunda kurang "bersahabat" dengan jilbab. Jadilah hati bunda tidak tergerak untuk berhijab karena melihat teman teman kantor yang menggunakan baju kerja super modis dengan rok di atas lutut. Dan bundapun tak mau ketinggalan mengikuti gaya mereka dengan pake rok mini dan kemeja ketat :)

Yang lebih parah lagi saat itu bunda berpikiran mau pake jilbabnya nanti setelah menikah soalnya takut pake jilbab malah gak dapat jodoh, ckckckck...sempit banget yak pikiran bunda saat itu L
Tapi alhamdulilah keadaan seperti itu gak berlangsung lama, di penghujung tahun 2006 bunda dihadapkan pada satu kenyataan bahwa sepupu bunda yang di Lampung meninggal dunia karena sakit dan kondisi dia saat itu masih gadis alias belum menikah. Nah looooo....bunda langsung merenung di kloset sepupu bunda dipanggil menghadap Illahi dalam usia yang relatif muda tetapi untungnya saat itu sodara sepupu bunda itu sudah berhijab. Trusssss...gimana kalo bunda mengalami nasib yang sama seperti dia sedangkan bunda belum berhijab? *naudzubillamindzalik*

Saat itu bunda hanya berpikir yang namanya usia hidup seseorang itu gak bisa ditentukan, kapan aja Allah bisa memanggil hambanya dalam kedaan sakit atau sehat, gak peduli sang hamba sudah menikah atau belum? Jika masa kontrak di dunia telah habis maka cepat atau lambat ajalpun menghampiri...

Dengan adanya kejadian itu seolah menjadi "tamparan" buat bunda, sambil mengumpulkan niat yang pernah ada di hati pada akhirnya bulan Januari 2007 dengan mengucap Basmalah bunda menyatakan diri berhijab dengan memenuhi perintah-Nya dan niat untuk beribadah semata mata hanya untuk Allah Ta'ala.

Sejak saat itulah bunda mulai memperbaiki cara berpakaian, kalo dulu pake rok mini dan kemeja/kaos ketat sekarang harus berbusana muslimah atau setidaknya berbusana yang sesuai dengan syariah Islam. Bunda bukan penganut aliran yang kemana mana harus pake gamis/jubah. Yang penting bagi bunda adalah pakaian yang sopan menutup aurat yang panjangnya menutupi *maaf* pantat dan tidak ketat.

Alhamdulilah semoga bunda bisa istiqomah dengan hijab ini.
Dan hari ini bunda mendengar kabar kalo ada 2 orang teman bunda yang mau pake jilbab tapi nunggu naik jabatan di kantor, ckckck...sedih sekali bunda mendengarnya. Semoga 2 teman bunda ini cepat mendapat hidayah dari Allah untuk segera berhijab tanpa harus menunggu naik jabatan. Kalo belum naik jabatan ternyata keburu dipanggil Allah berarti dia belum memenuhi kewajiban-Nya dong??? *naudzubilamindzalik* 

Jadi mengapa niat baik harus ditunda????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomentar :)