Rabu, 10 Agustus 2011

Maafkan Bunda, Nak...

Apa yang terbersit dalam hati seorang ibu jika pada suatu ketika anak bangun tidur tiba tiba memanggil nama pengasuhnya? Ah...serasa hancur hati seorang ibu, padahal saat itu ibu ada disampingnya dan bisa melakukan apa saja untuk anaknya....

Nah...begitulah kira kira yang bunda alami kemarin malam. Menjelang pukul 3 dini hari tiba tiba Samara bangun dan merengek, biasanya kalo seperti itu bunda langsung pasang kuda kuda siap untuk menyusui Samara tapi kemarin malam dia menolak untuk disusui dan nangisnya pun makin menjadi. Bunda berusaha menenangkan Samara dengan mem pok-pok *halah bahasa bunda kacau bgt ya..* pantatnya tapi itu gak berhasil. Diluar dugaan, Samara langsung duduk dan memanggil nama pengasuhnya : "Keke, enum...." yang maksudnya adalah mba Keke, minum..Bunda sih udah tau kalo Samara bilang enum berarti dia pengin minum air putih dari gelas mag mag tercintanya. Yang bunda sedih kenapa Samara harus memanggil mbaknya untuk minum, wong ada bunda disampingnya

Sementara bunda menenangkan Samara, ayah mengambil mag mag dan Samara langsung minum dengan puasnya seolah terlepas dari rasa dahaganya. Setelah sudah merasa enak Samara menjatuhkan tubuhnya ke kasur untuk melanjutkan bobonya zzz...zzz...

Duh Gusti, dada bunda terasa sesak mengalami kejadian itu...Apakah ini salah satu efek karena waktu Samara lebih banyak dihabiskan bersama mbaknya? Jika dihitung dalam 1x24 jam, waktu bunda bermain dengan Samara hanya 3 jam selebihnya Samara bobo dan kalo dengan pengasuhnya Samara bisa menghabiskan waktu sekitar 8-9 jam sehari. Hiksss...menyedihkan sekali *derita working mom*  

Samara anakku...maafkan bunda yang tidak bisa memelukmu setiap saat, mendampingmu saat kau bermain, saat kau belajar, tertawa bersama, menjawab semua pertanyaanmu *karena sekarang kamu selalu bertanya : ini apa?*, tak bisa menyuapi saat kau makan, tak bisa meninabobokan saat kau tidur siang..

Bunda selalu meninggalkanmu dari jam 7 pagi hingga jam 7 malam karena bunda harus bekerja dan semua ini bunda lakukan untukmu, nak...
Insya Allah suatu saat engkau akan mengetahui mengapa bunda lakukan ini semua..

Walaupun bunda selalu berusaha berinteraksi dulu denganmu sebelum bunda berangkat kerja, minimal bunda memandikan kau setiap pagi dan kau selalu nguntapke bunda berangkat ke kantor, tapi... kalo boleh jujur buat bunda itu belum cukup. Bunda ingin setiap detik waktu dihabiskan bersamamu dan bunda ingin jadi orang pertama yang mengetahui kepintaranmu yang baru *bukan dari cerita nenek atau mba Nike*

Samara Aqilla Nafisa, maafkan bunda...
Bunda sayang kamu nak...

Samara saat "nguntapke" bunda berangkat kerja

Samara & mag mag tercintanya

2 komentar:

  1. Assalamu'alaikum Bunda. Kunjungan balik nih. Hmm..itulah resiko ibu bekerja. Saya dulu juga mengalami hal hampir serupa. Kalau hari Sabtu/Minggu tetehnya mau pergi, Dita nangis gak mau ditinggal pdhal saya ada di rumah. Rasanya ngenes juga. Makanya alau sabtu dan minggu/hr libur saya full sama Dita. Sekarang stlh Dita 3 tahun, kl pagi jutru penginnya saya yg mandiin, gak mau sama tetehnya hehehe. Insya Allah nanti seiring bertambahnya usia Samara, dia akan mengerti kenapa Bundanya harus bekerja. kiss buat Samara dari Dita. Blognya aku link ya bun :-)

    BalasHapus
  2. Waalaikum salam, terima kasih atas kunjungannya Bun...Senang rasanya blogku ditengokin BunDit :) Wah, Bunda jg pernah mengalami hal yang sama yaa *toss*
    Ya,semoga Insya Allah Samara bisa mengerti kenapa Bundanya harus meninggalkan Samara untuk bekerja *mrebes mili*
    Salam buat Kaka Dita ya :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomentar :)