Jumat, 19 Agustus 2011

Sushi oh Sushi

Mohon maaf....bukannya mau panas panasin menggoda yang sedang berpuasa, tapi ini hanya cerita tentang makanan kesukaan Ayah. Setelah bunda posting tentang kegemaran ayah pada cokelat kali ini ada cerita kecintaan Ayah pada sushi. Ayah memang suka sekali dengan hal hal yang berbau Jepang dari mulai makanan, komik manga sampai budayanya, malah ayah bercita cita kalo nanti dikasih kesempatan untuk pergi keluar negeri, Jepang lah negara pertama yang akan dikunjungi. Amin mudah mudahan tercapai ya Yah... J

Nah, cerita tentang sushi similikiti ini bikin ayah ketagihan, kalo gak mikir kantong mungkin setiap minggu penginnya makan sushi *sambil intip dompet*. Untuk bunda sendiri awalnya gak doyan sushi, karena yang ada di otak bunda sushi itu makanan mentah yang gak layak banget untuk dimakan *dasar lidah ndeso* LOL.
Pertama kali bunda makan sushi yaitu waktu ditraktir Irma sahabat bunda ultah di Sushi Tei PIM. Wah saat itu bunda malas banget datang tapi untuk menghargai sahabat akhirnya bunda datang juga. Disitu bunda sama sekali gak menikmati enaknya sushi, bunda malah memilih makan mie udon dan minumnya pun bukan Ocha tapi jus *ndeso lagi* J

Kesempatan kedua makan sushi datang waktu masa berkasih kasihan ayah ngajak kencan di Sushi Tei dengan keluarga Ayah. Disitu bunda mulai diracuni mencicipi sushi tapi bukan yang mentah *catet yang matang yaa*. Lidah ini rasanya gak rela tega makan sushi mentah


Back to Ayah, karena ayah adalah salah satu sushi lover maka ayah selalu berusaha cari akal gimana caranya makan sushi murmer. Hampir setiap hari ayah mantengin promo dealkeren berharap ada voucher resto Jepang dengan potongan harga yang fantastis. Akhirnya sebelum puasa kemarin ayah dapat voucher Ru-S*n fusion yaitu resto Jepang yang bertempat di La Codefin Kemang. Ayah membeli 3 voucher @ 25k dan masing masing voucher bernilai 50k. Lumayan lah...kalo kita makan 150k berarti cuma bayar 3 voucher alias 75k sajah.


Sedikit review Ru-S*n fusion, Volcano salmonnya 56k enak banget dan ini merupakan menu fave, pilihan kedua yaitu mr. dragon yang satu porsinya berisi 8 potong sushi dg harga 69k. Potongan sushinya kecil kecil dan rasanya kurang nendang dibanding dragon rollnya Sushi Tei. Pilihan ketiga *lupa namanya* yaitu sushi yang dalamnya udang crispy, hmm...kurang nendang juga dan harganya cukup mahal yaitu 69k. Untuk saos rasanya masih jauh dari sushi tei, wasabi nya juga kurang mak nyoss dan ocha nya gak bisa refill kaya di Sushi Tei *emak irit* J Jadi kesimpulannya cukup sekali aja kita makan di sana.


mr dragon ala ru-s*n fusion
volcano salmon yang yummy
Untuk mengobati rasa kekecewaan kami, pas kemarin ayah ultah diajaklah bunda makan bukber di Sushi Tei. Pulang kantor kami langsung cabcus ke Plaza Senayan, setelah buka dan sholat di mushola PS kami langsung menuju lantai 3 dan alhamdulilah gak pake antri *amazing bgt*. Menu kami kali ini adalah dragon roll, salmon maki dan magumi, sayang sekali no salmon for today JBerhubung ayah sedang ultah maka Sushi Tei memberikan compliment berupa bday cake yang yummy.


Ayah's bday cake

dragon roll

maguri "sushi dg tuna mentah" 
Sebetulnya banyak resto Jepang yang menanti untuk dicicipi tetapi kok sepertinya kami udah terlanjur sayang cinta dengan Sushi Tei dan bunda sudah teracuni virus sushi lover J




2 komentar:

  1. Toss sama Ayahnya Samara...ups..hehehe maaf bun. Maksudnya saya juga sushi lover, cuma krn harganya gak murah...ya sesekali sajo makannya hehehe *ngile liat fotonya....* :D

    BalasHapus
  2. hehe...ternyata bunDit doyan sushi juga ya..:)
    Tapi saya beruntung telah "diracuni" sushi karena ternyata memeng sushi itu euanak...
    Emang bener kata pepatah tak kenal maka tak sayang :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomentar :)