Senin, 01 Oktober 2012

Siapa Bilang Jadi Karyawan Gak Bisa Kaya?

Minggu lalu kantor saya mengadakan acara HC (Human Capital) Open House. Acara ini digelar 2 hari, di dalamnya ada talkshow yang menghadirkan Safir Senduk.
Siapa yang tak kenal dengan Safir Senduk? Sebagian orang pasti sudah banyak yang mengenalnya karena dia adalah seorang Perencana Keuangan atau istilah kerennya Financial Planner yang berhasil mengarang sekitar 10 judul buku.

Selain Safir Senduk, di hari kedua ada talkshow dengan pembicara Ayu Dyah Pasha si aktris cantik yg keibuan itu. Ayu Dyah Pasha akan membahas tentang Professional Apperance and Communication Skill.

Tema talkshow Safir Senduk kali ini sesuai dengan judul buku karangannya yaitu "Siapa Bilang Jadi Karyawan Gak Bisa Kaya? " Talkshow berlangsung dari jam 12.00-13.00, pihak panitia memang mengambil waktu istirahat agar tidak menggangu pekerjaan dan apa yang terjadi? Pesertanya membludak bokk...jatah kursi yang cuma 200 akhirnya membengkak dan alhasil yang gak kebagian duduk jadi berdiri. Dan itu yang berdiri buanyak banget loh...

Gak nyangka ternyata sebagian besar karyawan di kantor saya antusias sekali mungkin karena merasa belum kaya jadi ikutan talkshow ini biar tahu trik triknya untuk menjadi kaya. Atau karena ini talkshow gretong? Hehehe...teman saya aja yang kantornya di cabang TB Simatupang rela datang jauh jauh ke Senayan dengan menembus kemacetan dengan harapan bisa jadi kaya.

Talkshow dibuka oleh Aldo Turangan dengan suara nge-bass nya. Selama ini saya hanya menikmati suaranya melalui siaran di Female Radio eternyata pas denger suaranya langsung, widiiihhh...keren abwesh bok..saya jadi serasa dengerin radio padahal penyiarnya ada di depan mata, eh kok jadi ngelantur ngomongin Aldo sih? *fokus Yan* 


suaranya bikin klepek klepek...
Yuk kita lihat apa aja yang dibahas?
Talkshow dibuka dengan pertanyaan dari pembicara yaitu : "siapa orang yang sudah bekerja bertahun tahun tapi tidak kaya juga?"
Hampir semua peserta yang memadati ruangan itu mengacungkan jari termasuk saya *malu*. Ketika ditanya ditanya mengapa? Jawabannya macam macam ada yang bilang gajinya kecil, pengaruh lokasi kantor yang dikepung oleh highend mall sampai karena gaya hidup.


sang Financial Planner
Menurut Safir Senduk, pada dasarnya nih...mengolah keuangan tergantung pada KARAKTER kita. Mengapa saya menulis besar besar kata karakter? Ya...itu karena akan jadi faktor utama kita dalam "menghabiskan uang".

Contoh sederhana kalo hobi kita ngaca, udah pasti gaji yang diperoleh habis untuk keperluan fashion dan konco konconya. Kalo hobi otomotif gajinya habis buat beli velg mobil dan asesorisnya. Hobi belanja, rasanya gaji habis untuk beli segala macam, malah kadang barang yang tidak dibutuhkan juga maunya dibeli. Nah...kalo hobi menyenangkan orang, maka setelah menerima gaji orang tersebut akan menyenangkan orang2 disekitarnya terlebih dahulu.

Karakter ditentukan oleh otak manusia. Otak tersebut dibagi 2 yaitu otak kanan dan otak kiri. Isi dari otak kanan adalah insting, keindahan, senag senang sedangkan otak kiri lebih didominasi oleh logika. Untuk mengidentifikasi mana yang lebih kuat, apakah otak kiri kita atau otak kanan? Gampang saja, caranya ambil secarik kertas dan pulpen kemudian tulisan kalimat apa saja. Jika ketika menulis, tulisannya nyambung maka itu dominasi otak kiri tapi kalo tulisannya putus putus berarti menggunakan otak kanan. Seperti halnya dokter, tulisan dokter pasti nyambung karena kalo gak nyambung nanti resep dokternya banyak orang yang tahu, hehehehe....

Selain itu otak kiri menyenangi sedikit bidang (spesifik) tapi bidang yang ditekuninya benar benar mendalam. Pengguna otak kanan menyenangi banyak bidang tapi tidak spesifik, dan...kelebihan otak kanan jika tertutup 1 bidang maka masih ada jalan lain/bidang lain yang bisa ia kerjakan. Lantas bagaimana cara menyiasatinya? Seimbangkanlah penggunaan kedua otak tersebut ^_^


inilah gambaran isi otak kanan dan kiri
Mengelola finansial seperti layaknya mempunyai keranjang berisikan telur. Ada yang mengatakan jangan meletakan telur pada 1 keranjang karena jika keranjang itu jatuh maka pecahlah semua telur. Pertanyaan yang mendasar adalah ada gak telur yang akan ditaruh ke dalam beberapa keranjang? Kalo telur kita banyak mungkin pepatah itu ada benarnya tapi kalo telurnya cuma dikit bahkan gak ada gimana dong? *kidding* ^_^

Kiat kiat dalam mengelola keuangan adalah :
1. Bekerja bukan untuk menunggu gaji tapi bekerjalah untuk aset
2. Siapkan dana untuk masa depan
3. Atur pengeluaran

So simple kan? Yaaa, kelihatannya simpel tapi...aplikasinya gak sesimpel itu cyiin...
Mari kita kupas satu persatu.

Bekerja Untuk Aset

Aset dibagi menjadi 2 yaitu aset produktif dan aset konsumtif.
Aset Produktif yaitu :
1. Produk keuangan seperti tabungan, deposito
2. Aset berwujud seperti rumah, tanah (properti), Logam mulia, barang koleksi
3. Buka usaha sendiri/ bisnis

Aset Konsumtif seperti mobil, motor, TV, kulkas, AC, henpun, komputer

Menurut Safir Senduk memilih aset seperti halnya memilih kursi di pesawat. Kenapa hayooo? Kalo suka kursi di pinggir jendela itu berarti suka akan keindahan tapi kalo kursi di pinggir jendela berarti suka ke toliet, hahaha...lucu juga si bapak. Maksudnya disini adalah memilih aset harus diperhitungkan dengan memaksimalkan penggunaan otak kiri dan kanan.

Tiga investasi jagoan menurut beliau adalah :
1. Saham, termasuk Reksa Dana di dalamnya. Saham mempunyai keutungan 20-30% per tahun tapi...untuk bermain saham seperti halnya bermain yoyo, usahakan yoyo yang dimainkan terus naik.
2. Logam mulia. Beberapa keuntungan invest LM adalah resiko rendah tapi hasil kenaikan nilai yang cukup tinggi pada jangka waktu tertentu. Seperti sekarang contohnya harga LM sedang melambung, alhasil arisan LM saya bulan ini setorannya jadi naik ^_^ *upppss, fokus Yan*
Selain itu LM mudah dicairkan dan bebas pajak.
3. Property. Mempunyai keuntungan 10-30% per tahun. Property ini bisa disewakan atau bisa juga dijual.

Nah, kalo kita punya uang lebih trus mau invest property, property jenis apakah yang harus dibeli dan yang menguntungkan? Inilah tingkatannya :
1. Kios
2. Ruko
3. Apartemen
4. Rumah

Trus kalo property ini mau disewakan maka sewakanlah kepada banyak penghuni (multi tenant) dan pembayaran sistem sewanya adalah perbulan bukan pertahun. Dengan kata lain, Jadilah juragan kost kostan, dijamin untung besar deh ^_^ 

Siapkan Masa Depan

Kata kuncinya adalah Persiapan = 50% Masa Depan
Jadi jika ingin anak kita kuliah di kedokteran maka mulai sekarang nabunglah sebanyak banyaknya demi persiapan masa depan anak. Jika hal itu sudah dilakukan maka sama saja kita sudah memegang 50% masa depan anak. Siapa sih yang gak sayang sama anak? Semua orangtua pasti akan melakukan hal yang sama ya..

Pos pos pengeluaran di masa depan yang umumnya harus dipersiapkan mulai dari sekarang adalah :
1. Pendidikan Anak
2. Property
3. Pensiun
4. Perjalanan Ibadah
5. Liburan

So..mulai sekarang musti fokus ke pendidikan anak ya...biaya untuk jalan jalan dipending dulu. Cukuplah saya jalan jalan nebeng kantor sajah hehehe...

Atur Pengeluaran

Ketahuilah wahai saudara saudaraku dimana letak keBOROSan anda selama ini?
Dan mulailah kurangi secara perlahan lahan.

Jangan sampai tanggal 25 tiap bulan diperingati sebagai hari Cash Flow sedunia, artinya pagi hari dapat cash, sorenya langsung flow begitu saja. Hayooo siapa yang begitu? Ngenes banget ya bokkk? *ini gw banget* hehehe...

Di sesi tanya jawab Safir Senduk membuka 3 pertanyaan.
Penanya pertama menanyakan mengenai idealnya pos pengeluaran setiap bulannya. Dan dijawab olehnya yaitu :
1. Cicilan/hutang max 30% dari total gaji,
2. Tabungan/investasi minimal 10% syukur syukur bisa lebih.
3. Premi asuransi max 10% tapi kalo ada asuransi yang ada unsur/basic tabungan bisa dipindahkan di point no 2.
4. Biaya hidup 50%  

Pertanyaan kedua adalah jika kita punya gaji pas pasan tapi pengin invest, kira kira invest dalam bentuk apa yang aman? Dijawab LM. Yes, i do :p

Pertanyaan ketiga dari seorang wanita cantik nan sholehah si empunya blog ini, bertanya mana yang lebih bagus invest untuk pendidikan anak dalam bentuk asuransi pendidikan atau Reksa Dana? Dijawab Reksa Dana.

DUARRR....saatnya berpikir untuk menarik semua dana asuransi pendidikan Samara dan beralih pada RD. Tapi masih bingung dan gak tahu???

Mohon infonya yang tahu tentang RD dong...^_^

15 komentar:

  1. wew info yang lengkap bener inih :D
    Pas baca tadi gue juga sembilan ngitung utang cicilan gue, hehehe..Alhamdulillah masih aman, kisarannya dibawah 30%.

    trus kalo soal pendidikan anak, gue juga pernah denger kalo RD yang paling bagus investasinya. Tapiii..biarpun gue udah baca berulang2 tips RD yang aman, teteeeepp kaga mudeng2 juga gue..;p

    kalo udah ada pencerahan tentang RD, post dimari yak..:D

    BalasHapus
  2. Desi, samaaa...eike juga pernah baca ttg RD tapi kok ya gak mudeng juga, makanya need help :)

    Insya Allah kalo udah mudeng bakal di share di sini.

    BalasHapus
  3. thanks ilmunya ya. alngsung hitung2an nih :)

    BalasHapus
  4. Sama sama mba Lidya, gimana hasil itung2an nya? :)

    BalasHapus
  5. emang manajemen keuangan kita yg arus diperbaiki ya.. seringkali masih suka tergiur ini itu *kesentil sama yg ttg KACA itu :D

    BalasHapus
  6. Aku kebetulan punya bukunya ini. Sedikit2 nabung utk beli LM, mudah2an berguna utk sekolah si kecil nanti. Klo reksa dana, gak ngerti juga nih... Klo mbak udah ngerti, kasih tau yak!

    BalasHapus
  7. Aku juga mulai invest LM gara-gara baca buku Safir Senduk. Beruntung banget deh kamu bisa ikut seminar beliau langsung, Yan :)
    Btw anakku juga asuransi pendidikan, blom ngitung2 lagi kalo mo ke Reksa Dana. Mudah-mudahan ada yang bisa jawab pertanyaanmu ya Yan, jadi aku juga bisa tau dikit-dikit ;)

    BalasHapus
  8. mba Chi, iya gak jarang kita tergoda akan hal2 yang sebetulnya gak kita butuhkan :(

    BalasHapus
  9. Mayya, samaa...aku juga belum paham ttg RD.
    Belajar bareng2 yuk :)

    BalasHapus
  10. Thanks ilmunya yaaa.... :)

    Aku sampe sekarang masih pake asuransi dan unit link, hehe...buat aku sih gak bener2 rugi lah, pasti ada manfaatnya. Selain itu invest LM juga tetep jalan :)

    BalasHapus
  11. Della, iya aku beruntung bisa bertanya langsung pd narasumber.

    Yuk sama sama cari inpoh ttg RD :)

    BalasHapus
  12. Allisa, sama sama :)

    Iya sih pasti gak bener2 rugi, makanya lagi menimbang2 nih :p

    BalasHapus
  13. Thanks ilmu nya ya bun. Sama lho..saya juga masih punya unit link...kurang setahun lagi bayar premi. Saya sudah join th 2003!. Waktu itu saya sih gak "ikut2-an" menghentikannya hehehe.

    BalasHapus
  14. BunDit, sama sama bun...iya nih masih bingung bgt mau lanjut atau gak? :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomentar :)