Kamis, 06 November 2014

Saat Bersamamu

Menjadi ibu yang bisa mendampingi anak all day long sangatlah menyenangkan. Bahagia membuncah ketika saya memutuskan untuk mengambil cuti kantor selama 5 hari kerja. Terbayang sudah saya akan menghabiskan waktu dengan si kecil dari mulai bangun pagi hingga malam menjelang tidur.

Dua minggu yang lalu saya merasakan indahnya masa masa kebersamaan dengan si kecil. Bukan...bukan berarti saya tidak pernah merasakan bahagia saat bersama si kecil. Kali ini sedikit berbeda karena kalau biasanya saya mengambil jatah cuti 5 hari dengan jalan jalan atau mudik ke Tegal, kali ini 5 hari cuti saya dedikasikan khusus untuk si kecil.

Hari Senin 20 Oktober 2014 dimana bangsa Indonesia hiruk pikuk menyambut pelantikan Presiden ke 7, saya santai di rumah mempersiapkan si kecil berangkat sekolah ditemani pak suami yang kebetulan juga mengambil cuti. Dan pagi itu si kecil dengan heran bertanya : "ayah dan bunda libur?". Saat kami menjawab "iya" si kecil senang sekali. Lantas bersiap berangkat ke sekolah dengan raut wajah yang gembira.
I'm happy...
Saya dan ayah berjanji akan menjemput si kecil pulang sekolah karena secara kebetulan hari ini jadwal saya bertemu dengan gurunya untuk mengetahui progres si kecil selama di kelas Kindy A.

Ketika kami sampai di sekolah, wajah bahagianya tak bisa disembunyikan. Dia berlari menghampiri kami sesaat melihat kami tiba di sekolah. Ahhh...priceless banget rasanya. Meski sederhana tapi sangat membahagiakan buat si kecil. 

Alhamdulilah progres meeting dengan gurunya berjalan lancar. Kami mendapat laporan tentang perkembangan si kecil selama 3 bulan ini dan hasilnya sangat menggembirakan. Saat di atas motor menuju pulang ke rumah, mulut kecilnya tak lepas dari cerita ativitasnya hari itu. Sore harinya kami mengantar si kecil trial TPA di masjid dekat rumah.


Hari Selasa, saya mengantar si kecil ke sekolah. Lihat wajahnya yang penuh senyum itu ketika naik di atas motor.
Ayooo nak kuantar kau ke gerbang sekolah
Hari Rabu si kecil berangkat sekolah dengan kostum profesi. Yaaa...tema pelajaran minggu ini adalah profesi. Masing masing anak bebas menggunakan baju profesi apa saja. Dan si kecil pun memakai baju dokter lengkap dengan stetoskopnya :)
Semoga cita citanya ingin menjadi dokter dapat terwujud ya nak...
Pulang dari sekolah, si kecil berlari masuk ke rumah sambil bertanya kepada si mbak : "bunda mana, mbak?" Saya yang saat itu sedang berada di depan komputer sangat senang mendengar pertanyaan itu. Langsung saya keluar menyambutnya dan tangan kecilnya sontak memeluk saya. Ahhh...priceless lagi...

Siang itu kami makan bersama dan bercerita teman temannya yang menggunakan berbagai macam kostum profesi. Kebersamaan itu lanjut dengan tidur siang. Dan sore harinya saya mengantar si kecil ke TPA.
Iqra

Hari hari berikutnya kami lewati dengan perasaan senang, dimana kami bisa bermain bersama sepanjang waktu, belajar bersama dan bercengkerama. Meski kadang si kecil juga membuat saya harus menahan emosi tapi tak mengurangi kebersamaan kami.


Buat saya pribadi, hal paling membahagiakan selama cuti kemarin yaitu ketika kami berjalan bersama menuju TPA. Dengan penuh semangat si kecil berjalan sambil memegang erat tangan saya. Terkadang dia melepas tangan saya dan berlari mendahului.
Berjalanlah menuju masa depanmu, nak...
Anakku...
Senang sekali rasanya bisa bersamamu sepanjang hari. Seandainya setiap hari bunda bisa selalu mengantarmu ke sekolah, ke TPA, bermain dan belajar bersama, makan siang dan bobo siang bersama tentu sangat menyenangkan. Bunda selalu melihat ekspresi wajahmu saat pulang sekolah. Priceless banget...

Smoga bunda bisa selamanya mendampingimu..

7 komentar:

  1. ah mak Yan..terharu bacanya.. :,)
    gue puun selama kemaren 3 bulan cuti..bener2 full ngurus 2 bocah. Trusnya bisa nganter sekolah Radit juga..rasanya pengen tiap hari aja kayak gitu..

    BalasHapus
  2. iya mak...priceless banget ya menghabiskan waktu dg anak2 :)

    BalasHapus
  3. seneng ya emang kalo bisa selalu bareng2 ama anak... :)

    BalasHapus
  4. Ah, setuju, Mak. Rasanya kalo tangan anak menggenggam tangan kita tuh.. wah, nggak terkatakan deh ^^

    BalasHapus
  5. @ Arman, iyaaa senang banget :)

    BalasHapus
  6. @ Della, speechless ya mak... :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomentar :)