Minggu, 18 Januari 2015

Please Be Wise

Beberapa hari lalu saya lihat path mba Silly (room mate waktu kami jalan jalan ke Nias) menceritakan tentang sebuah band yang menyanyikan lagu Autis. Di salah satu liriknya berbunyi seperti ini :
dasar kau autis, dipanggil-panggil tak rungu

dicolek-colek tak hiraukan, kau malah asik sendirian
ku banyak bicara sampai-sampai mulutku berbisa
namun kau tetap saja begitu, tetap saja asik sendirian

menyebalkan dirimu sangatlah menyebalkan

membosankan dari pagi siang hingga malam
kau abaikan, diriku tak pernah kau hiraukan
sepanjang jalan sama saja ku jalan sendirian

Coba luangkan waktu sedikit untuk merenungkan liriknya? Gimana teman? Kalau saya berkomentar cuma satu kata : Parah..
Kenapa parah? jawabannya sederhana karena mengolok orang dengan sebutan autis. Suatu olokan atau becandaan yang gak banget. Sebenernya ngerti gak sih apa itu autis? Seperti apa perasaan seorang ibu ketika anaknya divonis mengidap autis? Berapa air mata seorang ibu yang tumpah dalam membesarkan anak autis? Stop...sampai disini saya menyebut anak autis. Selanjutnya saya akan menyebut anak berkebutuhan khusus (ABK). 
Sedikit cerita tentang mba Silly, beliau seorang ibu dari 3 orang anak yang salah satunya adalah ABK. Mba Silly pernah bercerita saat kami sama sama dalam satu tempat tidur, dia bercerita bagaimana membesarkan sang buah hati? Bagaimana bangganya dia ketika mengetahui sang buah hati itu ternyata diberikan kelebihan oleh Allah. Iyaa...dibalik kekurangan pasti Allah titipkan kelebihan. Dan mba Silly pernah menceritakan jeritan hati seorang ABK di sini.  
Saya juga punya cerita tentang keponakan saya, waktu usia 2 tahun dokter memvonisnya menjadi ABK. Saat itu juga, sang ibu terlihat shock berat, menangis tiada henti dan mengurung di dalam kamar selama beberapa hari. Iyaa...kakak sepupu saya perlu waktu untuk menerima kenyataan, hingga akhirnya dia bangkit dan mencari pengobatan untuk anaknya.
Saya ingat betul saat itu dia membawa keponakan saya berobat ke Prof Hembing. Hampir tiap minggu keponakan melakukan terapi di klinik Hembing hingga suatu hari keponakan saya mengalami trauma dan tidak mau terapi lagi. Saya tidak bertanya lebih lanjut mengapa si anak trauma? Karena saya tahu, pertanyaan itu akan melukai hati sepupu saya.
Akhirnya pengobatan lain pun dijalani. Sepupu saya rela bolak balik ke Semarang untuk mengobati anaknya dan berjuang agar memperoleh kesembuhan. Selain berobat, diet gluten pun dilakukan agar si anak sembuh. Saya melihat bagaimana sepasang suami istri ini berjuang tiada henti, mengupayakan yang terbaik untuk keponakan saya. Hingga Alhamdulilah keadaan keponakan saya sudah makin membaik.
Iyaa, saya adalah saksi dari perjuangan sepupu saya dalam membesarkan ABK. Saya melihat berapa banyaknya air mata yang tumpah dari seorang ibu ketika mendampingi ABK. Apakah tangis seorang ibu bisa dibayar dengan olokan -yang gak banget- dari seseorang yang tidak mengerti ABK? Dimana hati nuranimu, teman?
Ketika sebuah band meliris lagu berjudul seperti itu, berapa puluh bahkan ratus ibu yang harus terluka? Berapa mili liter lagi air mata yang akan tumpah? Please...be wise, ABK bukan suatu becandaan atau olokan yang pantas diucapkan.
Mungkin ibu ibu yang mempunyai ABK tidak meminta untuk dikasihani, but.. please have a heart. Stop your joke with say Autis. Please be wise..
Taken from here

15 komentar:

  1. iya gak lucu banget dah kalo yang ngolok2 pake kata2 'autis' atau kata2 sejenis lainnya karena itu sama sekali gak lucu ya...

    BalasHapus
  2. Parah dan sangat ga lucu.. Band apa sih mak? Kok gw ga pernah dgr yak *kurang gahul*

    BalasHapus
  3. i stopped long ago Mak. Itu candaan gak lucu dan sekarang ada band pake kata-kata autis di lyric lagunya yang insensitive banget itu. Parah.

    BalasHapus
  4. gue juga paling ga suka kalo ada orang yang mengolok2 tentang suatu penyakit.. ga lucu banget.. sedih deh bacanya mak.. :,(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasanya mereka gak punya empati yaa mak

      Hapus
  5. Duh...semoga ada org yang ngasih tau ke band itu, buat ngeganti lirik lagunya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti nya udh banyak sosmed yg blow up lirik lagunya deh. Smoga ybs membaca yaa

      Hapus
  6. tidak punya perasaan ya yang buat lirik seperti itu

    BalasHapus
  7. Keterlaluan memang, semoga ngga laris tuh...

    BalasHapus
  8. ooh ini yah lirik lagu yang waktu itu dirimu ceritakan di bbm itu , emang parah banget ini

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkomentar :)